Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
dira milik kakak


__ADS_3

Dira tetap kekeuh minta pulang karena dia merasa diri nya sudah sehat dan dokter juga sudah beri izin pulang walau pun bima masih ingin dira tetap di sini dulu untuk pasti kan kesehatan dira.


yank.. coba dengar dulu, mas mau pasti kan kamu betul sudah fit karena ingat kondisi kamu yang dulu" bujuk bima


"dokter bilang dira kan sudah pulih, dira mau pulang sekarang" suara manja dira kembali buat bima tidak bisa bantah dia buang nafas kasar "uuuffff...


"singa kutub tidak bisa berkutik ketemu pawang nya, bim jangan nyerah kamu pasti bisa.." wildan goda bima terkekeh


"apa masih bisa kita kumpul lagi seperti dulu, wah.. bahaya ini tuan freezer tidak garang lagi taring nya sudah hilang" ujar sandi balas godaan wildan.


"dira sebaik nya kita pasti kan dulu ingat kamu baru pulih kakak gak mau terjadi yang buruk sama kamu dek" haris


"dira sudah sehat Dira mau pulang"vano geleng tarik nafas pasrah pandang dira gigi nya gerutuk rencana apa yang ada di otak kecil mu dira.


"dek sabar kita tunggu dokter nya masih di jalan ntar lagi datang kapan.." vano


"dira benar pulang sekarang tapi tunggu dokter dulu mana tahu ada vitamin yang di beri kan karena kamu baru pulih" ujar mario lihat sikap dira apa ada rencana kamu yang belum beres dek, bilang lah kami pasti bantu.


"dira sudah sehat dira mau pulang mami ayo kita pulamg" dira geleng kan kepala tidak mau tunggu lagi.


"sayang kita tunggu dokter ya, mami gak mau anak mami sakit lagi" bujuk mami


tok.. tok.. tok..


ceklek..


Ada ketuk kan pintu semua melihat arah pintu yang di buka rupa nya adam yang ketuk pintu angguk kan kepala permisi masuk.


"permisi maaf saya.." adam kaget dira ajak pulang ke rumah nya.


"bang adam apa sudah beres kerja nya ?dira sudah boleh pulang kata dokter ayo dira mau pulang" dira ajak adam pulang


"hah.. maksud nya?" adam bingung lihat semua orang yang ada dalam ruangan dira ngajak pulang dengan kesal adam ngomel panjang dalam hati ya ampun kamu dira buat darah abang di sedot dari tatapan tajam suami mu bisa abang mati beku gak lihat apa tanduk singa sudah merah asap di kepala nya sudah bergulung menghitam..


"yank istirahat ya sambil tunggu dokter datang kami di luar, kamu di tunggu in sama mami cup.." bima cium dira bicara sama mami "tolong bima mi, teman kan dira kami tunggu di luar mi.."


"iya mami di sini teman kan dira" mami


bima beri kode pada adam dan sahabat nya untuk keluar setelah dokter suster masuk ruangan.


"gue benaran sudah sabar.. kepala gue mau meledak bisa lo.. astaga gue harus gimana lagi !!" pandangan bima tajam di tuju kan pada adam.


"apa hubungan lo sama istri gue sampai segitu nya merengek gak mau jauh dari lo, kenal dimana lo sama istri gue" bima usap muka nya kasar emosi.


"dam.. benaran gak ada hubungan sama dira mereka sudah nikah jangan.." haris


"hubungan saya sama dira tidak lebih hubungan kakak adek, saya bersumpah melindungi dira walau pun nyawa saya taruhan nya" adam pandang bima dan yang lain nya dengan jujur.


"kak.. dira adek saya dia penting dalam hidup saya, apa pun yang dira mau saya usaha kan, saya bahagia dira jumpa dan kumpul dengan keluarga apa lagi sudah nikah sama kakak" sahut adam


"jangan khawatir dira milik kakak seutuh nya, dira banyak cerita bagaimana hidup nya dulu juga hubungan nya sama kakak dira jaga dengan baik diri dan cinta nya" cerita adam senyum pada bima.


"adam apa ada rencana dira yang belum di selesai kan ?" mario tanya adam


"maksud dari rencana nya dira apa kak aku gak paham" adam balik tanya mario


"dira seperti nya sembunyi kan sesuatu dari kita dan satu lagi gimana bisa dira menyelesai kan masalah besar seperti ini yang sangat berbahaya" mario


"kamu tau dira ada berhubungan sama orang lain, aku gak mau dira adek gue dalam bahaya" selidik vano tatap adam.

__ADS_1


"kenapa lo bisa bicara seperti itu apa yang lo pikir kan ?" bima pandang vano


"el jangan mikir yang aneh aneh.." sandi


"mikir gak usah ke jauhan lo.." wildan


"gue yakin.. pasti seseorang ada yang terlibat bantu dira dalam kasus ini, didik kan orang ini pada dira keras bertolak belakang dengan sikap adek gue" sahut vano tidak terima.


"gue sama mario juga ke pikiran dengan sikap dira, sekarang kita ikut kan saja dulu apa mau dira biar jelas" haris


"benar apa yang di kata kan haris, lo bim sabar dulu ikutin apa mau istri lo, jangan di bantah jadi kita bisa tau apa rencana dira dan siapa orang yang didik dira" rangga tepuk bahu bima.


"maaf adam juga tidak tau kak semua nya dira yang atur kami hanya jalan kan apa yang di perintah" adam jelas kan


"sekarang kita masuk bawa dira pulang, adam lo ikut saja apa mau dira" mario


"vid gimana sudah di urus administrasi nya, el dira pulang ke rumah gue" bima


"beres semua tinggal kita pulang" david


"gue terserah dira mau gimana jangan lo paksa adek gue" vano angkat bahu.


"bim.. dira gak mau tidur sama lo mau nya tidur sama adam gimana" semua kaget dengan omongan rangga alih kan pandang ke bima.


"kasihan noh anak orang lihat tu lo jadi kan amuk kan freezer kulkas" dagu haris tunjuk adam terkekeh.


"ngga jangan tambah musuh lagi mau lo suami istri buat lo jadi samsak latihan nya mereka" sandi geleng tersenyum.


"siap siap saja terima tendangan sayang dira, aku gak yakin kak rangga sanggup" adam beri senyum mematikan.


"apa lo mau buat laporan dam..?" wildan


"aku rasa tidak perlu kak karena dira dia tahu apa yang terjadi" jawab adam beri kode ke arah pintu ruangan nampak dira berdiri dengan melotot muka masam rangga nyengir garuk tengkuk nya yang lain ngakak tertawa puas.


"mami boleh dira pulang bersama bang adam ?" mami kaget geleng dengar dira minta yang tidak mungkin.


"sayang dira sudah nikah nak, mami ikut aja dira mau pulang ke rumah suami mu tapi itu gak mungkin pulang sama adam nak.." mami bujuk dira


ck.. aduh tinggal di rumah mas gimana cara nya dira selesai kan masalah ini ? Dira harus jelas kan sama mami kakak juga tuan handoyo, bang adam yang lebih pastas karena dira gak ada hak itu semua, minta tinggal rumah mami aja.


...Bima buang nafas kasar lihat dira sudah jadi kepompong kembali "yank dengar mas.. mau nya kamu tinggal dimana ?"...


"dira mau tinggal di rumah mami boleh bang adam juga bang andre ikut" dira bicara di balik selimut.


"andre kenapa harus ikut juga yank dia.." bima makin gak paham.


"stok ke sabaran lo harus melimpah, tes dari istri kecil lo makin banyak, ujian nya masa panjang bos.. saingan singa kutub tambah lagi satu mana sodara sendiri lagi" rangga makin pancing emosi.


Adam senyum ejek rangga tapi hati nya was was lihat arah wajah ke cemburuan bima sedang kan yang lain terkekeh.


"jangan lo tambah kerjaan gue s×××n.. gak ada pengertia an nya" david murka.


astaga kenapa gue lagi yang harus di jadi kan tumbal untuk raja singa sama orang ini Tuhan.. dira bantu abang kamu jangan sampai ucap kan apa rangga kata kan. Adam gusar dengan rangga


"vid.. sekarang lo aman sentosa pawang bima sudah di samping nya" wildan


"selamat lo gak bakalan ada lagi cerita pemaksaan dari bos sengklek lo" sandi


"bagus lah jadi gue aman sekarang bisa bebas pacaran" david jawab santai.

__ADS_1


Bima tidak terima di ejek sahabat nya dengan seringai sambil tunjuk mereka ucapan nya buat para sahabat tediam.


"gue sumpahin lo lo semua lebih parah dari gue pada waktu nya tiba"


"wah sadis juga kalau gitu gue terima tapi lo bantu dengan doa gue dapat istri seperti dira" sandi kedip kan mata buat bima tambah emosi.


"gak ada istri gue satu satu nya di dunia tidak ada dua nya jangan ke banyak kan ngayal lo !!" bima


Setelah melalui drama panjang terjadi sebelum pulang akhir nya bima ngalah ikut in permintaan dira istri nya yang pulang ke rumah mami vano.


"bukan ngayal tapi gue berharap berdoa sekaligus usaha, niat baik Tuhan pasti dengar dan kabul kan nya.." rangga


Aamiin..


Mereka bersamaan baca amin dengar doa rangga.


... ¤¤¤¤¤ ...


andi pandangan andre penasaran gak habis pikir perhati kan sikap dira sama andre dari tadi.


"ndre boleh gue nanya sesuatu.." andi cepat bicara sebelum andre pergi.


andre balik kan badan menghadap andi dahi nya berlipat "hmm.. ada apa ?"


"maaf bukan gue ikut campur urusan lo.. ada hubungan apa lo sama istri anton komandan.." andi


"kenapa.. apa masalah lo hubungan gue sama dira ?" andre lipat ke dua tangan di dada naik kan alis nya.


"bukan gitu.. maksud gue seharus nya lo pikir kan dulu sebelum ada hubungan sama dira karena dira.." andi


"begitu penasaran nya lo gimana sikap dira sama gue tadi ? lo gak senang dan tidak terima gue dekat, malah gue sama dira ada hubungan karena dia sahabat lo.." andre senyum tipis pada andi.


"lo juga sahabat gue, pertemanan kita sudah lama jangan rusak apa lagi sebab perempuan.." andre gebrak meja semua kaget lihat sikap andre.


braaaakkk...


"gue tidak perduli masalah pertemanan ini mau apa lo.. gue ingat kan lo jangan campuri ke hidupan gue paham !!" andre jalan ke luar ruangan dengar apa yang di kata kan andi langkah nya terhenti.


"egois jadi orang lo ndre.. apa lagi anton sahabat kita masih banyak perempuan di luar sana jangan dekati perempuan murahan ma.." emosi andre layang kan satu pukulan ke muka andi.


puk..


"jaga ucapan lo jangan asal ngebacot.. Dira bukan istri dia sudah mantan apa lagi cuma nikah siri tidak terdaftar agar tahu saja teman lo sekali pun tidak ada pernah beri nafkah justru sahabat yang lo bela itu hidup nya di tanggung dira"


"gue sudah pernah ingat kan dia jangan b×××t jadi orang kalau memang dia laki laki tanggung jawab jangan goblok apa yang di dengar selidiki dulu" andre sinis


"bilang sama sahabat lo jangan dekati dira lagi apa pun alasan nya, dia masih ganggu buat hidup dira tidak tenang gue orang pertama yang halangi, gue tidak segan untuk bunuh dia pakai ini.." andre acung kan senjata milik nya di hadapan andi bicara dengan suara datar.


"ndre..


"gue tidak peduli lo bela sahabat lo mati matian, gue minta jangan sampai hidup dira tidak nyaman dan ke tenangan nya di usik cukup sudah apa yang selama ini di laku kan.. Dira hidup sekarang hadiah istimewa dari Tuhan.. akibat perbuatan dari sahabat k×××t lo" ucap andre sinis


"ndre dengar maksud gue.." andi tediam andre angkat tangan nya andi pandang andre sampai hilang.


Teman teman tanya sama andi ada apa kenapa andre bersikap seperti itu pada hal semua tahu mereka sahabatan dan kompak, bibir andi senyum semua aman hanya salah paham jawab andi.


maaf bukan gue tidak ngerti juga gak mau dengar.. gue tahu apa maksud dari ucapan lo tujuan lo baik tapi gue tidak bisa terima dan toleransi lagi sikap dan perlakuan sahabat lo yang sangat salah justru amat semena mena.


andre jalan menjauh dari andi tiba tiba ponsel andre berbunyi ada panggilan

__ADS_1


dreet.. dreett.. dreet..


Hallo...


__ADS_2