
Andi perhati kan sikap anton dari ke luar rumah sakit yang gelisah, andi ngajak anton untuk minum santai sejenak.
"hmm boleh gue tanya sesuatu masalah pribadi sama lo, omongan dari seorang sahabat pada sahabat nya bukan dari bawahan dengan komandan kalau tidak berkenan jangan di jawab" tanya andi
"sila kan.. Lo mau tau soal apa" anton balik tanya pada andi.
"apa maksud dari kata kata para gadis yang kita jumpai di rumah sakit, mereka ada hubungan apa sama istri imut lo"
Anton tarik nafas lalu di buang kasar andi menyesap kopi menunggu apa mau di ucap kan anton dari pertanyaan nya.
"mereka sahabat dira" anton jawab
"mereka begitu benci sama lo dari sikap dan tatapan mata nya yang gue lihat apa yang terjadi" andi kembali bertanya
anton tau dari tatapan mata andi masih akan ada lagi pertanyaan yang mau di ucap kan, mulai mengalir cerita dari mulut anton masalah yang selama ini terjadi di rumah tangga yang dia simpan
👉 itu penyesalan gue sampai sekarang. gue nikahin dira di paksa eyang dengan drama yang bikin gue puyeng. eyang bilang gue sudah di jodoh kan dari kecil. Gue sudah di larang mami mati matian sampai mohon mohon. Gue dari dulu tidak bisa bantah apa pun yang di ucap kan eyang. Terjadi lah pernikahan yang buat mami sampai hari ini tidak mau gue temui apa lagi untuk bicara sama gue anak nya" suara nya terdengar sedih
anton tarik nafas sambil cerita "gue beri kartu untuk ke butuhan nya dira pakai foya foya, hari hari gue marah terakhir siska kirim pesan bahwa dira bawa laki laki masuk rumah gue sangat murka lepas kendali sampai dira di bawa ke rumah sakit dapat perawatan"
andi masih belum puas, setelah anton cerita andi terus aju kan pertanyaan bicara
"apa.. gila lo gue tidak habis pikir setega itu lo sama mami sendiri, sampai segitu patuh nya sama eyang ?, otak lo kabur kemana bego lo kelewat gede" andi
"eyang bilang balas budi sama eyang nya dira, eyang sujud di kaki, gue pasrah terpaksa nurut" anton tunduk kan kepala
"walau pun telah terjadi pernikahan dira sama lo tapi hubungan lo masih lanjut sama kuntilanak ?" andi tanya dengan geram tidak percaya
__ADS_1
iya..
"dan lo telan mentah mentah apa yang di sampai kan kuntilanak tanpa sedikit pun lo percaya apa omongan istri lo ?"
"sedikit pun tidak ada rasa apa lagi kami cuma nikah siri dan lagi gue tidak ada sentuh.." anton
"di sentuh atau pun tidak dia istri lo.. dia tanggung jawab lo sepenuh nya, gue gak tau harus bilang apa, gue kecewa amat sangat kecewa" ucap andi lirih lalu usap muka kasar, anton diam alih kan arah pandang mata nya berkaca kaca.
"karma itu ada pasti lo akan terima dari perbuatan yang lo laku kan, sudah buat hati seorang.. bukan banyak hati wanita yang lo hancur kan" ucap andi kecewa
"gue sudah terima ke hancuran gue dari mami sampai sekarang mami menolak untuk jumpa gue" anton pejam kan mata
"jadi maksud cerita sahabat si imut istri lo yang nyaris hilang kan nyawa sahabat nya ?" andi masih korek cerita anton.
"gue dapat pesan kalau dira bawa pria masuk rumah mereka baru ke luar dari kamar, siska datang cari gue ke rumah" suara anton pelan jelas kan nya.
"kuntilanak itu cerita lo terima tidak ada ke pikiran untuk selidiki pada hal tugas lo di bagian itu, sementara istri lo cerita ada saksi juga bukti tapi lo marah dan di rumah yang lo tempati juga ada cctv ?" andi gusar buang nafas kasar
"mami papi sayang sama dira, nyali gue hilang untuk jujur sama mami papi"
"hah.. maksud nya gimana ?, seorang anton tidak ada keberanian untuk bicara jujur sama otang tua nya" andi bingung
"ke salahan gue sangat besar mami papi gak tau gue nikah siri.."
"apa..!!!" andi teriak makin marah
"gue nikah mami papi pas pergi perjalan an bisnis ke negara sebelah" anton
__ADS_1
"ya sudah lah semua sudah terjadi mau di apa kan lagi waktu tidak bisa di putar balik kan, sekarang apa rencana lo ke depan nya" andi kembali bertanya walau pun dia kecewa dengan sikap anton.
"gue mau dira kembali dalam hidup gue bagaimana pun cara nya kalau perlu gue sah kan pernikahan ini kantor agama"
"sudah yakin apa yang akan lo laku kan.. Banyak yang akan halangi niat lo, apa lo lupa siapa yang bakal lo hadapi?, elvano akan bertindak sadis kalau lo coba usik orang terdekat dia apa lagi ini yang lo ganggu adek nya" andi
"gue akan laku kan apa pun untuk ke bahagian mami.." anton
"bukan hanya elvano yang lo hadapi tapi banyak yang akan hadang lo, banyak yang lindungi si imut" sahut andi ingat kan anton.
Tiba tiba di samping meja mereka ada beberapa orang bicara dengan serius.
"sekarang kita harus lebih hati hati untuk lindungi nyonya bos.. Kita harus lebih perketat keamanan jangan sampai nyonya kita kenapa napa" pengawal satu
"iya itu pasti jangan sampai bos kita si kulkas dua puluh lima pintu beri kita hukuman sangat berat kalau nyonya ada yang usik" pengawal dua
"benar kita doa kan agar nyonya cepat pulih jadi kita selamat dari amuk kan singa hutan yang sudah jumpa pawang nya" pengawal tiga.
"gue senang nyonya ada di samping bos gue lihat si bos wajah nya sudah ada senyuman" pengawal dua.
"serius kapan dimana lo lihat si bos" tanya pengawal tiga kaget juga senang.
"baru datang tadi gue jumpa di parkiran rumah sakit juga ada orang tua si bos, kita di ingat kan si bos harus lebih jeli dan waspada walau pun ada orang nya tuan vano" pengawal satu
"sudah waktu kita tugas ayo kembali" mereka jalan keluar menuju tempat tugas mereka.
"siapa yang mereka maksud.. apa lo ada kenal salah satu dari mereka ?" andi
__ADS_1
Anton geleng kan kepala nya jawab apa yang di tanya andi, anton diam terpaku melihat orang yang bicara di samping meja dia duduk menghadap david.
"david...