Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
suami ganjen


__ADS_3

"papa minta maaf, bim" ucap papa bima


"papa minta maaf untuk apa ?" bima bingung kenapa papa minta maaf.


"papa tau hati kamu lagi tidak baik.. badan kamu di sini tapi tidak dengan pikiran kamu, bukan papa tidak peduli dengan masalah yang terjadi sama anak papa, papa hanya berharap kamu tetap tenang hadapi nya" bahu bima dapat tepuk kan semangat dari papa nya.


"papa sangat bangga sama kalian saling bantu.. selalu bisa tenang dalam hadapi setiap ada masalah datang" ujar papa


"gimana gimana aku tetap harus bantu pa.. Kalau bukan aku yang urus kan nya siapa lagi ?, apa lagi tidak beres wah.. Bahaya besar menunggu di depan mata" ucap david santai, bima kesal mulai lagi david pancing emosi nya.


"bahaya besar apa vid ?" tanya mama


"mama mau tau bahaya besar nya ?"


"iya mama gak mau kalian anak mama dalam bahaya, kamu bima mama minta jangan lemgah.


"jangan bikin mama cemas" lemparan bima ke kepala david meleset.


"itu ma.. bisa bisa anak mama langsung pecat aku kalau perintah nya tidak beres


"bima.. kamu jangan semena mena jadi atasan apa lagi sama sodara sendiri" suara mama naik david beri tampil kan jari salam perdamaian lihat pandangan mata bima dingin.


"kita pergi ke rumah sakit nya kapan apa di undur atau di.." david langsung jawab omongan papa.


"batal kan saja.." david senyum di tahan.

__ADS_1


"kita berangkat sekarang.. jangan undur apa lagi di batal kan mama mau kenal mantu sama besan mama" mama


"Ops lo jangan marah gue bantu lanjut kan apa kata papa" david


Bima senyum sumbringah dengar apa yang mama bilang dengan sinis mata nya tatap david "tunggu balasan.. gue buat lo kelimpungan, nanti gue kenal kan santi sama kolega kita"


"ok gue tunggu tantangan anda bos.. sampai terjadi gue minta perlindungan sama ipar gue" ucap david tampil kan senyum kemenangan.


bugk..


"jangan lo ganggu istri kecil gue" bima tepuk bahu david marah.


"ha ha ha.. kenapa lo takut ?" david puas lihat bima murka muka nya merah, papa mama ikut tertawa.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit bima david terus ribut sampai tiba di parkiran.


Bima nih ma..


David ma..


Mereka tukar tunjuk saling salah kan bela diri sendiri "masih mau perang.."


"tidak.." kompak geleng kan kepala nya.


"cepat antar mama ke dalam di ruang mana mantu mama" mama jalan di apit ke dua putra nya, tangan bima gandeng mama tapi papa tidak terima.

__ADS_1


"ck.. jangan pegang istri papa !!" papa peluk mama elak kan dari bima david


"istri papa mama aku, bima punya hak paten terhadap mama siapa pun tidak bisa ganggu gugat" bima protes pada sikap juga ucapan papa.


"papa tidak perduli dan kalian jangan ambil kesempatan dekatin mama, cepat resmi kan hubungan kalian agar waktu papa sama mama tidak ada gangguan dari kalian" papa jalan gandeng mama.


"jangan protes gini contoh sayang sama orang yang sudah sah" ejek papa pada ke dua putra nya.


"sudah pa.. jangan buat anak anak kita panas" mama terkekeh geli lihat tingkah suami dan ke dua putra nya.


Biar saja ma.. ini akibat kita di main kan mereka, setiap kita ajak bicara mereka selalu cari alasan bisik papa tertawa


"pamer saja terus sama anak nya gak kasihan apa sama anak !!" david bicara pelan dengan ketus.


"dasar makin tua makin ganjen.. gak ingat apa sama umur.. kenapa mama juga ikut ganjen seperti papa" bima


"suami ganjen sama istri sah sah saja.. emang situ tidak punya istri" papa kedip kan mata sama mama.


pa jangan ganggu mereka lagi kasihan bisik mama pada papa.


Sekedar hiburan saja ma, agak santai dikit.. biar mereka tidak terlalu tegang, papa kasihan sama anak anak papa ujar papa balik bisik.


"mama jangan jauh jauh dari papa ya, mama sayang" tingkah papa makin jadi


Ganjen..

__ADS_1


Bima david serentak berucap dengan suara kesal melangkah kaki menjauh dari papa.


__ADS_2