
pi.. mami mau jumpa dira" mami anton memohon sama suami nya
"jangan sekarang mami sabar suasana lagi panas, jangan kita buat kacau" papi anton sabar kan mami.
"mami sedih dira tidak ingat sama kita.. apa kita tidak bisa jumpa dira lagi, kita harus kehilangan anak perempuan kita.. kasihan dira harus mengalami amnesia" mami anton di peluk tuan gunawan.
"sabar mi, kita doa kan dira pulih seperti dulu.. mami bisa jumpa nanti kita minta bantuan sahabat dira" papi anton bawa istri nya masuk kamar langkah terhenti dengar eyang anton bicara.
"anton sana jemput istri mu, lihat mami kamu sedih eyang kasihan sama mami kamu, kamu ada hak atas dira" hasutan eyang pada anton.
"jangan buat masalah ingat.. papi orang pertama yang halangi kamu" papi anton bawa istri nya duduk sova.
"gun.. kamu harus bantu anton dia anak mu satu satu nya, apa lagi risa istri mu sangat sayang mantu nya" eyang.
"dira bukan mantu aku.. risa sayang dira sebagai anak itu pun kalau dira masih mau dan aku sudah ingat kan sama ibuk jangan campuri kehidupan dira sebab dia bukan siapa siapa anton" sahut tuan gunawan masih sabar bicara nya.
"sekali lagi papi ingat kan sama kamu dengar baik baik, kamu tidak ada hak atas hidup dira.. kamu sama dira hanya nikah siri jangan sampai dira tuntut balik karena kamu ganggu dia" ujar papi pelan
"anton gak tega lihat mami sedih tolong pi ini demi mami" anton memohon.
"jangan keras kepala, kamu yang bodoh jadi suami tolol.. sekarang bilang demi mami gak ada guna nya" suara papi naik mulai emosi dengan anton.
"anton nyesal mohon bantu anton pi.. apa pun akan anton laku kan asal papi bantu anton bawa dira kembali" anton.
"papi tidak peduli seberapa besar rasa menyesal kamu karena sesal yang kamu punya sudah hancur dan api terlanjur ke cewa sama kamu"papi anton.
"sekarang papi ingin hidup tenang sama mami, aku minta sama ibuk jangan ajak anton yang aneh aneh lagi" sahut tuan gunawan pada ibuk nya.
"dira sudah tenang sama suami nya dan papi tidak mau ada urusan sama orang orang di sekeliling dira, ibuk tidak ingat kenapa dira nikah siri sama anton, ibu mau coba nginap di penjara, bukan dira yang bakal tuntut ibuk tapi suami juga keluarga besar dira" pungkas gunawan.
"kamu kenal kan suami dira dan siapa keluarga suami dira dan keluarga besar dira" ujar papi nya sinis.
"akibat perbuatan kamu sama eyang om prasetyo sampai turun tangan dengan masalah ini, papi sangat malu sama om prasetyo karena tidak bisa mendidik kamu dengan baik"
"kamu mau hidup kita hancur sila kan buat lah sesuka kamu, ibuk masih tetap ngeyel ganggu hidup dira siap siap lah hidup susah, perusahaan kita sekarang tidak stabil" panjang lebar papi anton bicara ingat kan anak dan ibuk nya.
"ayo mi kita ke kamar kita tunggu kabar dari sahabat dira, mami harus istirahat" papi anton ajak istri nya masuk kamar yang masih nangis.
aku janji mi.. bawa dira kembali dalam kehidupan kita dulu.. aku janji bahagia kan dira, anton jan..
anton..
"papi harap otak kamu kembali normal seperti dulu sebelum otak kamu ada racun di recokin eyang kembali sebelum hidup kamu benar benar hancur.." anton dapat peringatan dari papi nya.
...¤¤¤¤¤...
tok.. tok.. tok..
Dira mengerut kan kening pandang pintu dengar ada yang ketok "masuk..
"maaf abang ganggu kamu dek ?" adam tanya mata lihat keliling ruangan kosong
"tumben sendiri biasa nya tuan suami nemplok seperti cicak, pada kemana nih sepi gak ada penampak kan ?" adam
" tapi bagus juga gak ada orang jadi kita tidak perlu cari alasan, abang ngeri dek sama keluarga mu apa lagi tuan suami mu gedek abang" adam senyum ngejek.
"biar saja lah sikap mas seperti itu dira suka jadi gak bakal ada yang bisa dekat mas, dira ratu mas satu satu nya" dira tegak kan kepala sombong kan diri.
"tuck.. jangan mulai deh sombong nya" adam sentil kening dira kesal.
Dira angkat bahu senyum membahaya kan "dira capek dah pura pura kayak gini bang adam pusing jadi ratu drama, bang adam ada bawa kabar apa ke sini ?"
"sasaran sudah bergerak, abang cemas kalau kamu sendiri dalam ruangan, apa kita beri tahu suami mu sama tuan vano nanti terulang lagi kejadian kamu masih koma dek" adam cemas perhatikan dira
__ADS_1
"bang adam tenang saja kan emang kita tunggu target, dira sudah sehat jangan pikir yang bukan bukan, tolong sampai kan sama yang lain hati hati jangan ada korban di antara kita" dira
"abang minta kamu waspada ya jangan gegabah, mereka.. aduh kita bilang bima sama vano dek, kamu baru pulih abang khawatir sama kamu" adam khawatir.
"tenang bang mereka semua bantu kita.. tolong perketat keamanan jangan ada yang lengah" balas dira santai
"kamu yakin dek kita dapat bantuan dari orang pilihan ?" adam pasti kan lagi
drèt.. drrret.. drreet..
mereka saling pandang dengar ponsel adam ada panggilan masuk cepat adam jawab panggilan
"ya ada apa.."
",,,,"
"hmm.. tingkat kan kewaspadaan jangan lengah, banyak nyawa yang harus kita lindungi.. hati hati" dira naik kan alis nya minta jawaban pandang adam.
"mangsa menuju ke sini, apa yang harus kita laku kan selarang dek ?" pertanyaan dira dari tatapan nya tadi adam jawab.
"apa rencana dira kurang matang bang adam" dira baring kan badan nya santai
"kamu ini jangan buat abang senewen dek.." adam bicara pelan.
"bang adam sekarang bantu ratu drama ini tapi bang adam sudah bilang dengan mereka jangan sampai ada yang masuk berkunjung ke sini selain tamu yang kita target kan !!" pungkas dira.
"sudah telat ratu drama.. mereka datang hampir bersamaan, anak anak tidak bisa cegah tapi cuma bisa perlambat waktu beberapa saat saja agar tidak bentrok ke hadiran nya" adam balas ucapan dira
"ck ya sudah.. abang sekarang teledor kerja nya tidak tangkas lagi yang ada di ingatan nya cuma mbak yanti" ejek dira
tuck..
Dira meringis gosok dahi nya kembali di sentil adam "ck sakit tau bang.."
"kok abang tidak terasa" dira cebek kan bibir dengar kata adam.
"kamu tunggu di sini sebantar ya" adam dengan terkekeh dengar dira ngomel.
"bang adam mau kemana emang nya.." tanya dira bingung adam mau pergi.
"bentang kan red karpet sambut tamu ter.." dira adam kaget pintu langsung di buka sendiri setelah terdengar pintu di ketok "gak jadi sudah datang dedemit.."
"hallo apa kabar.. kita jumpa lagi, wow lagi berdua an maaf ya emang sengaja datang untuk ngacau ngadate kalian" orang itu sapa dira dengan adam.
"gimana perasaan setelah nyaris mau mampus, banyak juga ya nyawa kamu !!" orang yang datang itu siska pacar anton
Braaakkk..
"b×××k.. dimana kau sembunyi kan anak anak ku anak s××n" teriak orang baru aja masuk ke ruangan dira.
Tiba tiba ada lagi yang datang masuk ke ruangan dira, ruangan dira penuh sama orang yang di tunggu dira seringai kamu mengeri kan dek.. adam geleng kepala lihat wajah dira, kalian sudah bangun kan ular lapar, astaga bersiap lah hidup kalian tamat sekarang.
"selamat datang terima kasih kunjungan nya, saya tersanjung anda anda sekalian luang kan waktu jenguk saya maaf kan saya sudah merepot kan" dira tangkup kan ke dua tangan nya di dada.
adam angguk kan kepala dapat perintah dira dengan pandangan mata.
"terima kasih atas kunjungan nya.. ada yang bisa saya bantu" suara dira datar mata nya pandang tamu satu persatu.
yank..
Dek..
Bima vano mario dan yang lain masuk tiba tiba teriak panggil dira bersamaan, anton juga datang bersama papi nya.
__ADS_1
"mau apa kalian sama istri aku, yank ini ada apa.. siapa mereka ?" suara bima datar tatap orang yang asing bagi bima.
"apa apa an ini.. mau apa kalian ke sini !! dek kamu gak apa apa ?" tanya vano
Ada berapa banyak nyawa yang kalian punya, kalian tidak lihat aura membunuh dari dua singa kutub ? aishh kalian bikin kerjaan gue bertambah kapan gue bisa pacaran nya. David kesal ngomel sendiri
"mas, Ano, Kak iyo kak.. aduh dira capek ahk harus absen.. diam jangan ada yang ikut campur, bantu dira jangan sampai ibu ratu masuk, sana jangan dekat dira" perintah dira bicara suara pelan datar dan tatapan mata nya buat orang lihat jadi merinding.
Yank..
Dek..
Dira tidak terima ada yang ikut campur rencana nya, pandangan dira buat bima dan yang lain angkat tangan bersamaan jawab "ok..
Dira senyum dengan suara manja bicara "terima kasih suami ku, ano, kak iyo, kak haris, bang david kak rangga kak wildan kak sandi atas sayang nya untuk dira"
"bang adam bisa dira pinjam ponsel nya bang" dira tadah kan tangan, adam beri kan ponsel kemudian dira mau hubungi seseorang tatapan tajam di tuju kan pada siska dengan seringai licik, nada panggilan masuk di ponsel.
drreet.. drret.. dreet..
dira pandang layar ponsel nya bergetar.. melihat siapa yang hubungi nya
"hallo ya ada apa.." dira jawab nampak emosi di wajah nya, setelah dira jawab panggilan semua kaget pandang siska tertawa bahagia.
ha ha ha.. bagaimana ? sudah di terima hadiah dari saya, kamu.. " belum selesai bicara terdengar siska teriak.
Aaaaa..
Dira senyum sinis turun dari ranjan jalan pelan dekati dira yang teduduk di lantai pegang kaki nya keluar kan darah akibat tembak dadak kan, jongkok depan siska
"suka kejutan dari aku.. gimana bahagia senang gak ?" siska keluar kan umpatan
"b×××t.. aaaa" dira jambak rambut siska dari belakang sampai kepala dongak ke atas dengar umpatan siska.
"masih ingat kan apa yang aku kata kan dulu * kamu mau bunuh jangan sampai aku selamat kalau aku hidup lagi, Itu arti nya kau akan menyesal untuk di lahir kan dira acung kan pistol di tangan nya ke jidad siska lalu di hempas kan kepala siska kena lantai.
Dira berdiri langkah kan kaki dekati istri halu dari tuan handoyo, setelah tinggal kan siska yang di jaga ketat.
Aaaa..
"masih belum puas anda nyonya ambil paksa nyawa orang tidak bersalah" dira bicara sama perempuan yang kaki nya dapat hadiah dari gerak kan tangan dira.
Adam geleng kepala lihat gerak kan dira "kamu ya dek.. kalau di beri nilai kreasi tangan mu tidak ada yang bisa tandingi kakak acung kan jempol banyak banyak"
"jangan kurang ajar kamu s×××n dasar anak ××× bagus dulu kamu aku lenyap kan.." dira murka dengar omongan rince istri halu tuan handoyo.
Plaaak.. Plaaak.. plaaak..
tangan dira melayang beri tiga stempel hadiah di pipi rince perempuan dengan sengaja bunuh ke dua orang tua nya.
Dreet.. drret.. drreeet...
Dira kembali hubungi orang pasang loud speaker ponsel biar semua dengar "bang thomas.. gimana ke adaan di sana bang tomas ?"
"siap neng.. aman terkendali, ada yang bisa di bantu neng" thomas lagi bicara ke dengar teriak kan suara perempuan
"lepas kan.. apa salah aku sama kalian.. siapa kalian.. aku tidak kenal kalian.."
"sama aku kalian kenal tidak dan sama dia kamu kenal" suara dira bicara dingin
Semua kaget dengar pembicaraan lewat vidio call, rince murka teriak maki dira dengar suara anak anak nya dira alih kan layar ponsel ke muka rince.
"b×××t.. lepas kan anak ku dasar s×××n anak ×××, kalian kenapa diam saja sana cepat laku kan tugas kalian" rince marah anak buah nya tidak ada yang bertindak.
__ADS_1
"kalian tidak dengar perintah bos kalian" dira terkekeh suara nya terdengar dingin dira kode naik kan dagu semua pindah tempat bergerak dekati siska dan rince waspada, rince baru menyadari semua anak buah tidak mengikuti apa yang di perintah semua nya diam.
"bang beno