Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
korban keluarga gue


__ADS_3

Tok tok tok..


masuk..


"pagi ndan.. apa kabar gimana suasana hati anda sekarang apa ada yang bisa di bantu" andi baru datang langsung pergi ke ruangan anton.


"pagi.. ada apa" anton jawab suara datar


"sudah sarapan ndan.. kita sarapan dulu biar tu otak bisa di guna pada semesti nya" andi jawab dengan senyum santai


"maksud dari ucapan lo seperti itu apa, terus ada hubungan nya sama otak gue yang lo bilang tidak berfungsi semesti nya" anton naik kan nada suara dengar kata kata andi.


"ha ha ha.. dulu benar gak di pakai pada semesti nya tapi sekarang ini saya tidak bisa tebak jalan pikiran anda ndan.. apa sudah di pakai yang benar harapan saya jalan nya sudah lurus" ujar andi terkekeh


"b×××k.. pagi pagi sudah buat kesal saya sana selesai kan tugas lo jangan makan gaji buta" anton usir andi.


"ops.. jangan ragu kan kinerja bawahan anda pak.. apa anda lupa siapa seorang yang bernama andi semua orang sangat mengagumi diri nya" ujar andi sombong


"bugk.. jangan sombong" anton lempar andi dengan buku yang ada di atas meja nya dengan muka masam.


"sudah ada bukti nya jadi saya sombong sedikit boleh lah benar gak ndan ?" andi


"sudah keluar sana jangan ganggu kerja saya banyak" anton usir andi lagi.


"siap perintah di laksana kan saya pamit dulu permisi tapi anda jangan nyesal ya ndan.. telah usir saya sebelum dengar Info yang mau saya sampai kan sangat berharga ini untuk ke langsungan hidup anda" andi beri hormat mau keluar.


"tunggu.. ada kabar apa jangan bertele tele ada yang mau di sampai kan" anton tahan andi yang mau pergi.


"maaf ndan saya tidak mau makan gaji buta dan lagi seorang bawahan kurang sopan ganggu kerja an atasan nya yang lagi banyak" andi cengenges goda anton


"nyawa lo ada berapa masih mau main main sama gue, gue layang kan isi dari benda ini ke kepala bisa kotak dari otak encer lo tahan tidak berlobang ?" sahut anton gak sabar dengar ocehan sahabat sekaligus bawahan tunjuk satu benda yang bakal buat lobang di kepala berdiri dari duduk di sekap cepat.


"wah ada apa ini, apa perlu bantuan dari saya ndan.. dengan senang hati tangan terbuka siap turun kan bala bantuan dan tidak pikir panjang" ucap eko yang baru datang sama andre bicara sambil duduk di depan anton berdiri.

__ADS_1


"yakin lo dengan senang hati mau bantu komandan tidak nyesal setelah tau apa masalah yang terjadi sebenar nya dan lo ndre tidak ikut beri bantuan ?" ujar andi sinis pandang eko teman nya


"pasti yakin karena gue setia kawan apa lagi bantu komandan gue sendiri" eko


"gue pasti siap lah beri bantuan apa lagi untuk teman tapi masalah nya apa dulu jangan sampai bantuan kita buat hancur hidup teman sendiri" balas andre.


"kita bantu teman itu bukti setia kawan" eko tetap ngotot dengan ucapan nya


"nah ini pemikiran yang bijak gue suka tidak seperti anda asal bicara otak nya seklek" dengan senyum andi ejek eko


"tunggu kita sudah saling ribut tapi apa masalah nya belum jelas.. siapa yang harus kita bela orang nya bisa di tebak, jangan nanti nya pertahankan pendapat yang salah" andi angguk kan kepala nya paham dengan pandangan andre.


"kalian ingat sama si imut" andi senyum naik kan alis nya dengar komentar eko


"gue ingat cewek imut yang sering bantu anak jalanan.. terus apa hubungan nya dengan masalah komandan yang kita bicara kan ?" eko langsung jawab


"akibat sering bergaul sama neng rumpi di kantin dia jadi tidak sabaran langsung main cuap tidak jelas" ujar andre sinis


"ahk.. masalah di kantin itu hanya untuk hiburan saja" balas eko protes


"ndre lo ingat.. ada gak menerima kasus kdrt laporan dari rumah sakit itu terjadi berapa waktu lalu ?" andi terpaksa tanya andre karena ada ancaman dari mata anton untuk diri nya.


"hmm.. iya memang ada yang melapor lewat dokter yang menangani si korban kenapa emang ?" andre balik tanya


"berapa lama kasus itu baru di proses dan gimana kelanjutan kasus nya" andi kembali tanya.


"info yang di peroleh tidak akurat karena luka nya lumayan parah di jalan korban sudah tidak sadar kan diri, berapa hari korban baru bisa beri keterangan" andre


"kasus terpaksa di tutup karena korban yang minta karena tidak perlu untuk di lanjut kan jadi nya tidak di proses"andre


"apa ada alasan korban kenapa kasus di tutup tanpa ada proses hukum ?" andi.


"korban bilang tidak mau ada hubungan apa pun sama tersangka juga keluarga dari tersangka" penjelasan andre buat andi bingung.

__ADS_1


"yakin hanya itu alasan nya korban" andi tanya lagi untuk perjelas masalah pada anton komandan sekaligus sahabat nya.


"gue tidak paham justru orang lain yang ingin naik kan kasus ini, setelah berapa hari kasus di tutup ada datang seorang wanita dia ngaku sahabat korban tanya kan kenapa kasus nya belum di proses"


"wanita itu cerita kan semua apa yang terjadi selama ini yang di alami korban dan beri tahu kan siapa tersangka nya" andre angkat bahu lihat andi bingung


"jadi lo sudah tau siapa yang di maksud wanita itu kenapa lo diam tidak nanya langsung" tanya andi kembali.


"gue ikuti permintaan dari korban jangan lagi di bahas masalah itu, gue tanya kan apa hubungan kasus yang gue tangani dengan lo ?" tanya andre pandang andi


"boleh gue tau nama nya" andi tanya lagi


andre diam buang nafas kasar nya tatap andi "nindira.. kenapa lo begitu ingin tau apa ada hubungan sama lo ?" andre


"korban yang lo maksud mantan istri siri komandan sekarang dia masih koma di rumah sakit" jawab andi pandang andre


Andre muka nya merah menahan emosi dengar apa yang di sampai kan andi lalu andre berdiri dari duduk spontan tangan andre melayang ke muka anton.. cepat andi tahan andre jangan sampai heboh eko bantu anton berdiri yang tidak siap terima serangan andre tiba tiba.


"gue sangat kecewa atas sikap lo yang tolak belakang dari tugas yang lo jalani seorang penegak hukum yang seharus nya melindungi apa lagi dia istri lo tapi apa yang lo laku kan pada dia, kalian tau apa yang terjadi sama korban waktu dia koma, dokter saja sudah angkat tangan pasrah lihat kondisi nya.. dia bisa hidup itu hadiah terindah dari Tuhan.." andre hapus air mata nya, mau keluar tapi andi tahan andre jangan pergi dulu.


"gue sudah tau apa yang terjadi dengan nindira, sekarang dira sudah sadar dari koma nya, gue minta jangan lagi dekati nindira sampai itu lo laku kan gue orang yang pertama halangi nya" andre.


muka anton merah padam tidak terima dengar andre bicara seperti itu anton langsung bentak andre "lo ancam gue !!!, jangan ikut campur itu bukan urusan lo"


"pasti jadi urusan gue karena dira mantu dari keluarga herlambang keluarga gue.. cukup sudah penderitaan yang kau beri kan dengan eyang mu pada dira selama ini jangan sampai gue lupa kita sahabat" andre bicara penuh tekanan pergi keluar


maaf kan gue bim.. tidak bisa bantu lo jaga dira ipar gue, mulai dari sekarang gue janji lindungi dira ipar gue gumam andre kecewa.


"b×××k.. lo tau sejak kapan andre bagian dari keluarga bima ?" anton tanya andi


"apa lo benaran tidak tau atau lupa.. kita wisuda orang tua bima hadir dampingi andre" jawab andi.


aaarrrggghhh.. s×××l kenapa sampai gue lupa !!!" anton pegang kepala dengan ke dua tangan mata nya terpejam pasrah.

__ADS_1


andi jalan dekati anton di tepuk pundak anton "kabar kan keluarga lo segera apa yang telah terjadi sama dia.. sebaik nya selesai kan secepat nya, gue selalu ada dan dukung ke putusan yang lo ambil.. pikir kan dengan tenang langkah apa yang mau di ambil untuk penyelesaian.. rencana lo ke depan nya gue harap ke baik kan untuk semua, kabari gue" andi langkah kan kaki ke luar ruangan harus gue tanya sama andre kebenaran nya


__ADS_2