
dira di dalam ruangan kerja nya melamun ingat perjumpaan nya dengan pahlawan.. orang yang dulu selalu ada untuk diri nya dan ibuk.. setiap dira sedih bima datang menghibur dan bima selalu hadir beri perlindungan.
ma'af.. dira terpaksa bilang kita gak saling kenal, tolong jangan cari dira lagi sebaik nya kita gak usah bertemu biar gak ada yang tersakiti.. ma'af kan dira mas.. dira membathin sedih.
hiks hiks hiks...
dira tangkup kan wajah nya di atas meja nangisi sikap nya pada bima bimbang antara menyesal karena menghindari atau ingin bertemu karena kangen.
hiks hiks hiks.. bunda dira harus bagaimana ?, dira pingin di peluk bunda, dira rindu mami sama kakak juga nenangis pelan.
dira sandar kan kepala di sandaran kursi kerja nya sampai ke tiduran karena kelelahan terlalu lama menangis mata nya sembab.
tok tok tok
dira gak mendengar ada yang mengetuk pintu ruang kerja nya, gak ada jawaban orang yang ketok pintu itu mbak yanti, hanya mbak yanti yang berani masuk tanpa ada perintah, mbak yanti buka pintu yang gak di kunci lalu masuk, mbak yanti kaget lihat dira.
ceklek
dira mbak tau kamu sayang sama dia jangan bohongi diri sendiri, sudah waktu nya kamu bahagia jangan menyakiti diri beri lah dia dan orang orang yang sayang kamu kesempatan gumam mbak yanti.
mbak yanti sedih lihat keadaan dira yang kacau, mbak yanti duduk di sova depan meja kerja dira, melanjut kan kerja nya yang tertunda di laptop sambil menunggu dira sampai bangun.
tok tok tok
masuk..
"ada apa ?" tanya mbak yanti
"ma'af mbak ada tamu yang minta jumpa sama pemilik cafe" ujar seorang karyawan
"siapa ?, suruh indra yang temui tamu yang cari pemilik cafe, bilang sama indra saya lagi gak ada di tempat" mbak yanti heran semenjak masalah yang terjadi sama dira kemaren banyak tamu silih berganti yang mencari dira.
"indra kamu dimana ?, tolong mbak kamu temui ada tamu yang cari saya, bilang saya lagi keluar" mbak yanti hubungi indra.
"iya.. baik mbak tadi sudah di beri tau, ini saya lagi menuju ke tempat tamu yang di maksud" sahut indra jawab panggilan mbak yanti.
"setelah selesai nanti langsung kamu temui mbak ke ruangan dira" ucap mbak yanti.
tok tok tok
mbak yanti dengar pintu di ketok menoleh ke arah pintu, nampak indra berdiri depan pintu, mbak yanti angguk kan kepala suruh masuk
"masuk ndra.."
"permisi mbak.." indra masuk ke dalam ruangan setelah ada perintah mbak yanti untuk masuk.
"gimana ndra.. ada info apa ?, siapa orang yang cari ada keperluan apa sama pemilik cafe" mbak yanti bicara pelan tanya sama indra.
__ADS_1
"saya gak tau maksud orang itu mbak, mereka tanya info tentang si bos kita sambil kasih lihat foto " indra cerita pada yanti.
"mereka..?" tanya yanti bingung
"iya mbak yang ngomong langsung sama saya ada dua orang penampilan mereka seperti bos bos besar.." indra berhenti cerita mendengar suara dari tempat dira duduk ada pergerak kan, yanti serentak dengan indra menoleh arah dira.
"sudah bangun bos ?" indra senyum sapa dira.
"mbak yanti.. bang indra ada apa ?, sudah lama di sini.. ma'af dira baru bangun ketiduran he he he" dira nyengir ketawa.
" bersih bersih dulu lihat lap tu ada iler nya" yanti lap kan tangan ke mulut nya tunjuk dira.
"ish..bak yanti mana ada dira protes, iya tunggu sebentar dira mandi" cemberut dira mendelik kan mata nya, yanti sama indra spontan ngakak tertawa lihat gaya dira.
ha ha ha
"beberapa hari ini banyak yang cari si bos, saya harus gimana mbak ?" tanya indra
"emang nya orang orang yang cari dira itu pada bilang apa sama kamu ndra ?" mbak yanti tanya sama indra.
"siapa yang cari dira bang indra ?" dira miring kan kepala nya pandang indra kaget dengar cerita indra ada orang cari diri nya.
"sini duduk dulu dek biar enak kita cerita nya" mbak yanti tarik tangan dira duduk di samping nya lalu pandang indra angguk kan kepala agar indra lanjut cerita.
"begini bos.. setelah kejadian bos sama si dia ganteng gantian orang pada datang cari info sampai ada yang lihat kan foto bos terus ada yang minta izin untuk lihat cctv cafe" indra.
"hmm.. bang indra jawab apa sama mereka, bang indra coba cek cctv yang mana orang nya" dira tanya balik setelah dengar cerita indra.
"apa ini orang yang cari dira ?" tanya dira kaget
"kenapa kamu kenal ? " mbak yanti indra kaget serentak tanya balik.
"iya.. kak fano, kak mario kakak dira ini mbak yanti, kak haris dan ini mas yang jumpa sama dira" dira tunjuk satu satu orang yang nampak di cctv cafe, mata dira berkabut sedih.
"semua cari kamu dira, apa gak kasihan, dira kamu gak kangen sama mereka ?" mbak yanti tanya balik pandang dira.
dira tunduk kan kepala air mata menetes jatuh di tangan dira, tangis dira pecah "dira kangen mami juga kangen kakak mbak"
mbak yanti ikut nangis lalu peluk sambil usap usap punggung dira, indra pandang dira dengan kasihan.
"biar lah abang yang hubungi kakak kamu ya, dia ada tinggal kan nomor hp agar abang bisa hubungi kalau ada info tentang jamu" indra
"jangan.." dira geleng kan kepala
"jangan sakiti diri kamu, sebaik nya kamu ada di tengah tengah keluarga jadi apa pun masalah ada jalan keluar nya" indra bujuk dira
"dira tadi bilang kangen sama mami, mbak juga yakin kamu sangat sayang mami, mbak sama indra gak bisa lindungi kamu seperti kak fano melindungi kamu adek nya" mbak yanti yakin kan dira untuk hubungi fano atau keluarga yang lain untuk jaga dira.
__ADS_1
dira kekeh gak mau hubungi siapa siapa dan mintak sama mbak yanti juga indra jangan bilang kalau dira berada di cafe.
"dira mohon jangan bilang apa apa siapa pun yang tanya dira, omongan kita tempo hari masih berlaku" dira bicara pelan tapi penuh tekanan
"dira butuh waktu untuk menyelesai kan semua masalah ini tanpa ada yang ikut campur, dira gak mau bahaya kan keselamatan mami sama ibuk" ucap dira dengan pandangan dingin
"tok tok tok.. permisi mbak yanti" karyawan datang jumpa mbak yanti
masuk
"ada apa.. " mbak yanti melihat arah pintu siapa yang datang
"mbak ada yang izin minta bertemu" jawab nya
"ma'af.. siapa ya, ada perlu apa ?" tanya indra
"ma'af.. bisa kita bicara ?" ujar orang itu santai pandang yanti sama indra gantian
mbak yanti juga indra kaget lihat yang datang orang yang barusan mereka bicara kan, mereka berdua cemas serba salah karena dira belum mau jumpa tapi orang ini sudah berdiri di depan pintu ruangan dira.
"hmm ya sudah kamu kembali kerja biar tamu kita ini saya yang urus" jawab mbak yanti pada karyawan nya.
ya Tuhan apa aku harus persilakan masuk ?, bagaimana kalau dia nampak dira bagaimana ini mbak yanti gelisah pandang indra, begitu juga indra lebih kacau dari mbak yanti.
"ma'af sila kan masuk tuan..apa yang bisa kami bantu ?" mbak yanti persilakan orang itu masuk ke ruangan.
"terima kasih.. begini nona saya bisa jumpa pemilik cafe ini" sahut fano datar pandang yanti
orang yang datang ikuti karyawan ke ruangan pemilik cafe fano, tuan muda itu gak yakin dengan jawaban indra, mata nya keliling melihat ruang kerja mata fano tertuju pada foto dalam pigura di atas meja.
apa aku gak salah lihat ?, itu kan foto bunda.. kamu ya dek mau main main sama kakak !!, ok kakak ikuti mau kamu kita mulai permainan nya sekarang, senyum tipis tersungging di bibir fano tanpa di sadari yanti dan indra.
"saya yanti pemilik cafe ini tuan ada yang perlu saya bantu" mbak yanti perkenal kan diri nya
dreet drret drret
nada panggilan masuk di hp fano pas kamu telah bantu rencana saya ucap fano lirih
"terima kasih.. ma'af b isa saya jawab dulu panggilan ini ?" fano bicara cepat
"perusahaan saya mau ada kan acara tapi saya ada keperluan mendesak, boleh jumpa asisten saya untuk buat janji, dia yang akan mengurus semua nya nanti" ujar fano.
"baik tuan kami tunggu, semoga kerja sama kita lancar" mbak santi angguk kan kepala setuju
"baik lah.. terima kasih senang bekerja sama dengan anda, saya permisi" fano jawab santai jalan keluar lalu hubungi seseorang.
drret drret drret
__ADS_1
silakan nikmati permainan yang kalian buat gumam fano dengan senyum tipis nya, fano senang adek sudah semakin dekat, tunggu kakak akan jemput kamu
...\=\=\=\=\=...