Ma'Af (Aku Sayang Kamu)

Ma'Af (Aku Sayang Kamu)
cemburu


__ADS_3

Dira..


bima kesal menahan emosi sedari tadi ada pria terus tanpa berkedip mata nya tatap sang istri kenapa dia datang siapa yang undang.. ahk andre kemana lagi


Bima ngedumel sendiri tidak terima ada yang datang dekati mereka manggil dira bima perhati kan dira yang diam sedikit pun tidak respon mata bima bergerak ke sana sini cari orang yang di maksud gak nampak.


"hai bim apa kabar.. selamat bahagia.." ucap anton tangan nya bersalaman tapi mata terus pandang dira tanpa berkedip


"oh ya terima kasih sudah meluang kan waktu untuk datang" balas bima senyum


"terima kasih.." dira tangkup kan ke dua tangan nya di dada sebelum anton ulur kan tangan untuk salaman tanpa ada niay melihat anton.


"bim gue minta maaf bisa.." anton


"abim boleh ke kamar dira capek.." dira cepat minta izin bima untuk pamit undur diri sebelum anton bicara.


"kenapa yank.. apa yang kamu rasa kan ada yang sakit yank ?" bima cemas raih badan dira ke peluk kan nya bawa dira duduk, semua panik berlari menuju arah panggung melihat bima peluk dira.


"sayang dira kenapa bima.." bersamaan mami mama teriak cemas.


"adek ada yang sakit.. kenapa bim ada apa sama dira ?" vano langsung peluk dira, senyum vano tertahan dengar bisik kan dira.


"ano tolong bawa dira dari sini sekarang dira capek.." bisik dira minta vano


"yakin nanti nyesal tidak bisa jumpa lagi sama mantan karena suami mu sangat cemburuan.." vano balas bisik buat dira geram keluar kan senyum jahil.


"aaaakkk.." dira teriak merintih menahan sakit vano geleng kepala kesal kamu ya dek cari kan kakak musuh yang banyak.


"kenapa yank apa yang sakit.. vid" david paham mau hubungi dokter.


"dira gak mau dokter.." dira masih dalam dekapan vano "ano ayo cepat bawa dira dari sini mau dira bilang mami.." bisik dira ngancam vano kembali.


"bim istri lo minta gendong mau.." bima geram dengar ucapan vano sengaja dia di pancing.


"kenapa marah gue gendong dira, istri lo adek gue cemburu lo sama gue !!" vano


"adek kenapa kak.." andre berlari ke atas panggung cemas tanya vano.


"bang andre bantu dira.. nih singa kutub dari tadi gelud terus.." dira merajuk


"yank.. ayo kita ke kamar, mami mama bima ke kamar dulu dira capek.." bima pamit angkat dira dalam dekapan nya


"syukurin mampus lo dira gak sudi lihat tampang sengak lo suka gue.." wulan


"yes kena mental tu bagus syantik terus lanjut kan kamu idola ku semangat say.. aku ada di sini" dian tepuk tangan masih duduk santai senyum merekah.


"puas lihat tampang dia yang sangat.. ahk malas lanjut kan nya.." santi


"ssstt.. jangan berisik kasihan dira sakit ayo kita lihat dira ke kamar.." lani ngajak sahabat nya ke kamar dira.


"lani mau kemana di sini saja biar in dira sama kak bima.." santi tahan lani


"kenapa tidak boleh lani cuma mau lihat tadi dira sakit.." lani masih maksa


"gak boleh.. lani masih kecil jangan.. kita di sini saja atau ke kamar yok" santi


"diam jangan protes dira sama kak bima suami nya, ayo kita ke kamar istirahat nanti malam waktu panjang" wulan


"lani mau lihat dira bermesraan sama kak bima sana pergi.. nanti cerita sama kami apa yang di lihat ya.." dian kesal lani masih belum paham maksud nya.


"lani tadi itu dira sengaja ada tu si b××× masih belum paham.." dian geram


"jangan teriak diam dasar anak paud nih gak bisa di beri kode" wulan cepat suruh lani diam tutup mulut pakai jari wulan kode sahabat pakai mata tunjuk mami mama lagi jalan dekat mereka.


"iya maaf.. ayo kita ke kamar.." lani baru menyadari maksud sahabat nya


"kenapa neng.. kalian apa in adek gue" mario teriak marah sama vano bima


"tenang dira hanya capek.. bim bawa gih sana dira istirahat.." haris


"benaran istirahat jangan di apa apa in dulu.." wildan teriak

__ADS_1


"bima sabar jangan buru buru kasih tau sama tu pedang sakti.." rangga


"bisa diam gak usah berisik.. ndre ikut kakak sekarang !!" bima keluar kan aura horor nya jalan menuju kamar bawa dira dalam gendongan.


"baik.." andre ngikuti bima dari belakang bingung kenapa kakak marah seperti itu nahan emosi apa yang telah terjadi gue tidak tahu.. apa dira jumpa anton ampun apa karena.. b××× kenapa datang siapa yang undang dia ?


setelah acara akad selesai bima angkat dira dalam dekapan nya bawa dira ke kamar untuk istirahat sejenak.


Mama sama mami minta mereka untuk istirahat karena nanti malam acara akan di laksana kan jadi stamina harus benar fit apa lagi dira baru sehat.


"buka pintu nya tunggu kakak mau bantu dira" bima gendong dira sampai kamar


"yank mandi dulu ya biar kamu segar.. sini mas bantu.." bima bantu dira lepas semua atribut yang di pakai.


"sudah selesai mandi panggil mas.. mas di luar sama andre.. kita makan bareng baru istirahat ya ? cup.." setelah antar dira ke kamar mandi bima kecup bibir pelan lalu usap kepala dira langsung ke luar temui andre.


"maaf aku kak.." andre minta maaf


"maaf untuk apa.." tanya bima datar


"aku tahu kakak marah karena anton tapi bukan aku yang undang anton untuk datang kak.." andre.


"serius kamu tidak undang dia ndre jadi untuk apa dia datang.." bima


"andre juga tidak tahu sudah lah kak itu gak penting.. kakak cemburu sama dia?" andre meringis bima tepak kepala nya


tuck..


"aduh.. belum apa apa sadis tapi kakak harus ingat aku kakak ipar kakak loh.." andre goda bima tertawa.


"oo jadi berani sekarang kamu ngancam kakak ndre ?' sahut bima pelan penuh tekanan balik ngancam andre.


"hmm boleh juga ide kakak.. aduh maaf kak bukan aku.." andre sengaja teriak bima melotot muka merah andre teriak dira keluar dari kamar.


"abang sakit.. abang kenapa abim ?" dira berlari ke luar dengar suara andre teriak andre kedip kan mata ke bima nyengir


"abang pusing dira.. kepala abang sakit nih.." andre pegang kepala wajah sendu senyum ngejek pas dira usap kepala nya


"yank.." bima protes tatap andre dingin


"abim kasihan bang andre kecapek an.. abang sebaik nya istirahat dulu dira gak mau nanti abang sakit.." dira


"adek juga harus istirahat nanti malam acara pesta adek jaga ke sehatan nya.. abang istirahat di kamar abang saja ya.. sekarang masuk gih adek kabarin abang kalau perlu apa apa" setelah dira masuk kamar andre tertawa pelan goda bima


"ingat kakak jangan kdrt semena mena sama aku karena pawang kakak sayang sama aku juga.." andre tertawa puas di luar pintu lihat wajah bima.


"pergi sana.." bima kembali marah


"iya aku tidak akan ganggu kakak karena aku mau cepat cepat punya keponakan.. kak buat keponakan aku resep nya yang pas ya gak perlu buru buru.. eits tunggu pawang ada di dalam.. aku pergi.." andre angkat tangan nyerah lihat wajah horor


"wah bahaya bakalan gagal nih kakak cetak keponakan untuk aku.." andre'


"hah.. maksud lo apa ?" bima bingung


"kak lihat tuh pasukan rusuh menuju ke sini nau ganggu tutup pintu nya cepat.." andre angkat dagu kode bima tunjuk ke arah belakang bima.


"ck kalian sama saja gak bisa lihat gue tenang nyusah in pergi sana.." bima usir andre cepat tutup pintu andre tertawa keras ngolok bima.


📩bima "tertawa puas sekarang tunggu hukuman kalau lo tidak bisa usir mereka para perusuh dari kamar kakak 😎😎


📩andre "pandai nya ngancam, aku gak janji kakak kan tahu gimana tingkah dari sahabat kakak.


📩bima "kakak gak mau tahu.. selamat berjuang semoga berhasil..


📩andre "berhasil bonus harus mengalir turun yang deras


📩bima "kerja keras sedikit bicara kakak tunggu usaha nya yang benar


📩andre "👌👍


Bima cuek dengar bel kamar berbunyi terus tanpa jeda, bima langsung hubungi pihak hotel kamar nya dapat gangguan.

__ADS_1


"yank kenapa belum makan ?" bima


"dira tunggu abim mau makan bareng.. abim mandi dulu gih dira tunggu" dira


"nanti saja mandi kita nakan sekarang makanan nya ke buru dingin nanti tidak enak lagi.." bima.


"ayo.. tunggu abim ada tamu ntar dulu dira mau lihat siapa yang datang.." dira


"jangan biar kan kalau pintu di buka kita tidak bisa istirahat yank sini.." bima ajak dira duduk untuk makan


"emang siapa yang datang.." dira


"siapa lagi nih.." bima kasih tunjuk layar ponsel sama dira, bima senyum paham


"sudah yank.. mereka mau ganggu, kita kapan istirahat nya kalau mereka di izin kan masuk.. nanti malam acara pesta kita jangan sampai istri mas capek, mas mandi dulu istirahat ya.." bima elus pipi dira beri kecupan sayang.


Sementara di kamar gank rusuh melani gelisah masih ke pikiran sama dira lihat lani tidak tenang sahabat nya ikut tidak tenang dian berdecak kesal "ck..


"kenapa gelisah mikir apa lani ?" santi


"mau kemana lani, di tanya bukan jawab malah pergi.." wulan


"lani ke luar dulu ya sebentar saja.." lani


"iya kami juga tahu mau pergi tapi lani mau kemana.." wulan tanya lagi.


"lani mau ke kamar dira sebentar nanya in dira nya.." dian langsung taruh tangan nya di pinggang pandang lani geram


"jangan ke sana dira lagi istirahat nanti malam pesta dira di gelar dan lagi dira lagi di peluk kak bima suami nya sudah ngerti kan sekarang.." dian jawab nahan emosi lihat lani masih ngeyel dengan santai wulan bicara.


"dira sekarang lagi buat adonan cetak keponakan yang imut buat kita.. apa lani mau lihat gimana proses nya ?" wulan


"wulaaan.. ish kamu gak boleh ngomong seperti itu" lani muka nya merah dengar kata kata wulan, santi dian terkekeh geli


"maka nya kalau di kasih tahu ngerti gak usah bantah jangan ngeyel.. masih mau pergi ke sana sekarang sudah paham ?" dian santi wulan peluk lani


"iya maaf kalau ngomong itu yang jelas jadi lani ngerti.." mereka tertawa dengar ucapan lani di tambah lihat lani manyun


"benaran nih sahabat kita yang satu ini ngaku sudah gede tapi masih juga tidak paham.. apa apa yang di omongin harus di terang kan.." wulan pangku bahu lani


"gara gara lani ini kita tidak jadi istirahat ahk.. melani nanti kalau ada acara lagi dengar apa yang di bilang jangan bantah aduh wulan ngantuk huaaachh.." wulan tutup mulut menguap karne ngantuk


"masih ada waktu satu jam lagi untuk kita istirahat.." santi


"aku senang dira telah bersatu sama kak bima semoga dira bahagia sampai akhir hayat.." mereka serempak baca amin.


Aamiin..


"dian berdoa semoga dira ikuti kak bima pergi dinas.." dian bingung di tatap


"jangan sekarang kak bima sudah setuju dira tinggal dulu di sini.. dian kok seperti itu doa nya.." lani cemberut


"kenapa dian berobah pikiran.." santi


"gara gara si b××× itu kan dian bicara itu wulan juga setuju nanti pas liburan kita ke sana nyusul pasti seru deh.." wulan


"betul.. tadi siapa perhati kan sikap kak bima yan geram sama tu b×××" dian


"wulan ada lihat kok.. dia baru datang di pintu berdiri mata gak lepas mandang dira terus minta izin sama kak bima dia mau bicara sama dira.." wulan


"nah sudah ngerti kan gimana sikap dira tadi tapi dian heran orang tua nya sangt baik dia nya ampun, benaran dia nya asli anak tuan gunawan atau anak pungut.." dian tertawa lihat santi melongo.


"dian.. dia ikut aliran sesat nenek peot" santi ikut tertawa geleng


"kak bima besar cemburu nya sama kita juga cemburu lani benci.." lani


"paling penting dira sekarang bersama orang yang sayang sama dia.." dian


"ayo kita bersiap santi mandi duluan ya" santi jalan nuju kamar mandi.


tok.. tok.. tok..

__ADS_1


__ADS_2