
Suasana jadi hening setelah mario antar mami sama papi vano pulang, haris juga antar mami papi nya dan david antar santi dan gank nya. Tiba tiba terdengar ucapan salam dari orang yang baru ke luar dari ruangan tempat dira di rawat semua putar kepala ke arah suara dan serentak berdiri.
"selamat malam.."
"malam dok.." spontan semua yang lagi nunggu in dira jawab salam dokter, vano berdiri angkat tangan.. dokter tersebut sambut tangan vano untuk salaman mereka peluk kan.
"terima kasih atas bantuan anda, dok, sudah menyelamat kan adek saya" vano
"sama sama tuan vano.. itu sudah tugas saya dan para team medis untuk beri kan yang terbaik untuk pasien kami" ucap dokter herman naik kan alis mata nya mandang vano dengan senyum tipis terukir di bibir.
"dokter herman apa kabar sudah lama kita tak jumpa" rangga
"baik.. apa kabar pak rangga senang jumpa dengan mu" mereka berpeluk jan
"terima kasih dokter herman.. senang jumpa anda" wildan
"sama sama pak wildan.. Apa kabar nya"
"wah.. Dokter kita apa kabar nya" sandi
"kabar baik.. pak sandi apa kabar nya" dokter herman senang jumpa kembali sama teman teman nya.
"terima kasih dok.. atas bantuan nya sama adek saya" dokter herman tatapan nya bingung dengan perkataan haris.
Semua gantian salaman dan peluk kan pada dokter herman tapi tidak dengan bima dia cuek tanpa ekspresi.
"b×××t.. kenapa sikap kalian seperti ini risih gue kayak sama siapa aja, bicara nya santai lah tidak ada yang berubah dari gue.. apa lagi sekarang gue sudah lepas dinas" ujar herman protes.
"benar kan apa yang kami ucap kan lo kan emang dokter.. Tapi lo tenang saja kita kita juga tidak ada yang berubah sama seperti lo" haris tepuk pundak herman dengan tenang.
"hmm.. tadi vano bilang pasien yang gue operasi tadi adek nya tapi haris kata kan adek dia juga mana yang benar" dokter herman lalu tatap bima.
"komandan apa kabar.. Lo gak kangen sama gue kasih gue peluk kan napa.. sudah lama kita gak jumpa.. gue kangen sama lo yang lain sudah pada peluk gue cuma lo aja yang belum peluk" dokter herman rentang kan tangan minta peluk kan pada bima.
bima bergeming dengan tatapan dingin pada dokter herman, david yang baru datang bareng mario terkekeh lihat pemandangan di depan nya.
"biar gue yang kasih peluk kan sama lo.. jangan harap lo bakal dapat peluk kan dari kulkas dua puluh lima pintu, apa kabar dokter herman" david yang baru datang langsung sambut peluk kan dokter herman.
"baik pak david.. Gimana kabar anda.. Tapi apa lo bisa kerja dengan tenang ?"
__ADS_1
"kenapa emang nya ?" david tanya balik bingung pertanyaan herman.
"apa lo kagak beku berinteraksi dengan freezer yang jadi tiang tembok" herman jawab apa yang di tanya david tampil kan senyum bikin kesal.
Bima dengan suara datar nya jawab apa ucapan herman dengan senyum memati kan "kerja itu harus yang bener jangan lo sampai mal praktek apa lagi sampai dira yang jadi korban.. Gue buat gak tenang hidup lo".
"hah.. Lo ngancam gue apa karena gue cuman mintak peluk kan dari teman ?"
"ish jijik gue dengar omongan lo" bima
"sampai datang lebaran monyet kagak bakal dapat lo peluk kan dari dia" ujar rangga angkat dagu tunjuk arah bima.
"ucap terima kasih napa.. Basa basi gitu sama teman.. Apa lagi kita baru jumpa" ucap dokter herman sinis.
"emang itu tugas lo beri bantuan yang terbaik pada pasien kan ?, terima kasih puas.. !!" jawab bima datar.
"gak puas.. tapi ya sudah lah.. lo gak ada perubahan dari dulu sampai sekarang masih juga seperti tiang dari tembok" ucap dokter herman.
"haris pertanyaan gue belum di jawab apa hubungan.."
"semenjak kapan jadi kepo, apa profesi lo rangkap jadi dokter iya terus tambah jadi tukang gosip juga" bima potong dari pertanyaan herman pada haris.
"sekarang gue baru sadar sudah ada perobahan dari si tembok ini" herman bicara dengan ejek bima.
"berubah apa nya.. kalau judes nya yang bertambah gue percaya kayak mak mak yang antrian nya di serobot orang" sandi
"apa nya yang berubah lo lihat dari bima, her ?" tanya haris semua arah kan mata pandang herman bingung.
"nah itu yang gue maksud benar apa yang di bilang sandi di tambah cerewet bin bawel" herman jawab.
pandangan angker tatapan horor bima pada herman tapi yang di tatap acuh sama sekali tidak peduli sedang kan yang lain senyum david mario kompak terkekeh geli.
"mari kita mulai perang antara si kulkas sama herman" ujar david bicara santai walau pun suara vano pelan mereka semua diam dengar pembicaraan vano mario.
Sementara vano cuek lihat tingkah dari kawan lama nya, Mario jalan mendekati vano, di ajak bicara sama mario dengan suara pelan yang duduk di samping nya.
Vano perintah kan mario untuk cari bik mardiah berada dimana sekarang, untuk bertanya apa hubungan bima dengan dira, sebab selama ini dira hidup berdua bersama bibik karena bima amat sangat khawatir pada kondisi dira, Vano yakin pasti bibik tau semua nya.
"gimana sudah dapat info bibik berada dimana sekarang gak ada kendala nya kan nyari bibik ?"
__ADS_1
"hmm.. Sudah bibik sekarang berada di kota x mereka tinggal di sana"
"ada apa.. Kenapa adek antar bibik ke sana biasa nya adek tidak pernah mau jauh dari bibik ?"
"bukan maksud nya di antar sama adek ke sana tapi bibik sakit sekarang lagi di rawat" vano kaget dengar apa yang mario kata kan barusan.
"waktu adek menghilang kemaren pas adek di rawat bibik pergi ke kota x dira yang ngajak untuk hindari papi" muka vano merah padam penuh amarah ingat kejadian itu pas dira menghilang.
Vano paling kan muka tatap mario "bibik sakit apa, apa sakit nya parah ?" vano
"bibik lumayan parah.. sampai koma cukup lama di sana" mario
"bibik lindungi dira dari sasaran tembak kan, ada yang orang target kan dira"
"apa yang terjadi ?, apa sudah tau siapa orang yang nya mario ?" bima langsung berdiri mendengar cerita mario, mata nya pandang david dengan marah bima tarik kerah baju david.
"vid.. !!!, apa yang terjadi kenapa gue gak di beri tau masalah ini ?" david diam dia tau bima sangat kacau.
"bim sebaik nya kita dengar dulu cerita mario.. gue sudah janji selalu lindungi ipar gue.. Nyawa gue taruhan nya" jawab david tenang kan bima.
"Sekarang bagaimana dengan keadaan bibik, apa situasi aman di sana ?" vano
"sekarang sudah mulai membaik.. Aman gue sudah kerah kan anak anak untuk jaga bibik di sana juga bantuan dari orang orang nya david" mario terang kan pada vano dan yang lain.
"thomas sama beni yang gue tugas kan bawa bibik untuk di pindah kan ke kota ini dan besok siang bibik sampai di rumah sakit ini" sahut mario
"bukan nya gue tidak mau kabarin lo tapi situasi tidak mendukung, waktu terjadi peritiwa itu lo lagi dinas gak bisa gue hubungi dan gue dapat bantuan dari orang orang nya mario dan bantuan dari haris juga" david angguk kan kepala nya vano dan bima tukar pandang tarik kan nafas lega.
"apa sudah tau siapa dalang nya" bima vano serentak bertanya, david mario saling pandang geram.
"banyak yang incar nyawa adek gue gara gara lo pada !!" bima vano kaget dengar mario jawab seperti itu.
"maksud lo apa.. siapa orang nya" tanya vano bima serentak
"dua orang perempuan gila.. satu orang gila yang datang tempo hari ke kantor itu tunangan lo dan orang gila satu lagi ngaku dira rebut pacar" bima langsung emosi dengar cerita david, bima jalan dekati ruangan tempat dira di rawat
Maaf sudah buat kamu menderita tapi mas janji akan balas kan semua pada orang yang buat kamu seperti ini.. mas mohon kamu harus kuat.. bangun yank mas gak mau pisah lagi sama kamu, kamu mau kan kita menikah.. gumam bima terisak pandang dira dari balik kaca di luar ruangan.
David tepuk bahu bima beri semangat "kalau lo seperti ini bagaimana lo kasih semangat untuk ipar gue"
__ADS_1
"urus pernikahan gue dalam waktu dekat ini" ujar bima dengan suara serak nya.. Semua kaget dengar ucapan bima
Hah.. ???