Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
gue tetap di sini


__ADS_3

Semua perhati kan bima yang begitu terpuruk, walau pun di depan sahabat nya dia bisa bawa diri nya santai tapi mereka semua memahami nya.


"kasihan bima lama cari dira baru jumpa sama dira sudah ada masalah.. Vid sebaik nya lo bawa pulang tu si bucin" rangga bicara pada david edar kan pandangan minta pendapat sama para sahabat nya.


"bukan hanya bima kalian juga pulang untuk istirahat, mario mulai besok lo pegang semua urusan kantor berdua vani kecuali ada yang penting kabar kan gue cepat jadi lo pulang sana juga jaga mami dan gue yang jaga dira" vano beri perintah mario dan semua nya.


haris duduk di samping vano tangan nya tepuk pundak "di perusahaan perintah lo berlaku dan wajib di patuhi untuk semua bawahan karena apa.. lo bos mereka tapi tidak berlaku buat gue, jangan main perintah seenak jidad lo.. Dira adek gue posisi nya sama dengan santi dan gue di sini tunggu dira sadar kembali" haris


"gue gak mau aktifitas kalian.." vano


"tenang saja apa pun aktifitas atau pun pekerjaan gue tidak akan terganggu dira juga prioritas gue jangan kawatir" haris


"adek lo adek gue juga kawan kita jaga sama sama walau pun gue kaget tidak percaya tapi bukan nya adek lo cewek dua orang itu yang.." langsung lemparan dari vano untuk wildan dengan kunci mobil yang ada di tangan nya.


bugh..


"b×××t.. Adek gue cuman satu jangan asal mangap mulut lo !!" dengan suara datar vano jawab omomgan wildan.


astaga mampus si wildan pancing singa lapar mario geleng kan kepala kode wildan juga yang lain.


"sabar napa.. Wildan tidak tau kalau dira adek lo pee aak.. Main marah kagak jelas juntrungan nya" mario tenang kan vano, wildan kasih kan kunci yang vano lempar tadi untung nya wildan gak kena.


"sori.. Gue gak tau lo ada adek yang lain itu arti nya tuan besar nikah lagi gimana dengan mami lo ?" wildan tanya semua pandang vano tunggu jawaban.


"wildan tidak salah lo juga gak salah vano gimana cerita nya lo ada adek lain apa tuan handoyo papi lo nikah lagi ?" ucap haris menengahi.


"mami istri yang di jodoh kan sama papi sebelum nikah sama mami tuan besar sudah nikah dengan bunda.. Maklum lah keluarga orang kaya anak nya harus nikah sama sederajat tapi mereka tidak tau siapa bunda ranti" cerita vano.


"mami tau papi lo sudah nikah ?, kenapa sampai dira jadi adek seharus nya lo yang jadi adek" haris tanya kembali.

__ADS_1


"bunda susah dapat anak, papi cerita dan mami terima, bunda ranti orang nya baik, hari hari mami ajak gue ke rumah bunda sampai dira lahir"


" jadi tuan handoyo tiga dong istri nya ?" ujar sandi tanya pada bingung.


"gue gak peduli sama dia kumpul kebo kali" vano angkat bahu tampil kan wajah datar nya.


"s×××n.. Itu papi lo begok gak mungkin papi seperti itu" mario kesal dengan jawaban vano.


"emang lo tau kapan dimana tuan besar nikah" ucap vano sinis. Rangga potong pembicaraan vano dengan nyeleneh.


"van.. lo harus tentu kan sikap siapa yang bakal jadi suami adek lo dira !" mulai lah rangga cari masalah.


"hah.. Maksud lo apa gue gak paham sama omongan lo, ngga" vano nyahut, haris wildan senyum dengar apa yang di kata kan rangga sedang kan sandi kesal david geleng kan kepala geram.


"jangan lo cari perkara k×××t !, jangan lo tambah pekerjaan gue" bentak david, vano pandang mario tanya kan apa dari maksud ucapan rangga dengan naik kan alis nya.


"sandi juga suka sama dira tapi bima yang kenal lebih dulu" jawab mario.


Bima pandang rangga dengan tatapan dingin nya dengar ucapan rangga pada vano "ada berapa nyawa yang lo punya?"


"ops jangan marah.. Gue hanya kasih tau vano mana tau vano sudah ada calon untuk adek cantik nya jadi bisa di batal kan kalau pun vano terima lo jadi ipar dia tapi gue siap calon kan diri bersaing sehat sama lo juga sandi" rangga santai jawab omongan bima.


"gue juga di sini sama vano kalian pada pulang sana, jalan kan tugas kalian.. Lo besok dinas, san" bima nolak pulang dan ingat kan sandi untuk pergi dari sini.


"bim besok kita ke sini lagi kalau.." david


"gue bilang di sini gue tetap di sini itu arti nya tidak pergi lo balik sana.. Besok lo sama meli ke kantor untuk beres kan semua pekerjaan yang masih selesai urus perusahaan" perintah bima.


"tapi besok apa gak dinas lo ?" david

__ADS_1


"gue cuti !!" bima


"kita di sini dampingi lo jaga dira" haris


Vano gangguk ulas senyum tipis "terima kasih banyak kalian semua ada untuk dira adek gue"


Vano berdiri jalan dekati ruangan dira pandang dira dari balik kaca isak tangis dek kamu jangan menyerah terus lah berjuang.. Kakak mohon jangan tinggal kan kakak, dira sayang kan sama kakak, kakak percaya adek kakak kuat sangat berani" gumam vano.


"dira pasti sedih lihat lo seperti ini" haris


"adek gue hidup nya menderita di luar selama ini" vano ambil ponsel nya yang berbunyi dari dalam kantong dia lihat siapa yang hubungi nya ada apa mami telfon malam malam.


Dreet drreet dreeet


"hallo..iya mi"


"vano gimana adek mu.."


"mami belum tidur ?" vano tanya balik.


"vanooo.. mami tanya adek mu.." vano jauh kan ponsel nya dari telinga dengar teriak kan mami


"mami istirahat ya, sudah malam vano gak mau mami sakit.."


"vanoooo.."


"iya adek baik mi, masih tidur.. sekarang mami istirahat ya, besok mami ke sini kan, mami kalau mami tidak istirahat vano bawa adek dari sini mami mau !!"


"jangan.. Ini mami mau tidur, jaga adek nya besok mami ke rumah sakit"

__ADS_1


Hmm.


__ADS_2