
"yank kita sekarang ke kamar mas tidak tega lihat istri mas ke capek an.." tangan bima usap kepala dira bicara bima pelan ngajak dira tinggal kan tempat pesta
"kenapa gak sabaran sih bim, kita masih di sini lo main kabur saja.." ejek wildan
"ck.. mata lo tidak lihat apa istri gue gini sudah capek.." bima mendengus kesal
"ahk alasan bilang saja lo sudah pingin icip biar tahu gimana rasa nya sabar lah dulu.. dira juga kagak bakalan kemana.." sandi ikut bicara tahan bima.
"serius benaran lo bim belum ada sekali pun pernah icip nya.. wah jadi lo belum tahu gimana praktek nya.. gue siap loh lo angkat jadi guru.." rangga
"apa yang kalian omong in.. cepat lamar tu pasangan kalian jangan ganggu gue.. lo lo kalian semua harus ingat baik baik jangan ganggu ke tenangan kami.." bima tunjuk satu satu sahabat nya kaki jalan tinggal kan mereka semua.
"bim ingat yang lembut jangan di paksa apa lagi kasar sama adek gue tapi yakin lo bisa perlu les dadak kan gue siap bagi ilmu nya.." rangga
"ops maaf bukan gue tidak hargai saran sodara tapi gue juga ragu kemampuan kalian ngaku suhu tapi cupu.." bima beri senyum sinis sambil berlalu.
"kak tunggu bisa kami bicara sebentar.." santi panggil bima.
"kak bima kami masih kangen dira.." lani
"gak bisa istri kakak harus istirahat.. dira capek kalian sana ajak pasagan kalian untuk runding kan pernikahan" kaki bima tetap melangkah tanpa melihat.
"dasar pelit istri kakak itu dira kami milik kami kakak jangan egois" wulan
"kak bima jangan nyesal nanti dira kami bawa pergi jauh.." dian geram
"dian suara kamu berisik gak lihat dira ni lagi tidur.. bilang vano sana minta cepat lamaran..vano lo tidak dengar suara istri lo dian ganggu tidur istri gue.." bima
"kenapa gue yang di bawa.. kapan dian jadi bini gue ?" vano gusar.
"maka nya percepat lamaran nya.. kalian juga biar gue tenang mereka tidak recok istri gue kagi.." bima kembali bicara
Mendengar omongan sahabat nya yang saling berbalas kata menggoda diri nya.. nampak di wajah bima murka tapi pura pura tidak peduli jalan cuek bawa dira di gendongan nya beri kecupan di pipi dira sambil pamer kemesraan.
"ingat woy b××× banyak orang kami juga masih ada di sini.. Sabar napa jangan di umbar tu buat kita ke pingin nikah juga.." suara wildan tahan langkah bima.
"berisik.. vid.." david dengar nama nya di panggil ikuti langkah bima
bima masuk kotak besi yang bawa dia sama dira menuju kamar di lantai atas sampai di depan kamar bima di bantu david buka pintu tiba tiba andre nyusul
"kak.. dira tidak kenapa napa kan kan ?" andre cemas lihat adek nya di gendong bima sampai kamar.
"hmm.. kebetulan masuk tunggu kakak antar dira ke kamar dulu.." bima keluar dari kamar setelah taruh dira di kasur.
"nih minum.. dre nafas mu seperti orang baru habis lari kamu dari mana ?" bima beri kan air minum pada andre david
"aku dari kantor polisi tadi ngikuti adam yang di bawa.. baru datang aku lihat dira kakak gendong" andre
"dira tidur kecapek an maka nya kakak gendong.. kamu sudah tahu siapa yang ada nyali buat onar di pesta kakak" bima suara nya datar tatapan dingin
"ndreee..." bima pandang andre tunggu jawaban yang lagi bengong.
"kenapa kaget mikir apa.. apa ada yang lo sembunyi kan dari kakak ?" tedengar suara bima nahan emosi.
"kenapa adam sampai di bawa masalah nya apa.. siapa dalang nya.." david tatap bima andre tanpa mereka sadari dira di belakang pintu nguping pembicaraan.
apa bang adam sudah tahu orang yang sudah fitnah dia.. tunggu aku akan balas semua yang kau laku kan untuk keluarga aku sampai kau menyesal lahir ke dunia. Dira gusar ada yang ganggu orang nya
"andre belum tahu pasti kak.. tapi adam sekarang ada di kamar.." andre
"maksud nya adam sudah bebas.." david
"belum kak adam keluar pakai jaminan.. adek yang jamin adam tadi.." andre
__ADS_1
"hah..
"maksud lo ipar gue yang jamin adam.." david kaget dengar ucapan andre.
"bicara yang jelas.. maksud lo dira yang beri jaminan untuk adam, kapan dira ke kantor polisi sama siapa ?" bima
"bukan dira yang pergi ke sana kak tapi atasan aku yang beri jaminan nya" andre diam nampak dira berdiri di pintu kamar, bima david putar kepala lihat dira keluar dari kamar.
"yank.." bima raih tangan dira duduk di pangkuan nya kode andre david pergi
"sudah bangun.. kenapa keluar mandi sekarang ?" dira geleng lalu tatap david andre yang mau pergi
"bang ndre dimana bang adam ?" dira
"adam di kamar.." tadah kan tangan nya minta ponsel andre hubungi adam.
dret.. dret.. dret..
"dira pinjam ponsel bang andre.. bang tolong ke kamar dira sekarang" adam langsung datang nuju kamar dira
tok.. tok.. tok..
"yank.. masuk.." bima
"dira lapar abim.." dira peluk pinggang bima kepala nya kan di dada bima.
"mau makan apa hmm.." bima peluk dira
"terserah dira mau kita makan bersama di sini.. tapi dira mandi dulu" dira
"vid pesan makanan untuk kita.. ayo kita mandi sekarang.. kalian jangan kemana mana" bima angkat dira dalam dekapan nya david pesan makanan perintah bima
"dam.. apa yang terjadi siapa mereka ?" david tanya adam
"sebaik nya tunggu adek kak.. dira yang tahu mereka semua.." adam di pandang david biar lah dira yang jelas kan semua sama kak bima kak david. Adam
"yank.. mas pingin mau nya sekarang aja
berdosa loh istri menolak.." bima cium leher dira yang lagi ganti baju.
"ish abim geli ahk.. dira lapar ini.. " dira melotot kesal di ganggu bima terus
"nanti kalau sudah kenyang itu arti kita boleh ya ya ya.." bima kedip kan mata
"ganjen..
"mas ganjen sama istri sendiri bukan sama istri orang.. boleh mas ganjen.." bima senyum lihat sikap dira
"jangan coba coba awas ya.." dira marah langsung kejar bima, di luar david andre langsung berdiri dekati pintu mendengar suara ribut lihat bima di kejar dira adam pun berdiri ikuti berbisik nanya andre
"andre kenapa ?" adam
"kita nonton situasi yang langka.." andre
"ssstt.. sebaik nya diam kita nonton saja peristiwa ini baru terjadi dalam hidup.." bima tangkap dira mata nya lihat arah
"ngapain kalian apa pesanan nya sudah datang.." bima gendong dira di depan jalan keluar kamar
"kak maksud nya gimana aku gak ngerti jelasin dong ?" adam masih tanya
"itu singa kutub sekarang sudah panas moga moga saja selama nya seperti itu" david jelas kan adam madih bingung
"pasti lah kak.. pawang nya sudah ada di depan mata.. hidup kita sekarang damai aman sentosa.." andre
__ADS_1
"apa selama ini hidup lo sama kak david terancam ndre ?" adam
"lebih dari terancam tapi gue cari jalan aman tinggal di mes tapi kak david yang parah.." senyum andre hilang langsung kepala nunduk lihat tatapan mata bima
"ooo jadi lo sengaja hindari gue tinggal di mes iya.." bima diam david senyum lihat dira pegang tangan bima.
"abim ih.. jangan marah dira lapar.." dira merengek masih belum paham situasi
"mau makan yang mana yank.. ini mau?" tanya bima tunjuk makanan yang ada.
"hrmm.. abim.." dira
"hmm kenapa yank.. aak buka mulut nya gak ya suka atau ada yang mau di pesan lagi.." bima suap kan dira makan pakai tangan nya sendiri
"abim.. ini siapa yang pesan semua nya" dira tanya sama bima mata nya tatap david andre juga adam.
"david yang pesan kenapa yank.. kenapa gak makan ada yang aneh kalian lihat ?" bima bersikap di luar kebiasaan david andre melihat terpana tidak percaya
"iya ini makan.." david andre jawab asal bersama an adam kerut dahi
*kak aku ini tidak ngelindur kan atau apa karena efek lapar ya ?. bisik andre
"emang kenapa ndre lo nanya seperti itu pada kak david buat gue bingung sedari tadi sama sikap lo juga kak david" adam
"aneh saja lihat sikap singa kutub tu di luar ke bisaaan nya.. adam lo lihat kan gimana kak bima tadi sama dira.." andre
"apa nya yang aneh biasa saja gue lihat.. sikap suami sama istri pada umum nya" adam masih kurang jelas.
"noh lihat dia asik sendiri tidak pedulian tidak anggap kita sama sekali seolah kita gak ada kita kasat mata sama dia.." David angkat dagu beri kode.
"lo sudah paham kan maksud kita dam.. kak bima selama ini tidak pernah baik apa lagi lembut sekarang.." andre diam perhati kan bima dan adam mulut nya terbuka lebar lihat sikap bima.
"abim dira sudah kenyang.." dira geleng bima suap kan lagi.
"yank.. dikit lagi makan yang banyak kita butuh tenaga extra.. cup.." bima kecup bibir dira kedip kan mata.
puck.. abim ih malu tahu di lihat tu ada.." mmpfff.. dira berhenti ngomel bibir nya di sambar kembali tanpa mikir panjang bima cium bibir dira buat ke tiga orang melongo tidak percaya juga geram.
"b××× kira kira dong.. ada kita di sini lo jangan seenak nya.." david
"kenapa marah.. lo lupa gue sama istri sendiri sudah selesai kan makan nya.." bima secara tak langsung usir david.
"gue tahu dira istri lo tapi lagi makan ini kampret.. apa lo mau usir gue sodara lo s×××.." david emosi nada suara nya naik
"ahk.. berisik kali lo sekarang jadi mak mak jualan sayur.." bima
"kak bisa sabar tidak kita lagi makan ini belum kelar coba lah ngerti kami jangan pancing lah buat.." andre teriak
"puk.. kapan kakak pancing, lo mau buat apa hah.. lo juga dam sudah rencana nih kalian bertiga, lo mau mama ngamuk ya baik nanti kakak kabarin mama.." bima
"kak napa aku juga di jadi kam sasaran nya perasaan yang ngomong tadi kak david sama andre aku diam.." adam
"tidsk perlu teriak pelan kan suara, gak usah bantah lagi cepat sana kabur, mata kalian picek lihat nih dira sudah tidur.." bima berdiri pindahin dira ke kamar.
"kak david.. ndre sebaik nya kita cepat pergi dari sini kasihan dira tidak bisa istirahat nanti di ganggu para perusuh.." adam tunjuk kan pesan di ponsel nya.
"kak kami pergi dulu.." andre nongol tiba tiba di kamar bikin bima kaget.
"andreee..
"kakak marah.. nih lihat ada pesan dari sahabat kakak" andre dengan senyum puas kasih tunjuk bima pesan rangga dan yang lain nya di ponsel adam
📩 rangga "dam.. kalian dimana kami gak nampak tampang kalian.. apa ada bersama bima ? tunggu kami nyusul ya"
__ADS_1
"ck.. sana jangan sampai mereka nongol di sini ganggu ke tengan gue.. kalian gue butuh penjelasan besok terutama lo ya dam ahk.." bima kesal dengar heboh di ujung lorong kamar, bima dengan cepat tarik david andre adam keluar kamar
"