Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
raja songong


__ADS_3

Mario yang berdiri dekat vano menahan senyum gantian pandang ke dua orang calon ipar apa mereka berdua serius untuk duel, Hmm.. bisa tidak mengalah jangan menonjol kan kekuatan ego nya.. kalau sampai adek gue sedih gara gara kalian.. Pembalasan nya gue bakal adu domba lo berdua sama ibu ratu kalian masing masing. Seringai licik mario.


"maksud lo ngomong mau melamar adek gue emang lo siapa ?' vano


"gue yang resmi nya calon ipar lo dan belum resmi nya dira istri kecil gue dan lo harus terima ini nyata" bima


"siapa yang beri izin.. Adek gue bukan hak lo, apa lagi keadaan sekarang lo punya mata bisa lihat..!!!" vano geram


"bisa tidak bicara pelan.." mario


"tidak.." vano bima serentak jawab suara datar pandangan dingin.


"wah kompak bener mereka jawab nya belum jadi ipar sudah akur apa lagi sudah resmi bisa beku ni kita" rangga


"vano lo juga bim.. kita harus saling lindungi dira.. Apa lagi keadaan masih kacau jangan sampai ada orang yang manfaat kan keadaan" haris


"sebaik nya di bicara kan dulu dengan suasana hati yang tenang dan kepala dingin, jangan sampai dira sedih karena ego kalian yang menjulang tinggi nanti penyesalan yang kita dapat.. Gue tidak terima harus ke hilangan dira lagi gara gara kalian.. sampai itu terjadi gue jamin kelar hidup lo berdua" mario


"bukan gue halangi niat si kunyuk lihat keadaan adek gue sampai sekarang kita masih menunggu.." vano


"gue tidak peduli.. Gue gak mau harus ke hilangan dira lagi, gue sudah yakin dengan ke putusan ini" bima


"otak lo ada fungsi nya gak.. !!!" vano emosi dengan jawaban bima


"maksud lo apa !!!, maaf bukan nya gue maksa kan kehendak tapi gue serius lo bantu gue untuk meyakini ke dua orang tua lo beri restu dengan hubungan kami, gue gak main main.. Kami sudah lama saling kenal" semua kaget melihat sikap bima yang langsung bicara pelan.


"tapi keluarga gue tidak mengetahui nya apa lagi gue" vano kekeuh dengan sikap


"gue sudah bicara sama ibuk mardiah.."


"bibik bukan mami atau bunda yang bisa beri keputusan untuk adek gue !!" suara vano nada tinggi bentak bima.

__ADS_1


"dulu awal gue kenal dira tinggal sama ibuk dan gue tidak tau kalau dira adek lo bukan anak ibuk.. Salah gue dimana !!!" bima terbawa emosi dengan sikap vano.


"mau lo apa hah.." vano langsung tarik kerah baju bima mereka saling emosi, tiba tiba suasana ricuh dokter perawat berlarian masuk ke ruangan dira.


Semua nya kaget langsung mendekati ruangan dira, vano bima ngotot juga ingin masuk ke dalam mau lihat apa yang terjadi sama dira di dalam tapi di tahan sama perawat.


"maaf tuan.. anda di larang masuk biar dokter bekerja dengan tenang sebaik nya anda tunggu di luar kami.." perawat


"aku mau lihat keadaan adek aku, kamu mau di pecat minggir !!!" vano langsung marah, Mario tahan vano melihat situasi jangan tambah kacau.


"sabar napa biar mereka melaku kan ke wajiban nya jangan di ganggu.. Kalian mau dira kenapa kenapa ?"


"maksud lo apa..?" vano bima marah tidak terima apa yang di kata kan mario.


Bugk..


Bugk..


"gara gara kalian ipar gue kritis" david tunjuk bima vano kesal.


"S×××n jangan asal bicara lo !!!" bima


"masih tidak paham gak nampak dokter sekarang lagi ngapa ?" sandi


"kalian sadar gak apa yang terjadi sama adek gue !!, itu karena ulah kalian yang saling tampil kan ego tidak mau ngalah.. Kalian orang yang sangat penting dalam hidup adek gue seharus nya saling beri dukungan untuk dira cepat pulih tapi ini tidak saling baku hantam" mario bicara dengan suara serak hapus tetesan air yang jatuh di pipi.


vano diam dengan sikap mario nampak kesal di wajah vano tapi tindak kan mario bisa vano terima "maaf gue.."


"b×××t kasih aba aba kalau mau latihan" ujar vano geram usap rahang nya.


"mana gue ke pikiran mau kasih lo aba aba.. kagak sempat gedek gue otak songong lo sudah meraja lela" mario

__ADS_1


"bim.."


bima pandang mario yang panggil dia langsung beri tanda ok dengan jari nya.


"salut gue sama lo.. Bisa langsung kasih pelajaran ke dua raja songong" rangga


Ha ha ha..


David ngakak ketawa melihat tatapan horor yang dingin dari mata vano bima pada rangga.


"wuish.. Kompak bener abang dengan adek ipar tatapan nya.. jadi beku kita" haris senyum dengar komentar wildan.


Ceklek..


semua jalan mendekati dokter yang baru ke luar dari dalam ruangan tempat dira di rawat.


"bagaimana keadaan adek saya dok ?" tanya vano sama dokter.


"adek anda sudah melewati masa kritis nya" jawab dokter tersenyum, semua tarik nafas lega.


"bim.. benar lo serius sama dira tapi lo sadar kan adek gue belum pulih masih dalam perawatan dan sekarang masih nyaman dengan keadaan nya ?" mario


"jangan sekarang kasih keluarga gue waktu.." kata vano pelan.


"gue mau nikah nya dalam waktu dekat ini karena gue mau merawat istri kecil gue dengan tangan gue sendiri" bima


"nanti kita bicara kan sama mami papi mudah mudahan adek pulih dengar bima ucap kan ijab kabul" mario tepuk pundak vano beri semangat.


"vano.. gue setuju dengan apa yang di bilang mario, kita beri kan yang terbaik untuk dira" haris


Hmm..

__ADS_1


__ADS_2