
"rio bos lo dimana ?" david bicara sama mario tanya vano.
"ngapain lo tanya vano, vid?, jangan lo bilang ada gimana gimana sama vano serem gue" sandi gedik kan bahu ngeri.
"woii ingat adek gue, lo jangan main kan perasaaan santi ya,vid !!, sampai adek gue kenapa napa..!!!" haris beri ancaman
"a×××r kelamaan jomblo tu bacot ngasal cari ganti lah jangan masih lo pendam rasa sama ipar gue, jangan malu malu in tu status !!" david marah pada sandi.
"kakak ipar b×××t bukan nya bela suami adek ikut ikut jatuh in !!!" david emosi.
"b×××ke siapa suami adek gue, jangan terlalu banyak ngayal !!" haris geram david cengenges lihat tampang haris.
"syukur lah lo masih normal vid gak tega gue sa santi dapat yang gimana" wildan
"kasihan santi sampai lo belok, lo juga jadi kakak jangan persulit tunggu apa lagi layang kan lah kartu restu untuk mereka" rangga pancing emosi david.
"s×××n kalian, rio kasih tau sama bos lo, orang tua bima mau bicara sama orang tua vano" david jelas kan maksud nya.
"hmm baik lah.." ucap mario angguk kan kepala setuju, langkah kan kaki menuju tempat vano bicara sama mbak yanti.
"gamana menurut lo lani, ngga ?" haris
"baik apa lagi dia teman santi" rangga
Bugk..
"bukan seperti itu lo jawab pertanyaan gue bego !!" haris tendang kaki rangga
"ampun ni orang.. tu otak masih tidak berobah fungsi nya kan atau lo yang belok ?, sudah jangan lo tunggu janda orang di depan mata ada yang masih asli baik lagi" ejek david senyum sinis.
"hah.. Vid apa lo bilang ?" wildan tanya haris sandi pandang david bingung.
"serius kalian tidak tau kawan kita ni amat super bodoh ? dasar kalian teman pee aack !!" david jawab dengan kesal.
"bisa diam.. tu sana temui vano" rangga salah tingkah di pandang sahabat nya.
"vid.. benaran kawan kita ni super bodoh dapat berita dari mana ?" tanya haris
"kalian ingat mak lampir ?" wildan kaget langsung potong omongan david kesal
"apa.. jadi lo masih berhubungan sama tu lintah? apa gak nyadar gimana sikap dia sama orang tua lo b×××k !!, gue tidak habis pikir punya sahabat benaran g××k di atas rata rata" ujar wildan geram.
"kenapa tidak terima.. mau marah sama kita kita, jangan marah kita harus saling ingat kan ada di antara kita salah dalam bersikap" sandi tepuk pundak rangga.
"terima kasih kalian selalu ada buat gue, terutama buat lo sama bima selamat kan gue" rangga senyum sendu.
"bukan hanya gue sama bima tapi dira yang juga lebih dominan yang selamat kan lo dari si lintah betina" david bentak rangga dengan suara datar.
"apa yang terjadi vid ? Kenapa adek gue terlibat dengan masalah si oon ini" vano yang baru datang langsung balik tanya.
"tau dari mana istri kecil gue selamat kan si oon ?" bima bicara dengan suara datar pandangan dingin pada david.
bugk..
__ADS_1
"kenapa gue tidak dapat laporan ?, info ini dari mana apa bisa di percaya?" bima pandang david tajam.
"thomas sama beni yang cerita" david
"rio maksud nya apa ini, dua cecunguk itu kenal sama dira dan lo harus ingat jangan pertolongan adek gue sia sia pee aack " vano gusar dengar cerita david.
"gue gak ada dapat info ini dari mereka nanti.." mario terdiam lihat vano emosi.
"kau dimana.." vano muka nya merah menjauh langsung hubungi seseorang.
"vid benaran lo di bantu thomas sama beni kenal dimana sama mereka" mario.
"gue dengan mereka bawahan lo tidak saling kenal sama sekali, gue nampak mereka antar ibuk dira, gue tanya sama thomas masalah si lintah, thomas cerita dira yang dana in semua sampai beres karena tu perempuan jebak sodara nya, setelah itu baru mereka kenal dan kerja sama tuan vano" david jelas kan pada mario, vano buang nafas dengan kesal.
Thomas yang di hubungi Vano buru buru datang menemui nya.
"malam bos.." ucap thomas beri salam angguk kan kepala.
"kamu kenal sama mereka ?" tanya vano tunjuk semua yang ada di sana.
"malam tuan rangga tuan david, maaf saya tidak kenal tapi nona kecil bilang tuan rangga sodara nya tuan muda" ucap thomas.
"kamu kenal dira, dimana kapan ?" vano
"nona kecil kami panggil dengan sebut neng, tuan muda" vano mengernyit kan dahi bingung thomas cepat jelas kan.
"nona kecil sangat baik sama kami, dia selalu bantu kami, baik bantuan berupa ke uangan atau pun bantuan untuk kerja, sudah banyak orang yang di bantu nona, tuan muda" thomas.
Ceklek..
"nak dokter..?" mami langsumg di peluk vano agar tenang, mario dampingi papi berdiri dekat dokter "papi harus kuat.."
"pasien sudah melewati masa kritis nya, tapi suster yang jaga pasien masih kritis tuan vano bisa kita bicara ada yan mau saya sampai kan, mari ke ruangan saya" dokter ajak vano bicara.
"mami tunggu di sini vano bicara sama dokter dira" vano usap punggung mami.
" mami ikut vano, mami mau tau apa yang terjadi sama dira" mami protes.
"antar mami pulang sekarang istirahat di rumah" mami tepuk vano marah.
"iya mami tunggu nanti kasih tau mami jangan ada yang di sembunyi kan" mami
"rio jaga mami !!" vano ikuti dokter
"vid.." ujar bima langkah kan kaki ikuti vano ke ruangan dokter. david jawab dengan pandangan mata perintah.
"apa yang terjadi..?" vano bima terdiam.
"ops.. kompak bener, semenjak kapan lo berdua baik kan, sudah akur maaf gue lupa lo berdua abang adek ipar" dokter.
"b×××t.." vano bima sama sama lempar dokter pakai buku terletak di atas meja.
Bugk..
__ADS_1
"aduh.. Ha ha ha"
Sampai di ruangan dokter, vano bima dapat di bulyan dari dokter herman yang ngakak tertawa.
"apa bisa sekarang kita serius bicara ?" tanya dokter herman senyum.
"dokter s×××n siapa yang juga yang mau main main dari tadi gue serius" vano
"b×××k tunggu apa lagi ?" bima
"tadi ada yang nyusup ke dalam orang suntik kan sesuatu ke dalam infus dira beruntung suster cepat tanggap pencet bel darurat, seperti nya kepala suster sengaja di bentur kan ke tempat tidur pasien, suster koma masih kritis" dokter
"bantu gue her, ruang perawatan suster satu kan dengan pasien yang atas buk mardiah, gue mints lo untuk pilih dokter sama perawat yang di percaya jangan ada yang masuk ke ruangan selain dari orang pilihan lo dan keluarga inti" vano
"apa masalah nya sangat besar?" dokter
"hmm.. nyawa adek gue taruhan nya dan dua orang pasien yang kritis itu saksi kunci nya" jawab vano.
"ganti identitas ke dua pasien lo,apa pun alasan nya jangan sampai ada yang tau ke dua pasien penting itu, lo bantu kita bicara sama ibu suster bilang anak nya harus berobat ke luar negeri masalah biaya gue yang tanggung atau dari rah sakit" perintah bima.
"siap tuan muda segera di laksana kan, benar benar abang adek ipar kompak.. gue salut" ucap dokter terkekeh.
"kalau gue lupa lo teman gue rumah sakit ini dudah rata sama tanah" vano.
"ck.. kawan b×××t lo ganti profesi dari tadi sibuk ngoceh kagak jelas, lo mau nginap di sini.. gue pamit" bima jalan ke luar di ikuti vano.
"yang akur jadi abang adek ipar" dokter herman terkekeh geli lihat vano bima balik badan pandangan nya mengeri kan
Dokter herman beri salam perdamaian sama jari nya dengan kedipan mata.
"a×××r.. b×××t.."dokter herman beri kode dua jempol pada ke dua tuan muda
"s×××n.." bima vano sama sama geleng kan kepala dengan gaya santai.
"akur terus.." tanpa sadar dokter herman ngakak lihat ke dua teman nya jalan ke luar dari ruangan nya.
Depan ruangan dira thomas kaget lihat ibuk nangis di pegang anak nya datang buru buru, thomas tegur mereka.
"buk ada apa ke sini, siapa yang sakit ?" thomas hampiri ibu ajak duduk di ruang tunggu, semua kaget dengar cerita nya.
"anak ibuk lagi jaga pasien nya di pukul orang di dalam ruang sekarang pasien itu sama sama kritis dengan anak ibuk" terang ibu perawat.
"ibuk yakin anak ibuk yang ada di dalam ruangan pasien ?" vano bertanya yang baru datang dari ruangan dokter.
"iya den tadi di kabar kan dari pihak rumah sakit sekalian ibuk di jemput " jawab ibuk perawat.
"buk kenal kan tuan muda kakak si neng kita, tuan ibuk ini salah satu dari banyak orang yang di bantu nona muda"thomas
"ibuk kenal sama dira anak saya ?" tanya mami sama ibuk dengar cerita thomas.
"nyonya besar ini mami nya si neng buk, pasien yang di jaga sama anak ibuk si neng kita, neng kecelakaan" thomas lalu kenal kan mami juga kasih tau pada ibu itu apa yang telah terjadi.
"rio satu kan ruangan bibik sama anak ibuk ini, jangan ada yang boleh masuk kecuali dokter dan keluarga" vano.
__ADS_1
"baik tuan saya urus sekarang" mario jalan sudah dapat perintah apa yang mesti di kerja kan.
"vano.." vano langsung peluk mami