Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Yang sebenarnya


__ADS_3

"Rin, sebenarnya ada apa sih? Kok kayaknya urgent banget, gue penasaran tau gak sih daritadi" Tanya dira setengah memaksa Rini untuk bercerita


"Gue udah tau kalo lo penasaran banget, udah hafal gue ama muka lo yang kayak ini nih" Sambil menunjuk ke arah wajah dira.


"Ayo dong cerita Rin" Dira memohon pada Rini


"Jadi gini.. "


Flashback on


Seminggu yang lalu dikediaman orangtua ilham (rumah Rini)


Pagi-pagi sekali ilham dan kedua anaknya datang menggunakan mobil pribadi, kemudian ilham mengeluarkan 3 buah tas yang berisi pakaiannya dan pakaian anak-anaknya. Karena penasaran akhirnya ibu nining (ibunya ilham) menghampiri ilham.


"Kok tumben nak datang pagi-pagi, istrimu mana kok cuma bertiga? "


"Ayo bu kita kedalam dulu nanti ilham ceritakan semuanya" Jawab ilham sambil menggendong serli yang masih tertidur


Rini langsung membawakan tas yang dibawa oleh ilham dari rumah dinasnya.Ilham menidurkan serli dan meminta Rafa untuk ikut tidur bersama serli, Rafa pun mengikuti perintah ayahnya itu.


"Ayo bu" Ajak ilham ke ruang tengah

__ADS_1


"Kenapa? Ada apa, nak? " Tanya ibu nining dengan raut wajah yang tegang.


"Bu maafkan ilham, ilham akan menceraikan shela!" Jawab ilham sambil mengatur nafasnya yang sejak tadi naik turun seperti sedang menahan emosi.


"Kamu bicara apa ilham! Kalo ada masalah selesaikan dengan kepala dingin jangan emosi nak, kamu laki-laki tidak naik bicara tanpa berpikir seperti itu, rumah tangga kalian sudah lama kenapa baru sekarang kamu berpikir untuk berpisah? " Bu nining tak kalah emosi mendengar penuturan ilham yang menurutnya hanya emosi sesaat.


"Bu, ilham sudah mempertahankannya sejauh ini, tapi untuk saat aku benar-benar sudah tidak kuat lagi menghadapi kelakuan shela, dia selalu meminta cerai kalau kita sedang bertengkar, padahal ilham hanya minta shela megurusi rafa bahkan semua gaji ilham, sudah ilham berikan pada shela. Aku tidak pernah mempermasalahkan jika shela berbelanja apapun yang dia mau, aku bebaskan dia supaya dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak. Ilham cuma minta satu pada shela, jaga anak-anaknya apalagi Rafa, Rafa punya kelainan jantung jadi dia harus ekstra hati-hati dalam menjaga Rafa tapi apa yang shela lakukan saat Rafa sakit? Dia pergi berbelanja dengan ibunya dan juga adik perempuannya tanpa memikirkan Rafa sedangkan aku harus bekerja sambil sesekali mengecek keadaan Rafa dirumah, dia juga tidak menjemput serli ke sekolah, sampai- sampai guru serli menelponku untuk segera menjemput serli ke sekolah, setiap hari aku harus bolak balik rumah dan kantor untuk mengurusi kedua anakku itu. Terkadang saat adzan maghrib berkumandang shela masih belum datang pulang, ibu macam apa dia dan ini tidak terjadi satu kali bahkan berkali-kali bu, aku sudah lelah menegurnya" Ilham menjelaskan semua masalah rumah tangganya dengan berderai air mata, bu nining yang baru mengetahui bahwa anaknya ternyata selama ini sangat tersiksa dengan kelakuan istrinya.


"Nak, pikirkan Baik-baik mungkin shela bisa berubah seiring berjalannya waktu" Ucap Ibu nining sambil mengelus punggung anaknya agar bisa lebih tenang


"Maaf Bu, dalam 2 tahun terakhir ini ilham sudah memberikan kesempatan kepada shela dia sempat berjanji akan berubah, tapi apa? Bukan berubah dia malah semakin jadi, ia bahkan pulang tengah malam dengan alasan pergi arisan bersama teman-temannya. Arisan macam apa sampai larut malam? Apa mereka tidak punya keluarga? Apa mereka tidak bisa mengerti peranan seorang istri sekaligus ibu rumah tangga? Aku sudah benar-benar kehabisan cara untuk menyadarkan shela bu, ini sudah keputusan terakhir ku. Aku bahkan masih bisa menikah lagi dalam waktu dekat kalau aku mau agar shela tau bahwa aku bukan type laki-laki yang hanya bisa menangis bila tanpa dia" Ilham menumpahkan segala emosi dalam dirinya yang selama ini ia pendam sendiri.


"Iya kenal kak, kakak bisa cek sosmednya dulu supaya kakak yakin, kalo Rini sih terserah kak ilham aja gimana baiknya" Rini memberitahukan akun sosmed bella.


"Ilham.. Lebih baik kamu selesaikan dulu masalah rumah tangga mu itu nak, jangan terburu-buru seperti ini, baru setelah semuanya selesai kamu bisa cari pasangan hidupmu yang baru, ibu tidak melarang kamu mendekati bella, dia anak yang baik dan juga sopan, ibu akan dukung semua keputusanmu nanti" Ucap bu nining sambil tersenyum.


"Iya bu, segera ilham mengurus surat cerai ilham dan shela" Jawab ilham dengan mantap.


Ternyata dibalik sikap tenang ilham menyimpan banyak luka didalamnya, selama 2 tahun terakhir ilham seperti mempunyai peran ganda, menjadi ayah serta ibu bagi anak-anaknya karena istrinya sendiri hanya sibuk merawat dirinya tanpa peduli pada ilham dan juga kedua anaknya. Bahkan ketika ilham mengajak shela untuk mengunjungi ibunya ia selalu menolak dengan berbagai macam alasan ilham dibuat geram oleh shela karena ia sebagai istri tidak pernah patuh pada orang tua dari ilham.


Flashback of..

__ADS_1


Dira yang mendengar cerita Rinipun terharu, ia bingung antara senang dan sedih semuanya bercampur aduk. Senang karena ilham akan segera berpisah dengan istri yang kurang baik secara sikap dan perilaku. Sedih karena ilham bukan mau mendekatinya malah akan mendekati wanita lain, teman Dira sewaktu SMP dulu. Hatinya seakan diremas kala itu


"Kak ilham kenapa kakak malah mau mendekati bela, kenapa tidak aku, apa karena aku tidak secantik bela? Aku juga tidak sepintar bela" Tanya Dira dalam hati. Hingga tidak sadar kalau daritadi Rini memanggilnya


"Heh dira! Lu kenapa? Kesambet? " Ucap rini membuat dira tersentak dan tersadar dari lamunannya.


"Ah iya apa Rin? Sampe mana tadi? " Jawab dira setengah gagap


"Heyy kenapa si? Gue udah selesai ceritanya, tapi lu malah bengong, masak iya sih gue harus ulang ceritanya lagi" Rini menunjukkan wajah kusutnya pada dira.


"Haha maaf rin, tadi gue lagi mikir aja orang sebaik kak ilham bisa di gituin sama istrinya, kurang apa coba. Gak semua laki-laki bisa bertahan selama itu pada sikap istri dan keluarga istrinya" Dira menatap Rini sendu.


"Iya dir, heran gue itu nenek lampir hatinya ke buat dari apasih, semoga aja kakak gue itu dapet yang lebih baik dari tuh perempuan dan bisa nerima anak-anak kakak gue, kasian banget apalagi si rafa diumur segitu masih butuh kasih sayang kedua orangtuanya, eehh nasib orangtuanya malah diambang perpisahan" Rini menyampaikan semua uneg-unegnya pada Dira.


Satu jam berlalu..


Ilham, pak kurniawan dan mama lia keluar dari ruangan tempat mereka berbincang tadi sedangkan rini baru saja keluar dari kamar Dira setelah beristirahat sebentar kemudian bersiap-siap untuk pulang.


"Rini, mau pulang bareng kakak? " Tanya ilham


"Mmm iya deh kak, kasian Dira kalo mesti nganterin Rini biar dia istirahat aja" Jawab Rini kemudian masuk lagi kekamar Dira untuk berpamitan pada Dira. Mereka berdua pun keluar bersama. Pak kurniawan dan mama lia juga ikut mengantar Rini dan ilham sampai pintu depan.

__ADS_1


__ADS_2