
Mario baru sampai tertegun mendengar apa yang di kata kan tante yana mami haris. Mario kaget vano di pegang haris ada satu orang lagi pegang vano yang di hempas vano.
"haris.. Ada apa kenapa vano ?, kalian mami tanya semua diam.. Mulut nya masih bisa ngoceh kan ?" tante yana
lihat anak gadis nya satu persatu.
"halo tante apa kabar, Saya anton teman nya haris" anton beri salam mami haris.
Mami lalu mata nya pandang haris "iya kabar tante baik, maaf ya tante masih kurang ingat sama kamu" mami yana
"iya tan maklum sudah lama tidak saling jumpa" anton angguk kan kepala hormat
"orang ini yang sakitin dira mami" bisik kan lani di kuping mami, mami menoleh ke arah santi dian wulan melihat dari di sikap semua mami mengerti.
"mami dia lah orang yang ada masalah sama dira, mami apa ingat kami cerita kan dulu ?" kata santi pada mami.
"kita sebaik nya pamit dulu ndan" andi ikuti saran haris ngajak anton pergi.
"saya permisi dulu tante salam saya untuk om nya" pamit anton.
"iya nanti tante salami" ucap mami yana
"lebih cepat pergi nya itu lebih baik dari pada ku lempar kau dengan bangku di ruang tunggu ini" ujar dian ketus dengan pandangan tajam pada anton.
Mario diam pandangan nya lihat sekitar ikuti apa yang terjadi ada apa ini kenapa vano sampai marah dan calon kakak ipar gue bisa sadis juga.
"ada apa polisi ke sini, siapa dia sampai vano sama ipar gue sangat emosi ?" mario tanya sama haris.
"hah ipar ?, Siapa ipar yang lo maksud ?" wildan tanya mario balik.
"itu pasangan yang sama tinggi emosi nya, kompak benar.. Memamg ya ini lah pasangan serasi" mario naik kan dagu nya tunjuk vano dian ke betulan berdiri bersebelahan.
Bugk..
Bugk..
Vano lempar mario dengan botol minum sedang kan dian lempar mario pakai kotak makanan.
"aduh.. mereka lempar gue kompak, biar lah gue iklas kena lempar yang penting sodara sama ipar gue bahagia" mario gosok jidad dan kepala yang di lempar.
Ha ha ha..
__ADS_1
lani cekikik kan dengan manja peluk tangan mami, santi sama wulan yang ke lepasan tertawa langsung tutup mulut pakai tangan melihat mata dian bulat besar yang melotot.
"jadi lapar lihat mata dian seperti bakso bakar" wulan bicara pelan tapi semua dengar apa yang di kata kan wulan.
"nanti kita ajak dira jajan bakso bakar ya pasti enak" santi jawab
"iya pasti enak lah kumpul lagi terus kita buat onar sama sama, hmm.. ada papi tampan kak haris, kak rangga papi dira kak sandi kak wildan kak mario, kak vano tugas dian bang david bagian santi dan kak bima dira yang beri perintah nya pasti kita enak dalam satu bulan puas belanja sama salon" lani tepuk tangan senang.
plok plok plok..
"benar kan mi.. Dira sudah pulih kita jalan bareng, nanti kita ajak tante mami" lani peluk mami yana.
Mami senyum geleng kan kepala lihat tingkah anak anak nya.
"dira sudah pulih rencana mau kemana ngajak jalan nya ?" mami vano yang baru datang langsung nimbrung.
"yes tanye mami sudah datang, tante mami mau ya kita nanti jalan bareng" lani cerita kan rencana dia tadi.
"vano mario kalian dengar apa yang di kata kan lani ?, mami tidak mau tau ya dira sudah pulih nanti !!!" mami
"mami istri papi minta sama papi, enak lah papi istri nya mau apa apa vano yang sedia kan jangan nyusahin vano, mami" vano jawab cebik kan bibir.
"mami kan sayang nya papi ya sama papi lah kenapa harus ganggu rio" mario juga jawab seenak nya.
Bugk..
Bugk..
"Aduh mami.." vano mario kompak usap kepala nya yang dapat hadiah.
"apa mau lagi iya.. !!" mata mami besar melotot.
"nggak.." dengan geleng kepala.
"biar pun besok kalian sudah punya istri mami tetap minta sama kalian.. Gak terima hah..!!" mami geram
"iya terima mami.. Ibu ratu jangan sadis sama anak nya" vano senyum manis
"iya mami.. Ibu ratu yang kejam sama anak nya" mario ejek mami.
"papi yang beri mami dira kalian juga mau kemana atur aja nanti kabarin papi ya" ucap papi vano
__ADS_1
"cieee mami sayang nya papi" mario langsung ngacir belakang papi
"Yes terima kasih om papi" lani senyum.
Dian tarik lani dengan kesal "dian tarik lani kenapa ish.."
"kenapa kak vano tugas dian hubungan nya apa ?" dian
"iya lah tugas dian, kak vano kakak nya dira jadi dira kan adek ipar dian" lani jawab dengan polos nya.
"dasar anak paud asal ngoceh" dian mata nya mendelik lihat lani santi wulan
"kak vano benar kan dian jadi kakak ipar nya dira, tante mami dian mantu tante mami setuju kan?" lani tanya sama mami vano.
"iya mami setuju" mami vano senyum
"pasti setuju benar kan pi ?" mario
Hah.." mata vano melotot ke mario.
Ogah..
"jodoh nih jawab nya kompak benar" rangga terkekeh geli.
Ceklek..
Tiba tiba pintu ruangan dira terbuka keluar dokter sama perawat.
"bagaimana keadaan adek saya dok ?" vano tanya cepat.
"pasien adek anda sudah melewati masa kritis sebentar lagi suster akan pindah kan ke ruangan nya" dokter.
"terima kasih.. " semua ucap kan terima terima kasih dan menunggu dira di pindah kan.
"rio bagaimana apa sudah ada info siapa dalang nya" vano menjauh dari yang lain bicara sama mario.
"banyak yang incar keselamatan adek" mario pandang vano.
"siapa mereka..?" tanya vano suara datar penasaran siapa yang telah berani ganggu adek nya.
"salah satu nya citra" mario jawab
__ADS_1
"hah apa..!!!"