
"ehm dimana bos kamu ?" tanya tuan handayo sama fani sekretaris vano
Fani kaget mata nya bulat besar tiba tiba tuan handoyo sudah berdiri di hadapan nya, datang sendiri tanpa ada rombongan pengawal resek juga bicara dengan suara pelan
"maaf kan saya tuan.. Saya tidak perhati kan ke datangan anda tuan" sahut fani tumben tuan besar bicara waras sama bawahan nya sekarang.. biasa nya ahk jangan di tanya..
"hmm vano dimana kenapa gak ada di dalam ruangan nya" tuan handoyo ngaju kan lagi pertanyaan nya tadi
"maaf tuan bos vano ada meeting di luar tuan" sahut fani senyum
"mario dimana ??"
"pak mario keluar sama bos vano tuan"
"apa lama vano kembali ke kantor"
"jadwal hari ini tuan vano ada rapat dua jam lagi dengan staf perusahaan tuan"
"baik lah.. bisa saya tunggu vano di dalam" tuan handoyo tunjuk arah ruangan fano
"oh iya tentu saja bisa tuan" fani langsung berdiri antar kan tuan handoyo ke ruangan bos nya untuk istirahat tunggu bos vano
"sila kan tuan.. tuan mau minum apa biar saya pesan kan" fani menawar kan minuman.
"hmm kopi saja" tuan handoyo jawab dengan senyum
"baik tuan.. saya permisi" fani angguk kan kepala undur diri tapi sebelum keluar dari ruangan si bos fani di panggil tuan besar
"tunggu.. Nama kamu siapa"
"saya fani tuan"
"sudah berapa lama kamu kerja sama anak ku vano"
"sudah hampir lima tahun saya kerja sama bos vano tuan"
"bagaimana sikap vano sama kamu dan karyawan karyawan yang lain ??"
__ADS_1
"baik tuan.. bos vano peduli dengan kami para karyawan nya.. Saya permisi tuan"mimpi apa gue semalam dapat suara lembut.. senyum indah tuan besar, apa tuan besar menang undian bathin fani, sambil jalan menuju pantri dahi nya berlipat gak percaya
Vano mario sampai di perusahaan mata nya tertuju pada mobil yang terpakir, vano mario saling tukar pandang
"*ngapain papi sudah nangkring di sini.. apa gak capek harus ribut lagi sama aku" vano
"tumben tuan besar datang pada jam kerja apa gak ada kerjaan atau jadi pengangguran sekarang" mario geleng kan kepala nya*.
"bos.. ada tuan besar" mario berucap
"hmm.. ya gue sudah lihat"
"den vano baru datang" sopir tuan handoyo sapa vano dengan angguk kan kepala nya.
"hmm sudah lama.. Untuk apa papi datang jumpa saya pak ?" tanya vano
"sudah den vano hampir tiga jam, saya juga gak ngerti den barang kali tuan besar kangen den vano kan anak tuan besar" jawab sopir nyengir dengan gurauan nya.
vano picing kan mata nya dengar gurauan sopir tuan handoyo, vano dengan sopir papi nya lumayan dekat karena sebelum jadi sopir papi nya dulu vano kecil sopir tuan besar jadi pengawal vano.
"jangan macam macam ya pak !!!" ujar vano dengan senyum miring nya
bugh..
"diam lo b×××t ngoceh gak jelas" tangan vano langsung beri mario hadiah
"gue ikhlas dapat upeti dari lo bos.. bagi gue utama lo sama tuan besar bahagia tapi.."
"jangan lupa nanti berpeluk kan" mario naik turun kan alis nya goda vano peraga kan gaya orang peluk kan sambil hindari tangan vano
"b×××k.." vano geram lihat tingkah mario
"gak den vano bapak gak macam macam kok bapak gak bohong tuan besar cerita banyak sama bapak, sebaik nya den vano temuin tuan besar dulu tapi bapak mohon den vano sabar ya bicara sama tuan besar tahan emosi nya"
Vano terdiam dengar omongan sopir papi nya apa yang ada di pikiran papi semoga gak pancing emosi aku lagi.. aku juga kangen papi yang dulu tapi.. ahk sudah lah aku mikir apa, apa papi berobah?, tapi aku gak yakin
"saya ke atas dulu pak" pamit vano
__ADS_1
"sila kan den" jawab sopir papi nya sungkan jangan berobah semoga kamu selalu baik seperti ini den vano gumam nya.
"mari pak.. Sebaik nya bapak ikut atau tunggu di lobi pak" sahut mario
"baik den bapak tunggu di lobi aja"
Mario susul vano yang jalan duluan menuju kotak besi yang ngantar vano ke tingkat atas tempat ruang kantor nya.
"mario kosong kan jadwal hari ini sampai satu minggu ke depan, mario kaget pandang vano
"ada apa bos ?" mario tanya bingung lihat sikap vano yang lagi mikir tapi vano diam tanpa jawab pertanyaan mario
"rapat dengan staf gimana apa mau di undur juga tapi sebaik nya jangan deh" ucap mario
"maju kan jadwal rapat nya waktu sekarang"
"baik bos" mario hubungi fani untuk umum kan rapat dengan staf jam sekarang.
Drett dreet drett
" fani rapat dengan staf perusahaan jadwal nya di maju kan tiga puluh menit lagi dari sekarang" ucap mario dengan singkat tanpa tunggu jawaban dari fani.
"sudah bos.. kita langsung ke ruangan rapat atau ke ruangan anda bos jumpa tuan besar.. karena masih ada waktu dua puluh delapan menit lagi" ucap mario.
"kita langsung ke ruangan rapat sekarang" mario ikutin langkah vano tanpa bantahan.
di dalam ruangan vano tuan besar duduk dengan santai sandar kan kepala nya di sandaran sova, mata nya melihat pintu yang tiba tiba ada ketok kan
Tok tok tok
"masuk.. "
"maaf tuan.. bos vano sudah datang tapi sekarang langsung ke ruangan rapat untuk rapat sama staf perusahaan" fani beri kabar sama tuan besar
"ya sebaik nya begitu" jawab tuan besar
"saya permisi tuan" fani pamit undur diri tuan handoyo angguk kan kepala
__ADS_1
"silakan"
kamu dimana nak?, maaf kan papi banyak salah sama kamu. Papi mohon datang lah jumpai papi atau kamu hubungi papi biar papi jemput kamu agar kita bisa bicara. jangan sembunyi kan diri kau lagi dari papi, kemana papi harus cari kau nak?".