Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
jangan tinggal kan papi, nak,,,


__ADS_3

Dira baru sampai di cafe senyum indah terukir di bibir, kaki melangkah jalan dengan santai menuju pintu masuk ke cafe. mata nya masih fokus sama benda yang ada di genggaman tangan nya. langkah dira terhenti.. terpaku di tempat dia berdiri dengan gelisah mendengar suara orang yang berada di dekat nya yang lagi bicara di telfon dengan seseorang


Ada apa ini ?, siapa yang di maksud sama orang ini ?, Tuhan tolong lindungi selamat kan lah siapa pun orang yang di maksud mereka, jangan sampai ada korban gumam dira gelisah melihat ke dalam cafe.


"pr kalian kali ini jangan sampai gagal, nyawa kalian jadi taruhan nya, pr kalian sukses kita ada kan pesta dan bonus untuk kalian aman" setelah panggilan di putus kan lalu orang itu bicara sama orang yang ada di samping nya


"apa pr anak anak akan sukses ?, jangan klien kita sampai kecewa"


"sekarang posisi pas dan target aman dia lagi berada di depan, siap siap kita akan pesta" orang satu beri kode ke orang dua mengarah kan mata nya ke arah target, mereka pasang senyum kemenangan.


mata dira bulat besar lihat ada orang duduk di meja sudut dekat jendela mengarah kan senjata yang ada di tangan di arah kan ke seseorang yang berdiri di depan meja kasir.


"Papi.. ?, Tuhan tolong selamat kan papi dari mara bahaya" Dira buru buru ambil langkah cepat untuk lindungi orang yang di sebut papi untuk hindari dari bidik kan senjata orang yang duduk di meja sudut, dira peluk orang yang di panggil papi


Tiba tiba ada yang melepas kan tembak kan semua orang yang berada di sekitar lingkup cafe kaget dengar bunyi tembak kan apa lagi yang ada di dalam cafe, teriak kan terdengar serentak, cafe jadi heboh siapa yang berbuat.


Dorrr..


"Prraaanggg.." kepala dira pas kena sudut meja kasir karena kaki dira ke sandung sama kaki meja tamu, suasana cafe jadi kacau


"dira..." santi dian wulan melani teriak mereka saling tukar pandang cemas dengan derai air mata.

__ADS_1


"yank.." bima langsung berlari ke arah dira tergeletak di pangkuan tuan handoyo dengan darah yang tumpah dari tembakan dan darah dari kepala sedang kan david sama semua bawahan yang lagi di posisi siaga langsung aman kan lokasi kejar orang melaku kan tindak kan penembak kan.


"dek..." vano mario juga baru datang kaget melihat dira yang bersimbah darah ada di peluk kan tuan handoyo papi nya.


"ayo.. Cepat om kita ke rumah sakit" bima ngajak tuan handoyo untuk bawa dira segera ke rumah sakit terdekat, bima mau ambil alih dira yang berada di peluk kan tuan handoyo tapi di tolak tuan handoyo


"Biar lah saya yang gendong dira anak saya.. Terima kasih mau bantu antar saya ke rumah sakit" ucap tuan handoyo berdiri dengan air mata jatuh tidak bisa di henti kan dengan suara tangis yang di tahan.


"nak kamu anak papi yang berani, papi yakin kamu pasti kuat melawan rasa sakit ini, maaf kan papi sayang.. Gara gara papi kamu yang jadi korban, jangan kamu menyerah, nak.


"kenapa dira korban kan diri kamu, nak ?seharus nya kamu jangan lindungi papi, biar lah papi yang jadi korban papi lkhlas"


"sayang jangan tambah dosa dan penyesalan papi sama kamu, papi tidak bisa maaf kan diri papi kalau kamu sampai menyerah"


Dira pandang papi nya dengan pandangan sendu sambil menahan sakit air mata nya menetes , dira pejam kan mata nya dengan meringis menahan sakit.


"sayang.. dira bilang papi mana yang sakit nak dira dengar papi.. "


yank bertahan sebentar lagi kita sampai di rumah sakit, kamu harus kuat. Tuhan hamba mohon beri dira kekuatan untuk bisa bertahan melawan rasa sakit nya, jangan menyerah dira.. Mas mohon


"sayang kamu lihat papi.. kamu jangan tidur papi mohon, nak. sayang kamu harus kuat.. Papi mohon sama kamu jangan menyerah.. Jangan tinggal kan papi, nak" tuan handoyo cium puncak kepala dira, semua muka dira tidak berhenti di cium juga tidak berhenti ajak dira bicara

__ADS_1


Papi.. Siapa orang ini.. kenapa dia bilang anak saya?, apa hubungan nya dengan dira.. Tapi kata ibuk dira tidak punya keluarga, dira yatim piatu ?, Nanti aku tanya kan sama ibuk, bima geleng kan kepala bingung dengan cemas lihat kondisi dira


mobil yang di kendarai bima sampai di rumah sakit, bima buru buru panggil para medis yang sudah menunggu karena david tadi sudah hubungi pihak rumah sakit


"om kita sudah sampai.." bima buka pintu mobil bantu tuan handoyo, Para medis rumah sakit langsung beri pertolongan pada dira.


"keluarga pasien.." tuan handoyo dan bima serentak berdiri hampiri dokter


"saya papi nya pasien"


"kita terpaksa melaku kan tindakan operasi tuan untuk mengeluar kan peluru dan tolong di urus administrasi"


"baik dokter saya akan menyelesai kan nya dan tolong beri kan pelayanan yang terbaik"


"saya papi nya.. Saya tanggung jawab, dokter saya mohon tolong selamat kan anak saya" tuan handoyo berurai air mata memohon.


"kami dari pihak rumah sakit berusaha memberi kan yang terbaik tuan.. Tolong di bantu dengan doa, saya permisi"


"om biar saya yang mengurus nya, om yang sabar dira anak kuat dia pastii bisa melewati ini srmua, om tunggu saja di sini"


"hmm.. Baik lah, terima kadih.. nanti asisten saya yang akan menyelisai kan nya sama kamu"

__ADS_1


Papi...


__ADS_2