Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
amarah fano


__ADS_3

hiks hiks hiks


dira menangis terisak isak tangkup kan muka nya di atas meja bunda dira rindu mau di peluk bunda, kenapa bunda tinggal kan dira sendiri dira gak punya siapa siapa, dira berani dira harus kuat tapi dira kangen bunda, dira beri semangat untuk diri nya sendiri


puas menangis dira berdiri dari tempat duduk nya masuk kamar mandi untuk bersih kan diri sambil tersenyum matut diri nya di kaca dengan senyum cerah dira janji bunda ini terakhir air mata terbuang percuma, dira akan bukti kan dan berjuang ambil semua milik bunda kembali


tok tok tok


ya masuk


dira melihat arah pintu lalu tersenyum melihat orang yang datang "mbak titi ada apa ??"


"mbak dira ada tamu cari mbak" titi yang kerja di cafe dira bilang ada tamu cari pemilik cafe


"siapa mbak, orang nya bilang apa ?" dira tanya balik heran


"gak kenal mbak dira baru datang, orang itu minta jumpa sama pemilik cafe" jawab titi


"hmm kabarin mbak yanti gih" sahut dira


"mbak yanti lagi ke luar mbak, sudah saya kasih tau pemilik cafe lagi gak ada di tempat terus orang nya bilang sama asisten atau orang yang bisa di percaya ada hal penting yang mau di bicara kan, orang nya maksa mbak dira" kata titi


dira cek cctv tanya orang yang mana "tamu nya yang mana mbak titi"


"nah itu dua orang duduk dekat pojok kan yang pakai kemeja kotak kotak biru sama yang pakai jaket mbak dira" sahut titi gusar


"ha ha ha jangan marah mbak titi nanti cepat tua, tamu adalah raja, mbak yanti gak di tempat bang indra yang bantu ganti kan mbak yanti, sudah bilang sama bang indra mbak, hmm bang indra dimana" tanya dira tertawa lihat sikap titi lalu hubungi karyawan nya


"ma'af mbak dira saya belum bicara sama bang indra langsung datang ke sini temui mbak dira habis saya kesal" ucap titi dengan muka masam


"ha ha ha ya sudah biar lah dira yang hubungi bang indra" sahut dira tertawa


ddrret ddrret drret


"bang indra tolong datang ke ruangan dira sekarang ya" ujar dira sama indra


tok tok tok


masuk


"permisi mbak ada yang bisa saya bantu?" indra


"gini bang indra bantu dira, ada tamu pingin jumpa mbak yanti tapi mbak yanti lagi ke luar, bang indra bantu ganti kan mbak yanti, mbak titi bantu antar bang indra temu kan sama tamu nya" sahut dira senyum


"baik mbak kami permisi" jawab indra titi kompak


...¤¤¤¤...

__ADS_1


mario buru buru datang ke perusahaan menuju ke ruangan bos besar nya setelah pertemuan dengan rekan bisnis ganti kan fano, karena tadi mario di hubungi fani sekretaris si bos untuk segera langsung datang ke ruangan si bos ada apa sama fano ???, kenapa sampai ruwet gini situasi


"fani bos sudah datang, ada apa ?, tanya mario


"bos ada di dalam pak, sebaik nya bapak cepat masuk temui bos, zona lagi gak aman dari pada pecah perang bahaya, semua kena semprot tampang nya si bos mengeri kan dari tadi tanyain bapak terus" fani ngoceh sambil melirik ke pintu ruangan si bos takut si bos nongol, sedari tadi si bos hubungi fani lewat telfon dan ke luar masuk ruangan tanyain mario


tok tok tok


masuk


"apa kabar bos.. ada yang harus saya kerja kan??" setelah ada perintah mario masuk, mario kerut kan kening lihat ke adaan si bos kacau astaga apa yang terjadi sama saudara gue mario tarik nafas panjang kasihan


"ada kabar apa !!!" fano bicara dengan nada datar juga pandangan dingin nampak ke lelahan di wajah fano


"tadi saya ada pertemuan dengan kolega kita " omongan mario di potong fano


"gue tanya kabar adek gue ba×××t, harus berapa lama gue dapat kabar baik nya, gue gak tau apa lagi alasan yang mesti gue bilang sama mami" ujar fano geram pandang mario


"ma'af bos.. gue sama anak anak lagi usaha info masih simpang siur belum ada kabar yang pasti" sahut mario tenang sabar napa fano


"ck kenapa kerja lo kacau sekarang gak ada yang beres !!, lo masih saudara gue apa gak sih, handoyo br×××k !!" fano bentak mario


"lo meragu kan gue jadi sodara lo, jangan lupa lo juga br×××k, bukan nya cari solusi malah makin di buat kacau ba×××t, mana fano yang dulu selalu tenang dalam menyelesai kan masalah hah ??" teriak mario balik bentak fano


braaaggkk


"pak ada apa dengan bos kita, apa yang terjadi?" fani dekati mario, tarik kan nafas pasrah dari mario buat fani gak tega lalu fani tepuk tepuk punggung mario pelan "sabar rio jaga emosi mu kasihan fano kacau begini, biasa nya kalian tenang dalam hadapi masalah, ini gak seperti biasa nya" ucap fani pelan pandang fani mario dengan sedih


"rio jangan bersikap seperti ini kasihan fano kamu yang selalu bisa tenang kan fano" fani bicara pandang fano mario "kalian sahabat ayo jangan patah semangat setiap masalah ada jalan keluar nya" fani tenang kan fano mario


"fano sabar tenang kan dulu hati mu, kamu seperti ini gak akan ada terfikir apa yang harus di kerja kan, mana elfano aku dulu yang selalu ada solusi dalam menyelesai kan masalah" fani


"ma'af gue panik lihat mami, apa yang mesti gue laku setiap di antar makanan ke kamar gak di sentuh sekarang ngunci diri di kamar" suara fano bicara sangat pelan, mario juga fani kaget dengar omongan fano, mario serentak sama fani teriak mata nya bulat gak percaya


apa,,,,?


"ma'af bos gue gak ke rumah karena kerjaan banyak apa lagi lo gak ada nongol ke kantor, ni kerjaan lo juga sudah numpuk tunggu untuk di pegang pegang sama lo" mario nyengir goda fano


bugh


"gue serius ke×××at, jangan betingkah lo a×××ng" ujar fano gusar lempar mario sama map yang ada di atas meja


"gue juga serius si×××n, jangan lempar se enak jidat lo ba×××t jangan nambah kerjaan" mario balik geram


"fani bantu kemas, dasar bos ngotak nyusahin bawahan, tunggu balasan gue" mario teriak


"baik pak.. hmm terima kasih Tuhan sudah kembali normal teman teman aku" gumam fani senyum

__ADS_1


"fani,,,," fano mario konser teriak dengan keras


"ha ha ha sudah akur sekarang bos kompak bener konser nya" fani ngakak tertawa dengar atasan nya teriak lalu acung kan jari nya tanda damai


"mario ikut saya dan fani selama saya gak ada di tempat kamu bantu saya paham" ujar fano


"kita mau kemana, apa ada yang belum beres?" tanya mario bingung


"siap bos bos laksana kan, hati hati semoga selesai dengan cepat dan aman" fani


" hmm " fano jalan tanpa ada jawaban


"bos,,, fano si×××n bisa ngomong gak kasih keterangan" mario kesal


"berisik bisa diam gak!!, kita ke tempat handoyo" fano jawab dengan datar, mario terdiam dengar nada bicara fano


sepanjang perjalanan fano gak ada bicara mario lihat dari kaca depan sorot mata nya nampak amarah yang di tahan hmm semoga tuan besar gak ada di perusahaan nya, apa sanggup tuan besar bendung amarah fano


braaaggkk


"kakak.. kakak datang kami kangen kakak" sisil langsung berdiri maksud mau dekati fano, mario kesal lihat tingkah adek tiri fano lalu bisik kan nya buat fano murka wow sangat manja ke dua adek mu sungguh sangat m**enjijik kan lihat tingkah adek mu bos, peluk lah sana mereka kangen sama kakak gumam mario ejek fano**


fano geram dengar bisik kan mario dengan tatapan membunuh nya *lo mau gue kubur hidup hidup atau gue nikah kan dengan salah satu dari mereka balas fano berbisik


boleh asal lo akui mereka keluarga lo lalu mami sama dira gue jauhin dari hidup lo* senyum puas


dari bibir mario


an×××g lo sudah bosan hidup nyawa lo ada berapa ba×××t" fano mario saling tukar bisik kan kan tanpa peduli mereka berada dimana, buat tuan handoyo marah


"fano kamu apa apa an gak ada sopan sopan nya sama papi, lihat adek mu mereka kangen" tuan handoyo menegur fano karena fano tidak peduli dengan dona sama sisil


tatapan fano pada tuan handoyo begitu datar dengan seringai yang menakut kan "anda yang tidak sopan telah mengganggu ke tenangan keluarga aku tuan dan harus anda ingat mereka bukan adek aku"


"fano,,," tuan handoyo teriak tidak terima dengar fano bicara seperti itu


"jangan teriak di hadapan ku dan anda sudah berapa kali aku peringat kan aku bukan anak mu" fano jawab dengan tatapan dingin


"ingat jangan sampai aku berbuat kasar pada anda juga perempuan perempuan ja×××g di sisi anda" tatapan tajam tertuju pada tuan handoyo


"aku papi mu kamu anak ku fano karena anak si×××n itu kamu tega bicara kasar juga bentak papi mu?, kita keluarga fano dia mami mu dan adek adek kamu" tuan handoyo bicara pelan dengan tatapan memohon


"sudah berapa kali aku bilang, aku gak ada hubungan sama mereka dan anda juga pasti tau siapa mami aku" suara fano jawab geram


"jangan ganggu keluarga aku, anda harus ingat aku punya adek satu orang nama nya dira hardiman, jauh kan keluarga mu dari keluarga aku dan satu lagi tuan adek aku bukan anak si×××n cam kan itu" fano pergi ke luar dari ruangan tanpa peduli teriak kan handoyo


"fano... elfano" tuan handoyo teriak panggil panggil fano "aaarrggghh..."

__ADS_1


...\=\=\=\=\=...


__ADS_2