Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
9.apa salah aku pergi


__ADS_3

Dira baring di atas dipan dalam kamar.melamun pandangannya kosong menatap langit langit kamar..air matanya tak berhenti mengalir... apa sebaiknya pernikahan ini aku yang urus agar bisa lepas..apa salah dira pergi dari rumah ini..


"braakk.." pintu kamar di buka dengan keras dira kaget belum sempurna berdiri tamparan melayang lagi dari tangan anton di pipi dira


"plaak..kuping kamu gak ada gunanya enak santai santai, saya teriak panggil kamu sedikit pun gak ada sahutan.seperti ini sikap seorang istri, suami pulang kerja capek capek bukannya di layani"


"ma..ma'af tuan "


"apa dengan ucapan ma'af kamu semua selesai,


gak ada guna..tau hanya nangis.buktikan kalau kamu istri yang baik..apa yang di bilang eyang. kalau hanya untuk nyusahin menghilanglah dari kehidupan aku, jangan cuma pandai foya foya hambur hamburkan uang aku..s×××n"


anton langsung pergi entah kemana setelah keluar dari kamar dira dengan wajah garang dan amarah yang tidak bisa di artikan.


anton begitu sangat marah dengan dira, sedang kan dira di kamar bingung dengan perlakuan anton terhadap dirinya. dira mengusap pipinya dapat cap lima jari yang kesekian kalinya dari tangan anton sambil cegukan nangis.


mendapat pelukan dari bik sumi tangis dira makin pecah


"non dira..ada apa dengan den anton ?"


"ma'af bibik bukan ikut campur, tapi den anton kenapa marah marah?"


"dira gak ngerti bik..ada apa sama kak anton. mungkin kak anton lagi banyak pekerjaan" ucap dira sambil senyum


ya..Tuhan,apa seperti ini perlakuan den anton sama non selama pernikahan ?..non masih bisa tersenyum menenangkan bibik. semoga kebahagian menyertai hidup non setelah ini. sebaiknya bibik kabarin nyonya.


...~...


"praangg.." fano tanpa sengaja jatuhkan gelas di tangan, mario kaget..bingung lihat si bos kayak orang linglung seperti ada yang di pikir. mario langsung hubungi bagian kebersihan untuk bersihkan ruangan si bos


"astaga..kenapa bos, mikir apa..? tiba tiba hp mario berdering


"dreet dreet dreet..ya..hallo..."


"hmm..baik tuan nanti saya sampaikan.." jawab mario matanya pandang fano


"siapa..apa ada kabar.." tanya fano dengan datar


"napa gue ke pikiran adek gue..adek gue kenapa ? napa sakit rasanya rio" fano meringis pegang dadanya sambil hapus air mata.


mario bingung lihat fano nangis..Tuhan kenapa lihat fano seperti itu aku merasakan sakit juga, semoga nona baik baik dimana pun nona berada..kasih kak rio petunjuk biar kak rio jemput dek..gumam rio buang muka hapus air matanya.


"nona kangen sama lo kali bos.." ucap mario


"bos kenapa lo gak bisa di hubungi tadi tuan..."


"kenapa..handoyo hubungi lo..no nya gue blokir" jawab fano cuek


"tau dari mana lo..papi lo hubungi gue..kangen sama papi mu sayang.." mario ngejek fano


"a×××g..ya tau lah..tadi lo ngomong tuan.."


"sadis lo bos..sama papi sendiri, jadi anak durhaka lo bos"


"bodo ahk..sebelum adek gue ketemu..jangan harap gue baik sama dia" ujar fano emosi


"gue sadis lo bilang ?,handoyo yang sadis..dia buang anak yang gak tau apa apa !!"


"adek gue masih kecil,rio..perempuan..gak tau apa apa..tua bangka buang adek gue anak kandung dia dengan bunda " ujar fano dengan wajah merah emosi


"sabar..bos,semoga cepat kita kumpul dengan nona" jawab mario..vania sekretaris fano mintak izin masuk


"tok tok tok..


"ma'af tuan..ada nona dona di lu.." tiba tiba dona adek tiri fano nyelonong masuk ke ruangan


"kakak aku kangen..." dengan sok manjanya dona masuk ruangan untuk jumpa fano tapi dengan cuek tanpa ekspresi fano hubungi keamanan kantor


"ke ruangan saya beberapa orang sekarang.."


"seret perempuan ini ke luar dari ruangan saya dan dari perusahaan saya" perintah fano dingin


"kakak..aku adek kakak.."dengan sok manja mau peluk fano..dona mulai berulah dengan tingkahnya tapi keamanan langsung nahan dona


"diam..kau bukan adek aku.." ujar fano dengan pandangan seram dan emosi


"siapa yang izinin dia masuk ke perusahaan" tanya fano geram


"ma'af..saya tuan, nona ini bilang dia adek tuan" sahut keamanan

__ADS_1


"kamu masih mau kerja di sini ikutin perintah saya..paham.." fano beri kode perintah suruh keluar lalu pandang mario,mario ngerti dengan pandangan fano


"baik tuan,saya permisi tuan.." lalu ikutin mario, mario mengingatkan para tim keamanan bahwa tuan muda tidak mengizinkan istri tuan besar dan anak anaknya masuk ke perusahaannya.


...\=\=\=\=\=...


sambil menghentak hentakan kaki dengan kesal ingat sikap fano tadi,tapi dona masuk ke dalam rumah langsung pasang wajah yang pura pura sedih mencari sang papi lagi duduk santai di ruang keluarga dengan mamanya


"papi.. hiks hiks hiks.." dona langsung peluk papi fano mengeluarkan air mata hayalan agar sang papi tiri percaya


"kamu ada apa..kenapa nangis ?,anak papi kenapa..siapa yang buat kamu sedih ?"


papi fano peluk dona elus kepala pandang istri di samping


"dona iri lihat teman dona di manja kakaknya"


"dona juga pingin punya kakak, kangen sama kak fano..papi..hiks hiks hiks" jawab dona


"nanti kita kita jumpa kakakmu..kita ke rumahnya..kak fano masih di kantor sayang "


"benaran kan pi..yee aku senang pi"


"apa lagi bisa tinggal bareng kak fano. bisa selalu dekat kak fano"


"aku juga pingin di sayang kakak kayak teman aku di sayang kakanya..nanti papi tolongin bilang kak fano..ya, pi, aku tinggal sama kakak"


"papi..ya ya..papi.." ucap dona manja


" iya sayang nanti papi bilang fano..manjanya anak papi" sambil elus elus kepala dona,


"ih papi manja dona hanya sama papi " sahut dona..kedipan mata dona berikan pada mama, sang mama senyum menganggukan kepala.


mario pusing lihat tingkah fano yang masih marah semua kena imbas..di ruangan rapat gak ada yang bener ada saja yang salah akibat dari kelakuan dona tadi, fano lempar mario dengan botol kosong


"b×××at lo gak suka lagi kerja di sini, rio..kenapa bisa kecolongan dakocan masuk?" ucap fano


"kali aja kangen sama lo saking cinta..lo gak dengar dia ngomong apa tadi sama lo bos"


"kakak aku kangen..duh manjanya adek kakak" mario tiru gaya dakocan sambil ngejek fano


"b×××t adek gue belum ketemu mario..gara gara lo..adek gue cantik bukan dakocan"


"sabar bos kita berusaha yang terbaik tapi kalau lo akuin dia adek lo gue mau di jodohin kan adek bos " jawab mario goda fano


"sampai gue mampus gak bakalan pernah gue ngakuin anak mak lampir adek gue a×××g"


"ha ha ha..cantik..manja lagi" mario ngakak ketawa makin jadi mario pancing emosi fano


"bodo amat.. balik..makin capek gue ladenin ni pacar dakocan.." jawab fano cuek


"suek lo.." mereka ketawa keluar untuk pulang


satpam di rumah fano bingung harus bersikap gimana karena tuan besar datang berkunjung ke rumah fano serba salah gak di bukak gerbang yang datang tuan besar kalau di bukak tuan muda beri perintah tidak izinkan.


"hai..kamu gak lihat saya datang bukak gerbang


saya mau masuk.." perintah tuan besar


"ma'af tuan besar..tuan muda gak ada di rumah belum pulang kantor" ujar satpam takut takut


"saya akan tunggu di dalam bukak gerbang"


"kamu mau di pecat..ini rumah anak saya" ucap tuan besar emosi merasa gak di hormati


"ma'af saya tuan besar..saya gak berani buka gerbang, tuan muda bilang istri sama anak anak tuan besar gak di izinkan untuk masuk" satpam tundukan kepala gak berani lihat tuan besar


"pecat aja pi, dia gak hormati papi, ini kan rumah kak fano, anaknya papi" dona mulai pancing emosi papi fano


fano yang baru sampai di depan gerbang ada mobil papinya.keluar dari mobil jalan hampiri mobil papi berada di depan mobilnya.tanpa di sadari orang yang berada dalam mobil,ada fano.


fano geram dengar omongan dona yang mulai lagi mau buat onar di rumah nya.


"siapa yang mau kau pecat hah..emang kau siapa.." ujar fano dengan tatapan dingin


"fano sudah pulang..papi ada perlu sama kamu ada yang mau papi omongkan"


"aku capek..ada perlu besok aja di kantor.. hmm mario lo urus " fano masuk mobil tanpa peduli


"baik tuan muda..saya kerjakan" mario langsung jalan tapi sebelum mario menemui tuan besar.. mobil handoyo mengikuti mobil fano masuk

__ADS_1


"fano papi mau bicara..adek adekmu kangen sama kakaknya, adekmu dona sama sisil mau nginap di sini..mereka pingin dekat sama kamu"


"fano..dengar papi kamu lagi ngomong..apa kamu gak bisa hormati papi kamu? marni istri papinya ikut ngomong, dona si pembuat onar ikut ngoceh, fano makin muak mendengarnya


"kakak..aku iri sama kawan aku yang di sayang kakaknya.aku pingin juga di sayang seperti kawan aku di sayang kakak,kak kami boleh.."


"mario urus orang..aku gak mau di ganggu"


"kalau perlu lempar keluar" ucap fano dingin dengan aura horor


"papi.." sisil


"papi.." dona


dona sama sisil barengan panggil papi dengan manja gandeng tangan papi


" fano adek adek mu.."


"mario lakukan apa yang aku perintah,kau mau aku pecat !! fano ngomong tanpa melihat langsung masuk rumah, tuan besar langsung ngomong dengan nada rendah


"dona sama sisil tinggal sama kamu di sini fano,jaga adek adek mu selama tinggal di sini !! coba kasih mereka ke sempatan untuk dekat dengan kamu fano"


"adek aku sudah kau buang, sekarang gimana keadaannya..apa masih hidup,apa ada sehat, aku gak tau..sekarang bawa keluar anak istrimu dari rumahku..mario seret orang orang ini keluar dari rumah aku..!!" ujar fano dengan tatapan dingin ke arah papinya


"kau akan menyesal setelah tau kebenarannya!!! tuan besar yang harus kau ingat aku bukan anak mu lagi, selama adek ke sayangan aku satu satunya belum aku jumpai " sahut fano


tuan handoyo termenung dengar omongan fano tapi karena ego yang tinggi tuan besar merasa dirinya benar gak mau mendengar apa yang di ucapkan fano anaknya.


"fano..kamu bisa lembut dengan dona dan sisil mereka berdua adekmu.mereka sayang sama kamu, kakak mereka"


"mariooo...!!!" fano langsung berlalu dari ruang tamu tanpa mau mendengar omongan papinya, sedikit pun fano gak noleh lihat mereka.fano menhubungi seseorang


dreet dreet dreet..


"gimana ke adaan mami bik? tolong kasihkan hp ini sama mami fano mau ngomong sama mami bik..hmm makasih bik" fano berucap pelan sama bibik yang fano hubungi tadi


"hallo..mami apa kabar,gimana kata dokter tentang kesehatan mami,kapan fano boleh jemput mami.fano kangen mami.fano gak jenguk mami tadi,ma'af fano mi.."


"ada apa sayang ..kamu banyak pikiran.mami baik mami sudah sehat hanya demam biasa aja nak..gak apa apa bibik rawat mami dengan baik


gimana..ada kabar tentang adekmu nak?"


"ma'af fano..sampai sekarang belum bisa jumpa adek.mami fano harus gimana.."


"fano takut ada apa apa dengan adek fano"


"sabar nak, jangan patah semangat..adek sedang tunggu ano di suatu tempat.mami selalu berdo'a untuk kalian berdua anak mami"


"fano sudah makan..sekarang istirahat lah"


"iya mi.besok fano jemput mami,ya. malam mi


...\=\=\=\=\=...


aasrrrggghhh..ada apa dengan aku?, ya Tuhan kenapa aku sampai segitu emosi dengan dira. aku tau ini bukan ke salahan dia.dira berhak berhubungan dengan siapa saja.aku yang tidak menginginkan pernikahan ini.dia berhak untuk bahagia yang tidak pernah ku berikan tapi kenapa hati ku tidak bisa menerimanya? gumam anto dengan kecewa.


pagi pagi anton bawa tas kecil ke luar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan. anton ngomong sama bik sumi bahwa dia mau pergi dinas ke luar kota.se belum anton ke luar dari kamar dira menghindari anton lalu cari bibik


"bik boleh dira mintak tolong sama bibik? dira menemui bik sumi di belakang lagi beberes, setelah dira siap masak dan menata makanan di atas meja


"ada yang bisa bibik bantu non dira?" ucap bibik


"hmm..itu sarapan sudah selesai dira masak juga sudah dira tata di atas meja, dira izin ke luar nanti kalau tuan anton mau sarapan bibik bantu dira.bibik sarapan aja dulu jangan tunggu dira..gak apa apa bik" ujar dira senyum


"baik non..bibik bantu,non hati hati di jalan" non


*bibik harus gimana apa yang bisa bibik bantu gumam bik sumi sedi*h.


"bik sumi saya beberapa hari ini dinas keluar kota, saya titip rumah bik.bibik masak apa" ucap anton pada bik sumi.mata anton melihat pintu kamar dira yang masih tertutup gak biasanya tu pintu kamar masih ke tutup kemana dia.. apa masih tidur.apa gak pergi ke sekolah hari ini atau ke rumah sakit jenguk ibuknya.


"baik den bibik akan jaga rumah den anton"


"non dira yang masak tadi pagi bukan bibik yang masak.ada yang bisa bibik bantu..den anton butuh sesuatu?" tanya bik sumi karena bibik lihat anton ada yang di cari.


bik sumi senyum melihat tingkah anton. den.. den kok gensi tanya istri sendiri.makanya istri jangan di sakiti kalau sudah pergi baru nyesal


"ma'af kan bibik non..den bibik salah ngomong" ucap bik sumi tepuk tepuk bibirnya.


" gak bik..gak apa apa.saya pergi bik.hati hati di rumah" ucap anton *masih saja melirik ke arah pintu kamar dira dengan tatapan ke cewa

__ADS_1


¤¤¤ selasa 15 februari 2022/15.31 wib ¤¤¤*


__ADS_2