
"apa tidak sebaik nya kita cek anda dulu, ndan ?, setelah itu baru kita kunjungi si imut ke rumah sakit ndan, jangan anda kawatir saya jamin si imut kagak bakal.." ucapan andi yang beri saran pada anton langsung berhenti dengan tatapan datar, andi angkat ke dua tangan "ok.." dengan jawab singkat.
"makin ke sini lo makin menyebal kan bisa tidak tu mulut jangan ngoceh terus" anton bicara pelan.
"tidak.." andi jawab santai menampil kan senyum santai.
"hmm.. Gimana perasaan lo sekarang masih sama dengan waktu dulu atau sudah ada perobahan?" tanya andi
"lo ngomong apa ?" anton kernyit kan dahi nya mata nya fokus ke jalan.
"ah.. Jangan pura bego yang pasti nya bego lo emang terlalu gede malah !!!" andi alih kan pandang nya pada anton.
"gue siap sedia dengan tangan terbuka lebar ganti kan posisi lo dalam hidup si imut" andi mulai pancing bagaimana sikap anton pada istri nya, karena rekan nya satu pun tidak ada yang tau kalau hubungan anton dan istri nya dira sudah tidak ada dan dira sudah pergi dari sisi anton.
"b×××t mau ngomong pikir dulu maksud lo gue bego apa ?" bentak anton.
"lah apa omongan gue kurang jelas ?, lo emang bego pertahan kan perempuan sakit jiwa buang si imut dalam hidup lo" ujar andi sinis.
"s×××n.. sangat menyebal kan.." anton bicara datar menahan emosi.
"kagak ingat atau lo pura amnesia hah.. gue sudah beberkan gimana sikap dan sepak terjang tu kuntilanak.. Tapi apa lo tidak terima malah marah besar sama gue" andi ucap kan dengan kesal, lihat anton dengan sudut mata, penyesalan nampak di wajah anton terdengar tarik nafas pasrah dari mulut nya.
"gue cuma bisa bilang maaf.. Itu lah ke salah an terbesar gue.. Apa lagi sama mami" ujar anton
"hah.. serius lo.." andi bingung tidak tau mau bilang apa.
"mami gue sedih.. sangat hancur malah sampai sekarang mami selalu menolak gue temui setelah ke pergian dira dari sisi gue" cerita anton sendu lalu andi tepuk pundak anton beri semangat.
__ADS_1
Andi yang tidak begitu perhatian apa yang di sampai kan anton tiba tiba mata nya membulat besar.
"apa.. ?, benaran hubungan lo sama si imut sudah tamat.. si imut sudah bebas dong tidak bersama lo lagi, gue bisa mendekati dia.. Sudah berapa lama dan kapan si imut pergi.. Sekarang dimana.. bagaiman keadaan nya ?, astaga pantas aja mami lo murka ke hilangan permata berharga. Apa lo tidak mencari ?, minta bantuan sama anak anak" andi tepuk kepala nya geram pada anton.
"kenapa diam gak di jawab pertanyaan gue" andi naik kan suara nya kesal
"s×××n.. Gue harus jawab yang mana lo bicara tancap gas lancar seperti jalan tol" anton juga tinggi kan suara.
"gue juga tidak tau pasti dira sekarang ada dimana tapi ada yang beri info dira di kota ini, Dira kata nya kerja di R2 cafe lalu ke sana datang tapi orang yang ada di sana bilang tidak kenal" anton
"perasaan lo sama si imut gimana ?, wah ada nih harapan gue sama si imut" andi lihat reaksi anton.
"jangan coba coba untuk cari celah dan berhenti lo panggil imut" anton geram
"hak gue emang lo siapa.. Apa hak lo.. kenapa tidak bilang kalau lo sama imut sudah usai !!" andi makin jadi pancing emosi anton.
"gue hadapi siapa pun yang coba coba halangi usaha gue" jawab anton yakin.
"berusaha lah untuk ambil hati dia untuk kembali pada anda, ndan. Perbaiki lah hubungan anda.. jangan sakiti dia lagi saya dukungan untuk ke bahagian anda dan keluarga, kita sudah sampai, ndan" ujar andi kode dengan dagu nya.
anton tarik nafas kuat gelisah dari arah parkiran mata anton pandang loby rumah sakit.
"Tuhan selalu bantu niat baik kita.. Yakin jangan ragu tetap semangat" andi kode anton dengan angguk kan kepala.
Dian melihat anton dari parkir baru turun dari mobil. Santi wulan lani berhenti ikut arah pandang mata dian yang berdiri kaku muka merah menahan emosi.
"kalian kenapa berhenti di sini ?, cepat" mami pun berhenti
__ADS_1
"gak ada apa apa, mami duluan ya sama lani nanti kami nyusul" ucap santi manja
"lani ini di bantu bawa sarapan nya kak vano bilang dari dian" wulan nyengir. Dian melotot geram dengar ucapan dian
"ssstt dian jangan marah nanti cepat tua kasihan kak vano dapat istri tua" wulan.
Ha ha ha..
"kalian jangan lama lama cepat nyusul nya.. Ayo lani" santi langsung pegang tangan mami pergi.
"iya mami kami tidak lama" sahut wulan. Setelah mami sama lani pergi, suara santi terdengar pelan bicara pada dian.
"kita lagi di rumah sakit jangan buat ke gaduhan" santi pegang tangan dian ajak pargi menuju ruang perawatan dira.
"biar kan saja barangkali dia lagi jalani tugas.. Kita ke sini untuk merawat dira.. Dira sudah sehat kita bisa buat.." wulan
onar lagi.. " santi sambung omongan wulan lalu kompak tertawa tapi pelan
"hai.. Apa kabar.." anton tegur sahabat dira tapi yang di sapa hanya diam tidak menanggapi sama sekali, buat anton salah tingkah.
"halo.. Kenal kan saya andi teman nya anton saya.." andi terdiam di acuh kan, orang yang di tegur cuek jalan tanpa peduli mereka wah ini baru ada tantang tunggu aku bidadari bidadari cantik aku suka tantangan dari mu..
"jangan sok akrab kenal saja tidak dan Kau.." dian tunjuk anton dengan geram santi langsung tarik dian menghindar menjauh dari sana.
"hai.. ada apa bisa kita bicara kami ke sini.."andi kaget melongo melihat sikap wulan.
"apa..
__ADS_1