
mereka sampai di rumah sakit langsung menuju ke ruangan dimana dira di rawat mereka semangat berharap dira sudah sadar dan bisa kumpul lagi.
Tok tok tok..
Santi ketok pintu ruangan david yang baru datang buka in pintu dengan tampil kan wajah cerah senyum melihat sang pujaan hati datang mereka masuk ruang an setelah ucap kan salam.
"sayang baru datang juga ya" david usap kepala santi.
"tante sudah lama datang" santi angguk kan kepala sapa mama nya bima ganti an mereka raih tangan mama bima beri salam.
"tante sudah lama maaf kami baru bisa datang" wulan
"belum lama juga, santi apa kamu tidak serius sama david ?" tanya mama bima
"haha maksud nya gimana tante ?" santi bingung dengar ucapan mama bima
"mama jangan ganggu mantu nya dong" david cepat cegah mama goda santi
"mama ingin kepastian hubungan kalian mama tidak mau nanti anak mama di kecewa kan, jangan protes diam tidak usak ikur campur mama bicara sama calon mantu mama" mama bima
"santi serius tante" santi jawab pelan
"yakin kamu serius sama david ?" mama
"iya tante tapi kalau tante tidak restui hubungan kami santi ikhlas tante" santi
"mama david serius sama santi, mama kan tau gimana perasaan david sama santi, papa bantu david untuk yakin kan mama" david langsung pegang tangan santi dengan erat santi diam tunduk kan kepala sembunyi kan air mata nya.
"mama jangan buat anak kita sedih ya, kenapa mama tidak suka sama pilihan david ?" papa bicara pelan bujuk mama.
"siapa bilang mama tidak suka pilihan anak mama, ke bahagian anak utama sama mama" ujar mama gak mau kalah.
"terus maksud mama apa, lihat tu anak kita jangan buat mereka sedih" papa
"santi panggil mama dengan sebut tante mana ada mantu panggil mertua seperti itu arti nya dia tidak serius sama anak mama" mama bima senyum puas sudah isengin anak nya.
"mama gak lihat nih mantu mama sedih santi nangis ma" david tarik nafas kesal jahil mama kumat.
"maaf in mama sayang, jangan nangis mama hanya balas saja kelakuan pacar kamu sama mama" mama peluk santi
"kapan david iseng in mama" david
"kalian tidak peduli sama mama setiap mama tanya kalian kapan nikah teman teman mama sudah pada punya cucu apa kalian ada dengar ?" mama cebik kan bibir ejek anak anak nya.
"bima kan sudah kabul kan apa mama minta tapi sabar mama ku yang cantik" bima peluk mama.
Tuk..
"coba kamu kenal kan dira sama mama dari dulu mama gak nunggu selama ini, apa lagi kita satu kota" kepala bima jadi sasaran tangan lembut mama.
"sakit ma.. Dira masih kecil gimana mau bima kenal kan sama mama papa, aduh kepala mas sakit yank mama kejam nih sama suami mu, ayo yank bangun bantu bela mas dari mama cup" cepat bibir bima cium bibir dira dengan lembut.
__ADS_1
"tuk.. kecil kenapa mau sama anak kecil kamu ya gak lihat apa ada orang di sini seenak nya cium mantu mama" mama tepuk kepala bima lagi.
"bima minta obat sama istri bima akibat tangan mama buat bima sakit" bima
"minggir alasan kamu cari ke sempatan kasihan mantu mama" mama
"salah siapa kenapa kejam sama anak nya bima kan butuh vitamin dari istri, eh tunggu mama jangan marah dulu lihat tuh calon mantu nya nangis belum juga jadi mertua sudah kejam sama mantu" bima senyum pandang mama.
"mama sayang sama mantu mama tapi kamu sama dira janji kalian kompak ya bantu mama" mama peluk santi.
"hah.. mama mau ngapain sama mantu mama, jadi mertua jangan ngajar yang aneh aneh, papa lihat tu istri papa" bima
"istri papa kan mama kalian" papa cuek
"tapi jangan sampai ngajak mantu yang aneh aneh" david protes.
"suka suka mama sama mantu mama kalian tidak terima ya sudah nanti nama kalian mama coret jadi anak" mama
"hah sampai segitu nya.. seperti tinggal sama mama palsu" david
"mama yakin coret kita jadi anak?" bima
"hmm kenapa.. emang nya mama kamu gak bisa laku kan nya kalian yang mama coret jadi anak terus dira dengan santi jadi anak mama" mama senyum sinis
"ha ha ha.. tante pintar aku siap sedia tante jadi mantu nya" sandi
Bima pasang wajah angker nya pandang sandi sementara david raih tangan santi "mama gak bisa gitu sama anak jangan sadis pisahin anak sama istri nya" david
Semua kaget dengar teriak sahabat dira mereka senang dira mulai ada reaksi.
Bima jalan dekati ranjang dira langsung cium kening dira dengan uraian air mata vano berdiri dekat ranjang dira langsung pencet tombol darurat panggil dokter.
Mata dira terbuka berlahan dira gerak kan mata nya menetral kan pandangan yang silau kena cahaya lampu, dira lihat keliling ruang tidak yakin dengan yang nampak di depan nya.
"permisi.. bisa kasih ruang untuk saya untuk periksa pasien nya, setelah saya periksa semua normal syukur lah kamu sudah bisa melewati ini semua, pasien hanya perlu istirahat untuk pulih kan ke adaan nya" lalu dokter ajak dira bicara.
"hallo bagaimana perasaan anda nona apa ada keluhan yang di rasa kan?"
"saya hanya merasa lemas, saya ada dimana ?" tanya dira kenapa semua ada di sini pada kumpul, apa yang terjadi ?
"kamu sekarang ada di rumah sakit,saya dokter herman yang merawat kondisi kamu selama koma, kamu ingat siapa diri kamu boleh kita kenalan ?" ujar dokter herman senyum.
"ada apa sama saya.. apa yang terjadi kenapa saya berada di sini ?" dira
"kamu tidak ingat yang kamu alami.. apa yang terjadi sama kamu?"dokter herman
"saya kenapa dokter, sudah berapa lama saya di sini.. saya sakit apa?" dira
"kamu mengalami musibah kamu alami penembak kan di R2 cafe berapa waktu yang lalu" dokter herman
dira perhati kan semua orang yang ada di dalam ruangan satu persatu tanpa ekspresi, dokter herman lihat sikap dira yang biasa saja tidak mengenal salah satu dari mereka yang ada di ruangan.
__ADS_1
"kamu tidak mau sapa mereka, keluarga kamu semua sudah nenunggu momen yang bahagia ini" dokter herman.
"apa yang terjadi sama istri gue, kenapa dia tidak kenal gue suami nya? dia tidak mengenal salah satu dari kita kita.. apa lo bisa jelas kan ?" bima teriak tarik krah baju dokter herman marah.
"sabar nak jangan emosi kita tunggu apa yang mau di jelas kan dokter"ujar mama peluk bima sambil nangis.
"istri aku tidak mengenal aku suami nya ma.. Lo masih mau praktek atau gue hancur kan rumah sakit ini" bima teriak jalan dekati lalu bima peluk dira dengan isak tangis.
"kamu istri mas yank.. kita sudah nikah jangan marah, mas terpaksa kita nikah kamu masih koma, mas laku kan semua ini agar kita tidak terpisah lagi" tangan bima pegang pipi dira mau di cium nya tapi dira paling kan muka.
"kamu siapa..?" dira jauh kan diri nya dari dekapan bima tidak terima dira bicara seperti itu.
"yank kamu.."bima nampak prustasi lihat sikap dira yang acuh, kembali peluk dira walau ada sedikit paksaan dari bima.. Dira diam tidak menolak dan menikmati saja peluk kan bima.
"sayang kamu benaran tidak ingat sama sekali sama kita semua ? juga ke jadian berapa waktu lalu di R2 cafe, sayang dia bima suami kamu nak" mami menangis peluk dira, dira cuma diam dengar kan mami bicara dengan pelan.
Bima peluk mama bicara dengan suara pelan "tolong kasih tau apa yang harus bima laku kan ma"
"tante siapa.. apa tante kenal sama saya kenal sama keluarga saya ?" dengar dira bicara seperti itu tangis mami tidak bisa di henti kan mario peluk mami dek apa yang terjadi sama kamu.. kenapa tidak mengenal kami keluarga mu, yaTuhan jangan pisah kan kami lagi sama dira.. tolong pulih kan ingatan dira.
Vano pandang dira dengan tatapan yang yang sulit di arti kan, vano peluk dira di cium puncak kepala dira dengan sayang
"kakak siapa.. apa kita saling kenal" dira
"iya sangat kenal, kita sodara kamu dira adek kecil kakak yang nakal" vano usap kepala dira dengan sayang.
"benaran kita sodara.. apa aku juga ada ayah.. siapa orang tua kita ?" dira tatap vano dengan pandangan memohon.
"nanti kita cerita lagi sekarang istirahat dulu ya biar cepat pulih lihat tu tampang cemburu suami mu" vano tunjuk bima dengan dagu nya dira nurut sama vano angguk kan kepala.
"gue ngalah demi ke bahagian adek gue" vano tepuk bahu bima.
"jangan paksa pasien untuk mengingat mungkin ini efek dari koma sebaik nya beri waktu untuk istirahat karena pasien baru sadar, saya minta keluarga sabar berlahan bantu pasien untuk ingat kan masa lalu nya saya permisi dulu" dokter herman pamit sampai di luar bima juga vano dapat pesan dari dokter herman.
📩dokter herman "gue mau bicara sama lo berdua apa bicara nya di ruang gue"
📩bima "kita bicara di sini gue tunggu lo berdua di ruang istri gue"
📩vano "gue ada keperluan setelah kelar kerja gue langsung ke sana"
📩bima" buruan datang jangan sampai telat ganggu tidur orang"
📩vano "b×××t..
📩dokter herman "wuish penganten baru pamer nih sama kakak ipar, lo apa kagak ke pingin di kelon istri tuan muda vano😄.. Dasar adek ipar hati hati nanti istri lo di bawa kabur kakak nya kejer lo nangis😉"
📩vano "s×××n.. lo gak sayang sama tu profesi sudah capek praktek !!"
📩bima "b×××t jangan lo jadi pengkianat mau istri lo kagak belanja 😤"
📩dokter herman "😎🏃
__ADS_1