
Dreet dreet dreet..
"hallo anda dimana pak dokter apa bisa kita bicara, sekarang saya lagi berada di ruangan adek saya dira pasien anda" Vano hubungi dokter herman.
"baik bisa anda tunggu saya tuan vano.. saya segera ke sana" dokter herman balas panggilan vano.
setelah semua keluarga, sahabat juga vano serta dian yang terakhir berada di sana pun pulang bima tutup pintu kamar ruang perawatan dira, bima jalan kaki nya melangkah menuju arah ranjang tempat dira istirahat.
"yank bangun ya, jangan lama lama tidur nya, kita sudah sah semua keluarga beri restu pada pernikahan kita, kamu mau buat pesta seperti apa.. kalau kamu nya masih tidur tidak bangun gimana mas tau pesta seperti apa yang kami ingin kan, kamu sayang kan sama suami mu" bima elus puncak kepala dira.
Bima terdiam pandang wajah dira istri nya yang masih tidur tenang sambil duduk tangan terus genggam tangan dira "mas pijit ya kamu pasti pegal tidur terus setelah mas pijit mas harap kamu badan nya enak kan kamu buka mata beri mas senyum lembut yang menyejuk kan, mas kangen yank.."
"mas ingat cerita kamu dulu 'mas dira mau kalau kita nikah nanti di dampingi semua orang yang dira sayang semoga Tuhan dengar doa dira', sekarang doa kamu sudah di dengar Tuhan tapi maaf ya mas terpaksa nikahin kamu seperti ini agar kamu tidak tinggal kan mas lagi"
"yank sudah malam besok mas bantu kamu pijit lagi, tidur nya yang nyenyak sayang, yank jangan mikir yang macam macam kamu harus tetap fokus untuk pulih kan diri biar kita bisa secepat nya bersama tidak akan pernah ada yang bisa ganti kan posisi kamu di hati mas tapi boleh ya.. mas tidur di sini samping kamu" bima ciumi seluruh wajah dira dari puncak kepala dahi sampai terakhir berlabuh di bibir dira, jari bima hapus air mata jatuh di sudut mata dira.
"jangan nangis yakin lah Tuhan beri yang terbaik untuk kita" bima naik ke tempat tidur baring di samping dira tangan yang satu di jadi kan bantal untuk kepala dira dan tangan satu lagi peluk dira.
Sebelum tidur bima terus cerita entah jam berapa tertidur bima tidak tau.
Dreet dreet dreet..
Ponsel yang ada di atas meja samping ranjang pasien berdering sedang kan si empunya ponsel tidak peduli, dengan kesal tangan nya meraba raba mencari benda yang berbunyi tadi, tanpa melihat langsung jawab panggilan.
"hallo ada apa.. tau gak ganggu orang tidur !!!" bentak nya
"tau tapi kami sudah menunggu sedari tadi hampir dua jam bima !!" ujar mama balas teriak.
"hah.. Ngapain semua pada berdiri di sana gak nampak ada orang lagi tidur !!" balas bima dengan suara datar.
bima kaget dengar teriak kan mama yang ternyata sudah ada di dalam ruang semua orang berbaris melihat dengan senyum menggoda.
Pelan pelan bima ngangkat kepala dira dari atas tangan nya, ciuman selamat pagi untuk istri bima beri kan.
"permisi selamat pagi semua saya mau membersih kan pasien jadi.." perawat
"sus.. biar kan saya yang bersih kan istri saya" balas bima
"biar kan saja anak saya yang melaku kan nya, sus" mendengar bima dan orang tua nya bicara suster tersenyum angguk kan kepala senang.
"baik lah saya ikut senang juga bangga suami yang merawat istri nya, nyonya dira ayo bangun dari tidur nya atau anda senang di rawat suami jadi malas untuk bangun tapi saya saran kan anda cepat bangun lihat lah wajah tampan suami anda nyonya, baik lah saya permisi dulu nanti ada yang di butuh kan saya ada di luar" perawat angguk kan kepala pamit.
"kuping gak ada dari tadi mama hubungi tapi tidak di jawab" mama kesal
"mama kenapa marah emang hubungi bima dimana ?" balas bima
"mama pantas marah kamu mama dari tadi mama hubungi di sini gak bangun"
"astaga mama sama semua orang yang perhati kan bima sama istri bima tidur dari tadi ? Kalian ngapain untuk apa di sini keluar !!" bima geram lihat kelakuan sahabat sahabat nya.
"gimana nyenyak tidur anda tuan bima gak ada niat untuk bangun walau pun ada suara ribut" wildan
"pasti enak ada istri kecil yang bisa gue peluk kapan saja" bima jawab datar.
"wow.. bisa sombong si freezer kulkas sekarang dulu saja seperti ayam sayur kepentok minyak" sandi
"itu kan dulu istri kecil gue belum jumpa beda dengan sekarang kapan gue mau peluk sudah tinggal di kekep" bima.
"ck pintar ngomong sadar woiii gimana lo dulu nya kelimpungan sampai semua orang habis mau lo telan kagak tersisa" rangga sinis pandang bima.
__ADS_1
"yank bangun dong, kamu gak kasihan sama mas lihat tu semua pada kompak keroyok kan mas sendiri kamu ada kita jadi nya berdua, yank bangun ya ayo kita balas mereka berdua" ucap bima cium kening dira tangan nya elus pipi dira.
"segar benar lo sekarang bim tu wajah ada cahaya mentari" haris.
"pasti segar dong mulai dari sekarang gue ada vitamin" bima langsung kecup bibir dira dengan mesra."
Bugk..
"kamu ya.. gak lihat apa orang ramai di sini enak saja main sosor mantu mama seperti soang" mama tepuk bima marah
"salah bima anak mama semata wayang ini dimana nya mama ku sayang, bima kecup istri bima sendiri mama" bima
"kamu tidak salah tapi lihat situasi dong mata kamu buka lihat nih kita ada di sini kamu main nyosor saja" protes mama
"siapa suruh lihat dan lagi ini masih pagi bima mau bersih kan istri bima, sudah sana pada keluar" bima dengan enteng usir semua orang yang ada di ruangan.
"lo ngapain masih di sini keluar sana lo juga keluar"vano mario juga di usir bima
bugk..
"lo ngusir dira adek gue s×××n" mario tendang pantat bima pakai kaki nya.
"gak perduli dira istri gue" bima ngotot
Sreegk..
Vano langsung dengan cepat pelintir tangan bima tanpa beri ruang untuk bisa bima dapat laku kan perlawanan.
"jangan lo seenak nya usir gue apa lagi pisahin kita dari dira" vano bicara pelan tepat di kuping bima.
"bima kamu mau usir kita semua ?" ujar mama marah tidak terima mata melotot
Bugk.. Kamu itu ya buat mama emosi saja, bicara yang benar" mama kesal.
"sudah tunggu apa lagi ayo sana keluar kalian semua" bima kedip kan mata nya pada mario vano.
"B×××k.." ujar Vano emosi pandang bima
Dian di depan duduk sambil tunggu dira selesai di bersih kan bima selamat dira kamu sudah resmi jadi istri orang yang kamu tunggu Tuhan dengar doa kamu, dira bangun nya jangan lama lama dian bangga sama kak bima suami dira, dia sayang dira tulus mama juga papa kak bima gumam dian senang.
Dian kaget lihat lani nangis terisak isak di peluk santi lalu langkah kan kaki nya dekati ikut peluk kan.
"aku bahagia dira dapat suami yang baik cinta sayang sama dia tapi sekarang dia masih belum sadar sadar"
"ada apa.. kalian kenapa pada nangis ?" mama bima kaget sahabat dira nangis
"tante terima kasih ya, sudah lahir kan laki laki baik yang jadi suami dira, kami bahagia dira di sayang kak bima" dian
"jangan panggil tante kalian kan sahabat dira jadi kalian semua anak mama juga, mama sangat bahagia akhir nya mama punya mantu cantik yang baik sahabat nya juga baik paling utama anak mama dua dua nya lurus tidak belok" mama
"hah maksud nya gimana ?" wulan tanya kaget, mereka semua kaget dengar apa yang di ucap kan mama bima.
"mama kira in bima sama david ada hubungan gimana.." mama dengar dian dan sahabat nya terkekeh geli terdiam.
"tante kalau kak bima sama bang pid nya santi ada hubungan gimana gitu jadi santi nya bisa nangis kejer" wulan mulai jadi goda in santi.
"jangan cemas ya san, anak mama lurus kamu wanita satu satu nya di hati david" mama elus kepala santi.
"aduh aku cemburu deh santi di sayang mama mertua nya" dian ikut goda santi
__ADS_1
"selamat pagi semua nya sudah lama datang nya jeng, loh kenapa pada di luar gimana dira apa sudah sadar apa yang di kata kan dokter, maaf saya datang ke sianga" mami vano datang sapa mama bima dan semua orang.
"Pagi.. gak lah jeng datang nya tidak ke siangan kok, dira di dalam sama bima lagi di bersih kan jadi kita tunggu, dira masih belum sadar kita berdoa semoga Tuhan cepat beri dira yang terbaik" ucap mama bima senyum.
Aamiin.. Semoga Tuhan dengar dia kita semua" balas mami rahma beri senyum.
"tante mami sayang gak sama dian" lani
"loh ada apa..?" mami tanya balik kerut kan kening bingung.
"gini mami nya kak vano, dian cemburu santi di sayang mama mertua nya jadi tante mami kan mama mertua nya dian" wulan senyum pandang mami vano.
"mami pasti sayang sama kamu mantu nya mami" mami cium dahi dian.
Semua yang melihat pemandangan itu bibir mereka ikut senyum senang, dian kaget dapat perlakuan manis dari mami vano, kepala nya tunduk ke bawah muka dian merah padam.
"gimana bahagia kan.. masih cemburu gak sama santi" bisik wulan.
"lani ikut bahagia dian di sayang tante mami, dira bahagia sama kak bima" lani
"tenang nanti kamu kakak bawa jumpa juga sama mama nya rangga sabar ya atau mama rangga yang ke sini dan juga kamu wulan.." haris terdiam dengar dia dapat gertak kan dari wulan.
"stop kakak awas jangan bawa aku nanti kakak ipar nya" wulan senyum misterius
Haris senyum balik balas wulan "jangan kamu coba coba ancam kakak wulan"
"kita lihat nanti siapa yang menang kak" wulan balik ngancam haris tiba tiba saja wildan berdiri di belakang wulan.
"ada apa ini.. kenapa sikap kalian tidak enak untuk di lihat boleh saya tau ?"
"tidak.." kompak haris wulan jawab
"sangat mencuriga kan bisa di jelas kan ada apa ?" wildan
"diam.. jangan ikut campur" haris wulan kembali kompak jawab.
"sayang.." haris kaget dengar dari suara orang yang selama ini di rindu kan nya langsung balik badan.
"sayang.." haris senyum buka tangan nya minta di peluk.
"Uuuu.. iiishh" kompak gank rusuh makin buat rusuh dengan suara nya, mereka pandang haris dengan sinis.
"kenapa kalian sirik karena pacar kalian ops.. emang sudah punya pacar ?" haris makin jadi ejek adek adek nya.
"nak dokter bagaimana keadaan dira ?" mami hadang dokter herman yang baru sampai mau masuk ruang rawat dira.
"iya baik saya periksa pasien nya dulu ya sabar tante setelah saya selesai periksa nanti saya sampai kan, boleh saya izin masuk dulu" dokter herman.
dokter herman laku kan pemeriksaan di dalam ruang dira cukup lama membuat mami gelisah tidak sabaran menunggu
"vano kenapa dokter nya lama dira tidak kenapa napa kan, mami mau masuk aja" mami remas ke dua tangan nya untuk tidak gelisah.
"mami sabar ya kita tunggu dokter nya bima pasti jaga dira dengan baik" vano tarik nafas sabar kan diri nya.
Ceklek..
Suster ke luar dari ruangan persilakan keluarga untuk masuk atas izim dokter. semua bernafas lega dengar penjelasan dokter tentang kesehatan dira.
Tiba tiba gank rusuh teriak histeris buat yang ada di dalam ruang kaget, berpeluk kan kompak nangis bahagia tunjuk arah ranjang pasien.
__ADS_1
Dira..