Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
pawang siaga satu


__ADS_3

adam kaget lihat layar pondel yang di sodor an david di depan muka nya juga melihat seringai david wah gawat apa lagi sempat singa kutub ke dua laporan


"kenapa dam.. siapa yang telfon david ?" mama nanya karena lihat adam senyum terpaksa


"biasa lah ma.. panggilan dari bos besar jangan takut singa kutub gak akan bisa berkutik kan ada pawang nya.." andre tertawa lihat senyum terpaksa adam


"andre kenapa kamu bilang kakak mu singa.. aduh mama makin.pusing lihat tingkah kalian semua.. papa.." mama makin marah papa tertawa


"vid angkat dulu tu panggilan nanti bima marah lama jawab ada kabar apa bima hubungi.." papa ingat kan david


"hall..


"kenapa lama jawab dari mana.." suara bima ketus mama tambah emosi


"bima bisa bicara yang pelan.. ada apa telfon dira gak kenapa napa kan.. sudah ada berita bagus untuk mama.. kenapa diam tidak jawab mama bicara dengan kamu bima.." mama


"kak mantan pacar papa lagi tegangan tinggi.." andre adam terkekeh terdengar bima buang nafas bima robah panggilan jadi vidio


"mama bima setengah tercantik dalam hidup bima istri bima mantu mama ini sehat nih lihat lagi tidur.." bima arah kan kamera ke dira masih tidur peluk bima


"Alhamdulilah.. Untuk apa telfon terus.. kenapa kamu kata kan mama setengah tercantik mama gak mau.." mama teriak


"mama.. bima bingung harus jawab yang mana dulu dari tadi nanya terus.." bima


"mama senang mantu mama ada baik tapi kamu harus janji jangan buat mantu sayang mama kelelahan.. terserah kamu sekarang mau jawab yang mana" mama


"mama bima memang tercantik di hidup bima tapi sekarang sudah terbagi mama lupa ada istri bima mantu mama.." bima


"mama ikhlas terima.. mama bahagia.."


"boleh sekarang anak mu bicara dengan david mama ku sayang.." mama senyum angguk kan kepala.


"vid.. sudah jumpa map kerja sama yang gue suruh cari sana di ruang kerja gue.." andre adam tukar pandang papa cepat alih kan perhatian mama.


"mama janjian sama besan jadi rencana nau pergi kemana siapa saja yang pergi" papa kode anak anak nya


"iya jadi lah pa.. mama juga pergi sama besan mama yang baru pergi bersama.." wajah mama cerah.


"jam berapa pergi nya papa boleh ikut.."


"papa jangan ganjen.. kami perempuan semua nanti mama gak bebas kalau ada papa, ada anak anak papa tunggu mama di rumah saja" mama berengut.


"iya sayang nya papa.. mama hati hati ya kabari papa kalau mau papa jemput.."


" iya.. untung papa ingatin sudah mama mau siap siap dulu, gimana ini apa papa kalian tega nanti mama malu di sana.." mama keluar kan suara sedih nya


hah..


"mama bayar pakai apa nanti dompet mama.." pasang wajah imut nya


"sudah tua juga sok imut.." andre david bima ngerutu


"papa.. mama masih imut kan.." mama


"jangan kalian buat sayang papa sedih papa marah.. hukuman nya kalian cepat tranfer sekarang, bima ada dengar kan papa bilang apa.." papa beri perintah


"loh gak ada hubungan nya sama bima itu ulah david andre.. mama istri papa" bima protes


"dira mantu papa mana bim.." papa


"ada apa pa dira di sini maaf ya pa.. Dira baru bangun.." dira


"iya nak papa cuma mau bilang apa lagi bima sudah nikah bisa di sebut izin ini.. mama mau jalan tuh.. maaf kan papa ya nak.." papa senyum


"iya pa dira ngerti.. abim cepat papa tadi bilang apa gak dengar.." dira mengingat kan bima.


"iya mas ada dengar yank.. papa ngadu domba bima sama mantu papa.. sudah" bima pasang muka masam. David andre adam ngakak tertawa lihat bima


"ck.. kalian ngejek kakak tunggu giliran.." bima senyum.


"sayang kamu sudah bangun nak.. Dira sayang terima kasih ini suami mu baik nya beri mama banyak papa.." dengar suara mama cepat papa bicara juga


"kalian tunggu apa lagi mama sudah di tunggu itu cepat.." papa beri perintah


"sudah.." david andre jawab bersamaan lihat kan layar ponsel nya pada papa.


"ha ha ha.. tu muka kenapa berlipat hah" bima terdiam kena tepuk kan dira juga mata melotot.

__ADS_1


ha.. ha.. ha..


gantian andre adam david ngakak puas kompak kata kan "pawang siaga satu..


"aduh sakit mas yank.." mata bima jeling sodara nya senyum lebar puas.


jijik gue dengar nya b×××.." david


"bisa juga singa kutub bertingkah geli ih lihat nya seperti orang yang setengah matang merinding ih.." adam ngoceh


"gak pas kak sok imut gitu ish.." andre angkat bahu nya kesal.


papa tertawa melihat tingkah anak anak nya lalu papa kode bima.


"yank.. kita mandi sekarang" bima cepat goda dira biar bisa bicara sama papa adam andre david.


"abim malu tahu ada papa mama ih.. ma pa dira mandi dulu.." dira tepuk bima


"iya sayang sehat sehat ya nak.. mama mau cucu yang banyak biar mama tidak sepi kalau kalian kerja mama pergi dulu ya.. papa mama pergi.." mama pamit.


Dira pergi masuk kamar mandi mama juga sudah di antar papa sampai depan, bima jalan ke luar nuju balkon kamar.


"dia datang ke kantor untuk apa vid.. " papa pandang david siapa yang datang di maksud bima


"kak apa anton orang nya yang kak bima maksud.." adam nyela omongan bima


"jad lo tahu dam.." tanya bima


"apa yang terjadi sebenar nya.. ada yang kalian sembunyi kan.." papa


"bukan di sembunyi kan pa tapi aku gak tahu maksud ke datangan nya karena belum jumpa dia.." david


"dam bisa lo jelas kan sama kita kita.. gue gak mau hidup dira di recokin lagi.. jangan sampai gue habisi.." andre


Andreee..


"ingat ada dira ndre dalam hidup kamu nak.. papa gak mau hidup kamu hancur di sebab kan orang yang penting dalam hidup kita.." papa


"andre sakit pa ingat gimana perlakuan nya sama adek.. andre nyesal tidak bisa lindungi adek sendiri hidup kami sudah lama di hancur kan keluarga nya.. satu hari sebelum adek nikah dia datang cari andre bilang status mereka masih sah suami istri.." andre nangis di peluk papa


"benar pa.. Adam ada bersama andre di sana.. andre sudah mau ledak kan.." ada nampak bayangan dira adam diam beri kode.. bima cepat menoleh ke belakang


"yank..


yank..


"izin kan dira jumpa dia.. dira mohon.." dira pandang bima memelas


"kita jumpai dia bersama ya.. cup" bima cium bibir dan tangan usap kepala dira


dek.." andre david adam panggil dira.


"abim gak percaya sama dira.. Dira janji tidak akan bohong.. tolong jangan ada yang ikut campur biar kan dira selesai kan sendiri.. biar dira yang beres kan tolong percaya sama dira.. papa tolong percaya sama dira.." dira mohon lagi


"yank.. bukan mas tidak percaya kamu tapi mas khawatir nurut ya.. istri mas masih belum pulih benar kalau pergi nya kita berdua ayo tapi mas tidak kasih izin istri mas pergi sendiri.. mulai sekarang apa pun masalah kamu hadapi mas ikut turun tangan beres kan.. kamu tanggung jawab mas yank.." dira di bujuk dengan lembut sama bima.


"nak.. papa percaya anak papa tapi lihat kondisi dira sekarang.. dira nurut dengar omongan bima.. kewajiban suami untuk lindungi istri nak.." papa bujuk dira


"dira tidak pergi sendiri kok pa.." dira


"dira pergi nya sama siapa nak.." papa


"sama siapa lagi pa.. kalau bukan pergi sama gank rusuh andre bisa pasti kan itu.." andre tertawa dengan yakin.


yank..


Bima buang nafas pasrah geleng berdiri jalan ke arah pintu terdengar ada orang pencet bel.


"iya abim jangan marah ya.. papa bantu dira bilang abim jangan marah papa.." dengar dira berbisik dengan rengek kan papa senyum ngangguk.


"dira sayang papa.." dira senyum


"bahagia sekarang ada apa hem.. lapar yank kita makan yok.." bima ngajak dira makan karena sarapan sudah telat.


"papa sayang kamu juga nak.. sekarang papa baru punya satu anak perempuan.. papa yakin mama sangat bahagia" papa


"sekarang makan ya sudah siang.. bim selama pergi dinas dira ikut mama papa tinggal sampai kamu pulang dinas" papa

__ADS_1


"bima terserah dira pa, dimana dira yang nyaman saja terpenting jangan lupa saja ke dokter nya.." bima


"wah papa telat mami sudah di rencana kan dira sama mama papa tinggal di istana nya selama bima dinas.." david


"kapan mami bilang nya bang vid mami sama siapa bicara" tanya dira mandang bima serba salah.


"abang di kasih tahu vano.. mami paksa vano mario.." david terkekeh geli ingat gimana vano mario ke walahan hadapi mami tetap ngotot tidak mau ngalah.


"nanti kita runding kan mana yang baik nya bersama.. pa kami makan dulu nanti bima hubungi lagi.." bima pamit


Santi cepat hubungi sahabat nya yang lain untuk berunding setelah dira telfon untuk minta bantuan.


"kenapa nak.. ada apa mami perhati kan sedari tadi seperti orang bingung ? ada apa.." mami tanya santi


"itu mi dira.." santi


"kenapa apa dira sakit.. kenapa dira nya ada apa jangan buat mami cemas san.." mami gelisah papi tenang kan mami


"sabar mi.. santi mami kenapa.." papi


"dira tadi telfon.. dira bilang mau minta tolong sama kami mau menemui si b××" santi tidak tahu ada haris dan yang lain nya baru datang berdiri di pintu.


"menemui maksud nya gimana ini dek.. apa bima sudah di beri tahu.. dek kamu sudah kabar kan david.. kakak mau tahu cerita yang jelas.." haris.


"s×× anton kapan dira mau jumpa anton dan dia mau ke temu dimana.." rangga


"santi dira ada cerita gimana dia bisa di hubungi anton.." wildan


"sandi lo mau kemana hah.." haris cepat tahan sandi wajah nya sudah gak enak untuk di lihat.


"mau ke rumah dia gedek gue benaran.. sudah lama nahan sabar apa lagi andre sampai tahu bisa masuk penjara andre gara gara dia.." sandi muka nya merah


"hampir terjadi itu kak untung ada bang adam yang sabar kan bang andre.." santi nangis peluk mami.


hah.. apa..


"dia datangi bang andre ke rumah.. dia bilang kalau bukan dia dan keluarga nya yang selamat kan mungkin dira sudah jadi wanita tidak benar.. beruntung dira nikah sama dia.. sampai sekarang dira masih istri sah nya.. jadi pernikahan dira sama kak bima itu tidak benar.. dia akan buat tuntutan karena dira nikah belum resmi pisah sama dia, bang andre cepat di sabar kan bang adam.." santi


"kak bima sudah tahu semua dira yang cerita maka nya bang andre sekarang cuti panjang.. bang david yang urus kan terus bang adam di perintah kak bima dampingi bang andre dimana pun takut nya bang andre kilaf.. jangan biar kan bang andre sendiri.."


"dira terpaksa karena dira di hubungi pakai no istri bapak nya cerita dira.."


"apa anton lupa siapa bima.. gue takut nya bima murka laku kan sesuatu sama keluarga anton.. gue mau hubungi bima dulu" sandi bengong dengar apa yang di ucap kan santi


"biar saja kak bagus itu kalau perlu dia jadi gembel sekalian.." santi


"sayang jangan seperti itu.." papi ingat kan santi


"habis santi kesal sama orang yang gak normal juga itu pi.." santi silang tangan nya di dahi.


"sayang jaga bicara nya.." mami


"santi bicara benaran mami.. kalau dia normal tidak akan betingkah seperti itu.. dia yang siksa dira tidak ngakui status tapi sekarang dia ngaku sebalik nya.."


mami putri cantik mami ini.. kami sudah datang..


Papi geleng dari luar ke dengar heboh seperti pasar mereka masuk sambil baca salam


"papi ganteng ku..


"mami kami sudah beberes untuk pergi pariwisata.." wulan


"san benaran si b××× hubungi dira.." dian


"kak bima gimana.." lani


"duduk dulu nak baru bicara jadi tidak emosi.." papi


"maaf pi.. habis dia nya yang gak normal dira yang susah.." wulan


"kapan dira mau jumpai dia lebih cepat itu lebih baik jadi kita bisa tenang pergi main nya.." dian ambil ponsel di kocek ada yang hubungi.


"hallo..


"hmm.. dengar kan kalian semua tanpa kecuali kalau perlu tambah warga tetap waspada nanti dian hubungi semua nya hati hati dia aparat tapi b×××.. dira ada yang ganggu.. benar kalian tunggu kabar nya di tunggu saja..


"dian.. papi tidak suka anak gadis papa laku kan kekerasan.." papi

__ADS_1


"tenang pi.. orang lain yang kerja kan praktek nya dian tidak ikut kok pi.." dian cengenges bahagia kode gank rusuh.


yank..


__ADS_2