Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Terus terang


__ADS_3

"DIRAAAA!!!!" Teriak ilham.


mendengar teriakan ilham yang membuat Dira terusikpun bangun, Dira melihat ilham tengah meronta-ronta namun matanya masih terpejam.


"mas! kamu kenapa mas, mas ilham bangun!"


Dira terus menggoyang tubuh ilham hingga akhirnya ilham terbangun dari tidurnya.


"Sayang! kamu gapapa? apa ada yang luka?" ucap ilham sambil terus mengecek keadaan Dira.


"aku gapapa mas, kamu mimpi buruk ya?" jawab Dira sambil mengelap peluh di kening ilham. "Ini minum dulu mas".


ilham mengambil air tersebut dari tangan Dira dan meneguknya hingga tandas.


"atur nafas dulu mas, kamu mimpi apa sih? sampe kaya tadi" bukannya menjawab ilham malah memeluk Dira begitu kuatnya.


"Janji ya apapun yang terjadi kamu gak akan ninggalin aku, dan kita harus saling terbuka satu sama lain. aku gak tau kalo harus tanpa kamu" ucap ilham tanpa ia sadari air matanya mulai menetes


"aku gak lagi merahasiakan apa-apa dari kamu mas, lagian aku gak pernah kemana-mana. atau jangan-jangan kamu lagi ada masalah yang aku gak tau?"


"Iya tapi janji kamu tidak boleh marah aku akan menceritakan apa adanya sama kamu besok"


"Kenapa harus besok? kenapa gak sekarang aja"


"Udah malem sayang, kasian dia pasti masih tidur"


"haahhh baiklah, baca doa dulu sebelum tidur mas biar gak mimpi kaya tadi"


"Iya bunda sayang"


merekapun melanjutkan tidur mereka sambil berpelukan karena pagi masih sangat lama.


Saat adzan subuh berkumandang Dira perlahan membuka matanya dan segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk berwudhu, tak lupa ia membangunkan ilham yang masih setia didalam selimut.


"mas bangun, sholat subuh yuk"


"Hmmmhhh 5 menit lagi sayang" jawabnya sambil memegang pergelangan tangan Dira.


"Yaudah aku kekamar mandi dulu kalo kamu masih belum mau bangun mas" namun bukannya bangun, ilham malah menyandarkan kepalanya dipaha Dira "isshh gimana caranya aku kekamar mandi kalo kamu tidurnya gini"


"5 menit lagi sayang beneran deh"


"Bener ya 5 menit lagi aku bangunin harus bangun pokoknya"


"he'emm tapi dielus-elus dulu akunya"


Dira memutar bola matanya malas mendengar permintaan suaminya yang tak kunjung bangun itu. meskipun sedikit jengkel namun Dira tetap memenuhi permintaan suaminya, dia mengusap lembut rambut Ilham selama beberapa menit.


"Sayang.. "


"Hm?"


"Aku mau cerita sama kamu, tapi jangan salah paham dulu. dengerin aku cerita sampe selesai dulu baru setelah itu kamu boleh ngomong, boleh?"

__ADS_1


"Hemhem, cerita aja mas bukannya kamu sendiri yang bilang kalau di antara kita tidak boleh main rahasia-rahasiaan"


"aku pernah cerita kan yang masalah KDRT itu? gak lama setelah itu mereka cerai"


"Terus?"


"Septian bilang kalau mantan istri dari mantan kamu itu suka sama aku"


"Hahh!!!"


"Tuhkan, belum selesai sayang jangan marah dulu. aku cerita ini ke kamu supaya kamu gak kepancing kalau sewaktu-waktu kita gak sengaja ketemu dan dia dengan tidak tau malunya ngomong yang aneh-aneh ke kamu"


"Hadewwhh baru aja jadi janda, udah menggatal sama suami orang. awas aja kalo sampe ketemu dan bikin onar, bakalan aku cakar-cakar sampe gak kesisa"


"Hehe kok ganas sekali istri aku ini, jangan gitulah sayang. kalo kamu mau bales dia mending pake cara yang elegan, kalo sama-sama pake emosi apa bedanya kamu sama dia ya nggak?"


"Bener juga, terus kenapa kamu baru cerita sekarang mas?"


"haishh kemarin kamu salah paham sama aku, ya aku gak mau dong cari gara-gara lagi sama kamu, sayang"


"yaudah kalo kamu ketemu sama wanita ular itu, kamu harus menghindar aku gak mau ya suami aku dipeluk-peluk sama wanita gatal kaya dia"


"gak usah dibilangin juga aku bakalan ngelakuin itu sayang. aku bukan tipe laki-laki yang mau-mauan"


"Hallaahhh terus yang kemarin? oohhh anda sudah lupa rupanya Pak ilham?"


"Em.. itu.. ah sudahlah jangan dibahas, kita sholat subuh aja yuk nanti keburu habis waktunya"


"Hehe yaudah iya"


begitulah seterusnya kehidupan rumah tangga Dira dan ilham selama beberapa hari.


...****************...


Seminggu kemudian...


ilham menanyakan tentang kesediaan Rini untuk mengantarkan anak-anaknya bertemu dengan Ibu kandung mereka yang tak lain adalah Shella. tentu saja Bu Nining mengijinkan Rini untuk menemani Cucunya hadir di acara pernikahan shella.


Saat hendak makan siang bersama Septian, ponsel ilham berdering.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam, ilham papa dengar dari shella katanya anak-anak mau kesini, apa benar?"


"Iya pa, Shella meminta ijin sekaligus minta tolong untuk mengantarkan anak-anak kesana pa. karena hubungan aku, Dira sama shella sudah membaik jadi aku ijinkan anak-anak untuk pergi kesana"


"Oh ya? papa senang sekali mendengarnya ilham. Untuk tiket dan lainnya kamu tidak usah khawatir, papa yang akan menanggung semuanya"


"Tapi pa?"


"sudah tidak ada tapi-tapian, ini untuk cucu dan menantu papa juga"


"Mm.. sebelumnya ilham minta maaf pa, Karena yang akan mengantarkan anak-anak kesana bukan ilham dan Dira"

__ADS_1


"lho? kenapa bukan kalian? lalu siapa?"


"Ilham tidak mungkin meminta cuti selama 2 Minggu Pa karena disini tanggung jawab ilham sangat banyak, dan untuk Dira.. dia sedang hamil jadi aku hanya khawatir saja sama kandungannya karenakan perjalanannya membutuhkan waktu yang sangat lama Pa. tapi ilham sudah meminta bantuan pada Rini dan Roby untuk menemani mereka selama disana" Jelas ilham pada Rama.


"Baiklah Papa mengerti meskipun sebenarnya Papa sangat ingin bertemu dengan kalian. yasudah siapapun yang mengantar Serli dan Rafa, Papa yang akan menanggung segala kebutuhan mereka. kamu tidak usah khawatir Ilham"


"Terima kasih Pa, maaf merepotkan"


"Ini tidak seberapa yang penting Papa ketemu sama cucu-cucu Papa, mungkin lain waktu kalian bisa kesini sekalian liburan sama keluarga besar. tidak usah sungkan-sungkan bilang saja ya"


"Baik Pa"


"Kalau begitu Papa tutup dulu, selamat bertugas nak"


Setelah ilham mengakhiri percakapannya dengan sang mertua, iapun menghampiri Septian yang sejak tadi menunggunya untuk makan siang.


"enak banget lu, gak usah mikirin biaya haha tajir amat mantan mertua lu"


"Dia dari dulu emang seroyal itu tapi dibalik kesuksesannya yang sekarang, dulu dia juga pernah sempat Bangkrut Karena harus melunasi hutang-hutang mamanya Shella. entahlah waktu itu aku tidak bisa membantu banyak, kamu tau sendiri dulu aku gimana"


"Gue mah udah tamat ama cerita lu yang ini. emak sama anak emang gak jauh beda, Sama-sama doyan banget ama duit. yaudah lah ya sekarang kamu udah dapetin wanita yang benar-benar mau menerima segala kekurangan kamu"


"hmm kamu benar, Dira dan shella benar-benar 2 orang yang bertolak belakang. haha yaudahlah ayo kita berangkat cari makan, aku banyak kerjaan habis ini"


"Yaudah hayuk"


Merekapun segera beranjak dari tempat duduk mereka menuju mobil, kali ini mereka ingin makan siang dengan nasi bakar yang tau jauh dari kantor mereka hanya 15 menit.


"Eh itu bukannya Mitha ya?" ucap Septian sambil menatap kearah Mitha yang saat itu sedang duduk sendirian.


"Astaga kenapa harus ketemu disini sih!"


"Lu duluan aja ke mobil, makanannya bungkus aja biar gue yang beresin simitha"


"Hahh baiklah jangan Lama-lama, jangan bilang kalo lu lagi bareng gue"


"Iya lu tenang aja, udah buruan! ntar dia ngeliat lu lagi"


ilhampun memutar badannya untuk kembali ke parkiran sesuai perintah septian.


karena sedikit bosan menunggu septian yang sedang mengantri makanan, ilham memutuskan untuk menghubungi istrinya.


"Assalamu'alaikum istriku"


"Waalaikum salam mas, kamu dimana kok kayak lagi didalam mobil?"


"Iya aku lagi keluar sebentar cari makan sama Septian tapi Septian nyuruh aku nunggu dimobil"


"Kenapa?"


"Kamu jangan marah ya... di dalem sana ada Mitha, jadi daripada dia genitin aku mending aku di mobil aja"


"APA!! MITHA?" Teriak Dira diseberang sana

__ADS_1


__ADS_2