
Lani tendang kaki wulan pelan beri kode dengan dagu yang di angkat arah mata nya lihat lorong ada beberapa yang baru datang menuju ke tempat mereka.
Wulan ikuti arah pandang mata lani beri kode langsung pada dian dengan bibir yang di monyong kan.
"sstt.. babang pid datang kangen kamu sayang" dian senggol tangan santi yang masih cemberut bisik di kuping santi.
"auk ahk.." jawab santi melamun.
"selamat pagi.."
"keadaan dira bagaimana vano ?" tanya bima pandang semua orang yang ada. Vano jawab dengan geleng kepala.
"tante om apa kabar, kapan datang nya" haris langkah kaki dekati orang tua bima bersalaman.
"om sama tante baik.. Kamu apa kabar nya" mama bima sambut tangan haris.
"mami ini mama papa si freezer kulkas,
tante om kenal kan mami saya" haris kenal kan orang tua bima pada mami.
"salam kenal jeng, kami orang tua dari bima sama david" mama bima perkenal kan diri nya, papa bima senyum sambut salam mami haris.
"iya anak kita sudah lama bersahabat kita baru jumpa sekarang" mami haris
senyum mama bima terukir di bibir nya "senang berjumpa jeng"
"apa kabar om tante suah lama kita tidak jumpa" wildan
"baik tante sama om sehat" mama bima
"sehat tante om, mau jumpa mantu nya tan ?" tanya rangga dengan jahil.
"baik rangga apa kabar nya" mama bima
"tante om sehat kan, rangga kabar nya kurang baik tan ?" sandi
"ada apa sama kamu rangga ?" mama bima tanya dengan cemas.
"rangga ke cewa rencana nya di serobot ke dua putra tante" sandi jawab
"hah.. jangan buat mama gue jantungan kampret" david marah mata bima pada sandi horor, sandi garuk kepala santai cengenges jawab omongan mama bima
"om sama tante datang untuk melamar calon mantu kan ?, Rangga dia merasa di tikung karena orang tua nya gak bisa datang dalam waktu dekat ini" sandi
""s×××n.." ucap bima geram
"om sama tante datang jenguk dira, iya mama benar kan pa kita datang untuk dira, tante sama om belum kenal.. david belum kenal kan sama kami pilihan nya sandi" jawab mama bima.
__ADS_1
"gadis gadis cantik ini siapa ?" tanya mama bima pandang semua nya.
"ini adek saya santi dan dian wulan lani sahabat dira calon mantu tante" haris
"hallo tante.." gank rusuh beri salam
"tante om ini pilihan hati david calon mantu tante yang satu lagi"sahut rangga kenal kan santi, mama bima elus kepala santi senyum angguk kan kepala.
Obrolan mereka terhenti tiba tiba dokter suster berlari masuk ruangan tempat dira di rawat, semua kaget binngung.
"hiks hiks hiks.. Kamu anak kuat sayang, dira jangan tinggal kan mami nak, mami mohon" mami vano berlari mau masuk mario tahan tenang kan mami.
"mami tenang ya, adek anak kuat mami jangan kawatir, mami tunggu sampai dokter selesai beri pertolongan pada adek baru kita bisa masuk setelah di izin dokter" mario peluk mami.
"dek jangan menyerah kakak percaya kamu bisa lewati nya" muka vano merah rahang nya mengeras nahan amarah. papi peluk mami.
"kamu pi.. harus cari orang yang telah celakai anak aku, kalian tidak bisa balas kan penderitaan anak mami sama si pelaku, jangan harap mami bicara sama kalian" mami tunjuk papi, vano, mario.
"tenang el, percaya kan sama dokter dira gak apa apa" ucap haris tahan vano sama rangga, vano jalan ke arah mami lalu peluk mami.
"mami jangan nangis, mami tenang ya, vano pasti kabul kan perintah mami" vano peluk usap punggung mami.
"bim sabar, tenang kan diri biar dokter laku kan tugas nya" sandi david pegang bima yang nekad mau masuk.
lani peluk mami santi, mama bima lalu bicara dengan pelan "kita doa kan dira bisa lewat kan masa kritis nya"
berapa suster datang buru buru sambil dorong brankar rumah sakit masuk ke dalam ruangan, bima tahan suster.
"apa yang terjadi sama dira sus" tanya bima semua diam mendengar.
"suster yang dampingi pasien kritis tuan" suster yang di tahan bima bicara
"maksud nya ?, apa yang terjadi sama adek aku ?" suara vano emosi
"ada yang menyelinap masuk ruangan mau suntik kan sesuatu ke dalam infus, suster yang dinas mencegah, orang itu lempar suster jaga, maaf tuan sebaik nya anda tunggu dokter untuk lebih jelas nya saya permisi" suster masuk ruangan
david cepat pergi setelah dapat kode dari pandang mata bima yang di ikuti mario. Tuan handoyo hubungi orang ke percayaan nya.
mbak yanti hubungi mario minta jumpa sama vano, mario perinntah kan datang ke rumah sakit, vano kaget lihat mbak yanti bersama mario.
"tuan vano bagaimana keadaan bos dira kami.." mami perhati kan mbak yanti lalu bicara sama vano.
"vano.."
"dia orang kepercayaan adek.. "vano
"kamu yang punya R2 cafe itu kan" tanya mami sama mbak yanti.
__ADS_1
"iya saya nyonya yang kerja di R2 cafe pemilik asli nya bos dira nyonya, maaf kan saya.. bisa saya bicara sama tuan vano" ucap mbak yanti minta izin.
"baik lah ayo kita bicara di sa.." vano
"bicara kan saja di sini" mami
"mami.." vano
"bicara di sini atau tidak sama sekali" mami tidak mau di bantah mario lalu bujuk mami untuk istirahat, mami marah lalu tepak kepala mario pakai tas tangan
bugk..
"aduh.. aku iklas dapat hadiah dari ibu ratu cantik asal ibu ratu mau istirahat.. Mami jangan bantah rio bakal cerita in sama dira kalau mami keras kepala, apa mami mau anak bungsu mami sedih ?"
Mario mulai alih kan mami dari vano.
"mami..
"iya mami nurut sekarang ngalah nanti bakal mami aduin kalian sama dira" vano bawa mbak yanti menghindar dari sana untuk bicara.
"ada apa ?" vano
"tuan vano ada yang datang ke cafe beri kan ini untuk bos dira" mbak yanti beri kan paket pada vano.
"jam berapa datang nya dan siapa yang beri kan apa kamu kenal atau salah satu di antara kalian kenal ?" vano mikir apa isi dari paket.
"sekitar tiga jam yang lalu, kami tidak ada yang kenal karena paket yang antar pakai jasa kurir, saya beri kan paket kali ada yang penting tuan" mbak yanti
"bagaimana situasi cafe.. aman ?" vano
"sampai hari ini aman tidak ada kendala, bos dira bagaimana tuan" mbak dira
"dira masih belum sadar, bantu dengan doa. Kamu sekarang bantu urus cafe sampai dira pulih, ada apa apa hubungi saya cepat" vano
"baik tuan.. semoga bos dira cepat pulih saya pamit kembali ke cafe tuan" mbak yanti izin balik ke cafe.
"hmm.. hati hati" vano
"baik tuan saya permisi" mbak yanti
mario hampiri vano "ada apa bos ?"
"ada yang ngajak main" ujar vano bicara sinis lihat isi paket untuk dira yang di antar mbak yanti.
"rio tempat kan anak anak awasi orang yang mau main main" perintah vano
" beres mereka sudah tawan orang yang antar paket ternyata hanya jasa kurir, terus bagaimana apa nau di lepas ?" mario tanya ke putusan vano.
__ADS_1
"lepas kan tapi tetap di pantau" vano jalan menuju ruang perawatan dira di ikuti mario.