
Sepanjang perjalanan dari R2 cafe mata david tak lepas perhati kan bima dari kaca depan tampil kan senyum ancaman nya gue kerjain ah.. Balas sikap si bos yang lucnut tadi yang mikir seenak nya mesra mesra di depan gue
"Ciiiittt.. " david tiba tiba rem mendadak
duug..
"Bugh.." bima langsung tendang kursi depan tempat duduk david kesal karena kening nya temu mesra dengan jok kursi david
"aduh.. Woy b×××t lo gak bisa nyetir sekarang kemana keahlian lo selama ini ?"
"maaf bos.. ada kucing nyebrang" david jawab sekena nya cuek dengan senyum di tahan.
"mau ke tawa lepas kan.. gak perlu di tahan puas lo !!" sahut bima datar dengan dongkol usap dahi nya yang terbentur ke kursi sopir yang di duduki david
David ngakak tertawa" tu jidad nya kenapa bos sampai berobah warna tapi cantik juga ada hiasan nya"
__ADS_1
"sodara b×××t masih bisa lo tanya seperti itu dengan tertawa ?, ngomong kalau ada yang buat lo gak suka jangan ada kdrt"
"sekarang bilang sodara tadi gak mikir mesra mesraan gak lihat tempat, lo bilang apa kdrt ?, cuih.. Emang lo gue apain jijik gue !!"
"wow.. Lo.. Ha ha ha " bima tertawa sambil naik turun kan alis nya pandang david.
"B×××ke.. Lo a×××r" david gusar dengan sikap bima kembali jalan kan mobil menuju kantor
gue senang lihat lo seperti ini bim.. lo bilang tadi sodara?, baik tunggu pembalasan yang lo terima nanti tapi bukan dari gue sodara lo bisik david dalam hati dengan seringai licik.
Bima masih tampil kan senyum menawan tangan asik bergerak aktif menari mengetik sesuatu di layar benda pipih yang berada di tangan dan mata nya fokus di layar ponsel nya.
Vano pandang mami tak percaya, vano peluk mami.. gue juga takut lihat mami separti ini, apa mami karena sudah capek ingat kan papi tapi papi sedikit pun tidak pernah pernah mau gubris apa yang di sampai kan, karena mami selama ini sudah sangat sabar dan menahan diri sekarang meledak !!. hmm.. Tapi kasihan juga papi di amuk mami. Ha ha ha.. Terima tu pi murka nya ibu ratu.. telan saja mi.. Itu salah papi sendiri karena tidak mau dengar. Vano bicara sendiri
Mario kasihan lihat papi yang nampak begitu terpuruk hamba harus bersikap bagaimana ya Tuhan.. Vano tolong bujuk mami gue juga sedih dengan situasi ini tapi kasihan lihat papi, mario geram sama vano hanya diam tanpa ada tindak kan untuk bujuk mami.
__ADS_1
Mami..
mario bareng vano panggil mami, mami paling kan wajah nya dengar dia di panggil dan mata mami langsung melotot lihat arah ke dua jagoan nya. Mario senyum pandang mami dan vano elus punggung tangan mami.
"mami sabar kita bicara baik baik dengan hati tenang apa yang mau di kata kan papi, mami mau dira sedih lihat mami seperti ini"
"mami gak mau dengar lagi apa yang mau papi kalian kata kan !!, mami sudah capek !!, mami mau jangan ganggu dira biar kan dira hidup tenang, sayang sama dira jaga, lindungi dari orang orang yang ada niat buruk"
Mami nangis terisak isak sangat sedih ingat bagaimana menderita nya hidup dira selama ini hidup sendiri.
"papi tau banyak salah sama kalian terutama sama dira dosa papi gak terhitung tapi papi ada alasan nya kan sudah papi cerita kan.. " sahut papi menangis.
"aku tidak percaya sedikit pun apa cerita yang kamu sampai kan !!" mami teriak gak terima
mata vano bulat besar dengar omongan ke dua orang tua nya *ada rahasia apa yang tidak dia ketahui, kenapa mami sama papi tidak cerita sama diri nya. Rahasia apa sampai membahaya kan nyawa adek nya. Muka nya merah padam tahan emosi.
__ADS_1
Mario terperanjat mendengar apa yang di kata kan ke dua orang tua angkat nya, apa rahasia yang belum terungkap, kenapa mami sama papi tidak cerita sampai membahaya kan keselamatan dira adek kecil nya. Apa vano bisa tenang mendengar nya nanti. Mario siap siaga pasrah.
"Mami*..