Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
ma'af...


__ADS_3

dira datang ke cafe seperti biasa melaku kan pengecek kan sekalian menemui mbak yanti sama indra untuk membahas masalah yang di sampai kan mbak yanti tapi dira belum paham


maksud nya.


dira duduk di meja sambil menyelesai kan kerja lalu menoleh ke pintu pas dengar suara ketuk kan pintu lalu persila kan masuk.


tok tok tok.


masuk..


"pagi bos sudah lama sampai nya ya ?" mbak yanti masuk jumpa dira.


"hmm.. seperti biasa mbak" dira senyum


"pagi mbak.. ada kabar apa mbak?" dira berhenti dari kerja an nya kemudian berdiri dari kursi ke besaran nya, jalan menuju sova.


"duduk dulu mbak, apa maksud dari perkata an yang semalam mbak" dira tanya dengan kening berkerut "mana bang indra mbak ?"


"indra ntar lagi nyusul sudah sarapan bos, mau mbak pesan kan apa" mbak yanti bicara tanpa lepas mata nya mandang dira.


"gak usah mbak makasih, sudah sarapan tadi di rumah dira masak" dira senyum jawab nya


mbak..?" dira naik akan alis nya bertanya pandang mbak yanti, omongan terhenti ada suara ketuk kan pintu dira toleh kan kepala lihat arah pintu.


"pagi bos.. ma'af saya telat" indra angguk kan kepala mengarah kan ke dira.


"pagi bang indra, gimana situasi bang indra ?, ada yang mau di sampai kan, mbak yanti ?" nada bicara dira pelan tapi tegas.


mbak yanti sama indra diam salah tingkah, mereka mikir bagaimana cara menyampai kan pesan tuan bima pada dira, biar dira bisa menerima gak salah paham, lihat gelagat ke dua orang kepercayaan nya dira paham.


"mbak yanti sama bang indra ada yang mau di sampai kan santai aja jangan sungkan, untuk ke maju an cafe dan ke nyamanan bersama kita cari solusi nya sama sama, ada apa ?" dira


minta penjelasan pada ke dua orang asisten.


"mbak yanti juga bang indra kita berunding ini sekarang jangan pikir bos dan bawahan biar enak dan nyaman bicara nya.


"iya,,," jawab serentak mbak yanti dan indra mata nya saling pandang lalu indra angguk kan kepala pada mbak yanti dira perhatikan mereka berdua dengan senyum.


"dira kapan ada waktu luang untuk bertemu sama tuan bima, jadi masalah cepat selesai dan kamu hari hari bisa tenang" mbak yanti


"dira ma'af bukan mbak atau indra sok ngatur kami hanya sampai kan pesan dari tuan bima"

__ADS_1


dira bingung dengar ucapan mbak yanti "napa bicara seperti itu maksud nya gimana mbak ?"


"tuan bima bilang minta di pertemu kan sama pemilik cafe, indra bawa tuan bima sama tuan david asisten nya jumpa sama mbak tapi tetep mau jumpa sama yang punya cafe terus tuan bima bilang apa kalian gak mau hidup tenang ?" cerita mbak yanti.


"bos,,,?" indra gak jadi bicara ada terdengar ketuk kan di pintu orang yang berada di dalam ruangan saling lempar pandang, dira angguk kan kepala menghindar dari tempat dia duduk


tok tok tok


masuk


"permisi mbak ada tamu minta jumpa mbak" ucap karyawan angguk kan kepala.


"iya siapa.. dimana tamu nya ?" tanya yanti


"hmm.. permisi" yanti sama indra kaget suara orang yang di bicara kan tadi kedengar.


"tuan bima.. tuan david silakan masuk" indra sambut tamu tunduk kan kepala sopan


"buk yanti bagaimana perundingan kita ?, apa pesan bos saya sudah di sampai kan sama bos anda ?" david bertanya sedang kan bima si bos picing kan mata menatap curiga lihat sikap mbak yanti sama indra gugup


"tuan david seperti yang saya utara kan ada yang bisa saya bantu" mbak yanti kekeuh dengan ucapan sebelum nya.


tatapan horor nampak dari mata bima aduh kenapa kalian tidak bantu saya pertemukan bos saya dengan pawang nya agar kita hidup tenang pembicaraan terhenti ada deringan nada sambung dari ponsel david.


",,,..."


"apa maksud nya" david bentak orang yang menghubungi nya kemudian david berbisik di telinga bima.


bima gusar dengar bisik kan david lalu bima rampas ponsel dari tangan david "ikuti jangan sampai ke hilangan jejak"


bima pegang leher baju indra emosi dengan muka nya merah padam tangan nya sebelah terangkat mau melayang kan kepalan tangan nya ke muka bima.


"henti kan !!!, apa hak anda bersikap seperti itu pada saudara saya" dira keluar dari tempat persembunyian nya dengan suara keras.


bima bukan nya marah justru wajah nya cerah senyum merekah terukir di bibir, bima langkah kan kaki nya mendekati dira. tangan bima usap puncak kepala dira, bima condongkan badan nya berbisik di kuping dira.


"boleh mas peluk istri kecil mas ?,mas kangen kamu sayang" bima belai pipi dira mesra, dira melangkah mundur lalu tepis tangan bima


"ada keperluan apa anda sama mereka, sudah


selasai urusan anda di sini silakan anda pergi tinggal kan tempat ini" bima senyum dengar apa yang di katakan dira, mas bahagia yank dengar suara manja mu lagi

__ADS_1


"yank coba tanya satu persatu mana dulu mas harus jawab pertanyaan nya, pelan pelan ya bilang biar bisa jawab apa yang kamu tanya kan" bima kedip kan mata pada dira.


yanti sama indra diam mendengar perdebatan bos sama tuan bima tamu mereka tanpa bisa berbuat apa sedang kan david asisten bima geleng kan kepala perhatikan bima gak yakin


"mbak yanti saya minta waktu untuk bicara dengan bos anda bisa tinggsl kan kami hanya berdua !!" ucap bima dengan suara datar nya


"memang nya anda siapa perintah seenak nya


ingat tuan di sini bukan wilayah anda, silakan anda pergi dari sini bawa asisten anda tinggal kan tempat ini" dira usir bima.


"mbak yanti ada masalah apa dengan tuan ini bisa saya di beri tahu.. bang indra bilang nya aman gak ada masalah kenapa tuan tuan ini buat ulah di sini !!!" dengan tegas dira bicara pada ke dua asisten nya tanpa pandang bima


"saya gak mau ada yang terjadi buat kita semua gak nyaman.. silakan kalian berdua bantu saya beres kan masalah yang terjadi" dira jalan menuju pintu untuk menghindar


"yank.. gak akan bakal ada yang terjadi, ini murni masalah kita, kita bicara.." bima


"anda siapa.. emang nya kita saling mengenal, anda yakin ada masalah sama saya ?" tatapan kebencian dari mata dira pada bima


"mulai dari sekarang hari ini cafe di tutup !!!" bima david kaget dengar dira bicara mbak yanti sama indra memandang dira memohon


dira hubungi bagian kasir untuk tutup cafe, dira bicara sama mbak yanti untuk beri tahu kan sama yang lain cafe tutup sampai waktu tidak terbatas dan perintah kan pada semua untuk cari pekerjaan di tempat lain.


ma'af.. mbak yanti juga bang indra aku harus ambil sikap seperti ini bathin dira sedih


"baik lah saya permisi" bima angkat bicara kode david untuk jalan keluar.


"istri kecil gue yang manja dulu sudah gak ada lagi, gue kangen dira yang manja vid !!" bima bicara dengan senyum tipis.


hiks hiks hiks..


dira di dalam ruangan nya menangis sedih tanpa suara hanya air mata yang berebut minta keluar dari mata nya ma'af dira mas


"dira.." mbak yanti indra gak jadi ungkap kan kata hati nya lihat tangan dira terangkat ke atas perintah diam.


"aktifitas cafe seperti biasa.. mbak yanti bantu dira untuk mengelola cafe ini sama bang indra" ujar dira pelan mandang ke dua orang kepercayaan nya.


"mbak bantu sekuat tenaga mbak tapi dengan syarat dira jangan ngilang lagi" jawab yanti


"siap bos tapi tetap datang ke cafe" indra


"hmm.." dengar deheman dira kompak mbak yanti indra geleng kepala pasrah.

__ADS_1


...\=\=\=\=\=...


__ADS_2