
"pagi ma.." bima jalan dekati mama beri ciuman di pipi yang lagi sibuk menata sarapan di meja
"pagi.. sudah rapi mau kemana bim.. kamu juga sudah rapi mau kemana vid?" tanya mama pada david baru keluar dari kamar menuju meja makan.
"mama lupa kita mau ke rumah sakit jenguk mantu mama" dengan cepat david jawab langkah nya dekati mama.
"pagi mama ku cantik.. Mama masak apa" ucap david beri ciuman di tangan mama, david terdiam dengar deheman papa juga kata yang di ucap kan suara berat datar.
"herm.. kalian sudah besar masih manja kalau mau merayu jangan sama mama istri papa dan ingat kalian ambil jarak aman" ujar papa pandangan dingin.
"astaga istri papa mama kami.. Wajar lah manja sama mama sendiri, tolong mama bilangin sama papa biar pun aku sudah menikah manja sama mama itu ke butuhan aku" david cibir kan bibir nya pasang muka masam.
"ck.. sama anak sendiri cemburu nya gak ketulungan, mama harus ingat kan papa hak paten aku ada untuk manja sama mama" protes bima kesal
"mulai sekarang papa tidak mau berbagi lagi sama kalian.. maka nya kalian cari istri sana, jangan bantah terus sudah lama kan mama minta mantu dengan kalian.. Tampang tidak mengecewa kan tampan karir bagus kenapa kalian tidak laku ?, atau jangan jangan kalian belok gak lurus lagi ?" papa ejek ke dua putra nya dengan ucapan sinis.
"astaga papa..!!!" teriak david bima tidak terima dengan gusar.
"kenapa tidak terima.. Kalau kalian tidak belok apa bukti nya" papa herlambang naik kan alis tunggu jawaban mereka.
"aku lurus pa.. Gara gara bima kasih aku banyak kerjaan maka nya belum bisa kenal kan calon mantu dan lagi aku jaga perasaan si kulkas dua puluh lima pintu ini.. " david protes di bilang belok.
Bugk..
"jangan lo cari alasan untuk bela diri gue di jadi kan tumbal s×××n" bima marah lempar david dengan kotak tisu.
Bugk..
"bukan gue cari alasan bela diri.. Gue benar kan lo kasih kerjaan sampai gue gak ada waktu jumpa sayang gue" david balas lempar balik kotak tisu.
"maksud lo apa bilang jaga perasaan gue b×××t" bima tatap david geram.
"benar kan gue jaga perasaan sodara yang kelimpungan istri kecil nya hilang, lo bisa terima gue mesra mesraan pergi pacaran" david tetap ngotot bela diri.
__ADS_1
"kapan gue larang lo pergi jumpa santi" bima jawab kesal.
"yes terima kasih nanti pulang kerja gue ngajak sayang gue jalan" david senyum
"b×××ke gak harus hari ini juga pergi nya sekarang jadwal kita padat.. apa sudah beres urusan yang gue perintah kan ?" bima naik kan alis bertanya.
"hmm tinggal lamaran yang mau lo ucap kan pada keluarga vano" sahut david
Papa geleng kepala senyum puas lihat ke dua putra nya ribut buka rahasia yang mereka simpan, tertawa lepas "ha ha ha mama istri papa tersayang lihat lah ke dua anak kita saling buka rahasia nya"
"hah.." bima david tukar pandang kesal.
"mama tidak akan lupa.. Apa lagi mau kunjungi mantu tapi mama minta kalian akur saling mendukung" mama tampil kan senyum sumbringah dengar apa yang papa utara kan.
"sudah sudah papa jangan jahil lagi ayo sekarang kita sarapan nanti makanan ke buru dingin" mama ngajak keluarga nya untuk sarapan.
"bim kamu yakin nak mau nikah waktu sekarang.. pacar kamu masih di rawat apa lagi belum siuman ?" mama
"kamu benaran sudah ngomong sama keluarga dira ?" mama bertanya untuk pasti kan ke seriusan bima.
"bima sudah bicara sama vano kakak dira niat bima mau melamar dira untuk di sampai kan sama orang tua mereka, mama papa restu kan bima sama dira" bima bicara dengan memohon.
"siapa pun pilihan dari anak anak mama pasti mama papa restui asal kan orang yang kalian pilih dia mengerti dengan kalian dan yang paling penting sayang sama mama papa, benar kan pa ?" ucap mama semangat.
"iya dia akan jadi putri kami" papa
"iya tentu.. mama jadi ada teman mau belanja atau ke salon, mama cemburu sama teman teman mama mereka mau pergi kemana mana pergi sama mantu atau anak perempuan nya" mama
"kalian juga papa jangan sampai lupa siap kan dana nya kalau mama sama mantu mama mau kemana saja" mama
"mama tenang saja kebahagian mama prioritas papa, pasti papa sedia kan" papa kedip kan mata nya.
"ck.. Jangan ganjen lah pa" bima
__ADS_1
"ha ha ha. . emang lo kulkas dua puluh lima pintu, papa selalu mesra seperti ini ya, ma ?, papa yang sudah tua saja tetap mesra" david ngakak tertawa ejek bima.
"Mama juga heran kenapa bima kaku tidak seperti papa atau anak kita apa tertukar waktu lahir di rumah sakit, pa?" mama goda bima.
"ya sudah nanti bima umum kan cari mama papa bima yang asli" bima kesal pandang david dingin.
"jangan lo pancing emosi gue s×××n"
"kapan kita pergi ke rumah sakit nya bim ribut terus" mama jadi penengah lihat ke dua anak nya mulai saling ribut.
"gak jadi ma.. batal" david ngeri gerak mau kabur lihat tatapan bima horor.
bugk..
Bima langsung hadang langkah david mereka bergulat buat mama geram, papa tertawa menonton aksi putra nya.
"siapa yang menang papa beri hadiah" papa mulai pancing
"papa !!" mama teriak melotot lalu ke dua tangan nya menjewer kuping ke dua putra nya, bima david kaget kuping nya di tarik mama terasa panas.
"aduh.. ma" bima david teriak usap usap kuping nya, papa tertawa lepas namun tidak berlangsung lama papa juga dapat bagian dari mama.
"cepat ganti baju nya !!" mama perintah bima david melotot.
"mama tega sama papa" pinggang papa kena capit jari lentik mama tangan papa elus pinggang nya.
"ha ha ha.." bima david balas tertawa berlari masuk kamar ganti baju mereka papa pasang wajah angker nya dengar kata mutiara dari bima david sambil jalan.
"uhhh dapat hadiah dari mama sayang" david ejek papa
"mama prioritas papa tapi dapat hadiah juga dari jari lentik mama" bima pamer senyum sinis mata nya lihat papa.
"kaluan..Papa tidak jadi balas omongan ke dua putra nya karena mama bicara.
__ADS_1
"papa kapan kita berangkat nya" mama
Ha ha ha..