
Sementara vano mario berusaha bujuk mami pulang untuk istirahat.
"mi pulang dulu ya, lebih baik mami istirahat di rumah sudah malam juga, adek belum boleh terima tamu" vano peluk mami sambil usap punggung mami dengan sayang.
"mami bukan tamu vano.. Pasien yang sakit itu Dira anak mami" mata mami melotot, mario garuk kepala nya yang tidak gatal.
"iya vano tau dira anak mami tapi maksud nya vano dira belum boleh di ganggu kata dokter, mami di antar mario, ya" bujuk vano senyum.
tiba tiba kepala mario dapat hadiah timpuk kan tas dari mami setelah mario bisik kan sesuatu di kuping mami.
Bugh..
"aduh.. Sakit mi" ucap mario sambil gosok kan tangan di kepala nya dengan nyengir melihat mata mami membulat marah.
Semua pada kaget lihat tingkah mario ganggu mami, vano picing kan mata pandang mario minta jawaban mario hanya angkat ke dua bahu nya cuek.
"mami jangan khawatir vano pasti jaga adek dan lagi tadi kan mami sudah janji untuk istirahat.. Besok mami gak apa apa datang lagi vano gak mau mami juga ikut sakit"
"Mami.." vano pandang mami memohon.
"iya mami pulang tapi kamu harus jaga adek mu yang benar mami tidak mau dira kenapa kenapa, mami bicara sama tante yana dulu"
"iya.. Mami hati hati, mami janji di jalan jangan perang sama mario" vano kode mario, mami melotot pada mario sambil jalan.
"lo bisik apa an sama ibu ratu sampai sampai ibu ratu meradang" tanya vano dengan suara pelan pada mario.
"gue bilang sama ibu ratu.. Mami kenapa nolak aku antar pulang.. mami gak kangen kan ada ayang papi nya mami tu" cerita mario dengan terkekeh geli lihat pada mami.
"enak.. bagus lo cuman di timpuk gak ada jambak kan jari lentik nya ibu ratu.. Lo yang antar mami sama ayang papi nya mami" sahut vano ikut dengan kekehan geli.
... €€€€ ...
*Kamu jangan menyerah yank.. Mas percaya kamu anak yang tangguh, mas tidak ngerti dengan hubungan kamu dengan vano dan keluarga nya tapi apa pun itu mas akan minta restu atas hubungan kita ini.. Bima tarik nafas dalam dalam dengan tunduk kan kepala satu kan tangan untuk topang kening nya.
Dreet drret dreet*..
__ADS_1
Tiba tiba lamunan bima terputus pandangan mata nya ke arah david karena terdengar nada sambung dari ponsel david, buru buru david ambil ponsel yang ada di kantong mata david terpejam lihat kontak yang hubungi nya.
π "Hallo ma.. " bima tendang kaki david geleng kan kepala kode david tapi percuma david acuh kan isyarat dari bima, david menjauh dari bima sorry bos gue terpaksa minta bantuan mama gumam david.
π "kalian dimana.. Apa masih di kantor ?"
π "enggak.. kami sekarang lagi berada di rumah sakit"
π "mama sama papa kapan datang ke sini, maaf aku mendadak minta mama ke sini, jangan lupa kabar kan nanti aku yang jemput mama papa ke bandara karena bima gak tau aku hubungi mama"
π "mama sama papa sudah sampai di sini sekarang kami sudah berada di rumah"
π "kalian kenapa berada di rumah sakit.. siapa yang sakit sudah berapa lama ?"
π "mama sama papa baru datang sebaik nya mama sama papa istirahat, ya"
π "mama tidak tenang biar mama nyusul kalian kirim nama dan alamat rumah sakit nya sekarang david"
π"aku pulang sekarang mama papa tunggu aku di rumah gak lama"
π "iya.. Ma"
setelah srlesai bicara sama orang tua bima lalu david jalan menemui bima dan teman nya juga mendekati santi dan sahabat nya untuk ajak mereka pulang.
"sebaik nya mami sama papi pulang untuk istirahat ya" david bicara sama orang tua haris
"iya benar apa yang di bilang david, sekarang belum bisa juga untuk jenguk dira" ujar sandi
"ya mami ikut mana yang baik saja"
"kami mau di sini jaga dira kak" protes santi.
"iya kami mau di sini jaga in dira" ucap dian wulan lani kompak.
"dek abang antar pulang kalian juga, besok kalian bisa datang lagi" ucap david tegas
__ADS_1
"dira masih belum boleh di kunjungi dan lagi kalian harus istirahat jaga stamina gimana mau rawat dira kalau kalian ikut sakit kata nya mau merawat dira" haris
"kami di sini jaga dira.. Kalian bantu sama doa besok kalian bisa datang lagi" rangga
vano melirik jam di tangan lalu langkah kan kaki jalan mendekati teman teman nya dan mami yang bicara sama tante yana saran kan mereka untuk pulang istirahat.
"yana.. mas indra terima kasih sudah datang juga doa nya untuk anak ku dan kalian juga terima kasih ya" mami peluk tante yana
"sama sama.. Anak mu anak ku juga rahma, aku sayang sama dira" ucap tante yana papi haris angguk kan kepala sambil peluk kan sama papi vano.
"iya sama sama tante mami.. Kami sayang dira" ucap lani.. santi wulan dian senyum angguk kan kepala.
"benar apa yang di kata kan david sebaik nya sekarang tante yana dan yang lain pulang dulu istirahat dan dira pun belum di izin kan dokter untuk terima tamu" vano
"semoga dira cepat sembuh.. Tante permisi dulu vano"
"iya makasih banyak tante om dukungan nya untuk mami papi" vano
"sama sama vano.. Dira anak tante sama om juga" ucap tante yana senyum dan papi haris tepuk bahu vano beri semangat.
"sekarang kita pulang.. Gue antar bos dulu ntar gue balik lagi" haris
"gue titip sodara gue jangan sampai dia buat macam macam.. Maklum sodara gue lagi koslet" david bicara seenak nya
" Mau kemana lo ?" sandi tanya balik
"gue antar ayank gue sama calon mertua.. Emang lo baru juga mau ngincar tapi dah patah sebelum berjuang" ucap david dengan senyum ejek kan nya.
"sΓΓΓn lo" jawab sandi yang lain tertawa pelan
"bim yang sabar.. Ingat jangan bertingkah yang aneh aneh ipar gue lagi berjuang di dalam, gue pergi dulu.. Gue titip sodara gue"
tatapan bima dingin pandang david, orang yang di pandang melangkah dengan damai seolah olah gak ada kejadian tapi david kedip kan mata pada rangga dan yang lain, semua senyum geleng kepala.
π²vano "rio hati hati dan bilang anak anak untuk kawal tante yana pulang"
__ADS_1
π² mario "π sudah beres bos"