
tok.. tok.. tok..
Adam beri kode perintah kan buka yang berdiri dekat pintu, masuk dokter sama perawat angguk kan kepala pada dira.
"permisi neng kami datang untuk jalan kan perintah" dira tunjuk pakai dagu nya kode dokter.
"tolong di bantu dok, kalau perlu potong saja kaki mereka biar kerja anda cepat selesai" dira kembali bicara di ponsel setelah ucap kan kata mengeri kan.
"b×××t dasar anak ×××.." dengar makian dira alih kan pandangan nya pada rince
plaaakk.. plaakk.. plaaakk..
Aaaa...
Dira layang kan tangan beri tamparan tiga kali di pipi rince dan kepala dongak ke atas dira jambak rambut rince.
"tidak perlu kau buat pemberitahuan kau j×××g, aku sudah tau pugk.." kepala nya di hempas dira ke lantai.
"kang tolong bantu itu di bersih kan" dira beri perintah pada orang kebersihan dia datang bersamaan dokter tadi.
" siap neng laksana kan.." di jawab nya dira sambung bicara nya lagi.
"bang beno.." dira panggil lawan bicara
"ya hallo neng.. ada apa ?" beno.
"bang beno lagi dimana.. situasi aman gak ?" dira duduk santai di ranjang kaki nya berayun ayun.
"tenang neng.. situasi aman terkendali kami menuju lokasi sekarang ?" beno
"iya hati hati di jalan.. Dira percaya kan ke selamatan kita semua" dira melihat siska dan rince dengan sudut mata nya tampil kan senyum susah di arti kan.
"kami akan hati hati nyawa kami taruhan ke selamatan ibu ratu" beno balas.
Dreet.. Dreet.. Drreet..
"waspada tetap di posisi jangan lengah.. dira minta tolong untuk semua hati hati jangan sampai ada korban tapi bila ada tindak kan dari mereka membahaya kan sila kan Dira beri izin untuk melaku kan penyelamatan" pungkas dira.
"siap neng.. kami akan hati hati.." suara kompak menjawab, suami serta kakak kakak memandang dira, mereka kaget tukar pandang tidak percaya dengar kan perintah dira yang sangat di patuh orang banyak.
"bang adam gimana.. mereka apa sudah santai ? Dira bosan nih mau pulang" dira
tok.. tok.. tok..
belum adam jawab kata dira, kembali di dengar pintu di ketok ada yang datang adam kode suruh pintu di buka.
"permisi.." semua kaget ada polisi yang datang terutama bima david kaget lihat andre mereka panggil andre bersamaan anton panggil teman nya yang datang bersama andre.
Andre..
Andi..
"maaf.. kami dapat perintah bisa saya bawa mereka sekarang" andre bicara.
"hmm ya sila kan.. sebelum pikiran saya berobah" dira bicara pelan tatapan mata membunuh nya pada rince dan siska.
Ibu ratu tiba tiba masuk ruangan dimana dira dapat perawatan tanpa di beri tahu.
Mami..
Vano mario bima semua kaget khawatir mami datang bersama papi tanpa ada yang kabar kan, vano alih kan pandang pada mario kesal, mario geleng kepala pasrah jawab pertanyaan vano.
"sayang ada apa.. kenapa ramai begini ? sayang jangan buat mami cemas nak !! Vano mario ada apa sama adek kalian bima ada apa kenapa ada dia sama istri mu" mami tambah teriak melihat rince.
"untuk apa kau datang ke sini.. masih belum puas penderitaan kau buat dalam hidup anak aku hah plaaakk..!!!" emosi mami tampar pipi rince.
"b×××k.. dasar ×××..
dira beri hadiah pada rince terdengar teriak kan rince lihat darah mengalir dari kaki satu nya lagi buat semua kaget gak percaya, dira kembali beri perintah.
dok..
"baik neng.." dokter angguk kan kepala bagian kebersihan wajah nya bahagia dengar ucapan dira.
"kang.. setelah jam tugas kamu selesai bahagia kan kelurga bawa liburan sana, bang adam tolong di bantu" dira.
"benaran neng.. aduh kelurga saya pasti senang tapi neng boleh saya minta satu permohonan" akang tangkup kan ke dua tangan nya di dada.
"hmm.. ada apa kang ?" tanya dira balik
__ADS_1
"maaf neng boleh saya mau undur kan diri dari kerja" akang
"kenapa.. ?" dira
"mak bapak saya sudah tua minta sisa hidup nya tinggal di kampung" akang
"istri sama anak nya gimana, kapan mau pergi kang ?" dira
"istri sama mertua saya setuju apa lagi anak saya masih kecil jadi tidak susah, secepat nya neng kalau bisa besok pergi nya he he he" si akang tertawa senang.
"akang tidak senang kerja sama saya ?" tanya dira naik kan alis nya.
"bu bukan neng saya senang kerja sama si neng, kalau bukan neng yang bantu saya tidak mungkin hidup saya seperti ini, saya ambil libur saja tidak jadi pergi" akang jawab dengan cemas.
"hah benaran tidak jadi pergi masih mau kerja.. kenapa ?" dira tanya.
"iya gak apa apa neng saya kerja aja lagi nanti saya kasih tau keluarga saya pergi libur" akang jawab
Ha.. Ha.. Ha..
"ya sudah kabar kan keluarga nya kang tidak usah sungkan, bang adam tolong di bantu urus semua sampai beres, kang sampai kan salam saya untuk keluarga ya, hati hati" dira senyum.
"terima kasih banyak banyak bantuan nya, neng sudah selamat kan hidup saya dan keluarga, nanti saya bawa keluarga jumpa neng sebelum kami pergi" akang.
"keselamatan keluarga yang penting gak perlu itu akang langsung saja berangkat, paham maksud saya !!" dira tepuk bahu si akang sambil berbisik "tinggal kan aja pesan sama bang adam untuk dira"
"baik neng saya paham.. bahagia selalu untuk neng dan keluarga" akang terisak nangis sujud di kaki dira.
"dira tidak suka.." suara dira naik lihat si akang sujud di kaki nya
"maaf kan saya ungkap kan kebahagian dan terima kasih saya seperti ini karena saya masih sayang nyawa saya neng" dira bingung dengar kata kata si akang
"hah.. maksud nya gimana ?" dira tanya
"tidak mungkin saya peluk neng salam perpisahan.. ada singa kutub nanti bisa bisa nyawa saya terbang" akang kode dira lirik bima dengan sudut mata.
ha.. ha.. ha..
Pecah ke tawa semua dengar obrolan dira sama si akang kerja in mas ahk..
Dira senyum kode si akang lalu rentang kan ke dua tangan nya "sini peluk dira.."
"neng bisa bicara sebentar.." dokter
"hmm ada apa dok.. ada yang penting ? mau libur atau mau berhenti juga" dira
"makasih neng sudah ngerti tapi kami gak berhenti hanya mau libur saja, benar kan he he he" dokter cengengesan kode ke dua perawat sama dia.
"anda sudah berkeluarga?" dira tanya ke dua perawat.
"belum saya mau ajak ibuk saya liburan" jawab perawat satu.
"bantu doa nya neng.. saya rencana mau nikah" jawab perawat dua.
"kapan waktu nya ?" dira
"waktu nya sekitar tiga mingguan lagi"
"bang adam tolong bantu dira di urus semua sampai beres" dira bicara pada adam beri kan ponsel yang berisi pesan
✉ untuk si kang beri dana Rp.××× untuk buka usaha jadi dia bisa hidupi keluarga nya, tolong buka rekening atas nama dia
✉ dokter sama perawat tolong beri kan masing masing mereka Rp.×××, transver ke rekening mereka.
"baik nanti saya urus sampai beres kan semua" adam angguk kan kepala paham setelah baca pesan dari ponsel yang di beri kan dira.
siska rince geram sama dira mereka merasa sangat terhina karena di perlaku kan seperti ini.
"papi lihat perbuatan anak ××× itu sama aku anak kita di tahan dia, selamat kan anak kita mereka dalam bahaya pi" ujar rince pada tuan handoyo.
"sayang kamu jangan diam saja.. laku kan sesuatu lihat nih kelakuan wanita j××× itu sama aku " siska bicara keluar kan suara manja nya pada anton.
"pak andre sila kan tugas anda cepat bawa mereka dari sini" dira bicara pada polisi yang bertugas.
"siap kami permisi bawa mereka" andre
"sayang cepat kenapa kamu diam saja bantu aku sayang, jangan sentuh kau.." siska emosi anton hanya diam tidak ada reaksi pandang siska.
"kamu lihat sikap dan kelakuan wanita yang kamu bela, kamu ikuti permintaan dia bukan hanya hidup kamu jadi korban hidup papi sama mami mu juga ingat itu jangan sampai mami mu murka" anton diam dengar bisik kan papi.
__ADS_1
"pi laku kan sesuatu selamat kan anak anak kita hubungi pengacara kita jangan sampai anak ××× ini besar kepala, papi..
"hmm.. kang sumpal mulut ke dua iblis betina pakai kain pel berisik ganggu, pak polisi seret saja apa perlu bantuan, kami banyak anggota untuk seret ke dua iblis itu" dira minta ponsel sama bang adam.
drreeet.. drreet.. drreet..
"hallo neng.. ada yamg bisa saya bantu" beno di luar jawab panggilan dira.
"bang beno dimana.. Dira butuh bantuan siap siap bilang yang lain ini induk iblis mau ke penginapan tolong di kawal dan kalau ada yang beri bantuan siapa pun apa lagi dia polisi tembak di tempat beri dira kepala nya, itu nyamuk nyamuk iblis sudah aman" suara dira datar tatapan mata nya dingin sinis pandang anton.
"siap semua sudah tidur nyenyak aman terkendali tapi neng maaf kan kami ada satu yang kabur beni lagi berburu" beno
"aman terkendali tapi maaf neng.. kami terpaksa buat karya di kepala nya sebab dia bahaya kan anak kecil" beni.
"terima kasih berarti tidak ada korban.. di bantu sekarang semua waspada mau bergerak ini hati hati.." dira
siap kami di posisi..
"bang andre hati hati" dira peluk andre semua melongo bibir senyum.. mereka pandang bima yang lagi kesal, Andre senyum balas peluk kan di cium kening dira "nanti abang hubungi ya.."
muka dira merah tahan emosi drama di laku kan siska sama rince cepat kilat dira buat pingsan ke dua nya tanpa ada yang menyadari "beri gelang tuh satu in saja biar mereka tidak nyusahin lagi jadi orang gak sadar sadar perbuatan celaka in orang banyak"
"aduh ipar gue kenapa peluk kan dengan andre.. wah bikin susah gue saja kunyuk andre, sadar gak sih dia beurusan sama kulkas dua puluh lima pintu.. bisa pecah nih perang sodara" dengar omel david haris tepuk bahu david terkekeh.
"tugas lo penengah untuk damai kan ke dua sodara lo jangan nyerah semangat" david kesal tatap haris.
"gue mau lihat tindak kan apa yang mau di laku kan singa kutub pada sodara nya salut gue sama andre" wildan senyum.
"sabar dia adek lo semua bisa di bicara kan, apa nanti kata mama lihat dua jago an nya gaduh tapi kalau dira lebih pilih andre lo sebagai abang ngalah dong kan demi adek" sandi pancing emosi bima.
"kita belum tau gimana cerita nya apa yang terjadi baik nya kita tunggu kabar yang sebenar nya, li berkorban lah untuk ke bahagian orang tercinta" rangga
"el ipar kita mau makan orang lihat adek peluk bang pol" mario tunjuk bima pakai dagu terkekeh.
"dek sini.. ada yang mau di sampai kan.. lihat tuh suami mu mau telan orang, gih sana adem kan dulu tanduk di kepala nya sudah berasap merah" vano peluk dira tunjuk bima dengan bibir nya ngejek
"yank.. kamu istri mas loh, mas gak suka kamu peluk laki laki lain" bima tarik dira dari peluk kan vano, dira berusaha tarik diri nya dari peluk kan bima.
"dokter bilang dira sudah boleh pulang sekarang ya" dira peluk pinggang bima
"beres kan dulu masalah nya sama tu mantan.. mana tau mau kangen kangen an sudah lama tidak jumpa" bisik bima kedip mata goda dira.
"iya ntar dira mau peluk" dira balas bisik mau lepas peluk kan bima.
yank..
Bima tahan badan dira dalam dekapan nya mata melotot cemburu dengar kata dira "yank.. mau lihat suami mu lenyap kan nyawa orang di sini !!"
"suami aku cemburu ya muach.." dira towel dagu bima beri ciuman jarak jauh
Dira tarik nafas pandang tuan gunawan.. tangkup kan tangan di dada senyum
"terima kasih sudah sayang sama dira selama ini, dira minta maaf tidak bisa jadi anak yang baik maaf.." dira terisak
"nak.. papi sama mami yang salah buat hidup kamu menderita, papi yang harus minta maaf tidak bisa lindungi kamu.. tolong maaf kan papi" tuan gunawan hapus air mata nya sendu.
"dira mas minta maaf bisa kita.." anton diam dira panggil tuan sama papi nya
"tuan sama nyonya tidak salah maaf kan saya" dira sengaja potong ucapan anton
"kapan dira ada waktu bisa kita jumpa mami kangen dira nak.." tuan gunawan
"tolong maaf kan saya belum bisa kasih jawaban jangan mengharap kan" dira
"sayang boleh papi peluk kamu nak ?" tuan gunawan memohon pandang dira
"maaf kan saya tidak ingin mengingat nya lagi, tolong bantu saya untuk lupa kan semua" dira geleng kan kepala tolak permintaan tuan gunawan.
"papi mengerti kamu.. papi tunggu kabar kamu ya nak.." papi tepuk bahu dira.
"nak.. doa papi untuk kebahagian kamu, jadi lah istri yang baik nurut sama suami nak, sampai kapan pun kamu tetap anak gadis papi nak.. maaf kan papi.." tuan gunawan belai kepala dira.
"tolong sampai kan sama nyonya maaf dira sebesar besar nya" dira
"nanti papi sampai kan nak.. bahagia ya, saya permisi dulu.." tuan gunawan pamit
"astaga ngeri gue.. bim benaran dia istri kecil lo ipar gue yang manja dulu" bathin david kaget lihat tindak kan dira yang santai tapi mengeri kan.
*jangan sampai lo ada masalah sama gue. gumam vano pandang anton gusar
__ADS_1