
setelah ke luar dari ruangan dokter fano sama bibik menuju tempat perawatan dira. fano gak tenang apa maksud dari omongan dokter yang merawat dira dengan bibik, fano sambil jalan noleh ke samping pandang bibik minta penjelasan, bibik senyum balas pandang fano tepuk tepuk punggung fano pelan
"apa pun yang akan aden tanya bibik jawab, aden sabar nanti bibik jelas kan semua dari omongan dokter tentang si neng, sekarang kita urus dulu di neng" ucap buk mardiah
"gimana dengan dira mario ???, sudah di urus semua" tanya fano nampak amarah campur kesedihan di wajah mario
"sabar bos..nona mau di pindah kan ke ruang perawatan, tenang aja gue sudah urus semua, itu nona.." tunjuk mario melihat dua orang suster dorong brankar ke luar dari ugd nuju ke ruangan vvip yang sudah di urus sama mario
"suster adek saya kenapa masih tidur ???, kapan bangun nya" tanya fano pada suster yang
ngantar dira ke ruangan
"oh gak apa apa..adek anda masih di bawah pengaruh obat, sebentar lagi juga siuman tuan, sebaik nya pasien isirahat jangan di ajak dulu untuk bicara ada apa apa cepat hubungi kami ya buk..tuan kami permisi" suster suster itu pamit sama bibik dan fano juga mario
"iya makasih suster"jawab buk mardiah fano dan mario hanya anggukan kepala
"bik.."fano panggil bibik mintak penjelasan
"aden bibik mau beli makanan sebaik nya aden makan dulu" mario alih kan pandang arah bibik ke fano bingung, lihat dari sikap fano mario ngerti ada sesuatu yang harus bibik jelas kan
"bibik gak perlu pergi fano sudah bilang mario untuk pesan makanan buat kita ntar lagi juga datang" ucap fano makanan yang di pesan mario sudah sampai
tok tok tok
"ma'af ini pesanan nya tuan"
"hmm terima kasih" ucap mario lalu menata di atas meja di ruangan tempat dira di rawat
"bik ayo makan kita perlu tenaga untuk jaga adek juga banyak masalah yang harus kita selesai kan" fano tawar kan makanan sama bibik.mario paham maksud dari kode fano
setelah selesai makan fano langsung bicara sama bibik mengenai keadaan dira selama ini tinggal jauh dari dia sama mami
"apa yang terjadi dengan adek, kenapa bibik bawa adek, bik selama ini pergi kemana, bibik sama adek tinggal dimana.. adek sakit apa, kenapa gak ada kabarin fano ???" fano aju kan banyak pertanyaan pada bibik, mario pun jadi bingung dengar fano ngoceh panjang kali lebar tanpa jeda fano terdiam terdengar suara dan ada pergerakan di ranjang pasien. wajah fano semangat lihat adek sudah sadar langsung menuju arah ranjang mau peluk
"sayang kamu sudah sadar ???" senyum fano hilang dan langkah terhenti dengar ucapan dira yang ketus
"jangan dekat kau siapa !!!" tanya dira ketus pada fano dengan beri kode tangan jangan mendekat
mario terdiam lihat ekspresi dari wajah fano yang sudah nano nano gak bisa di arti kan, dira cabut infus dari tangan, berusaha turun berniat untuk pergi hindari fano
"dek.."
"neng.."
__ADS_1
"non.."
bibik fano mario serentak panggil dira yang sudah bergerak turun
"dek mau kemana sayang kamu belum pulih masih sakit perlu perawatan agar cepar sehat, ma'af baru sekarang kakak bisa jumpai kamu"
jawab fano lirih sambil nangis
"hiks hiks hiks..kau siapa !!!,aku bukan adek mu aku gak punya kakak.. aku gak punya kakak, kau bukan siapa siapa aku jangan mendekat !!!" dira nangis teriak gak mau di dekatin fano
"hiks hiks hiks.. aku gak punya kakak..aku gak punya kakak" dira terus nangis duduk di lantai bawah ranjang tempat dira di rawat peluk ke dua kaki, darah terus ke luar dari tangan infus yang di cabut paksa dira
fano pencet tombol darurat di dinding atas ranjang pasien, fano mario bibik panik lihat darah gak berhenti keluar dari tangan dira
fano gendong dira ke atas ranjang, fano peluk dira "kakak mohon jangan pergi jangan tinggal kan kakak lagi, kakak mintak ma'af..kakak janji apa pun yang adek minta kakak usaha kan untuk adek kakak sekarang adek sehat dulu"
dokter dan perawat cepat cepat datang ke ruangan tempat dira di rawat, dokter langsung beri pertolongan pada dira yang masih dalam pelukan fano lalu fano kode dokter jangan dira di suntik penenang, dia gak apa apa
"dira sudah makan jangan lupa makan obat nya istirahat yang cukup biar cepat sehat, saya permisi" ujar dokter sama perawat keluar
dira diam gak peduli apa kata dokter "buk dira gak mau di sini ayo kita pulang"
"hiks hiks hiks..neng masih sakit, nanti sudah sehat baru kita pulang anak gadis gak boleh marah marah sama kakak, ma'af bibik sudah buat hidup neng susah. neng marah aja sama bibik jangan sama si aden, bibik salah gak bisa antar neng ke tempat den fano, semua barang kita di rampok orang jadi bibik gak bisa hubungi aden atau nyonya besar" bibik nangis lihat dira
"adek belum ada isi perut, makan dulu..ano suap mau ya, habis makan minum obat, aaa buka mulut nya, sekarang makan ini dulu sudah sehat nanti kita makan di luar, kita cari makanan yang adek suka"
fano terus ajak adek nya ngomong sambil bujuk walau gak ada respon sedikit pun, dira hanya diam, fano tangkup muka dira dengan ke dua tangan nya
"adek marah sama kakak gak apa apa tapi habis kan dulu makan nya, biar ada tenaga untuk kita ribut" fano goda adek nya tapi yang di goda diam dengan tatapan yang benci. mario lihat si bos jadi kasihan tapi senang dengan bibir senyum
"gue senang sekarang lo sudah kumpul sama nona bos tapi kasihan lo di cuekin, cuma nona yang bisa perlaku kan si bos seperti ini puas gue. hmm kerjain ahk marah gak ya si bos ???" mario guman sendiri
"bugh ngapain tu bibir jelek lo senyum senyum pandang gue hah !!!, jijik gue lihat..lo masih normal ???" fano lempar mario dengan sendok di tangan setelah suapin dira makan
"aduh sakit oon, kenapa sayang kangen ya sama aku ???, mario kedipin mata nya
mario kumat penyakit nya lalu jalan mau dekati fano, gaya gemulai jilati bibir pandang fano
"br×××k lo mau ngapain ke sini s×××n gue masih normal, rio jangan kurang ajar, jijik gue an×××g, wooyyy sadar ba×××t.." fano bergidik ngeri lihat tampang mario langsung jauh kan diri ngelak dari mario dekatin bibik minta pertolongan
dasar mario makin jadi ngerjain terus kejar fano, bibik lihat gaya mario geleng geleng kepala, fano berdiri di belakang bibik. dira lihat fano senyum senyum kasihan ano ke takutan, kak iyo jahil juga tapi kenapa ano takut gitu ???.
"aku gak pa pa di lempar sama kamu tapi sayang kamu kan belum makan nanti sakit lo, sini aku suapin ganti an nanti kamu suapin aku juga kita makan sama sama"
__ADS_1
"bugh ish jijik gue..lo jangan main main an×××g, " yo..rio..marioo gue hajar lo" fano lempar mario dengan buah yang ada di atas meja, mereka berlarian di ruangan tempat dira di rawat
dira lihat tingkah fano yang ke takutan ngakak ketawa, dengar ke tawa dira yang lepas fano langsung peluk dira dengan tangis, bibik nangis juga senang lihat dira lalu bibik di peluk mario ikut nangis
"ha ha ha sudah kak kasihan ano nya" ucap dira
"makasih sayang kamu sudah ke tawa, janji jangan pergi tinggal kan ano" fano cium puncak kepala dira, pelukan dira di pinggang fano sangar erat takut di tinggal kan
"bukan dira yang pergi tinggal kan ano tapi ano yang pergi tinggal kan dira. ano gak sayang dira, ano gak sayang dira lagi dira di buang, ano dira takut" fano kaget dengar omongan dira lalu pandang bibik, bibik tediam dengar ocehan dira
"sekarang istirahat sebaik nya adek tidur biar cepat sembuh terus kita pulang" fano
"pulang..pulang kemana ???, buk kita pulang ke rumah kita aja, dira sama ibuk aja"
"dira pulang sama ibuk aja" ucap dira geleng kan kepala gak mau ikut ke rumah fano
"iya sekarang sehat dulu nanti kakak ikut adek mau kemana tapi janji nurut" ucap fano
"iya dira nurut tapi janji jangan pergi tinggal kan dira, ano dira ingat bunga..dira mau bunda, mau dekat bunda..ano ???" ucap dira lirih
"iya nanti kita jenguk bunda sekarang tidur ya" fano peluk dira, cepat hapus air mata nya agar gak nampak sama dira
setelah dira tidur fano dekatin bibik minta di jelas kan maksud omongan dira tadi
"bik kenapa dira bilang dia di buang maksud nya apa ???" tanya fano
bibik nangis ingat gimana ke hidupan mereka yang luntang lantung gak tenang
"ma'af bibik aden, bibik gak bisa jaga si neng dengan baik, bibik buat susah hidup si neng"
" sudah bik, sekarang kita sudah kumpul bibik tenang aja. ada yang mau bibik cerita kan ???" tanya fano, bibik angguk kan kepala pandangan nya jauh air mata nya menetes
~>👉 si neng di usir dari rumah sama tuan, mau di bawa kemana bibik gak tau. bibik dengar tuan bicara di telfon tapi bicara sama siapa bibik gak ngerti.
tuan bilang sama bibik besok ada orang yang datang untuk jemput si neng. tuan datang sama perempuan nama nya rince di panggil tuan.
perempuan itu bilang si neng bukan anak tuan tapi anak nyonya ranti dengan selingkuhan nya nyonya ranti.
bibik nekat bawa si neng kabur dari rumah besar, malam malam bibik bawa si neng pergi di bantu sama mang acun, kami pergi bertiga ke pinggiran kota x. bibik sama si neng pindah ke kota y karena ada yang mau jahatin si neng.. tiba tiba ada yang ketok pintu
tok tok tok...
mohon dukungan nya untuk tambah semangat jangan lupa tinggal kan jejak. 💖💘💝💞 untuk kalian semua😍😙
__ADS_1
\=\=\= minggu 13 maret 2022/ 22,45 win \=\=\=