
dira sayang mami tapi masalah ini harus di selesai kan sampai tuntas biar jelas dan dira tidak mau mengambil sesuatu yang bukan milik dira.. maaf kan dira.
Dira usap air mata nya yang terus keluar tanpa bisa di henti kan pandangan mata nya kosong termenung berdiri di dekat jendela kamar mata nya yang melihat ke arah luar.
"dira kenapa apa ada yang sakit ? sabar.. tunggu lani bilang kak bima" lani mau ke luar kamar cari bima tapi dira tahan lani melarang dengan geleng kepala.
"dira mikir apa dari tadi di panggil diam saja, ada apa kami di sini.." kata wulan
"kenapa lani di larang cari kak bima dira, jangan di pendam seberat apa pun itu masalah nya dira harus cerita jadi kita cari solusi, kita.. hiks hiks hiks.." mereka ikut nangis sambil berpelukkan dengar isak tangis santi.
"dira kita sekarang sudah bersama lagi..
benar yang di kata kan santi kita berbagi setiap masalah ada jalan keluar nya kita pikir kan bersama, harus janji jangan di simpan sendiri apa lagi kabur kaburan kayak dulu.. ngapain kita nangis ?" dian
"tauk tu santi dasar anak mami dia yang ngajak kita nangis" wulan
"tunggu ada lagi takut lupa.. kita seperti ini terus ya.. kalau ada yang gak suka sama sikap, tingkah laku dan omongan harus di bicara kan jangan tersinggung.. saling mengingat kan jujur itu sakit tapi sangat baik, dian berdoa suami dan anak kita akrab seperti hubungan kita.." dian kesal sahabat nya senyum senyum "kenapa..?"
"ciieee.. suami dan anak kita, wah dian sekarang sudah bisa bilang nya mulai pamer kalau ada itu.." wulan terkekeh
"dian kenapa..?" dira pandang sabat nya satu persatu minta jawaban.
"jangan mulai deh kalian.. ish menyebal kan !!" suara dian naik karena kesal
"dian itu calon istri nya kak vano kakak ipar dira.. kamu setuju kan jadi adek ipar nya dian ?" tanya lani sama dira.
"oh.. hah benaran kalian gak bohong kan dian sama kak vano ? Dira sih setuju aja pakai banget lagi.. kakak ipar nya aku" dira peluk dian senang sambil goyang
"ops.. ada satu lagi berita bahagia nya, kamu sama santi harus selalu bersama yang akur terus ya.. sebab mertua kalian satu ntar lagi santi akan nikah" dian naik kan alis nya goda santi, wulan lihat dira bingung cepat jawab.
"santi mau nikah sama bang david adek kak bima" mata dira membulat senyum di bibir dengan teriak kan yang keras.
Aaaaaaa..
semua lagi kumpul menunggu di ruang tengah saling tukar pandang kaget ada ke dengar teriak kan keras berasal dari kamar dira di atas, semua cepat berlari menuju arah suara dan bima melompati berapa anak tangga sekaligus biar cepat sampai dengan wajah cemas.
ha.. ha.. ha..
Brraaagggkkkk..
"yank kamu.. ? kalian kenapa teriak ada apa ?" bima neraih dira dalam peluk kan
"dira..
"dek..
pintu di buka paksa dengan suara keras semua melongo tidak percaya dengan apa yang di lihat mereka berpeluk kan senang menari sambil tertawa
"kalian.. yank !!" bima pejam kan mata langsung tarik dira dalam dekapan nya "jangan buat mas khawatir yank.."
"loh emang dira kenapa ?" dira tanya tanpa merasa bersalah balas peluk bima
"cup.. tadi kenapa teriak ?" bima gemas melihat nya lalu absen muka dira di beri cium mulai dari kening ke dua pipi dagu dan terakhir bibir dira.
"astaga ulah kalian bikin kami cemas.. b××× jangan seenak jidad lo main sosor gak lihat kita ada di sini !!" sandi gusar
"ck.. istri istri gue kenapa lo yang sewot, gak terima.. sudah pergi sana cari istri biar lo ngerasain gimana enak rasa nya punya yang.. aaahhh.." bima mendesah cuek kedip kan mata.
bugk.. s×××n
__ADS_1
pack... puck.. a×××r k×××t lo...
tuck.. b×××t..
badan bima jadi dapat hadiah sasaran empuk ke kesalan dan sumpah serapah keluar indah dari mulut sahabat nya.. bima bukan nya marah justru tertawa ngakak puas lihat semua ngamuk.
"kak bima ish parah.. kira kira dong lihat nih kita masih di sini, jangan rusak mata suci kita nyebelin.." santi ngomel
"kamu iri san.. bilang david sana jangan marah sama kakak, iya kan yank.." bima
"yeee.. dasar singa kutub bucin" santi
"ha ha ha.. kak bima awas minggir sana belum boleh ya mau nya nyosor terus.." wulan mau pisah in dira dari bima.
"kamu ya.. ke pingin kayak kami tu sana sama wildan, gak lihat apa pacar lo lihat kami cemburu payah lo.." bima lontar ejek kan pada wildan.
aku senang kak tawa mu lepas seperti itu sekarang orang tua kita terutama mama sangat bahagia terima kasih, aku doa kan setelah ini tidak ada sedih lagi keluarga kita bahagia terus. Andre
Dira senang andre sudah datang mata nya pandang bingung lihat tangan andre usap air mata ada apa sama bang andre kenapa nangis ? nanti dira tanya kan.
"jangan gitu ih.. banyak yang lihat malu tau !!" dira sembunyi kan muka nya yang merah di dada bima dapat ejek kan para sahabat nya dan yang lain.
"kenapa malu.. yang lihat juga keluarga sendiri itu arti nya gak ada orang hanya kita berdua boleh ya cup.." kembali bima kecup bibir dira.
"ya ampun kak bima bisa juga sengklek otak nya di kira in cuma bisa kaku saja kayak tembok" dian ejek bima.
"sok romantis pamer, jangan b×××t jadi orang gak lihat lo adek gue malu.." vano
"suka suka sama istri sendiri.. maka nya buruan sana lamar dian nanti nyesal istri lo di sambar orang baru nyahok.." bima
" permisi maaf tuan muda.. ada tamu di bawah nyonya besar panggil tuan muda nona turun" bibik
"bibik juga tidak kenal den mario, tamu nya baru datang ke sini" bibik
"bik tamu nya sudah datang sudah pada kumpul ya semua ?" tanya dira
"sudah non.. nyonya sama tuan besar di sana nemanin tamu nya terus ada juga mertua non, bibik pamit neng.." bibik
"makasih ya bik.. mari sekarang semua kita ke bawah.." dira ajak semua turun Tuhan bantu dira menyelesai kan semua semoga dira bisa..
"dek.. ada apa ?" vano
"dira..
"yank.. siapa yang datang, ada masalah apa ?" bima tahan dira minta penjelasan
"sekarang kita ke bawah temui tamu nya ayo.. biar gak penasaran dan gak banyak tanya lagi" dira peluk pinggang bima dengan manja, bima angkat dagu dira di kecup bibir dira sambil jalan "cup..
"kak bimaaaaa.." gank rusuh protes
"panas panas dah tu si b×××k lihat dari siaran langsung nya dira kita" bisik dian
"ck.. kalian kenapa berisik ganggu aja.." bima terkekeh dengar bisik kan dian
Anton geram melihat bima di peluk dira s×××n apa maksud semua ini undangan nya untuk keluarga gue datang..
"maaf.. tuan gunawan sekeluarga saya merepot kan dan terima kasih bersedia terima undangan saya datang ke sini" dira senyum satu kan tangan di dada minta maaf.
"sama sama sayang, tidak ada merepot kan untuk anak kami.. ada apa nak ?" tuan gunawan
__ADS_1
"maaf.. kenal kan ini papi handoyo dan mami dira, kak vano kak mario dan mas bima suami dira dan itu kak haris.. tuan sama nyonya sudah ke temu di rumah sakit tempat dira di rawat" dira perkenal kan satu persatu orang ada.
"mami dira minta maaf sampai kapan pun dira sayang mami.." dira duduk di hadapan mami cium tangan mami.
"kamu gak ada sopan sopan nya mantu apa an, untuk apa perintah kami datang ke sini seharus nya kamu yang kunjungi mertua kamu, kamu istri cucu aku anton dan.." eyang anton sangat marah kerena merasa tidak di hargai sama sekali dira tidak tegur dia.
"kau.." dian langsung diam dira kode lani pegang tangan dian ajak duduk kembali.
"maaf.. jangan sampai saya benar benar tidak sopan pada anda nyonya, anda harus ingat anda di sini tamu yang tidak penting dan terpaksa saya undang tapi harus hadir" dira bicara pelan.
"kamu bisa bicara sopan sama orang.." anton tegur dira dengan bentak kan s×××n kenapa mereka bisa nikah..
"kamu juga tidak penting saya terpaksa undang kamu biar masalah cepat beres saya tidak mau di recokin lagi.." muka bima merah padam dengar suara anton bentak, dira pegang tangan bima geleng untuk sabar jangan emosi.
"dira mohon tolong jangan ada yang ikut campur.." dira pandang semua yang ada di ruangan semua angguk kepala angkat tangan beri kode tanda ok sama jari.
"papi kenal sama nyonya besar ini?" dira tunjuk eyang anton pada tuan handoyo
tuan handoyo geleng kepala "papi tidak mengenal mereka ada apa nak ? terima kasih nak.. kamu mau panggil papi.
"dia terlibat dalam pembunuhan bunda dan pembunuhan mak bapak kita bang andre juga penculik kan anak bayi.." dira beri penjelasan.
"jangan fitnah seenak nya jaga omongan kamu aku bisa tuntut balik pencemaran nama.." dengar anton teriak dira berdiri jalan dekati anton.
plaak..
Dira langsung beri stempel di pipi anton semua kaget tidak sangka apa yang di laku kan dira.
"diam.. jaga sikap dan tindak kan kamu di sini tamu tidak di undang.. dengan senang hati saya tunggu tuntutan anda " seringai dira terlihat mengeri kan.
"kamu juga dia siap siap hidup seperti yang di alami orang yang fitnah saya.. saya penaran apa anda sudah dapat waktu kunjungan untuk jumpa mereka ? mereka lagi reunian di dalam sana bawa sekalian orang yang beri mereka uang" dira tunjuk eyang anton tatapan sinis.
"bang adam bawa masuk sekarang.. sila kan pak sekarang tugas anda.." dira beri izin petugas yang bersama adam.
"dira sayang.. bisa di beri kejelasan apa masalah yang terjadi ?" tuan gunawan
"nyonya besar dia terlibat dalam kasus pembunuhan puluhan tahun yang lalu, tuan gunawan mengenal nyonya ranti hardiman pemilik perkebunan terbesar di kota xx ? maaf saya tidak bisa beri keterangan yang lengkap karena kasus ini sudah saya lapor kan ke kantor anak anda" ya Tuhan.. tolong ampun kan dira tapi kasus ini harus di selesai kan orang yang terlibat pertanggung jawab kan nya dira kasihan papi gunawan mami marisa tapi dira tidak ingin berhubungan lagi sama mereka.
"buk aku tidak ngerti dari perkataan ini.. ibuk terlibat apa gimana maksud nya ? Nak bisa lebih jelas ?" tuan gunawan
"maaf kan saya tuan gunawan.. sebaik nya tuan tanya kan sendiri yang lebih rinci pada yang bersangkutan atau tuan tanya sama yang lebih berwenang" dira
"iya baik lah.. maaf kan kami sudah buat ke kacau an di sini, sila kan.." sahut tuan gunawan.
"gun kamu lebih percaya anak s×××n ini dari pada aku ibuk mu.. anton !!" teriak eyang anton pada anak dan cucu nya.
"dira boleh mami peluk dira ?" tangis mami marisa pecah, dira senyum jalan dekati mami marisa beri peluk kan.
"maaf kan kami tidak bisa jaga kamu dengan baik nak.. mami mohon boleh kapan kapan kita jumpa" dira di cium dengan uraian air mata.
"maaf kami permisi dulu.." petugas henti kan pembicaraan mami marisa.
"sila kan pak.. kami.." tuan gunawan
"anak kurang ajar.. Anton lihat istri kamu perlaku kan eyang seperti ini dia.." eyang anton teriak anak s×××n tahu dari mana dia, siapa yang telah bocor kan nya.
"cukup.. jaga ucapan anda nyonya dira itu istri sah saya bawa mereka dari sini sekarang" bima murka dengar ocehan eyang anton pada dira.
"dira..
__ADS_1