
pagi menyambut begitu cepat, Dira terbangun dari tidurnya karena dia sepertinya ingin buang air besar, ia menyingkirkan lengan suaminya. saat akan beranjak dari tempat tidur ia meringis karena merasakan sakit yang amat sangat dibagian intinya.
"auwww... ya ampun gimana caranya aku sampai ke kamar mandi, jalan aja susah" Dira menggerutu, ilham yang sejak tadi merasakan pergerakan di tempat tidur perlahan mengumpulkan kesadarannya, ia mendengar apa yang diucapkan oleh dira.
"Sayang.. mau kemana?" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"mas aku mau kekamar mandi tapi ini sakit banget" ilham duduk kemudian berdiri disamping Dira.
"mau ngapain mas?"
"Mau bantu kamu kekamar mandi sayang" ilham menggendong Dira ala bridal style dan menurunkannya didalam kamar mandi
"kok masih disini mas? tunggu diluar sana" ucap Dira sambil mendorong pelan bahu suaminya. ilham hanya terkekeh melihat tingkah Dira. setelah menyelesaikan ritual dikamar mandi Dira melangkah keluar, betapa terkejutnya dia saat melihat ilham yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.
"Astaghfirullah mas! kamu ngagetin aja, kok masih disini?"
"aku menunggumu sayang, karena aku... " belum sempat ia meneruskan ucapannya, ilham sudah menyerang bibir Dira, semakin dalam. Dira yang sudah tak kuasa menolak atau memberontakpun mengikuti permainan ilham.
ilham menggendong Dira menuju tempat tidur tanpa melepaskan ciuman panas mereka, perlahan ilham mendorong tubuh Dira hingga ia terlentang. tangan jahil ilham bermain di bukit kembar milik dira. bibir ilham masih sibuk membuat gigitan kecil memberikan jejak kepemilikan dileher mulus istrinya.
"emmhh.." lenguh Dira dan berhasil membuat ilham menyunggingkan senyum dibibirnya. Ilham terus bermain dan menjelajahi ladang bercocok tanam hingga Dira kehilangan kendali. Dira merintih saat ilham memberikan sensasi yang berbeda.
rintihan Dira terdengar menggoda ditelinga ilham, membuat diri ilham semakin menggila.ia memaju mundurkan pinggulnya memberikan kenikmatan kepada dirinya dan Dira.
"maaf sayang.." hanya itu kata-kata yang mampu keluar dari mulut ilham ditengah nafas yang semakin memburu, sebenarnya dia tidak tega jika melihat Dira yang tengah kesakitan oleh keperkasaannya tapi ini benar-benar membuatnya candu.
"eunghhh mas..." desah Dira saat mencapai puncak kenikmatan dan mampu membuat senyuman tipis dibibir ilham. setelah menembakkan semua cairan kedalam perut Dira, ilham mencium pelan dan mengusap perut Dira.
"Cepatlah hadir sayang.. bunda sama ayah menunggu" Dira menyunggingkan senyumnya. ia tidak menyangka bahwa ilham sangat menginginkan anak lagi setelah ada serli.
Waktu terus bergulir setelah selesai membersihkan tubuh yang terasa lengket dan sholat berjamaah kini mereka menghabiskan waktu ditempat tidur.
"Mas, kita harus pulang kasian anak-anak" ucap Dira sambil mengelus lengan ilham yang sedang memeluknya dari belakang
"apa kamu sudah sanggup berjalan? apa sudah tidak sakit?"
"hmm sakitnya sudah berkurang, kita harus bekerja mas"
"Mas kira kita akan disini seharian tanpa bekerja" mendengar jawaban ilham, Dira memukul pelan lengan ilham.
"ck kita sudah seminggu cuti, dan sekarang kamu berniat cuti lagi. Pagi ini kita harus pulang sayang"
__ADS_1
"Baiklah.. kita pulang pagi ini, kita akan menjalankan proyek kita setiap malam dirumah sampai ada kabar bahagia"
"kamu memang mesum pak polisi, ayo kita bangun dan segera pulang. aku sangat merindukan anak-anakku mas" merekapun bersiap untuk pulang kerumah.
30 menit kemudian mereka sampai dirumah pak kurniawan, ternyata disana anak-anak sedang jalan-jalan pagi bersama mama lia dan juga pak kurniawan.
"Pagi sayang.. " sapa Dira membuat Rafa dan serli menoleh bersamaan.
"Bunda.. ayah.. " mereka berlari kearah ilham dan Dira
"Bunda kangen banget sama kalian"
"Serli juga kangen sama bunda, tapi kata oma dan opa, bunda dan ayah lagi ada kerjaan jadi serli gak telepon-telepon bunda" Dira menatap kearah ayah dan mamanya.
"iya nak bunda sama ayah lagi ada kerjaan dan sekarang kerjaannya sudah selesai jadi bunda pulang deh"
"Bunda ini apa?" tanya rafa sambil menunjuk leher Dira yang ada bekas kepemilikan ulah ilham.
"Oh ini... emm" Dira menatap ilham meminta pertolongan
"itu digigit serangga sayang" ilham menjawabnya dengan ngasal.
"ah ya serangga nak, serangganya jahat sekali sama bunda jadi kalau sewaktu-waktu bunda diajak ayah lagi kalian harus ikut ya biar ada yang jagain bunda dari serangga jahat" Dira sengaja menggoda ilham. ilham membelalakkan matanya saat mendengar permintaan Dira kepada anak-anaknya.
mama lia dan pak kurniawan mengulum senyum melihat ekspresi ilham yang sedikit cemberut oleh kejahilan istrinya.
"sudah, sudah ayo kita masuk, kalian harus siap-siap bekerjakan?" ucap pak kurniawan.
setelah mendengar ucapan pak kurniawan mereka masuk dan bersiap-siap.
...****************...
Dilain tempat tampak shela mondar-mandir didepan kamarnya, ia mencari cara agar bisa membawa serli tanpa harus bertemu dengan ilham karena jika mereka bertemu sudah pasti mereka akan ribut dan ujung-ujungnya dia tidak bisa membawa serli
"kamu kenapa mondar-mandir kayak orang kebelet pipis shela?" ucap mamanya.
"aku sedang berfikir bagaimana caranya membawa serli tanpa bertemu ilham ma, sudah hampir 2 minggu dia tidak bersamaku"
"kamu samperin aja ke sekolah serli terus bawa dia, bereskan?"
"masalahnya disana ada Dira ma, mama barunya anak-anak"
__ADS_1
"hallah.. kamu takut sama wanita itu? kamu lebih berhak atas serli, shela. jangan jadi bodoh begini! "
"Ck mama memang bisanya berbicara seperti itu, kalau Dira ngadu sama ilham otomatis ilham akan kesini menjemput serli lagi"
"yasudah mama tidak akan memberi saran apapun toh kamu tidak akan memakai cara mama, jadi selamat berpusing ria" usai berkata demikian Retno (mama shela) pergi meninggalkan shela.
"Aku akan berpura-pura baik didepan Dira, setelah itu pasti dia akan berbicara pada serli dari hati ke hati. yahh memang itu cara paling ampuh meskipun aku tidak sudi bersikap baik pada pelakor itu" shelapun bersiap untuk pergi ke sekolah serli.
pukul 9.30 ia sudah sampai di sekolah serli dan menuju ruang guru. disana ia bertemu dengan Devi. Devi sedikit terkejut melihat kedatangan shela.
"ck ngapain perempuan ini datang kesini?" ucap Devi dalam hati. shela tidak tau kalau Devi sudah mengetahui identitasnya sebagi mantan istri ilham
"ada yang bisa saya bantu mba?" tanya devi pada shela.
"eh iya saya ada perlu sama salah satu guru disini Bu namanya Dira"
"oh Dira, sebentar saya panggilkan. silakan duduk dulu mba" Devi meninggalkan shela diruang guru dan memanggilkan Dira.
Dira menuju ruang guru setelah mendengar Ada tamu yang ingin bertemu dengannya.
"mba shela?ada perlu apa?"
"mm.. Dira maaf sebelumnya membuatmu kaget dengan kedatanganku kesini, aku takut diusir jika harus datang kerumah kalian. aku ingin berbicara Baik-baik tentang serli"
"tenang saja mba, aku tidak akan memberitahu pada mas ilham tentang ini" ucap Dira sambil memegang tangan Dira.
"ih najis banget dia pegang-pegang, tapi tak apalah nanti aku bisa cuci tangan" batin shela
"dira.. apa kamu tidak bisa membujuk serli untuk ikut denganku, aku sangat rindu padanya sudah 2 minggu dia tidak bersamaku. kita sama-sama perempuan pasti kamu tau gimana rasanya jadi aku, untuk bertemu dengan anak-anak harus sembunyi seperti ini" Dira tampak berfikir, apa benar ini shela yang dulu? yang begitu kasar kini menjadi lemah lembut. namun ia membuang pikiran itu.
"mba.. aku sudah pernah menjelaskan pada anak-anak agar mereka selalu mengingat Ibu mereka, tidak ada niatan untuk memberi kalian jarak. mereka bilang kalau sewaktu-waktu mereka sendiri yang akan meminta pergi kerumah mba. aku akan berbicara lagi dengan mereka"
"apa tidak bisa hari ini dira?"
"maaf mba, aku harus meminta ijin dulu sama mas ilham karena diakan ayahnya. kalau saja aku punya hak atas mereka dengan senang hati aku mengijinkannya"
"ck ternyata percuma juga kesini hanya buang-buang waktu, nyatanya perempuan ini tidak membantu sama sekali!" segala umpatan dilontarkan didalam hati shela.
"baiklah aku akan menunggu mereka datang padaku tanpa harus bertengkar dengan mas ilham. kalau begitu aku pamit Dira, Terima kasih"
"iya mba shela, Hati-hati"
__ADS_1
saat sampai dihalaman sekolah shela menghentakkan kakinya kesal karena usahanya datang kesekolah untuk mendapatkan serli kini sia-sia.
"Brengsek!!! kalian brengsek!! " kemudian shela melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi