
Tidak terasa sudah satu minggu Dira menjadi seorang guru TK, Hari-hari nya sangatlah bersemangat jika malam hari menjelang pasti Dira tidak sabar untuk sekedar menunggu matahari terbit.
"Hmm sudah hari minggu saja, perasaan baru kemarin aku masuk kerja sebagai bundanya anak-anak" Ucapnya sambil senyum-senyum.
✉️ hey anak manja, kita sudah lama tidak meet up, mumpung hari minggu nih yuk jalan kemana gitu meskipun sekedar makan diluar. (Pesan masuk dari Rini)
Dira menyebikan bibirnya saat membaca pesan dari Rini sahabatnya itu.
✉️ 😌 aku gak manja tauk. (Jawabnya setengah malas)
✉️ ayo dong Dira kapan lagi kita keluar, kamu sibuk banget akhir-akhir ini, apa kamu sudah tidak punya waktu untuk sekedar bertemu dengan sahabatmu ini?
✉️ 😂 iya iya Rini sahabat aku yang paling bawel, aku ijin dulu sama ayah dan mama. Aku belum gajian soalnya🤫
✉️ howaahh Dira si anak hemat sekarang lagi bokek, kau kemanakan semua uang dalam celenganmu waktu kuliah itu beib🤣🤣
✉️ haha gila lo, sekarang gelar si anak hemat sudah aku copot Rin, gue sekarang mau coba pinjem uang ayah nanti aku kabarin kalo ayah sama mama ngijinin
✉️ ya pasti d ijinin lah, secara lo pamitnya jalan sama gue, Rini se anak manis
✉️😒😏. (Dira hanya membalas pesan Rini dengan emoticon)
Bersamaan dengan itu mama lia masuk ke kamar Dira,
"Sayang, kok mukanya ditekuk gitu, kak dimas apa kak aris nih yang cari gara-gara? " Ucapnya sambil tersenyum
__ADS_1
"Hehe enggak kok ma, kali ini bukan gara-gara dua kakakku tersayang itu, oh iya ma Dira boleh gak minjem duit sama mama, Dira pengen ketemu sama Rini kangen juga nih Dira sama itu anak" Rengek dira pada mamanya. "Ini pertama kalinya aku minta uang jajan sama mama, duuhh malu banget aku" Gumam dira dalam hati.
"Hey sayang kenapa harus minjem sih, Dira masih berhak minta uang saku sama mama secara anak mama cuma tinggal Dira aja kan kakakmu sudah berkeluarga, sudah punya penghasilan sendiri".
" Bukan gitu ma, Dira kan juga kerja, Dira malu sama ayah sama mama masak udah segede ini minta uang saku sih"
"Hahaha kayak sama siapa aja kamu ini, yaudah sana mandi dulu habis itu ke kamar mama ya, kasian Rini nanti kelamaan nunggu kabar dari kamu" Ucap mama lia seraya melangkahkan kakinya keluar kamar Dira dan hanya dijawab sebuah anggukan oleh Dira, sebenarnya dira sangat bahagia karena dia mengira tidak akan ada uang saku kalau sudah bekerja. Tak lupa Dira mengabari Rini kalau dia sudah diberi ijin oleh kedua orangtuanya.
Sore hari..
Dira menggunakan motor kesayangannya menuju cafe tempat tongkrongan dira dan Rini "kandang coffee", disinilah Dira dan Rini mengerjakan tugas proposal dan tempat berkeluh kesahnya selama kuliah tak ayal jika pelayan dan pemilik cafe tersebut kenal bahkan akrab dengan Dira dan Rini.
" Hai Dira, wahh tambah cantik aja anak pak kurniawan ini" Sapa barista cafe yang bernama bisma.
"Ahaha bisa aja kamu kak bisma, aku masih Dira yang dulu kok, muka kau juga gini-gini aja dari dulu gak ada perubahan apapun"
" Kakak serius loh dir" Balas bisma sambil mengacak rambut Dira. Kebiasaan bisma dan dira layaknya sepasang kekasih tapi dibalik itu semua Dira hanya menganggap bisma seorang kakak yang bisa melindunginya dari bahaya.
"Iihh kak bisma nyebelin kan jadi berantakan nih rambut Dira, ngomong-ngomong kak Rio hari ini ada disini gak? Dira kangen banget sama kalian semua hehe"
" Kak riomu itu tadi ada tapi udah keluar kayaknya nemenin pacarnya belanja deh, kalo kangen peluk dong" Canda bisma
" Hmm peluk peluk, bilangin ayah looo ntar" Jawab Dira sedikit menggoda bisma
"Bilangin aja sapa tau ntar malah diangkat jadi mantu kan lumayan" Tantang bisma
__ADS_1
"Diraaa... Maaf ya aku telat tadi nganterin mama belanja bentar, udah lama banget ya nungguinnya" Suara melengking Rini menggema diseluruh ruangan, hingga membuat pengunjung cafe rio menoleh ke arahnya dan Rini mengacuhkan semua mata yang tertuju padanya.
"Haduhh mulut mercon udah dateng, Ganggu aja kamu rin, akukan lagi pdkt sama Dira" Ucap bisma sedikit berbisik pada Rini, Rini hanya terkekeh mendengar bisikan bisma ternyata seorang bisma yang sempat ditolak oleh Dira masih saja tidak menyerah.
"Ups sory kak, aku mana tau kalo kakak pdkt lagi sama si Dira" Sambil menutup mulut dengan sebelah tangannya.
"Kalian lagi gosipin siapa sih, kok sampe bisik-bisik gitu, tadi pas dateng aja suara lo ngalain toak mesjid" Tanya Dira penasaran dengan tatapan menyelidik melihat kelakuan kedua temannya.
"Gak papa Dira, tadi Rini minta dikenalin sama cogan yang sebelah sana tuh" Menunjuk kearah temannya yang bernama Galih tanpa mereka sadari Galih yang merasa dirinya sedang ditunjuk oleh bisma langsung mendekat kearah mereka bertiga.
"Apa bis? butuh bantuan gue? " Tanya Galih
"Haha sudah jatuh tertimpa tangga, yaudah deh rin kamu lanjut aja kenalan sama galih, mayan kan Galih gak jelek-jelek amat" Goda bisma pada Rini.
Rini sangat kesal pada bisma karena dia sama sekali tidak berminat untuk berkenalan dengan Galih semua itu terjadi karena mereka ingin mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan Dira supaya ia tidak curiga bahwa Rini dan bisma sedang membicarakan tentang niat bisma beberapa menit yang lalu.
"Kak Galih kenalin ini temen Dira namanya Rini" Kata Dira sambil menyenggol lengan Rini
"Hay Rini, kenalin namaku Galih" Galih mengulurkan tangannya pada Rini
"Oh hay kak Galih, aku Rini" Jawab Rini sedikit gugup
"Mampus niat hati cuma godain Dira kenapa gue yang kejebak gini sih, btw gapapa deh kak Galih juga lumayan cakep" Gumam Rini dalam hati
"Eee kalian udah lama kenal? " Sambil menunjuk ke atas Dira dan Galih
__ADS_1
"Enggak siii, pas aku terakhir kali kesini itupun aku di kenalin sama kak bisma yakan kak? " Galih hanya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Dira. Mereka bertiga pun mengobrol dengan santai, layaknya sudah mengenal satu sama lain tidak ada kecanggungan apapun saat mereka mengobrol semuanya mengalir begitu saja.