Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Pernyataan


__ADS_3

"hufftt.. jaga perasaan kaya gimana sih maksud kak ilham?"


"gini Dira.. sebenarnya kakak itu pengen mencoba untuk menjalin hubungan sama kamu, kakak tau kamu pasti kaget mendengar ini semua karena tiba-tiba. tapi kalau kamu gak setuju juga gapapa kakak akan mundur, karena kakak sadar kok umur kakak yang sudah tidak muda lagi pasti gak pantes buat jadi pasangan kamu. kakak cuma sudah capek aja hidup sendiri kaya gini gak punya sandaran buat berkeluh kesah, tidak ada yang menyemangati saat sedang rapuh jadi untuk sekedar main-main sudah bukan waktunya toh anak-anak juga sudah nyaman dengan tante yang sudah mereka anggap sebagai ibunya yaitu kamu. kakak pernah gagal dalam membina rumah tangga jadi kakak tidak ingin gagal lagi. kakak serius sama kamu, apa kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku?"


"omaygat!! oksigen mana oksigen gue gak lagi mimpikan ini, kak ilham ngelamar gue? astagah gue harus jawab apa, gak mungkin kan gue nolak secara ini yang gue tunggu-tunggu sejak dulu" Dira membatin.


"memangnya kakak sudah yakin sama Dira? Dira kan masih kaya anak kecil, bisa kakak menghadapi mood Dira yang suka berubah-ubah?"


"kakak sih yakin, gak tau kalau Dira yang gak yakin sama kakak. tapi tunggu kakak ingin memastikan sesuatu" ilham mendekati wajah Dira, Dira tampak gelisah saat itu tapi ia juga tidak bisa apa-apa selain pasrah.


cup!


ilham mengecup pelan bibir Dira, Dira membeku saat ilham menciumnya secara tiba-tiba.


"apa itu yang pertama?" Dira mengangguk dan ilhampun tersenyum


"pantesan kamu gugup, jadi gimana jawaban kamu Dira?"


"Apa kakak bisa berjanji kepada Dira, untuk tidak meninggalkan Dira apapun yang terjadi?"


"kalau bisa diselesaikan baik-baik kenapa harus dengan cara ninggalin?"


" aku takut kak, karena aku pernah dikecewakan oleh mereka yang pernah berjanji akan selalu berada disamping Dira apapun yang terjadi" mata Dira mulai berkaca-kaca, setrauma itukah Dira kepada laki-laki?. ilham langsung memeluk Dira untuk memberikan ketenangan


" sudah jangan sedih kalau kamu belum siap menikah dengan kakak dalam waktu dekat, kita bisa jalani saja dulu sampai kamu benar-benar siap. kakak tidak buru-buru, asal kamu tidak nakal. ok sayang?"


"sa_sayang? emang Dira udah nerima kakak?" Dira melepas diri dari ilham

__ADS_1


"jadi kakak gak diterima?"


"iya! kakak gak diterima kalau dihati kakak masih ada orang lain!" jawaban Dira berhasil membuat ilham Tersentak kaget


" emang siapa yang ada dihati kakak? sok tau deh! haha"


"aku bukan sok tau kak, aku emang tau! kakak pernah nyatain perasaan kakak pada bella kan? aku liat kok"


"enggak tuh kakak cuma ketemu biasa gak nyatain apa-apa lagian kenapa kamu gak nyamperin?"


"hallahh... pake ngelak lagi. boro-boro mau nyamperin ngeliat dari jauh aja aku udah sesak nafas"


"hahahaha berarti udah sayang kakak dari lama dong. sayang bibirnya biasa aja dong gak usah di monyong-monyongin gitu, entar kakak cium lagi loh! yaudah iya kakak ngaku emang waktu itu kakak sempat nyatain perasaan kakak kepada bella, tapi dia menolak kakak. sakit ya ternyata kalau ditolak haha"


"tuhkan! pasti masih cinta, ah tau ah males!" dira memukul pelan lengan ilham dan langsung membuang muka kearah jendela


"gombal, masa bisa secepat itu hilangnya. pasti Dira cuma sebagai pelampiasan. iihhh jahat banget!!!"


"enggak sayang, kamu bukan pelampiasan. kan kejadiannya udah lama juga sayang, masa kakak diam ditempat kalau udah ditolak mentah-mentah kayak gitu. ya cari yang baru lah, kaya sekarang nih udah dapet anaknya pak kurniawan yang cantiknya MasyaAllah" pernyataan ilham mampu membuat Dira senyam-senyum sendiri. kemarahannya tadi sudah menghilang entah kemana.


"yaudah kalau gitu kakak harus ngomong langsung aja sama orangtua Dira, baru deh Dira percaya sama omongan kakak"


"ok siapa takut nona, mau sekarang apa gimana?"


"ya Jangan sekarang juga, kita jalani saja dulu hubungan ini kalau sudah merasa saling membutuhkan satu sama lain baru kakak boleh nemuin ayah sama mama, Dira mau tanya dong apa kakak akan ngelarang Dira bekerja setelah nanti kita menikah?"


"sayang dengerin aku,, aku ngomong kaya gini karena sudah memikirkannya jauh-jauh hari. jadi kakak sudah siap kapanpun itu untuk menemui orangtua kamu. dan untuk bekerja ya jelas enggak dong sayang, itukan memang cita-cita kamu dari dulu kenapa juga kakak harus meminta kamu berhenti bekerja kalau kamu saja sudah nyaman di sana toh Serli juga sekolah disana jadi kamu bisa sambil lalu jagain dia"

__ADS_1


"kalau gitu ya sudah terserah kakak, Dira manut aja"


"lebih cepat lebih baik sayang. besok ya aku datang kesana sama ibu juga, nanti malam aku akan coba jelaskan ke ibu dan rini. sekarang aku anterin kamu pulang karena udah sore nanti dicariin sama om dan tante. mau peluk boleh? takutnya nanti nyampe rumah gak bisa peluk" Dira mengangguk dan ilham segera memeluk Dira sambil mengelus punggungnya.


sesampainya dirumah Dira, ilham ikut masuk untuk menemui pak kurniawan dan mama lia


"assalamu'alaikum om, tante. ini makasih diranya hehe masih utuh kok"


"waalaikumsalam haha kamu ilham bisa aja, gak mau duduk dulu?" ucap pak kurniawan


"iya duduk dulu dong ilham" sambung mama lia


"gak usah tante, om makasih. ilham langsung pulang aja soalnya anak-anak kan lagi tidur takutnya mereka bangun nyariin ilham. besok ilham kesini lagi tenang aja om"


deg


deg


deg


"ternyata kak ilham gak main-main sama ucapannya, astaga yakin nih dia mau ngelamar langsung ke orangtua gue" Dira membatin.


"oh yasudah hati-hati ilham, salam sama Bu Nining dan Rini ya"


"iya tante. assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam" ilhampun meninggalkan rumah Dira.

__ADS_1


__ADS_2