Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
18. jumpa mami


__ADS_3

tok tok tok


cerita bibik terpaksa berhenti dengar ada yang ketok pintu, fano kerut kan kening pandang bibik sama mario siapa yang datang ketok pintu


mario jalan nuju pintu lihat siapa yang datang


"permisi tuan kami antar makan untuk mbak dira sekalian dengan obat nya jangan lupa di minum ya, kami permisi tuan" ucap perawat


"ooh silakan" ujar mario, tiba tiba pintu di dorong dari luar sebelum di tutup mario kaget dapat timpukan di kepala nya dari tas tangan mami yang nyelonong masuk dengan marah


bugh


"aduh mampus gue tanduk induk singa sudah berasap bisa habis gue kalau gak cari jalan untuk berdamai bahaya kan diri sendiri ini cari mati nama nya gumam mario kode fano


"anak durhaka sudah tau adek kalian masuk rumah sakit gak kabarin mami, gak bisa kalian jaga adek kalian, kenapa bisa begini" omel mami nangis "hiks hiks hiks"


"mami sabar dulu tahan suara nya adek tidur nanti bangun" fano peluk mami, mario garuk kepala nya yang gak gatal dengan meringis


"tadi mario sudah suruh orang untuk jemput mami, sama siapa mami ke sini ???" mario elus tangan mami


"iya tadi mami ke sini di jemput sama tomas, kapan..dimana jumpa nya anak kesayangan mami, siapa yang berani susahin anak mami adek kalian ???" teriak mami dengan murka


"apa gak ada tindakan untuk hukum mereka yang sudah sengsara kan hidup anak mami, adek kalian menderita selama ini di luar sana mami gak mau tau kalian cari sampai dapat kalau gak kalian yang mami hukum"


"mami tenang dulu, sabar kami lagi selidiki siapa mereka, apa motif nya mereka" fano berusaha tenang kan mami


"nyonya.." bibik langsung berdiri hampiri mami pandang fano sama mario


"ya Tuhan bibik !!!, kemana saja bibik pergi kenapa gak langsung datang ke rumah, jadi dira bersama bibikselama ini ???" mami kaget nampak bibik di sini di ruang perawatan dira ada bersama fano mario, bibik di peluk mami


"bibik sehat kan ???, selama ini bibik sama anak saya tinggal dimana, kenapa anak saya bisa seperti ini, siapa yang sudah berani melaku kan nya, bibik ada dengar saya ???" tanya mami nangis dengan pertanyaan beruntun tanpa beri kesempatan untuk bibik


"mami.." fano mario kompak panggil mami


"diam jangan potong omongan mami" bentak mami bulat kan mata nya marah hapus air mata


"bukan larang mami untuk ngomong tapi kasihan bibik gak bernafas karena omongan mami beruntun gak putus putus" fano tenang kan mami


"suara mami keras adek jadi bangun tu, mana bentak bentak kita lagi" protes mario


mami langsung lihat arah ranjang tempat dira istirahat sambil jalan mami ketok kepala fano mario gantian dengan tas nya


"aduh mami jangan kdrt sama anak napa..!!!" serentak fano mario protes tapi langsung diam lihat mata mami melotot ganas


"sayang sudah bangun ???" mami peluk dira, dengar fano mario kompak ngomong langsung dapat bentakan dari mami


"sadis " ucap fano


"serem " ucap mario


"kalian ngatain mami apa ???" mami geram


"gak ada " sahut mereka kompak geleng


"hiks hiks hiks" lihat dira nangis mami bibik ikut nangis, mario fano panik lihat adek nya nangis


"kenapa nangis sayang mana yang sakit ???" mami elus elus punggung dira


"kenapa dek???" ucap fano belai kepala dira


"dira takut di buang.. di tinggal kan sendiri" dira


"gak sayang..gak ada yang akan buang kamu, sekarang makan dulu mami suap kan terus makan obat biar kamu cepat sehat lalu pulang ke rumah kita" mami minta penjelasan pada fano mario dengan pandangan nya


...¤¤¤¤...

__ADS_1


Assalammu'alaikum


wa'laikumsalam


jawab mami santi dian wulan melani juga bik sumi bareng balas salam, sontak mereka alih kan pandangan ke arah pintu depan mendengar ada orang baca salam, mami marisa kenal suara itu sudah paham siapa yang datang. anton sampai di dalam kaget lihat teman teman dira ada di rumah nya


"mami kapan datang ???, kenapa gak kabarin biar anton jem.." belum selesai anton bicara mami langsung potong


"biar mami gak tau mantu mami gak ada iya ???, berapa banyak alasan lagi yang mau mami dengar dari kamu???. jawab mami datar


Assalam mu'laikum


wa'laikumsalam


semua yang ada di ruang tengah jawab salam, mami diam ada dua orang yang baca salam, suara nya mami sudah hafal mami nyusul mau keluar tapi papi sama eyang anton sudah nuju masuk ke dalam


"ada tamu ???" tanya papi anton eyang kaget nampak santi karena pernah ke temu


" pi mereka ini teman teman anak ku dira, santi wulan dian melani kenal kan papi dira dan eyang nya anton" ujar mami


" iya om.. eyang kenal kan kami sahabat nya dira, ma'af om eyang kami mampir ke sini mau tanya dira karena dira gak ada kabar nya" dian


"ooh silakan, bik.. bik sumi tolong panggil dira ada kawan kawan nya mau jumpa" ucap papi


bik sumi tunduk kan kepala gak berani untuk jawab omongan tuan nya


"dira gak ada sudah pergi" ujar mami ketus, papi kerut kan kening dengar suara istri nya ketus


"sayang ada apa, apa yang terjadi, memang dira pergi kemana ???" tanya papi gunawan bingung


"tanya sama anak mu pi, dia yang lebih tau ada apa, dira pergi kemana !!!" ujar mami sedih


"anton kemana istri mu ???" tanya papi


"anton gak tau pi.. anton gak peduli dia mau kemana, perempuan gak bener" ujar anton


plaak


"kamu yang gak bener !!!, apa kamu jadi suami sudah bener ada tanggung jawab sama istri kamu hah ???"


"suami macam apa yang bawa pe×××r ke rumah,


bermesraan di depan istri, perlakukan istri jadi pembantu, di suruh melayani perempuan ****** apa itu yang kamu sebut bener iya !!!"


papi melihat mami teriak murka langsung peluk usap punggung tenang kan mami. papi kaget mami ngomong seperti itu sama anton


"hiks hiks hiks..apa aku ada ngajar kau gak sopan, gak hargai perempuan ???"


"anton gak cinta sama dia mi" anton teriak


"plaaak jangan bentak mami mu istri ku" papi gunawan layang kan tangan ke pipi anton


"apa kamu lupa aku sudah larang kamu aku sampai memohon jangan nikahin dira, apa kamu mau mendengar omongan aku ???"


"ma'af anton mi, anton bisa terima dia jadi istri anton tapi dia yang selingkuh mi"


"bukan maksud anton bentak mami, anton gak salah mi, anton ada bukti nya"


"baik kamu bisa bukti kan nya aku akan sujud minta ma'af sama kamu tapi kamu tidak bisa bukti kan aku.." papi geleng kan kepala langsung potonng omongan mami yang emosi


"sayang sabar kita harus dengar apa yang anak kita bilang, sama sama kita lihat apa bukti nya" papi pandang anton untuk perlihat kan bukti apa yang di maksud


"dira bawa selingkuhan nya ke rumah ini, anton ada kasih kartu untuk ke butuhan dira tapi dira pakai untuk yang gak bener" anton kasih lihat sama mami semua bukti bukti yang dia punya


plaak

__ADS_1


"kamu dinas bagian mana hah ???, apa kamu gak bisa selidiki kebenaran nya jangan bodoh!!!,


"bik sumi bawa ke sini semua nya, apa yang di titip kan dira sama bibik" ujar mami geram


bik sumi beri kan bungkusan yang di maksud nyonya nya kepada anton


"buka lah..buka sekarang" perintah mami datar


anton buka bungkusan yang di kasih bik sumi tadi, semua kaget melihat isi nya ada tiga amplop coklat, hp yang di beli kan anton, satu kotak perhiasan, satu cincin dan amplop surat untuk anton, anton buka surat lalu di baca


untuk tuan anton


saya gak bisa jadi istri yang baik mohon ma'af. saya mohon izin pergi..tolong saya gak kuat ada di posisi seperti ini, pernikahan kita gak sah baik agama mau pun negara karena pernikahan ini terpaksa dan di bawah ancaman dan jangan di jadi kan beban. saya gak berhak dengan semua yang tuan anton beri jadi saya kembali kan. ma'af saya gak bisa pegang amanah yang tuan beri kan pada saya, kartu yang tuan kasih kan pada saya di rampas sama pacar tuan, kartu itu di ambil pada hari tuan beri kan setelah tuan berangkat ke kantor. saya pamit tolong pamit kan saya sama tuan gunawan nyonya marisa juga nyonya besar


...saya mohonn ma'af...


"kamu tau ke tiga amplop itu dari siapa dan isi nya apa buka lah atau tanya sama eyang mu juga papi" perintah mami


anton diam setelah baca surat dari dira lalu ikuti apa yang mami kata kan, pada ke tiga amplop itu anton lihat ada tulisan di masing masing tertulis dari siapa dan tanggal di terima nya, dari tuan ganawan, nyony marisa nyonya besar dan isi nya uang tapi sedikit pun gak di pakai dira


"selama jadi istri kamu apa ada nampak dira bersikap aneh ???, untuk biaya hidup sehari hari kamu di tanggung sama dira"


"rumah kamu ada cctv apa masih bagus ???" mami bicara datar pandang anton dingin


astaga kenapa sampai gak ke pikiran untuk cek cctv seperti yang di bilang mami, ada apa dengan diri ku sampai segitu marah nya sama dira setelah mendengar semua apa yang di sampai kan siska anton monolog


"hiks hiks hiks mami gak ngerti kenapa kamu sampai setega itu sakitin dira, apa salah dira sama kamu, hanya kita keluarga dira dia anak yatim piatu, orang yang sekarang lagi koma di rumah sakit akibat kecelakaan ibuk pengasuh nya !!!"


"ya Tuhan apa dosa ku terlalu besar sampai anak ku menyiksa anak yang seharus nya aku lindungi" mami remas dada nya nangis pilu


eyang anton diam mandang mami nangis di peluk kan suami nya "risa ibuk salah yang paksa anton untuk nikahin dira" ucap eyang


"buk untuk tanggung jawab kita bisa jadi kan anak angkat atau tanggung hidup mereka, risa ikhlas terima dira jadi anak risa tidak harus paksa untuk menikah, sekarang dira ada dimana, bagaimana keadaan nya" mami jawab sendu masih berurai air mata


"mereka gak ada di rumah sakit, setelah kamu hampir bunuh dira" ucap mami geram


"mami ngomong apa..maksud nya gimana" papi anton kaget dengar omongan istri nya


"tanya sama anak mu dan perintah kan anak mu untuk pertanggung jawab kan perbuatan nya" mami jawab pelan "kamu cek cctv di rumah anak kamu pi"


papi pandang anton kemudian anton buka hp yang langsung tersambung dengan cctv


"plaak" anton dapat stempel lima jari dari papi nya, papi geleng kan lihat semua sikap dan perlakuan anton pada dira istri nya


"selama ini sikap manis yang kamu tampil kan di depan orang tua mu hanya pura pura ???, pantas mami mu begitu murka nya !!!"


"mami anton minta ma'af.. ma'af mi" anton sujud di kaki mami


"kamu tau kemana harus minta ma'af kalau perlu sujud minta pengampunan !!!" mami elak kan anton tanpa mau pandang anton


"sayang sudah nangis nya, tenang ya, papi janji akan cari dira sampai ke temu" tuan gunawan peluk istri nya sambil elus punggung mami


ya Tuhan jadi ini mak lampir peot yang buat hidup dira kami menderita, dian angguk kan kepala kode teman teman


"ma'af om tante nanti kalau sudah ada kabar dira tolong hubungi kami, kami permisi dulu" dian bicara wakil dari teman nya dengan sinis pandang anton dan eyang


"hmm makasih sudah datang, kalian hati hati di jalan nanti kalian ada info tentang dira kabarin mami ya, kalian sudah simpan no hp mami ???, panggil mami aja kalian teman dira" ucap mami


"iya sudah mami" sahut dian senyum


"bik sumi kami pamit ada kabar dira nanti bibik jangan lupa kabarin kami ya ???" kata santi


mereka gantian pamit sama orang tua anton bik sumi tapi tidak sama anton karena mereka cuek karena sangat marah


jangan lupa tinggal kan jejak dan saran nya 💖💞💝💘 untuk kalian banyak banyak

__ADS_1


\=\=\= Rabu 16 maret 2022/20.09 wib \=\=\=


__ADS_2