Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
43.


__ADS_3

"Mami mau kemana lagi biar anton antar mumpung kita masih di luar atau mami mau belanja, mami belum belanja bulanan kan ?"


"mi.. Mami anton minta maaf bawa mami pulang cepat, apa kita balik ke cafe jumpa teman teman nya dira kembali ?"


anton berusaha ngajak mami bicara tapi jangan kan untuk jawab omongan melihat anton mami gak mau.. Anton tarik nafas panjang kecewa sambil melirik mami yang duduk di samping nya maaf kan anton mi yang buat mami sedih juga kecewa


Sepanjang jalan dari keluar dari cafe sudah sampai di rumah mami marisa hanya diam, air mata terus menetes tanpa mau berhenti.


sayang apa kabar nya kamu sekarang dimana maaf kan mami yang gak becus jadi mertua, hidup kamu menderita selama jadi mantu nya mami, dimana pun kamu berada semoga kamu baik baik gumam mami sedih.


"mami jangan diam aja ngomong mi, mami mau marah lebih baik di keluar kan anton terima semua amarah nya, anton gak mau mami sakit" ucap anton dengan suara pelan memohon sama mami.


"mami sudah kamu buat sedih, mami sangat sakit kamu siksa dira" ucap mami pelan


"kamu memang gak sayang sama mami.. untuk apa kamu pura pura peduli sama mami" ucap mami marisa terisak


"anton sayang mami.. anton gak mau mami sedih apa lagi sampai mami sakit, anton harus bagaimana.. Apa yang harus anton laku kan agar mami beri maaf untuk anton" anton duduk bersimpuh di kaki mami yang duduk di sova


"risa ada apa.. anton kenapa sampai duduk seperti itu" anton berdiri kamu perintah eyang tiba tiba datang baru keluar dari kamar nya


"anton minta ampun.. Mami jangan marah lagi anton mohon maaf kan anton, mami bilang anton harus bagaimana"


"anton.. Marisa kamu apa apa an, anak kamu sudah memohon, ini ada apa ?" suara eyang anton marah dengan nada tinggi


"mami gak salah eyang.. Anton yang salah sudah buat mami nangis" jawab anton


Tap tap tap


derap langkah kaki masuk ke dalam rumah suara langkah dari sepatu papi nya anton yang baru pulang.


"papi baru pulang pi?" tanya anton tegur papi.

__ADS_1


"mi ada apa.. Kenapa mami sedih?, sudah jumpa sama sahabat nya dira ?" ucap papi nya anton mendekati istri nya bertanya tanpa menoleh ke arah anton.


anton kecewa omongan gak ada balasan dari papi nya begitu besar nya kekecewaan papi sama mami atas perbuatan aku pada dira.


"sudah pi tapi belum ada kabar dira, papi gimana pencarian nya apa sudah ada kabar baik nya ?" mami marisa tanya balik pada papi


"papi mi anton mohon.." omongan anton di potong langsung sama eyang.


eyang anton sangat marah lihat sikap anak dan minantu nya pada cucu ke sayangan gara gara perempuan itu cucu aku di perlaku kan seperti ini sama anak dan mantu aku ujar eyang emosi.


"kalian ada apa !!, kuping kalian tuli gak dengar anak kalian bicara ?, apa mata kalian juga buta gak lihat anak kalian duduk di bawah bersimpuh minta maaf dimana hati nurani kalian !!" bentak eyang


"ibuk apa ada hati nurani waktu dira di siksa sama anton cucu ke sayangan ibuk atau karena dira bukan cucu ibuk.. Bukan siapa siapa kita jadi hati nurani ibuk gak ada?"


"apa ibuk ada berfikir seandai nya posisi dira berada pada anak atau cucu ibuk apa ibuk bisa terima, aku sedih, kecewa hancur buk !!"


"anak aku tugas nya melindungi perempuan apa lagi dia seorang suami tapi kelakuan nya bejad sangat k×××g ××r kejam pada istri nya" suara mami marisa bicara pelan dengan isak kan tangis pilu.


"gun untuk apa lagi cari perempuan itu.. Dia yang pergi sendiri.. Kita tidak mengusir nya apa lagi anton" omongan eyang ketus tanpa perasaan


"benar sekali buk.. tidak ada keluar dari mulut anton usir istri nya tapi sikap dan perbuatan anton buat istri nya ambil tindakan nekad untuk keselamatannya"


"buk.. apa ibuk sudah siap bila waktu nya tiba dira datang menuntut ibuk untuk tanggung jawab apa yang terjadi sama buk mardiah..?"


"pi anton.. "


"kamu diam.. sekarang kamu dengar kan papi bicara" tuan gunawan ambil tindak kan atas perbuatan anak dan ibu nya


"buk apa yang terjadi sama dira itu murni ke salahan anton kerena melindungi ibuk eyang nya tanpa berfikir akibat dari perbuatan nya"


"kamu seharus nya malu dengan perbuatan mu, seorang yang mengerti paham dengan hukum tapi perbuatan mu bertolak belakang"

__ADS_1


"papi.."


"mami dengar kan papi ya.. anton anak kita walau pun dia sudah dewasa tapi apa yang telah di laku kan pada dira juga tanggung jawab kita, papi.. Kita semua harus menemui dira untuk minta maaf dan apa pun tindak kan yang di ambil dira kita terima"


"papi sudah tau dira ada dimana, bagaimana keadaan nya.. Apa dira ada baik baik, ayo kita jumpa dira sekarang kalau perlu mami akan sujud di kaki dira untuk mohon maaf"


"mami sabar ya.. Kita jumpa dira sama sama sekarang kita istirahat" tuan handoyo bujuk mami marisa istri nya


Mami..


"iya mami sabar menunggu kapan papi bawa mami jumpa dira"


"kamu anton tanggung jawab apa yang telah kamu laku kan semua tindak kan dan perbuatan mu terhadap dira dan jangan kamu usik lagi karena kamu bukan siapa siapa dira lagi" tegas tuan gunawan.


"tapi pi.."


"dira anak papi, Kamu usik dira.. Kamu berhadapan langsung sama papi, jangan kamu coba coba ganggu ke hidupan dira apa pun alasan nya paham"


"ibuk jangan ada tindak kan apa apa, dira anak aku.. Setuju atau tidak setuju dira anak aku tanggung jawab aku kecuali ibuk sama cucu ibuk membunuh aku"


"gunawan.." eyang anton murka tapi tidak bisa berbuat apa apa


"mulai sekarang apa pun yang akan ibuk laku kan harus bicara kan dulu sama aku"


"ingat.. papi gak main main"


"mi.. kita ke kamar papi mau bersih bersih"


Aku akan berusaha untuk kembali sama dira untuk mami, bagaimana pun cara nya dira harus mau jadi milik aku, akan aku hadapi papi.. aku tanggung resiko nya bathin anton.


eyang anton hanya diam mendengar ucapan anak nya dengan geram.

__ADS_1


__ADS_2