Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
senyum harapan


__ADS_3

bima mendengar ocehan meli pada teman yang menghubungi nya mata bima bulat melotot marah pada sahabat nya.


"hah.. apa maksud dari ngomongin lo tentang gue ?" bima gemerutuk kan gigi nya geram.


"ha ha ha .. parah lo jadi bawahan mel !!!" david terkekeh muka nya merah sampai pegang perut lihat wajah bima sangat di atas rata rata emosi.


"emang omongan gue salah gak juga, jangan marah kalau lo marah mau jadi kan gue mummi silakan tapi.." meli kedip kan mata pada bima.


"tapi apa ngomong yang jelas !!!" bima keluar kan suara keras adek nya bentak kan pada meli.


"permisi bos saya mau buat surat pengunduran diri dulu" sahut meli santai mau jalan keluar.


"meliii.." suara bima tahan emosi, david dapat hadiah timpuk kan tutup gelas dari bima kerena david tertawa dengan bahagia lihat ulah meli.


bugh..


"bisa diam !!, lo jawab gak bisa.. masih gue dengar lo tertawa, semua bonus lo gue beku kan besok pagi lo dinas di bagian cs" seringai licik bima keluar, david langsung diam.


wah sudah keluar tanduk kulkas dia puluh lima pintu, gue bakal balas tunggu giliran lo bos david simpan senyum licik nya pada bima.


"lo mau gue kirim.." bima naik kan ke dua alis nya pasang tatapan dingin, meli nyengir pamer kan kode damai dengan jari nya.


"jangan bos.. teman saya sudah tunggu bos di sana ini nomor yang bisa bos hubungi" meli beri nomor ponsel teman nya pada bima agar si bos gampang menghubungi.


"tenang bos saya sudah beri kan nomor bos dan mereka juga sudah kenal wajah bos" ucap meli formal tidak bersikap seperti tadi.


meli langsung jawab dari pertanyaan bima yang belum di ucap kan dengan senyum mudah mudahan usaha teman gue gak sia sia, berhasil bantu lo bersatu sama orang yang lo sayang bima.


"kita langsung jalan sekarang vid" bima jalan keluar ruangan di ikuti david dari belakang.


"semangat.. hati hati di jalan bos, jangan sia sia kan usaha teman teman saya bos, sampai gagal gak berhasil .." bima langsung potong omongan meli dengan pandangan dingin suara datar.


"meliii.. ?" suara bima geram mata nya melotot.


"sukses bos.." senyum meli merekah, david pun terkekeh tertawa lihat tingkah melli pada bima.


...¤¤¤¤¤...


senyum tipis tersungging di bibir fano, kepala fano menggeleng pelan sambil jalan keluar dari ruangan pemilik cafe.


kakak ikuti apa mau kamu dek, seberapa pun lama nya kamu seperti ini kakak akan sabar tapi kakak gak jamin mami bisa sabar nunggu kamu kayak kakak bathin fano.

__ADS_1


fano sudah sampai di pintu depan cafe mobil sudah menunggu setelah duduk dengan tenang "mario tempat kan anak anak di cafe untuk jaga lindungi adek jangan sampai ke colongan"


"baik bos.." mario hubungi teman teman sampai kan perintah fano tapi dia bingung apa maksud dengan perkataan fano.


"apa kabar nona bos, gimana ke adaan nona ?" tanya mario padang fano dari kaca depan.


"adek ngerjain kita mau main main dulu, kita harus waspada jangan sampai adek ngilang buat puyeng lagi" sahut fano senyum.


"hah.. maksud nya gimana ?" tanya mario


"lo tau.. anggapan gue adek masih bocah gak tau nya ni bocah bisa perintah orang banyak" fano terkekeh ingat kejadian tadi.


"serius dengan omongan lo ?, gak salah darah memang lebih kental dari air .. gimana cerita nya ?" tanya mario senang.


"gue minta di temuin sama yang punya cafe lalu gue di bawa karyawan menuju ke ruangan yang punya cafe sampai di sana di persilakan masuk gue lihat foto bunda lagi peluk dira di pajang di atas meja" mario kaget apa yang di bilang fano.


"lo yakin tu foto bunda ??" mario semangat.


"ni foto nya yang gue lihat di atas meja tadi" fano kasih tunjuk pada mario foto di galeri ponsel, mario langsung putar balik badan mau masuk tapi di tahan fano.


"lo mau kemana ??" fano tanya mario


"masuk lah mau bawa adek pulang" mario teriak jawab omongan fano.


"ok siap bos.. gue tunggu waktu untuk adek ngajak kita pulang" mario jawab dengan santai.


...¤¤¤¤¤...


dira ingat ada foto diri nya berdua bunda di atas meja dira buru buru ambil nya simpan ke dalam tas lalu hela nafas kasar.


apa kakak ada lihat foto aku berdua bunda ini, napa sampai lupa sama foto ada di atas meja gumam dira pasrah.


"mbak yanti..??" panggil mbak yanti


uuffff.. mbak yanti sama indra serentak tarik nafas lega sambil usap muka mereka.


"tadi bos kemana, kami kaget tuan fano kakak bos datang mendadak ke ruangan ini !!" indra bilang dengan wajah cemas pada dira.


"iya dira mbak rasa nya mau mati lihat tuan fano berdiri depan pintu" mbak yanti angguk kan kepala nyahut omongan indra nampak cemas di wajah mbak yanti.


"kakak sudah tau dira ada di sini tapi mbak yanti sama bang indra jangan berobah omongan nya tetap bertahan dengan rencana awal" ucap dira

__ADS_1


"hah.. maksud nya ?" indra kaget pandang dira


"ano sudah tau ada dira karena foto bunda ini" dira keluar kan foto dari dalam tas yang di ambil dari atas meja.


"dira mbak paham maksud kamu tapi sebaik nya kamu jujur sama tuan muda, kamu jangan khawatir mbak tetap ada di pihak kamu apa pun keputusan yang kamu ambil" ucap mbak yanti


"jangan dulu mbak.. biar lah seperti ini dira pingin tenang" jawab dira pelan, terdengar suara ketok kan pintu ruangan dira.


tok tok tok..


pandangan mbak yanti langsung ke arah dira bertanya, dira angguk kan kepala beri kode kasih izin masuk kemudian dira langsung jalan untuk sembunyi.


indra mau bicara sama dira tapi mbak yanti geleng kan kepala pandang indra bilang jangan lewat tatapan mata nya.


paham dengan tatapan mata mbak yanti indra senyum langsung beri perintah masuk pada orang yang ketok pintu.


masuk..


"permisi mbak yanti, bang indra" ucap karyawan


pada ke dua atasan nya dengan angguk kan kepala dengan suara lembut.


" iya ada apa ?" mbak yanti tanya


"ada tamu minta izin jumpa sama pemilik cafe"


mendengar omongan rekan kerja nya indra langsung berdiri menuju laptop cek cctv.


"orang nya yang mana" tanya indra, teman nya kasih tunjuk tamu yang di maksud.


"tamu yang duduk di meja nomor tujuh dekat pojok kan bang indra yang berdua itu pakai jas warna biru dan satu lagi pakai warna hitam itu" sahut nya jawab pertanya an indra.


"gimana mbak.." indra kode mbak yanti melihat tamu yang datang ingin jumpa bos mereka.


"kamu yang ke sana cepat ndra temui tamu kita jangan sampai nyasar ke sini dengan sengaja, bantu antar indra jumpa tamu kita" mbak yanti bilang pada karyawan untuk antar indra.


"baik mbak saya permisi" sahut nya


mbak yanti angguk kan kepala lalu arah mata nya tertuju pada indra


"hmm.. laku kan tugas mu dengan benar" mbak yanti tepuk lengan indra.

__ADS_1


" baik mbak jangan khawatir saya berusaha beri kan yang terbaik" indra jawab semangat yang di ucap kan mbak yanti sambil berlalu keluar.


...\=\=\=\=\=...


__ADS_2