Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
45. Lo cepat sadar


__ADS_3

Bima sandar kan kepala nya di sandaran kursi ke hidupan nya dengan mata terpejam terukir senyum bahagia di bibir nya.


*mas bahagia yank, kamu mau jumpa sama mas walau pun ada paksaan dan ancaman maaf.. kalau mas tidak bersikap seperti ini sampai kapan kita akan terpisah, sekarang kamu juga sudah mau terbuka. Mas janji tidak akan biar kan siapa pun yang akan usik kamu apa lagi sampai menyakiti diri kamu, diri kamu kamu dan hidup kamu tanggung jawab mas.


Tok tok tok..


"Pagi bos permisi ini*.."


bima tidak dengar ada ketok kan di pintu juga bima tidak menyadari asisten nya masuk ck.. gue gak di respon ?, tapi tumben wajah mu merona dengan cerah bos, lo bahagia gue juga lebih bahagia, pria si kulkas dua puluh lima pintu bisa sebahagia ini ?, tapi ada apa ini gumam david penasaran.


Bima gak ada reaksi tapi sibuk sama senyum misterius nya, david bingung dengan sikap bima seperti itu otak david berfikir keras, seringai nakal nya nampak di bibir bahagia kali hayalan lo bos!!, gimana kalau gue kerjain dikit gak apa apa lah ya !!. david tendang kursi yang ada di depan meja kerja bima.


Braaakkk..


"******.. bisa yang sopan gak !!, mau masuk permisi ketok pintu" mata bima melotot


"kerja yang benar.. Lo kasih contoh yang baik pada yang lain s×××n" bima melompat dari kursi tempat dia duduk keluar suara bentak kan untuk david karena kaget.


"ha ha ha.. Kaget bos ?, ops.. sorri emang gue sengaja biar lo cepat sadar" seringai david


"gue cepat sadar maksud lo apa ?"


"oh gue kira lo kerasuk kan bos, bibir senyum senyum gak jelas, maka nya lo gue kaget kan" david jawab santai, bima murka tapi di tahan karena ponsel nya berbunyi ada yang hubungi


Dreet dreet dreet


",,,,"


" ya hallo ada apa dek ?"

__ADS_1


",,,,,"


"gak.. kakak gak sibuk ada apa"


",,,,,,"


"ok kakak akan bantu, kamu ke sini kakak lagi kantor, kamu sama siapa ?"


",,,,"


"gank ricuh ya.. Ya sudah kakak tunggu kamu sama yang lain" setelah sambungan telpon putus bima senyum jahil pandang david


"santi adek gue yang hubungi" bima


"kenapa pacar gue hubungi lo, bos.. emang ada acara apa ?" david gak terima


"gak bisa.. jangan macam macam lo sama sayang gue" david protes pada bima


"gak macam macam cuma satu macam, gue cari kan yang terbaik untuk adek gue" bima jawab dengan senyum simpul


"santi dia pacar gue bim, jangan cari perkara lo sama gue.." david teriak


"ck.. Cuma mau kenalan doang, kalau mereka cocok lanjut, lah lo kan baru pacar bukan suami santi !!" ejek bima


"saudara apa an buat sodara nya menderita" david kesal langsung keluar dari ruangan bima marah lalu banting pintu dengan keras


Braaagggkkk


Ha ha ha..

__ADS_1


meli kaget dengar bantingan pintu ruangan kerja bima nampak amarah dari wajah david yang baru keluar. bima tertawa puas melihat ke cemburuan david


*Astaga ada apa lagi si bos sama asisten nya. si bos tertawa nya puas bahagia sedang kan asisten nya.. meradang muka nya kecut. Jangan sampai bencana berlarut larut bisa bahaya ini. Meli gak berani tegur david


...¤¤¤¤¤¤*...


Papi...


Fano mario panggil papi dengan saling tukar pandang mata sedang kan di kepala mereka penuh pertanyaan, vano angkat ke dua bahu nya gak ngerti dan mario geleng kan kepala.


Tuan handoyo terpaku tanpa bergeming pandangan menerawang kosong, vano lepas kan nafas kasar mario tarik nafas panjang mereka berdua bingung perhati kan tingkah tuan handoyo.


"papi ada apa.. kenapa papi diam, tanpa ada penjelasan kami bingung gak tau harus buat apa, bagaimana kami mau bertindak kalau gak ada kejelasan dari papi" tanya vano duduk di sebelah papi nya.


"papi banyak salah, dosa papi sudah tidak terhitung, papi mau minta maaf sama dira tapi gak tau harus cari kemana. kamu mau bawa dira adik kamu ketemu papi ?, papi mohon bantu papi untuk jumpa kan dira sama papi"


"tolong lindungi, jaga adek kalian jangan sampai ada lagi yang mencelakai dia" tuan handoyo kembali memohon sama vano mario dengan wajah penuh penyesalan.


"papi gak usah khawatir vano pasti selalu ada untuk dira. Karena dira adek vano satu satu nya, dulu bunda ranti gak pernah beda beda in antara vano sama dira sayang nya" ucap vano


"nanti vano bujuk dira untuk jumpa sama papi, vano bilang papi sayang sama dira"


"bukan hanya vano yang jaga dira.. aku pasti jaga dira pi, bunda ranti bunda aku, sedari aku kecil aku tidak pernah mendapat kan belaian perhatian dari seorang ibu, kasih sayang dari bunda ranti sama mami rahma aku dapat kan semua nya aku tidak akan melupa kan nya, papi tenang saja mulai sekarang kebahagian dira adik aku bagai mana pun cara nya aku pasti kan" ucap mario meyakin kan papi


"kalian tau dimana dira adek kalian sekarang dimana ?, bawa papi sekarang ketemu" ucap tuan handoyo tegas


Vano mario geleng kan kepala dengan cepat pandang tuan handoyo


"kenapa.. ?"

__ADS_1


__ADS_2