Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
sumur ajaib


__ADS_3

yank.. bangun sudah siang.." bima elus pipi dira baring di sebelah nya dira.


"hem.. iya ini bangun.. abim ntar lagi dira ngantuk.." bima senyum masih asik noel pipi mata dira yang masih terpejam


"kasihan istri mas.. masih capek ya.. jadi gak kita jalan nya.." pancing bima


"hmm.. mau tapi mata dira tidak mau di buka.." dira makin erat peluk bima


"kita lanjut tidur nya seperti semalam mau ya.." bisik bima menggoda


"hmm iya.. hah apa.. gak dira gak mau.. enak aja dira lemas ini gara gara abim.. mintak lagi mintak lagi.." bima tertawa goda an nya berhasil melihat dira berdiri bungkus badan nya pakai sprai belari ke kamar mandi selamat kan diri.


"yank.. kamu seperti kue di bungkus.. di bantu mandi nya mau.. kasihan istri mas ke susahan.." bima kulum bibir menahan tawa lihat wajah dira


"ogah dira mandi sendiri.. awas jangan mendekat.." mata mendelik gusar tinju di acunh kan ke muka.. bima terbahak gemas lihat tingkah istri nya.


"abiiimmm..


"yank perlu bantuan ya.. tunggu mas ke sana datang.." bima makin tertawa


"bukan dira bisa sendiri.. abim jangan ke tawa ih bikin kesal ah.." dira teriak


"kenapa yank.." dira kaget keluar dari kamar mandi bima sambut depan pintu tangan nya tangkup pipi dira cium dahi dengan lembut bima gendong dira.


"aaaa.. puck.. dira kaget tahu kenapa di sini berdiri nya.." dira teriak tepuk bima


"mas tunggu istri mas yank.. tadi napa di larang masuk jadi mas tunggu di sini bukan salah mas kamu kaget.. cup.."


"abim jangan peluk ih.." dira protes


"aaaa.. abim turun kan napa di gendong dira bisa jalan sendiri awas pergi sana fffppp.." mulut dira di tutup bima pakai bibir nya tanpa sadar dira ada di bawah kukungan bima di atas ranjang.


"abim dira susah nafas nya.. awas geser dira mau pakai baju.." bima minggir ke samping tangan nya masih meluk.. dira ambil nafas banyak banyak.


"mas cium lagi mau.." bima jatuh kan kepala di dada dira


"gak mau.. tadi bilang kita mau jalan tapi makan dulu dira lapar.." dira tutup mulut dengan tangan.. dengar rengek kan dira bima sadar mereka belum sarapan


"maaf mas yank.. kita makan nya di sini atau keluar.." bima bantu dira pakai kan baju dengan senyum senyum.


puck..


"minggir dira bisa pasang baju sendiri.."


"mas kasihan pasti istri mas kelelahan belum makan lagi maka nya mas bantu"


"salah mas buat dira lelah.. terus napa senyum lihat dira dasar mesum.."


"iya mas salah habis kamu enak yank.. mesumin istri sendiri gak dosa yank tapi dapat pahala malah maka nya mas jadi ke tagihan gak mau jauh dari kamu.."


"pintar gombal sekarang.. abim ingat ya nanti kita jauhan awas gombalin orang di sana.. dira kasih hukuman.."


"kita saling jaga jangan capek ingat kan kalau mas mulai salah bertindak yank.. sekarang saja beri hukuman nya..


"yee ya gak bisa lah gak ada salah napa harus di hukum.." dira cebik kan bibir

__ADS_1


"apa hukuman yang akan mas terima.. cup.. ini biar mas saja beri hadiah untuk kamu karena pancing mas suka.."


"mas bohong dira janji kita tidak pernah akan jumpa lagi.. dira pergi selama nya dari dunia ini.."


"yank.." bima cium dira emosi terisak air mata nya jatuh berderai.


"mas mohon jangan bicara seperti itu.. janji jangan pergi lagi tinggal kan mas.. yank.. ayo ikut mas kita ke kantor.."


"ngapain ke kantor.." dira bingung


"mas mau aju kan pensiun muda.. mas mau fokus di perusahaan jadi kita tidak hidup terpisah.." dira tunduk kan kepala badan nya bergetar nahan tangis


"kenapa nangis hem.. mas juga tidak mau hidup jauh dari istri mas.."


"dira takut mas pergi tinggal kan dira.. maaf dira egois seperti ini.."


"kita makan dulu ya.. nanti baru cerita lagi mas yakin kamu belum cerita kan semua masih ada yang terpedam buat kamu sakit.." apa yang masih kamu simpan mengganjal di hati kamu yank.. trauma apa yang kamu alami dy..


Setelah selesai makan merasa sudah cukup waktu untuk istirahat bima tanpa bicara langsung gendong dira naik ke ranjang baring.. bima cium dira lembut


"abim kenapa masih di kamar tadi kata nya mau jalan ayo.." dira mau berdiri di tahan.. bima diam terus cium dira tanpa berhenti.. bima dengar suara sakti dira makin tidak terkendali.


"nafas yank.. jangan di tahan keluar kan suara indah mu panggil nama mas.."


"aaahh abim.. aaahh.." bima terus laku kan penyerangan beri kan kenikmatan untuk istri siapa yang buat kamu trauma seperti ini yank.. bilang mas..


"istri mas tambah jago ya buat mas gak mau berhenti makin nagih.. terima kasih istri kecil mas.." bima mau mulai beraksi lagi dira tahan mata nya melotot..


"abim sudah dulu nanti lagi.. dira capek..


"iya sayang dengan senang hati nanti ya kita lanjut lagi.. enak kan maka nya mas ke tagihan.." bima kedip kan mata


"iya mas ngerti kamu nya capek maaf ya sini peluk mas capek nya cepat hilang.. dosa loh suami nya di beri penggung.." bima putar balik badan dira "nanti kita..


"dira gak mau.. dira capek abim.." bima peluk dira ngakak tertawa lihat wajah dira memelas punggung dira di usap bima biar tenang.


"yank.. mas mau nya di rumah tangga kita tidak ada yang di sembunyi kan apa pun bentuk masalah.. sekecil kecil nya orang bilang sepele tetap harus terbuka istri mas ngerti kan yang mas maksud.."


dira diam dalam peluk kan bima.. bima kaget badan nya basah kena air mata tangan nya usap punggung dira.


"gak usah di tahan tangis nya lepas biar kamu lega yank.." bima angkat pindah kan dira di atas badan nya sampai dira tidur pulas tapi masih terisak.


Bima terbangun terasa gerak kan dira di atas badan nya tapi mata nya masih di tutup seperti orang tidur.


"dira sayang mas seperti dulu sedikit pun tidak berkurang sekarang betambah banyak.. dira percaya suami dira.. abim janji sayang abim hanya untuk dira.."


"iya mas janji yank.. syarat nya ini dulu.." dira kaget bima jawab ucapan nya kesal kode untuk dira cium bibir nya tanpa di aba aba bimabalik kan badan langsung sambar bibir dira"


"gimana enak kan tidur nya tadi sampai ngiler tuh di lao mana keras lagi ngorok kamu loh yank.." bima naik turun kan alis nya senyum jari lap bibir kode dira.


"mana gak ada dira iler bohong ih.." dira ikuti gaya bima lap bibir nya muka nya merah bima ketawa gendong dira nuju kamar mandi.


"mandi dulu baru kita makan lapar gak.. mas lapar tapi pingin.." bima terkekeh


"stop tidak boleh sumur di tutup berapa hari dulu.. jangan macam macam awas jangan medekat dira mau mandi sendiri dari tadi mandi terus gak capek apa.. ih dira capek abim.." dira ngomel

__ADS_1


"kenapa sumur nya di tutup jangan dong yank.. kamu gak kasihan ular ajaib nanti ke hausan kering dong dia yank.."


"tauk ah gak jelas.. abim geser dira mau mandi ini.." dira mandi bima terus bujuk


"yank.. jangan kejam dong merana nih ular ajaib mas.. tolong tutup nya jangan lama lama kering kerontang dia.." bima pasang wajah imut nya dira cuek.


"dulu sebelum kenal sumur ajaib gimana ular ajaib nya abim.."


"ya gak kenapa napa dia diam saja.."


"ya sudah jangan di pikir kan anggap aja belum kenal beres kan.." astaga parah nih bini gue sadis nya.. gimana tidak di pikir kan beberapa hari sudah di manja.. mana bisa anggap tidak kenal.. gawat bisa lemas merana miris bener.. aduh gimana cara bujuk nya.. Bima bengong


"loh gak bisa gitu yank.. beberapa ini dia kamu manja kan masa sekarang tidak boleh main ke sumur ayo lah yank.."


"bukan dira yang manja kan abim yang minta terus.. masih ngeyel ya sudah lah sumur nya tutup tanpa batas waktu gak ada tawar menawar.."


"ok ok.. mas nurut tapi satu hari saja ya.. besok lanjut lagi yank.." bima tertawa lepas lihat mulut dira panjang cup..


"abim.. dira marah ini.." dira kesal bima nyosor kembali tanpa berhenti


"yank..


"abim bohong gak usah saja pergi nya dira mau pulang.. dira mau tidur tenang"


"loh mas belum ngomong kok.. emang tidur di sini tidak..


"gak mana bisa tenang di ganggu terus malah tidak tidur sampai begadang.."


"enak kan istri mas mendesah dengan suara merdu sampai panggil nama mas jangan marah dong.. iya kita pulang.." bima cium kening dira "tapi ke rumah sakit dulu jumpa dokter herman.."


"iya dira nurut.."


"sini santai dulu sebelum jumpa dokter masih ada waktu.." bima tarik dira untuk duduk di pangkuan nya.


"abim boleh dira..


"tidak boleh..


"puck.. dira belum bicara dengar dulu..


"cup.. yank jangan marah marah.. mas makin kepingin deh.." bima robah posisi duduk kan dira di depan nya.. kepala dira nyandar di dada bima.


"abim..


"hem.. ada apa.." bima cium kepala dira tangan sambil elus pipi.


"abim boleh dira kumpul sama santi lani dian wulan.. iya sayang boleh nanti abim antar pulang nya sama abim di jemput.." dira cepat jawab pertanyaan nya sendiri


"boleh di rumah kita.. rumah mami atau di rumah yang mana..mas ikut kalian ya bukan ngantar.."


"kenapa di rumah.. dira mau pergi jalan sama mereka abim jangan ikut.."


"dy.." dira diam langsung balik badan peluk bima.. dira tidak bantah lagi kalau bima panggil dy.. badan nya bergetar..


"yank.. dengar mas yank.." bima buang nsfas pasrah usap punggung dira

__ADS_1


*dira gak mau mas ikut..


📩*david "bos udahan dong ngantor dulu banyak nih yang harus di periksa lo tidak nongol gue jamin lo pengangguran surat pemecatan lo gue kirik sekarang.. kapan kelar nya tu icip icip..


__ADS_2