
Dreet dreet dreet..
Ada nada dering dari ponsel dian lalu di ambil ponsel dari kantong celana, lihat siapa yang hubungi langsung di buang nafas lihat kontak dian beri kode para sahabat nya angkat ponsel.
"siapa.." santi wulan lani kompak tanya dengan gerak kan bibir.
"kang mas prasetyo.. " dian jawab santai pamer kan layar ponsel nya.
Oh.. jawaban praktis dari mereka.
astaga itu nama nya bapak dian.. Dira tunduk kan kepala senyum geretak kan gigi geram sampai bapak ikut terlibat.
kenapa kamu senyum ? apa yang ada di pikiran kamu sekarang yank.. ? kening bima berlipat lihat dira senyum.
"siapa kang mas prasetyo.." mario tanya
"bapak nya dian" jawab mereka kompak
"hah kenapa di panggil kang mas" tanya sandi bingung, haris terkekeh kawan nya ikut bingung dengar jawaban jail mereka
"ibu panggil kang mas" dian jawab cuek
ha.. ha.. ha..
"ibu ratu sama mantu pasangan serasi.. memang sudah komplit penderitaan nya bos gue" mario tertawa puas.
ck.. puas.." vano tatap tajam mario dia paham kemana arah omongan mario yang lain ikut tertawa dengar kata mario
dian cepat jawab panggilan bapak nya "hallo ya ada apa pak ?" dian beri kode diam tutup mulut dengan jari nya lalu di loud speaker ponsel nya tidak ada yang rahasia untuk mereka.
"sayang.. kenapa kerja sama kita sama pak gunawan kamu putus kan ada apa nak ?" mereka kaget dengar pertanyaan bapak pras, dian angkat bahu cuek lihat pandangan teman.
"sayang.. nak.. Dian.. jangan bikin bapak marah nak ?" tanya ibu dian pada anak nya dengan suara lembut.
"dek.. ada apa kamu gak jelas kan jadi kami tidak ngerti jangan diam saja dek.. kamu mau kakak marah !!" sahut bowo kakak dian geram dengan tingkah adek bungsu ke sayangan nya.
"satu pun tidak ada yang bicara.. Lani !!!" bowo mati kan panggilan telfon setelah panggil nama lani tegas, mereka saling tukar pandang meringis.
"hati hati nanti jawab nya jangan sampai ngacok ingat !!" wulan ingat kan jangan sampai lani ke ceplosan nanti kalau di tanya sambil pegang pipi lani.
"ish kenapa brewok panggil lani ?" lani
"karena lo anak paud susah di bilangin" ejek wulan cubit pipi lani.
;
"dian gimana ini.. kenapa bapak di libat kan mana brewok sudah ikut sidak kita lagi" santi garuk kepala nya.
"maka nya rambut keramasin biar bersih jadi tu kepala tidak ada piaraan" dian alih kan omongan.
Diaaan... teriak santi kesal.
"jangan marah nanti jelek kasihan sama babang pid, tenang ada barbi pelindung kita pasti si brewok bisa di aman kan" dian santai bujuk santi.
Drreet drreeet drreeet..
Sontak mata mereka membulat kaget panggilan vidio call dari bowo kompak buang nafas " uuuffff...
Semua yang perhati kan tingkah mereka geleng kepala di sertai tertawa lepas.
"angkat tu panggilan nya.. kenapa tidak berani jawab panggilan nya takut iya.. !!" komentar haris tatap mereka.
"sayang.." david naik kan alis pandang santi minta penjelasan tapi santi angkat bahu jawab pertanyaan david.
"pertanggung jawab kan apa yang telah kalian laku kan jangan lari, angkat tuh berisik.." perintah wildan.
"iya kak ini mau di jawab" tatapan dian memati kan pada wildan.
"hallo.." dian jawab panggilan bapak nya
__ADS_1
"salam dulu nak.. sekarang kalian lagi dimana" ibu nurmala ibu nya dian tanya sama anak nya.
"dian tidak dengar ibu ngomong kalian sekarang lagi dimana ?" ibu nurmala ibu dian tanya sama gank ricuh.
"Assalammu'alaikum.. dian sama yang lain di rumah sakit bu dira di rawat" dian jelas kan pada ibu nya.
apa..
"Dira kenapa dek apa yang terjadi sama dira !!" tanya bowo suara datar
"wa'alaikumsalam.. kalian gak bohong in ibu, dira nya mana ibu mau bicara" ibu
"lani benar dira di rawat.. dira sakit apa, dira nya mana, kakak mau bicara !!" lani kaget di panggil bowo, mereka angguk kan kepala lani.
"iya kak ini dira lagi istirahat, kakak mau bicara sama dira kan" lani beri kan pada dira ponsel yang di pegang.
"sayang kamu kenapa bisa seperti ini.. sakit kenapa gak kabar kan kami dek.." bowo bingung gak ada tanggapan dira.
"kak dira tidak ingat sama kita, dira nya amnesia kata dokter" lani
"sayang gimana perasaan nya sekarang nak, sabar pelan pelan ibu percaya nanti bisa pulih seperti dulu di bantu mereka sodara mu" ibu dian semangat kan dira.
"Aamiin.. iya dira baik bu, makasih doa nya untuk dira" dira senyum.
"dira.. bapak mintak dira jangan nyerah.. kamu gak kangen sama bapak.. bapak kangen sama kamu nak" bapak dian
"iya bapak dira sudah sehat, maaf bapak nanti dira kunjungi bapak" dira kangen juga sama bapak sama ibu.
"dira cepat sehat ya sudah lama kamu gak ke sini kangen.. teteh tunggu sudah lama teteh gak bikin heboh dengan gank ricuh" lidya istri nya bowo.
"sayang yang benar bicara sama mereka gak di ajak, kerja nya sudah bikin pusing apa lagi ada tawaran yang manis" lidya nyengir di tegur suami nya.
"jangan khawatir teh.. terima kasih atas undangan VVIP nya tunggu gank ricuh pasti datang.. benar kan sodara tawaran nya di sambut ?" wulan pancing.
"yes pasti di terima.." jawab bersamaan sabar ya dira janji tidak lama lagi kerja dira selesai dira ikut bicara dalam hati.
"bim lihat tuh sikap istri lo ipar gue coba perhati kan sangat mencuriga kan apa cuma ke curigaan gue" david kode bima
"maksud lo gak paham gue" balas bima
"ck.. semenjak nikah lo sekarang bego.. lihat ipar gue sikap nya santai biasa aja seperti mengenal keluarga dian" david jelas kan, bima jeling mata nya pandang david kesal di kata kan bego.
"b×××t.. gue juga bingung dengan sikap istri gue, seperti nya istri gue ada yang di sembunyi kan nya dari kita" bima
"dian kenapa perusahaan om gunawan kamu ganggu nak dia sahabat bapak ?" bapak tanya dian.
"om gun sama istri nya emang baik tapi eyang sama anak jahat pak" dian ngadu
"dian bicara yang sopan jangan ngasal keluarga kita sudah saling kenal dek" bowo tegur adek nya.
"tunggu itu yang duduk di sebelah dira bima ada elvano.. loh kamu kenal sama mereka" bowo tanya dian pas dian bawa ponsel keliling lihat kan semua orang dalam ruangan.
"kakak kenal sama semua nya, kak bima suami dira, dan kak vano kakak dira ada kak haris kakak santi" dian jelas kan.
"bang david pacar santi lani pacar kak rangga, dian calon istri kak vano gitu lah berita nya kak" wulan bicara tanpa dosa
"wulan pacar kak wildan.." sahabat nya kesal dengar ucapan wulan langsung santi dian lani bersamaan bicara.
"kenapa sebar kan berita tidak lengkap di gantung dan lagi siar kan berita tidak benar mau jadi tersangka !!" omel dian
"dian sekarang bawel makin cerewet.. Benaran deh bu" wulan ngadu sama ibu
"bukan cuma dian yang bawel tapi kamu nya sangat rempong" santi cebikan bibir
"santi benar kalian berdua sama sama.." lani tampil kan senyum imut nya.
"wah kebetulan nih bos gue jumpa sama mertua sama kakak ipar keluarga baru" bisik mario dengan terkekeh goda vano, pasang muka datar vano pandang mario
"kalian bisa tenang dulu bapak ibu dian mau bicara.. silakan om tante" haris tengahi keributan adek adek nya.
__ADS_1
"haris kalian semua apa kabar, makasih benar bapak ada yang mau di tanya nih sama dian" sahut ibu.
"dian maksud kamu bicara seperti itu coba lebih jelas bapak tidak paham" ujar bapak dian minta penjelasan anak nya.
"bapak ingat anak om gun.. eyang nya paksa dira nikah sama anak om gun dia laku kan kekerasan penyiksaan baik fisik mau pun mental, dira terlalu baik untuk balas itu sebab nya dian yang balas kan" dian jawab seenak nya.
"sayang seharus nya kamu tiru dira nak.. tidak baik balas" ibu sabar kan dian.
"eyang sama cucu jahat nya sudah tidak bisa di maaf kan, dira hidup sekarang itu hadiah istimewa dari Tuhan" dian marah
"dian maksud nya apa hidup dira hadiah istimewa dari Tuhan nak.." ibu cemas nampak dari raut wajah nya.
"dira nyaris ke hilangan nyawa nya bu.. kelakuan suami nya" santi terisak.
"santi bicara pelan pelan yang jelas biar kami di sini ngerti" bowo.
"kak.. dira mendapat kan kekerasan dari suami nya.." wulan dan yang lain mulai cerita di iringi tangis sahabat nya.
"wulan.. siapa suami dira, kapan sodara kalian nikah, dimana siapa saksi nya.." bapak emosi dengar cerita anak nya.
"kami gak tahu kapan dira nikah bapak.. santi tidak sengaja dengar si b××k maki bentak dira di rumah pada waktu buat tugas mau ujian akhir" santi terisak.
"kamu lagi di rumah bersama dira santi jadi tau dimana tinggal nya ?" bowo
"santi gak tau kak, kami vidio call buat tugas nya, santi di kirim alamat rumah waktu dira sudah sekarat sebelum dira pingsan" santi nangis di peluk dian.
"kamu sudah bantu lapor polisi ?" bowo
"sudah di bantu dokter yang tangani dira tapi kasus nya tutup tidak di proses atas permintaan dira sendiri" santi
"dira bilang tidak mau ada urusan sama keluarga nya apa lagi sama si b×××n itu" dian bicara santi masih nangis.
"astaga dek kamu terlalu baik orang nya, nama petugas yang datang ke rumah sakit siapa dek ?" bowo
"nama nya pak andre" santi kaget tiba tiba bima david teriak bersama.
Apa andre..
"benaran san, andre nama petugas yang datang" bima tanya david cepat hubungi andre melihat wajah bima.
"sabar andre lagi tidak di tempat dia ke luar kota" david tepuk bahu bima.
"sekarang bapak beri kalian izin untuk bertindak tapi ingat jangan melampau batas dan apa pun itu rencana kalian beri tau dulu sama bapak, dimana dira bapak mau bicara" pungkas bapak dian
"bukan dian yang bertindak, dian sudah mintak tolong sama om kumis" dian
"dian astaga nak.. jangan kang mas lihat anak mu !!" ibu dian marah melotot lihat pada bapak.
"dian gak nyusahin kok.. ibu tenang saja dian buat olah raga jantung orang itu aja kartu suaka dari bapak sudah turun jadi dian boleh dong manfaat kan fasilitas.. Dian sayang banyak banyak sama bapak muuuaaahhhcccc.." dian nyengir.
kang mas..
"jangan marah sama kang mas sayang.. anak anak kita sudah besar mereka tahu apa yang mesti di laku kan" bapak bujuk ibu lagi marah.
"sayang kang mas tetap awasi mereka.. Dira.. maaf bapak ibu tidak bisa datang jenguk kamu nak, bapak tunggu kamu di rumah cepat pulih sayang.. kami sayang kamu" bapak dian senyum peluk ibu.
"makasih bapak ibu.." dira juga sayang sama bapak ibu. Dira hapus air mata.
Tuhan dira mau melupa kan semua nya.. Dira tidak mau orang yang dira sayang sedih, kenapa kalian cerita kan..
"yank.. jangan di tahan biar lega nangis saja jadi tidak ada beban lagi setelah ini mas gak mau istri mas banyak pikiran.." cup.." bima cium bibir dira sekilas di raih badan dira masuk dalam peluk kan nya.
yank.. Kamu begitu sedih dengar cerita mereka, apa kamu sudah mengingat nya atau hanya terbawa suasana.. mas amat senang kamu sudah ingat tapi kamu masih sembunyi kan dari mas, rencana apa ada di balik sikap kamu ini, kenapa mas dan kami semua tidak boleh tahu kenapa tidak cerita.. kami semua pasti bantu kamu yank.. jangan gegabah ambil tindak kan mas mohon tolong hati hati. Bima pejam kan mata pasrah cium puncak kepala dira.
vano kaget di senggol mario alih kan pandang arah bima setelah mario kode dengan dagu nya "perasaan gue curiga lihat sikap adek ada yang aneh, pas dira sadar dari koma nya" mario bicara pelan setelah mereka jauh dari yang lain.
"apa yang ada dalam otak lo lihat sikap dira" vano balik tanya.
"adek kita nakal nya bertambah.. adam datang dia langsung bicara santai lihat bima kesal dira senyum, gue cuma ingat kan lo hati hati bisa bisa kita di kerja in seperti suami nya" mario buang nafas uuuffff..
__ADS_1