
saat bu nining dan rini sibuk mengantarkan para tamu ke pintu depan, serli terbangun dan melihat kepergian keluarga pak kurniawan namun ia tidak mencegah ataupun memanggil nama dira, ia hanya menghampiri ayahnya yang masih istirahat
"ayah... " serli mencoba membangunkan ayahnya, perlahan ilham membuka matanya saat anak perempuannya memanggil namanya.
"ada apa sayang? kok belum tidur?" jawab ilham sambil merentangkan tangannya guna untuk menyambut kedatangan serli. Serlipun berlari dan memeluk tubuh ilham yang sudah mendingan
"ayah jangan sakit nanti serli sedih, ayah harus makan yang banyak biar gak sakit ya" serli mengangkat sebelah tangannya dan menyentuh kena serta pipi ilham
"ayah sudah sembuh kok, nih buktinya ayah sudah bisa meluk serli lagi" ilham mengeratkan pelukannya.
"tadi waktu dirumah bunda dira, serli khawatir sama ayah karena ayah gak jemput serli habis itu dateng-dateng ayah kedinginan tapi serli gak bisa bantuin ayah"
"maaf ya nak, tadi ayah sudah bikin serli takut. ayah akan makan banyak biar gak sakit seperti kata serli. sekarang anak ayah tidur sudah malam, besok kan mau ketemu bunda shela"
"serli gak mau ayah, serli masih mau disini sama ayah sampe ayah sembuh" serli mulai cemberut
"tapi nak, bunda pasti kangen sama serli. serli mau liat bunda shela sakit kaya ayah sekarang karena mikirin serli? "
" serli gak mau yah, nanti disana serli cuma nemenin bunda shela disalon, serli bosan kalo harus nunggu lama-lama disalon, habis dari salon nanti serli cuma main dikamar main HP, bunda gak pernah ngajak serli jalan-jalan kayak bunda dira" serli mengadu kelakuan ibunya selama ia bersama shela
"kalau kelakuanmu seperti itu, mana mungkin anak-anak betah berada disamping kamu, shela. ternyata kamu belum berubah juga. maaf saja kalau suatu saat anak-anak tidak pernah peduli padamu" ilham bicara dalam hati
" yasudah besok ayah telpon bunda shela ya kalau serli masih belum mau ke rumah bunda, tapi selanjutnya serli harus mau ya sayang nanti ayah bawa jalan-jalan kalau serli mau nurut sama ayah, ok? "
"ok ayah, ayah sudah minum obat? biar serli ambilkan air dibawah" serli memang manja tapi sejak ia kenal dira, dia sudah bisa menunjukkan sikap empatinya kepada semua orang.
"ayah sudah minum obat tadi sayang dibantu bunda dira, sebaiknya kita tidur karena sudah malam"
" no ayah! serli masih mau bicara sama ayah" serli menolak ajakan ilham
"hmm mau bicara apa memangnya, gimana kalo ngobrolnya sambil tiduran. sapa tau nanti serli ngantuk dan langsung bobo deh" ilhampun menyelimuti serli agar ia bisa lekas tidur
__ADS_1
"yah... kenapa bunda dira gak jadi bunda beneran buat serli sama kakak Rafa?" ilham terkejut dengan pertanyaan putrinya itu
"memangnya bunda dira belum jadi bunda nya serlikah?"
"belum, kan bunda dira belum pernah bobo berempat sama serli, sama kakak Rafa dan juga sama ayah. rumahnya juga beda sama serli gak kayak bunda shela dulu. serli pengen punya bunda kayak bunda dira, yah"
"tapi sayang, bunda dira itu sudah seperti adik ayah masak ayah mau menikah sama bunda dira"
"gapapa yah... kata tante Rini gapapa kok ayah menikah sama bunda dira, katanya tante Rini kan bunda dira sama ayah bukan saudara kandung jadi boleh nikah serli juga pengen punya adik kayak temen serli disekolah semuanya punya adik" ilham melebarkan matanya, ia sangat terkejut dengan pernyataan serli, iapun mulai kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan anak perempuannya.
"Mmm kapan-kapan ayah pikirkan lagi ya, sekarang kita tidur" akhirnya serli menuruti permintaan ilham dan benar saja 10 menit kemudian serli sudah pergi ke alam mimpi.
"apa iya aku harus menikahi dira, memangnya dira akan suka sama aku? tapi kalau dipikir-pikir dia memang telaten sama serli dan Rafa, dia masih muda gak jauh beda lah sama bella tapi dia mau direpotkan untuk menjaga kedua anakku dan juga perhatian sama aku. apa aku pendekatan dulu sama dira? ahhh tapi aku masih berharap pada bella... akan aku buang terlebih dahulu perasaan aku pada bella baru setelahnya akan aku pikirkan permintaan serli"
...****************...
keesokan harinya..
tok... tok.. tok..
"ilham.. ayo bangun dulu kamu harus sarapan biar bisa beraktivitas kembali" ucap bu nining sedikit menggoyang tubuh ilham agar ia terbangun.
"emm iya bu" jawab ilham dengan suara serak khas orang bangun tidur. kemudian ilham duduk sambil mengucek matanya pelan dan masih mengumpulkan kesadaran.
" ini makanannya, ibu mau ke kamar Rafa dulu "ucap bu nining lagi dan ilham hanya mengangguk. sepeninggal bu nining, ilham turun dari kasur menuju kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka. dia masih sedikit pusing namun tidak separah tadi malam, ilham berjalan pelan agar tidak mengganggu tidur putrinya.
sedangkan dibawah sana Rini sudah mengobrol dengan seorang wanita, ya siapa lagi kalau bukan dira. selain ingin menjemput serli dan Rafa, ia juga ingin tahu keadaan ilham karena jujur ia sangat mengkhawatirkan keadaan ilham sehingga membuatnya susah tidur.
"oiya Anak-anak apa sudah bangun rin?" tanya dira pada Rini
"aku sih belum ngecek kekamar mereka, tapi tadi ibu membawa sarapan kekamar kak ilham mungkin sekalian mengecek kamar Rafa. atau kamu aja yang kekamar serli siapa tau pas denger suara kamu dia langsung bangun haha"
__ADS_1
"boleh aku kesana?" tanya dira sedikit ragu
"yakin lo tanya begitu ke gue? sejak kapan? dari dulu kayaknya lo asal nyelonong aja" yaa dari dulu memang dira menganggap rumah itu seperti rumah sendiri tanpa harus minta ijin
"ya itukan dulu rin, sebelum kak ilham balik kesini. sekarangkan sudah ada kak ilham gak enak dong kalo aku asal nyelonong"
"iya juga sih, tapi gapapa kok sana kalo mau kekamar anak-anak aku mau siap-siap dulu habis itu kita berangkat"
"aku keatas dulu ya nemuin anak-anak, nanti kalo lo udah siap panggil gue" kemudian dira menuju kamar serli dan Rafa, disana sudah ada bu nining yang masih membujuk Rafa untuk sarapan.
"assalamu'alaikum bu, boleh dira masuk?"
"waalaikum salam, boleh dong nak. tuh Rafa bunda dira sudah datang. oiya dira, ibu minta tolong bujuk Rafa biar dia mau sarapan ya"
"iya bu, dira akan membujuknya"
"kalau begitu ibu keluar dulu, mau masak untuk rini dan juga kamu nanti kita sarapan bareng dibawah ya"
"gak usah bu Terima kasih tadi dira sudah sarapan kok dirumah, lagipula dira sama Rini mau ajak anak-anak keluar bu biar mereka gak bosen"
"oalah begitu yasudah gapapa Ibu tinggal ke bawah dulu ya" dira mengangguk.
"Rafa sarapan dulu yuk sayang"
"iya bunda, tapi serli mana bunda daritadi gak ada disini" tanya rafa pada dira. benar saja sejak tadi dira belum bertemu dengan serli.
"bunda juga tidak tau sayang, mungkin lagi sama ayah. nanti habis sarapan Rafa coba lihat kekamar ayah ya" ucap dira sambil menyuapi Rafa
"hmm... bunda habis nyuapin Rafa nanti bunda suapin ayah juga ya kasian ayah kan lagi sakit" dira tidak menyangka bahwa Rafa akan menyuruh dira melakukan hal itu.
"emm.. ta_tapi sayang, bunda.."
__ADS_1
"gapapa bunda, ayo kekamar ayah" Rafa langsung menuruni kasurnya dan menarik tangan dira menuju kamar ilham. dengan ragu-ragu dira melangkah masuk kekamar ilham dan disana anak perempuan itu masih bergelung dengan selimut bersama ayahnya. dira perlahan mundur karena menurut dira ini tidak benar, masuk kekamar laki-laki yang berstatus single sedangkan dia juga bukan anggota keluarga dirumah tersebut. namun ia ditahan oleh Rafa untuk tetap berada di sana.
"ayah... serli... bangun ini sudah siang!" Rafa melompat ketempat tidur untuk membangunkan ayah dan adiknya dan tentu saja itu membuat ilham terbangun dari tidurnya.