Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
nyawa hampir melayang


__ADS_3

"apa kau kira dia laki laki yang baik ?, ya aku yakin kamu akan bicara seperti itu.. pasti kamu akan bicara dia orang baik tapi baik sangat baik hanya untuk l×××e, p×××r sampai sampai dia memberi ke hidupan mewah untuk seorang ****** sedang kan perempuan yang dia nikahi dengan paksaan di bawah ancamam dia siksa bahkan numpang hidup pada istri nya yang tidak pernah di beri nafkah apa kamu mau tau siapa laki laki yang kamu sebut teman mu?, dia orang yang paling jahat, tidak punya hati" ucap wulan jari tunjuk anton dengan suara pelan.


"orang yang kamu bilang teman mu ini dengan sangat jahat nya buat kekerasan pada perempuan yang di sebut istri nya karena apa ?, istri nya cerita kan p×××r dia lagi di kamar hotel berdua dengan pria.. Kamu tau apa jawab l×××e itu "aku sangat mencintai mu sayang.. aku takut ke hilangan kamu, aku lagi pemotretan sayang apa istri kamu yang cerita.. Aku mohon jangan percayai istri kamu dia mau merusak hubungan kita yang saling mencintai dengan isak tangis menjijik kan, penasaran.. kamu pasti ingin tau dari mana kami dapat cerita, l×××e itu berada di restoran yang sama sebab kami mengikuti j×××g itu dari awal dia masuk hotel sampai mereka keluar dari hotel, cukup lama menunggu dia kenapa kami mau melaku kan nya karena kami bantu sahabat kami perempuan yang dia aniaya untuk lepas dari dia" dian kepal kan tangan tatap anton sinis.


"kamu tau sebelum sahabat kami pergi dari ke hidupan nya.. Dia orang seharus nya melindungi perempuan yang jadi tanggung jawab nya justru dia nyaris ke hilangan nyawa di tangan teman kamu, kamu tau j×××g itu lagi berada di kamar di rumah dia sama pria yang sama di hotel" santi tunjuk anton emosi


"tapi sahabat kami yang di fitnah, dia percaya tanpa selidiki dulu apa yang sebenar nya terjadi pada hal tugas nya di bagian itu, akibat nya sahabat kami di rawat dua mingguan, saya tidak percaya dia.. Saran saya kamu hubungi bapak andre dia yang datang waktu dokter yang buat laporan" ujar santi dengan pandangan jijik pada anton.


"setelah dira pergi saya hubungi pak andre, kenapa kasus ini tidak di proses karena sahabat kami memohon jangan di lanjut kan, dira masih memikir kan orang tua dari bajingan ini" teriak santi geram


"sekarang untuk apa kamu di sini hah.. apa mau buat onar ?, jangan harap kau bisa mendekati sahabat kami lagi masih nekad karir mu dan juga keluarga akan hancur" dian


"kalian ancam ak.." anton tatap dian kesal tidak terima


"aku.. kami semua tidak akan biar kan kau untuk masuk ke hidupan dira kami.. Ya itu ancaman terbuka untuk kau sama nenek peot itu.. Ingat pernikahan itu terjadi karena eyang kamu takut tidur di penjara" dian jawab dengan suara yang dingin senyum sinis.


"ini kenapa semakin tidak enak suasana nya ?, bisa kita bicara dengan kepala dingin dan tenang tanpa pakai emosi.. Saya bukan ikut campur coba cerita kan sebenar apa yang terjadi.. bisa kita cari jalan keluar nya sama sama" andi


"itu jalan keluar nya.. Kamu bawa dia dari sini" dian tunjuk jalan arah keluar.


dian tarik tangan santi wulan tinggal kan anton dan andi dari sana.


aku suka bicara orang yang tegas.. andi pandang punggung dian yang makin jauh dari tempat dia berdiri.


anton tarik nafas kasar nampak kecewa di wajah nya aku minta maaf telah sakiti kamu begitu dalam.

__ADS_1


"gimana ndan ?" andi pandang anton tatapan nya menyelidiki.


"ayo kita ke sana untuk lihat keadaan nya, lo masih mengharap si imut ?" andi tanya pada anton kembali.


"bisa diam tidak usah bacot ?" tatapan anton kesal pada andi sambil langkah kan kaki nya menuju dimana tempat dira dapat perawatan.


Sementara haris pandang sekeliling cari seseorang lalu bicara sama lani.


"lani hanya berdua sama mami yang lain pada tidak ikut kemana mereka ?" haris


"ikut kak mereka masih di belakang ntar lagi nyusul kok kak, sarapan dulu kak" jawab lani beri kan bekal yang di bawa tadi alih kan pembicaraan aduh mereka kenapa lama.. Semoga perang jangan sampai pecah.. mereka tahan emosi apa dian lani bingung pandang jauh.


"lani ada apa kenapa gak bareng datang kenapa yang lain belum sampai" sahut haris naik kan dagu minta lani cerita.


"kak mari sarapan dulu.. kak vano ayo mumpung sarapan nya masih hangat" lani menghindar kan pertanyaan haris.


"haris gue titip dira bisa ?, gue mau ke toilet" vano bicara pada haris.


"aman lo tenang saja gue pasti jaga dira gue tidak kemana mana" ucap haris


Haris kaget kesal geram campur aduk begitu juga rangga wildan dan sandi yang masih berada di sana lihat anton jalan di belakang santi dian wulan.


"ish.. ngapain si b×××t ke sini" omel lani


"hai.. apa kabar" anton beri kan tangan pada rangga untuk salaman karena rangga yang dekat posisi nya dekat dia.

__ADS_1


"untuk apa lo ke sini mau nyakitin dira lagi masih belum puas lo ??" rangga


"sabar jangan buat ribut kita di rumah sakit apa lagi dira masih belum siuman" sandi pegang rangga.


"maksud lo apa, tugas gue ke sini untuk kasus yang di.." anton terdiam dengar apa yang wildan ucap kan.


"kalau bukan karena lo dira tidak skan pernah alami ini semua" wildan


"iya benaran kak.. laki laki b×××k yang buat hidup dira menderita, gara gara dia hampir nyawa dira melayang.. dia yang.. Lani kaget vano yang baru datang tanpa banyak tanya langsung hajar anton.


Bugk.. Bugk.. Bugk..


"b×××t lo apa in adek gue a×××g !!!" haris cepat tahan vano


"van.. kita di drpan ruangan dira, hah.. vano sabar tahan emosi lo.. Dira masih belum siuman" vano berontak lepas kan diri dari pegangan anton dan andi.


Bugk...


"tahan ingat dira, van !!, siapa lo ikut campur ?" vano lepas kan diri nya dari pegangan andi.


"maaf.. Kami ke sini hanya jalan kan tugas mohon kerja sama nya" andi berusaha sabar hadapi vano emosi.


"apa bukti nya kamu lagi jalan kan tugas jangan modus b×××k, aku sudah bilang tadi bukan bawa dia pergi dari sini, kau bukan siapa siapa percuma ada di sini" dian bicara pada andi


"begini.." anton diam pandang teman teman yang tidak bersahabat

__ADS_1


"sebaik nya anda sila kan pergi.. Apa lagi suasana lagi tidak baik, semalam sudah ada yang bertugas" haris jelas kan.


"ada apa ini ?" mami haris yang baru datang dari ruang dokter kaget


__ADS_2