Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
40. emosi dian


__ADS_3

apa aku gak salah lihat ada penampak kan dari wujud dira ku.. Atau hanya bayangan dira karena terlalu kepikiran ??, semoga apa yang aku lihat ini nyata. Wulan geleng geleng kan kepala gak yakin sambil pejam kan mata nya.


santi kerut kan kening bingung melihat wulan, pandangan santi ikuti mengarah tatapan mata wulan yang tertuju arah ke pintu cafe bagian belakang, dian melani juga heran lihat gelagat santi sama wulan, mereka berdua ikutin arah pandang sahabat nya.


Mereka tukar pandang seolah olah ucapkan kata "ada apa" dengan pandangan mata pada wulan. Wulan kode dengan melihat mami nanti kalian akan tau ada apa sebaik nya tunggu mami pulang.


"anton bilang sama mami ada jumpa dira di daerah sini atau dekat cafe ini, mami senang mendengar dan berharap apa yang di sampai kan anton pada mami kalian juga beri kabar yang sama, maka nya mami hubungi kalian minta jumpa" ujar mami marisa semangat.


"mami di sini.. sudah lama, halo apa kabar.. sudah lama gak jumpa" ucap anton dengan beri senyum tegur sapa sahabat dira. mereka menoleh arah suara yang bicara sama mami. Semua kaget anton tiba tiba berada di dekat mereka, semua buang muka acuh gak senang tanpa jawab sapaan anton, apa lagi dian muka nya langsung merah padam.


"mami ngajak ketemuan sama sahabat mantu mami, kenapa ada di sini.. gak ngantor kamu.. jangan bilang kamu mata mata in mami ?" ujar mami ketus gak terima dan mami marisa tau sahabat dira gak suka sama anak nya.


"gak lah mi.. Anton ada janji sama teman ada kerjaan, mami masih lama atau mau pulang sekarang sama anton ?" anton tawarin mami nya untuk pulang bareng.


"pulang sekarang apa gak ganggu kerjaan kamu" mami marisa.


"kerja anton sudah kelar mi.. tapi kalau mami masih lama anton tunggu, makasih untuk ke baik kan kalian sudah luang kan waktu nya dan buat mami aku bahagia" anton berusaha untuk baik kan sama sahabat dira.


"apa sudah ada kabar dira.. tolong sampai kan aku minta waktu nya dira untuk bicara" mohon anton

__ADS_1


"ya sudah mami pulang sama kamu" mami marisa pamit dengan sahabat dira alih kan suasana yang gak nyaman


"ma'af ya mami pamit dulu, makasih kalian sudah luang kan waktu nya untuk mami, nanti kapan kapan masih boleh kan mami minta waktu kalian ketemuan lagi" mami marisa


"ya mami kami usaha kan" santi jawab dengan senyum omongan mami marisa. Sementara yang lain buang muka satu pun gak ada yang jawab omongan anton cuek gak perduli.


*jangan sok akrab.. Gara gara lo b×××t dira gue sekarang gak tau ada dimana.. gak usah sok baik omel lani dalam hati


ngapain harus jumpa laki laki b×××k karena dia dira gak ada kabar ucap wulan kesal*


ish manusia gak ada hati.. Tuhan kenapa harus jumpa dia santi membathin


Mami marisa kaget dengar omongan dian dengan suara emosi, nampak di wajah mami kecewa tapi gak bisa berkata apa apa, mami sangat paham apa yang di ucap kan dian.


dia mengerti akibat dari sikap dan perlakuan anton sama dira juga perbuatan ibu mertua nya eyang anton.


air mata mami jatuh di pipi nya, anton melihat mami nya menangis gak terima geram lalu dia pandang dian namun belum mulut nya berucap dian langsung bersuara


"apa.. gak terima lo !!, sudah sana bawa mami lo pergi dari sini kita kita juga gak ada undang lihat tampang lo ××× !!, bisa kan lo tanggung jawab sama perbuatan lo juga akibat dari perbuatan nenek tua yang gak punya hati cari dira !!, dasar gak punya hati" ujar dian dengan pandangan sinis pada anton.

__ADS_1


Santi pegang tangan dian senyum geleng kan kepala pandang dian beri kode sahabat yang lain beri senyum dian alih kan pandangan ke mami bicara pelan


"tante maaf... "


Mami marisa senyum angguk kan kepala sangat paham dengan suasana


"tolong sampai kan sama dira..." omongan mami marisa di potong dengan cepat oleh dian agar mami cepat pergi berlalu dari hadapan mereka bawa anak nya.


"jangan khawatir tante nanti kami sampai kan sama dira pesan nya tante hati hati di jalan"


secara tak langsung dian usir mami dengan omongan datar tanpa basa basi arah pandang mata nya tak teralih kan ke belakang arah dapur cafe.


Mami menyadari sikap dari sahabat dira pada anton lalu tarik nafas panjang berdiri dati tempat duduk.


"mami permisi dulu ya, terima kasih kalian sudah mau terima ajak kan mami ketemuan"


santi senyum angguk kan kepala "sama sama mami, kami juga terima kasih atas traktiran nya.. sudah makan gratis, hati hati salam untuk om sama bik sumi"


"iya nanti mami sampai kan"

__ADS_1


mereka saling tukar pandangan setelah mami marisa pergi.


__ADS_2