Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
mohon restui saya


__ADS_3

Ceklek..


Semua orang yang berada di ruang tungu depan ruangan tempat dira nendapat kan pertolongan serentak alih kan pandangan ke pintu ruangan itu mendengar suara pintu di buka.


Melihat para team medis keluar dari pintu masih tampil kan senyum walau pun nampak wajah lelah di muka para team medis semua langsung bergerak jalan mendekati untuk mendapat kan info yang pasti masalah kondisi dira.


David sama para sahabat nya berhenti main ponsel dan saling simpan benda pipih yang ada di tangan mereka.


David buang nafas dengan pejam kan mata perhatikan bima yang masih nampak terpuruk maaf bim.. Bukan nya gue gak peduli sama lo tapi gue emang sengaja alih kan perhatian lo.. dengan teman teman biar lo tenang.


"bagaimana kondisi anak saya, dokter ?" papi handoyo langsung aju kan pertanyaan, dokter tarik nafas kuat berusaha bicara tenang


"untuk sekarang saya hanya bisa kata kan bantu dengan doa karena.."


"maksud anda apa bicara seperti itu hah.. ?" bima emosi muka nya merah padam dengar apa yang di kata kan dokter, david buru buru tenang kan bima.


"sabar bim.. Kita harus dengar apa penjelasan dokter, tahan emosi lo" david tepuk bahu bima haris dan yang lain dekati bima beri dukungan


Vano peluk mami nangis terisak sedang kan mario berdiri di samping papi cepat pegang papi karena papi hampir jatuh.


"maaf.. Maksud saya operasi nya sukses tapi pasien masih belum sadar karena pengaruh obat, bisa saya bicara dengan keluarga pasien ?"


"loh elvano bima haris apa kabar.. Wah kalian semua ada di sini ada apa siapa yang sakit ?" dokter itu kaget tidak percaya teman teman nya semua pada kumpul.


"pasien lo adek gue.. Apa yang terjadi, gue mohon tolong selamat kan adek gue" jawab vano pelan dengan memohon.


"tenang dulu vano.. kami para medis di sini berusaha beri kan yang terbaik untuk pasien dengan semampu nya dan di bantu dengan doa dari keluarga, baik lah mari kita bicara ke ruangan saya" dokter angguk kan kepala ajak vano dan keluarga ke ruangan nya.


"mario lo di sini bantu gue jaga adek.. gue titip adek gue sama kalian" ucap vano bicara sama mario dan teman teman nya.

__ADS_1


"jangan khawatir lo tenang saja.. Kami pasti jaga dira, adek lo adek kami juga" ujar haris


Papi vano pamit sama papi haris, tepuk kan di pundak papi vano di beri kan papi haris untuk demangat kan papi vano.


"vano mami ikut.." mami pegang tangan vano untuk ikut.. vano senyum angguk kan kepala pandang mami jalan sambil gandeng mami, papi ikuti dari belakang dengan wajah sendu Tuhan tolong selamat kan anak gadis hamba beri lah dia kekuatan untuk sembuh jangan buat hamba menyesal seumur hidup, doa papi untuk dira.


setelah sampai di ruangan dokter yang vano sama orang tua nya di persilakan masuk.


"silakan masuk vano om tante"


"hmm.. terima kasih, her" vano


"iya terima kasih nak dokter" mami


"terima kasih dok, apa ada yang serius terjadi sama anak ku dokter ?" tanya papi


"kenal kan om tante saya herman teman nya vano, maaf saya mengaju kan pertanyaan nya untuk melanjut kan perawatan pada adek nya vano om, sebelum terjadi peristiwa ini apa pasien keadaan nya tidak stabil atau sedang ada masalah ?"


"bukan.. Pasien seperti nya menolak untuk menerima.." vano potong omongan dokter herman dengan emosi.


"herman gue kurang malah tidak paham sama sekali di bidang kesehatan jadi lo ngomong nya yang jelas yang bisa gue mengerti"


"sabar nak.. Kita dengar dulu apa yang mau di jelas kan sana nak herman" ucap mami elus tangan vano, vano pejam kan mata tengadah kan kepala lalu vano hirup oksigen sebanyak banyak nya kemudian di lepas kan.


"maaf kan vano nak dokter"


"iya gak apa apa, tan.. Saya mengerti tapi saya harus beri tau yang seharus nya, pasien tidak merespon dia menolak di bawah alam sadar nya untuk sadar dia merasa lebih nyaman seperti ini.. seperti nya dia mengalami hal yang menyakit kan"


"gue gak tau persis apa yang terjadi dan ada di fikiran dira adek gue karena kami terpisah cukup lama, gue minta waktu cari tau apa yang di alami, secepat nya lo gue kabar kan" jawab vano.

__ADS_1


"secepat nya bro, agar kita bisa cari solusi nya"


"hmm.. Secepat nya, ayo mi kita ke tempat dira, her kami permisi dulu.. Terima kasih"


Mami sama papi pamit


"baik lah.. Silakan"


...¤¤¤¤¤...


"vid sudah dapat kabar apa dari anak anak ?" suara bima pelan bertanya pada david kenapa gue merinding dengar suara bima ?


"mereka mengaku dapat perintah estafet dan mereka tidak saling kenal dengan bayaran via tranver tapi anak anak sudah dapat info orang yang beri mereka orderan"


"hasil nya..???" tatapan bima dingin pandang david "vid..!!!"


"hmm.. " david tidak jadi bicara para pria idola wanita sudah ada di dekat mereka berdua.


"ada yang bisa gue bantu untuk meringan kan tugas anda bos ?" tanya sandi santai


"hmm.. ada transveran kerja nya teman bisa gue kasih gratisan" rangga ikut ngoceh.


"gue juga terima orderan timpak timpuk" haris jawab gak mau kalah.


"apa ada bagian untuk daku yang tampan ini ?" wildan pandang bima david gantian.


gank rusuh pandang para idola wanita dari seberang duduk mereka saling tukar pandang


"apa yang di fikiran kalian apa sama yang ada di pikiran aku ?" tanya dian pertegas ucapan nya

__ADS_1


"hmm pasti sama"


__ADS_2