
Tok.. Tok.. Tok..
dian melangkah kan kaki nya menuju ke pintu lalu di buka nya pintu, sahabat dira kaget melihat yang berdiri di pintu mata mereka saling tukar pandang, tampang nya tidak sedap untuk di pandang.
"mau apa datang ke sini.. mau ganggu hidup dira lagi.. masih belum puas hidup dira menderita selama ini ? keluar kamu tidak ada yang sudi terima kau di sini..?" lani bicara ketus.
"jangan harap kau sama dia usik lagi ke hidupan dira.. dulu kau sama dia bebas leluasa perlaku kan nya tidak manusiawi karena dira sendiri, sekarang kami ada di sisi nya keluar !!"wulan
"herm.. siapa yang datang dek ?" haris
"bukan siapa siapa tidak penting.. orang nyasar salah kamar kak !!" dian jawab di tatap anton dengan pandangan dingin.
"permisi.. maaf boleh kami masuk mau jenguk dira" anton bicara pelan mukka merah menahan emosi.
"gak bisa dira lagi istirahat tidak bisa di ganggu karena kau bukan siapa siapa bagi kami terutama untuk dira, jangan buat aku bertindak tidak sopan justru ke hadiran kau sama nenek lampir itu buat dira bertambah sakit.. lebih baik tidak usah masuk" dian geram anton tetap maksa untuk masuk.
"orang tua saya .." anton
"itu orang tua mu bukan urusan saya.. kau masih belum puas apa harus dira mati dulu baru kau puas hah.. apa masih penasaran kenapa dira selamat iya !!!" santi teriak david langsung dekati santi.
"sayang bicara yang pelan jangan teriak kita di rumah sakit dan lagi ada orang tua.." bisik david tenang kan santi.
"loh anton.. kenapa tidak boleh jenguk masalah nya dimana ada apa santi..?" mario yang gak paham situasi bingung tanya pada santi apa lagi ada tiga orang tua berdiri di sana.
"maaf kan mami santi.. mami tadi yang maksa pingin jumpa dira boleh masuk ?" mami anton memohon.
"kamu tidak ada sopan nya sama orang tua.. apa salah kami mau jenguk dira ?" eyang anton yang kesal ikut bicara lihat sikap sahabat dira.
Sangat salah...!!! jawab sahabat dira bersamaan dengan suara keras.
dek..!!! suara datar Haris panggil mereka dengan tatapan mata dingin geleng kan kepala "ada apa sama kalian ? kenapa bicara kasar seperti ini.. orang tua kita tidak pernah mendidik anak nya bicara dan sikap tidak sopan pada tamu apa lagi sama orang tua, dira butuh suasana tenang" haris bicara dengan tenang.
"bisa kalian bicara yang jelas.. apa yang terjadi sama dira ?" kembali mario tanya
"dira nyaris ke hilangan nyawa gara gara dia sama eyang nya" dian tunjuk anton
"jangan bawa bawa eyang aku !!!" anton mulai naik kan intonasi suara nya.
Bugk.. Bugk..
Mario langsung melayang kan kaki nya tendang anton "jadi kau penyebab nyp aku hampir ke hilangan adek aku !!!"
Mario di tahan rangga sama david, vano gigi nya geretak tahan emosi, juga ambil posisi dengan gerak kan cepat wildan tahan vano "sabar lihat noh dira adek lo tidak nyaman"
"dek.. kenapa istri lo bim ? sudah Rio.. tahan marah lo lihat adek kita !!" vano jalan dekati dira tahan mario dengan teriak kan.
Mario lepas kan pegangan diri nya dari rangga sama david "dek.. maaf kakak buat kamu tidak tenang maaf kan kakak ya.. sayang.." mario hapus air mata nya melihat dira peluk bima.
dira melihat ke adaan yang mulai tidak terkendali, dira kaget mata nya bulat besar lihat tindak kan mario pada anton langsung peluk tangan bima terpaksa di sembunyi kan kepala nya.. aduh gimana ini jangan sampai mas ikut terpancing.. Tuhan tolong sabar kan mereka, dira sudah melupa kan semua nya.
Bima melihat dira peluk tangan nya erat tarik dira dalam peluk kan cium puncak kepala dira buang nafas kasar "uuufff..
"herm..
"kenapa yank.. hmm..?" bima pejam kan mata tahan emosi cium puncak kepala dira sambil elus punggung tenang kan dira yang gelisah.
"maaf atas ke salah pahaman ini.. mari sila kan tante om mau jenguk dira kan ?" sahut sandi mengajak masuk dengar deheman bima.
__ADS_1
"terima kasih.. maaf kan saya kehadiran kami buat keadaan jadi tidak nyaman.." tante marisa senyum sedih.
"dek.. ada yang datang jenguk kamu Dy.. mari tante om sila kan" haris.
"yank.. ada tamu berkunjung" dira diam dengar suara haris, bima bisik di kuping dira lalu angkat kepala wajah memohon
"dira mau pulang.." dira pandang bima
Cup.. hmm.. iya kita pulang tapi tunggu dokter sebentar lagi datang, ada tamu.." bima senyum di cium kening dira bilang ada yang datang.
"sayang.. maaf mami baru tahu kamu di rawat, gimana keadaan nya nak.. sudah baik kan mami mau peluk kamu boleh ?" mami marisa hapus air mata nya.
Dira masih dalam peluk kan bima lalu di tengadah kan kepala pandang bima di lihat mami marisa kembali.
"nyonya siapa apa kita saling kenal? apa nyonya kenal saya ? kita kenal dimana?" dira aju kan pertanyaan kembali kepala nya di sandar kan di dada bima.
"sayang kamu anak mami nak.." mami marisa terisak menangis melihat dira tidak mengenal diri nya.
"kenapa dira seperti ini, apa yang terjadi sama dira ?" tanya tuan gunawan sedih
"dira tidak ingat.. Dokter bilang amnesia tolong jangan di paksa dulu" sahut bima
"kamu istri nya anton cucu ku lihat ke sini ini suami kamu, jangan jadi mantu kurang ajar mereka mertua mu" bentak eyang anton cepat.
dira harus gimanaTuhan.. beri dira sabar yang banyak hadapi orang yang satu ini jangan sampai dira bicara tidak sopan sama yang lebih tua, dira ingin melupa kan mereka.
"nenek peot..!!!" sahabat dira langsung teriak bersamaan, santi di peluk david wulan cepat di tahan wildan tangan lani di pegang rangga sedang kan vano kode dian dengan angguk kan kepala, mario geleng kan kepala melihat perintah bos nya pada dian dengan senyum.
b×××t pintar juga lo vano.. bukan nya lo tidak bisa bertindak tapi lo beri akses langsung kakak ipar lindungi keluarga.. Ah biar kan lah gue mau lihat gimana sepak terjang dari anggota baru bagian keluarga handoyo hadapi musuh yang tak kasat mata pria b×××n ini seringai mario pandang anton sinis.
"sayang sabar ya jangan di lawan orang tua kita bicara kan baik baik" david diam gak yakin perhatikan vano kode dian.
"maksud anda apa nyonya bilang sodara saya istri cucu mu.. bisa anda beri bukti apa yang anda kata kan ?" tantang dian
"saya bukti nya.. saya hadir pada waktu mereka melangsung kan pernikahan di waktu.." eyang diam dengar ucapan dian
"di waktu anda nabrak ibuk mardiah dan anda ancam dira ku sampai mau nikah dengan laki laki b×××n ini, jadi anda bisa terlepas dari jeratan hukum begitu iya !!" dian sungging kan senyum sinis nya
"kamu jangan.." eyang kembali diam
"apa anda mau kasus ini di lanjut kan ? apa sudah siap tidur di penjara ?" dian kembali jawab.
"dek.." haris geleng kepala
"kakak sekarang cukup jadi pendengar nanti kakak tunggu giliran untuk beres kan masalah ini" dian bantah haris
"anda masih ganggu ke tenangan dira kami, bukan hanya hidup anda tidak kan tenang tapi dia akan hancur sampai dia menyesal di lahir kan ibu nya" jari dian tunjuk anton dengan nada ancaman.
"buk kita ke sini jenguk dira jangan buat keributan, ayo kita pulang anton bawa eyang kamu, papi.." mami marisa bicara sama mertua nya ajak pulang anak dan suami nya jangan buat keributan.
"kamu diam marisa jangan ikut campur.. bisa apa anak bau kencur ini !!"
"kamu ngancam saya ? anak bau kencur kamu bukan siapa siapa paham.. Dira itu cucu mantu saya dan saya ke sini untuk jemput dia pulang" eyang tidak terima dia merasa di rendah kan.
dian hubungi seseorang perintah lewat ponsel nya "laku kan yang saya perintah kan sekarang !!"
tiba tiba ponsel tuan gunawan berdering semua diam dan diam senyum memati kan pandang eyang anton.
__ADS_1
"permisi saya angkat telfon, sebentar ya mami tunggu papi bicara" tuan gunawan
Setelah terima telfon wajah papi anton nampak bingung, dian santai papi anton pandang diri nya tidak percaya.
"dian boleh saya bicara.. kamu anak dari bapak prasetyo ?" tanya tuan gunawan
"maaf kan saya tuan gunawan.." dian
"papi ada apa.. ?" tanya mami anton
"tidak apa apa.. justru saya harus minta maaf karena tidak bisa mendidik anak saya dengan baik" papi anton mengerti karena ke salahan ibuk sama anak nya.
"gun ada apa..?" eyang tatap anak nya
"perusahaan kita.." papi anton pandang dian senyum tipis di bibir peluk mami nangis terisak "sabar ya mi.."
dian balas tatapan eyang anton kembali dian hubungi seseorang bicara suara nya terdengar datar. Tiba tiba ponsel anton berdering.
"apa..!!" anton kaget dengar apa yang di sampai kan orang yang hubungi nya, dia tatap dian dengan pandangan amarah tidak terima merasa terhina.
tuan gunawan paham lihat situasi sudah tidak nyaman jalan mendekati dira.
"nak.. papi bahagia kamu sudah kumpul dengan keluarga, maaf kan kami tidak bisa bahagia kan kamu, anda.." tanya tuan gunawan tunjuk pada bima.
"saya bima suami dira.." mendengar nya tuan gunawan senyum tepuk bahu bima
"dira sudah sehat.. dira sudah bisa ingat tolong sampai kan kami sayang sama dia, ayo kita pulang.. kami permisi" tuan gunawan angguk kan kepala pamit ajak keluarga nya pulang.
gun.." eyang anton marah dengan anak nya yang memihak pada mereka.
"dira baru pulih dia harus istirahat yang banyak buk.." tuan gunawan tidak mau di bantah kode anton anak nya.
"boleh saya jumpa dira sudah sehat ?" mami anton izin sama bima jumpa dira
"jangan khawatir nanti saya sampai kan tuan gunawan, dira bersedia jumpa saya sendiri yang akan antar dira jumpa anda nyonya" balas bima
"tunggu saya besok datang jemput dia pulang ke rumah suami nya" ujar eyang anton pandang dian.
"Herm.. Dira adek saya, sekarang ini apa pun itu yang berhubungan dengan dira harus izin suami nya, lo jangan sampai gue bertindak di luar batas, bawa eyang lo keluar.." vano bicara penuh tekanan tunjuk anda.
sahabat dira bergerak ambil posisi dian buka pintu persilakan tamu yang tidak di undang keluar.
"terima kasih om tante atas pengertian nya" wulan senyum ngejek pada eyang.
"maaf ya tante om atas sambutan kami buat tidak nyaman" sambung lani.
ke dua orang tua anton senyum "mami mengerti tolong sampai kan maaf kami, nanti kabar kan kapan dira mau jumpa" mami anton jawab ucapan lani.
anton sama eyang nya di dekat mereka "kita sengaja kan buat orang tidak tau diri ini tidak nyaman segera pergi.." dian
"untung dira tidak ingat sama mereka.. semoga saja dira lupa dia selama nya" santi bicara ketus.
"yess virus penyakit sudah minggat dira sehat dari penyakit.. ha ha ha.."
gank ricuh bertos ria bicara bersamaan sambil tertawa puas.
Dreet drret drret..
__ADS_1