Maaf, Aku Mencintaimu

Maaf, Aku Mencintaimu
Vitamin C


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 16.00 merekapun pulang dari restoran tadi. ilham tidak mengantarkan Dira pulang kerumahnya melainkan membawanya pulang kerumah Bu Nining karena pak kurniawan dan mama lia sedang keluar kota selama 3 hari, mereka meminta ilham untuk membawa Dira kerumahnya karena kasian bila Dira sendirian di rumah.


sesampainya dirumah Dira dan ilham mengeluarkan barang belanjaan mereka hari ini.


"Kak.. pergilah Bersih-bersih kekamarmu biar aku yang membawa sisanya kedalam, nanti malamkan kamu kerja kasian capek seharian nemenin aku sama anak-anak" ucap dira sambil menenteng paper bag kedalam rumah ilham


"hmm baiklah sayang, aku keatas dulu" Bukan ilham namanya kalau tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, ia mencium bibir dira sekilas dan berlari kekamarnya membuat dira mendelik dan kesal dengan kelakuan ilham.


"dasar polisi mesum dia selalu saja curi-curi kesempatan, kalau saja tadi ada Bu Nining atau Rini mau ditaro dimana muka gue" Dira merutuki kelakuan ilham dalam hatinya.


Bu Nining sedang pergi melayat kerumah teman karibnya sedangkan Rini masih belum pulang dari tempat ia bekerja jadi hari ini di rumah itu hanya ada ilham, Dira dan juga anak-anak. Dira masuk kekamar tamu untuk merebahkan tubuhnya yang lelah tak lupa ia mengunci pintu kamarnya takut kalau ilham kembali mengerjai dirinya, Dira sedang memainkan HP nya di atas tempat tidur sampai ia terlelap.


Dira mengerjapkan matanya ia melihat sekeliling.


"Kok gelap?" iapun mencari HPnya dan melihat jam yang ternyata sudah jam 18.00 "astaghfirullah aku ketiduran! " ia segera berdiri mencari saklar lampu kemudian ia berjalan keluar untuk melihat keadaan diluar, Dira terkejut saat melihat Bu Nining dan ilham sudah ada diruang keluarga.


"Dira, sudah bangun nak? sini duduk" ucap Bu Nining


"Mmm Dira belum sholat maghrib Bu, kenapa Ibu tidak membangunkan Dira"


"Ibu tidak enak sama kamu Dira, pasti kamu lelah seharian berkeliling-keliling mall apalagi bersama anak-anak" Ilham yang berada disamping Bu Nining tampak tengah senyam-senyum melihat muka bantal Dira.


"kalau begitu Dira sholat dulu ya Bu"


" kenapa bisa sampe kebablasan sih tidurnya, apa kata Ibu calon mantunya tidur sore-sore dan pastinya gue bakal dibilang gak tau diri, udah numpang malah molor gak inget waktu" Dira merutuki kebodohannya sendiri. Dira kembali masuk kekamarnya untuk menunaikan solat maghrib terlebih dahulu.


selesai menunaikan ibadah sholat maghrib, Dira pergi kedapur membantu Bu Nining memasak untuk makan malam nanti.


"Bu, kak ilham suka makanan yang seperti apa ya? katanya nanti dia kerja, kasian takut dia kelaparan dikantor, Dira juga akan memasak cemilan nanti"


"biasanya dia suka makan ayam goreng tepung atau rendang, tapi Ibu tidak punya stok daging sapi, adanya ayam. jadi kamu masak ayam aja Dira nanti Ibu bantu"


"ah kalau hanya ayam goreng tepung Dira bisa masak sendiri Bu, tidak apa-apa"


"Baiklah nak, Ibu akan memasak sop karena anak-anak sangat menyukai sayur sop apalagi ada baksonya pasti Serli makan banyak nanti"


"hahaha sigembul itu memang ada-ada saja ya Bu" tawa keduanya memenuhi ruang dapur. Serli memang pemilih dalam hal makanan, ia sedikit tidak suka sayuran hijau yang ia suka hanya sop saja itupun dulu ilham yang memaksa.


Dira menyiapkan bekal dan juga cemilan untuk ilham, sedangkan Bu Nining tengah menata makanan diatas meja makan. saat semuanya sudah siap Dira diminta untuk memanggil ilham dan anak-anak untuk makan malam. Dira masuk kekamar anak-anak terlebih dahulu.


"Hay sayang, ayo kita makan malam dulu habis itu mengerjakan PR" keduanya beranjak dari tempat duduk dan menuruti perintah Dira, sedangkan Dira menuju kamar ilham


tok


tok


tok


"kak, ayo makan malam dulu" namun tak ada jawaban, tapi ia juga tidak mungkin langsung masuk begitu saja. Rini yang melihat Dira didepan kamar ilhampun menghampiri Dira.


"Kak, aku masuk ya" tanpa menunggu persetujuan ilham Rini membuka kamar ilham, dan ternyata orang yang Dira panggil sejak tadi sedang terlelap. "Tuh Dir kelakuan calon suami lo, jam segini bisa-bisanya dia nyempetin tidur, sana lo bangunin"


"Ta_tapi Rin, kasian kayaknya dia capek"


" udah gapapa Dir, sana bangunin dia gak gigit kok, gue tunggu dibawah ya jangan lama-lama kasian Ibu nungguin " Dira mengangguk dan menghampiri ilham yang masih enggan membuka matanya.


"Kak ayo bangun, katanya kamu kerja kok malah tidur sih" Dira mengguncang tubuh ilham


"hmmm ngantuk sayang" ucap ilham sambil menutup seluruh wajahnya dengan selimut

__ADS_1


"kalo kakak gak bangun, Dira pulang sekarang juga! lanjutkan tidurmu! gak usah cari aku! " seketika membuat ilham duduk setelah mendengar ancaman Dira.


"kok pulang sih sayang jangan dong, iya iya aku bangun" dirapun berdiri berniat meninggalkan ilham yang masih mengumpulkan niat untuk menyusul ke ruang makan, tapi langkahnya terhenti karena ilham sudah lebih dulu menarik tangan Dira dan memeluknya


" ck kak lepasin gak enak sama Ibu dan Rini mereka udah nungguin kakak daritadi dibawah" ucap Dira sambil mencoba melepaskan diri dari ilham


"sebentar saja sayang biar aku semangat kerjanya, Aku minta vitamin C dulu"


"Vitamin C?" Dira benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud oleh ilham. Ilham melepaskan pelukannya dan menyambar Bibir Dira hingga membuat Dira terkejut. Dira memukul dada ilham agar ia melepaskan ciumannya itu.


"hmph.." namun ilham tak bergeming, ia terus memperdalam ciumannya mengabsen rongga mulut Dira. ide cemerlang terbesit diotaknya, Dira menggigit bibir ilham dan berhasil melepaskan ciuman mereka.


"Ck Rese banget sih kak, kakak mau liat aku mati kehilangan oksigen?" ilham yang melihat wajah Dira yang cemberut hanya tertawa.


"Hahahaha maaf sayang, ayo kita kebawah. makasih vitamin C nya ya, Ciuman" lanjut ilham. Dira membelalakkan matanya saat tau arti vitamin C yang dimaksud ilham.


"kenapa gue bego gini sih, udah tau si duda ini otaknya mesum bisa-bisanya gue gak kepikiran kesana sama sekali" Batin Dira.


keduanya menuruni tangga untuk bergabung ke meja makan. belum juga duduk mereka sudah mendapatkan tatapan maut dari anak-anaknya. ilham hanya bisa nyengir kuda melihat tatapan mereka.


" hehe ayah lama ya nak?"


"Ayah sih pake tidur, kan kita nungguinnya lama kasian bunda pasti bosan bangunin ayah, bunda.. Maafin ayah ya, ayah memang nakal bunda, bunda boleh kok jewer telinganya ayah" ungkapan Serli mampu membuat orang-orang dimeja makan tertawa.


"Sudah-sudah ayo makan nanti keburu dingin" ucap Bu Nining menengahi mereka.


setelah selesai makan malam, Dira mencuci semua peralatan kotor tadi dan memasukkan bekal serta cemilan yang akan dibawa ilham nanti.


Ilham yang sudah rapi dengan seragamnya tampak menuruni tangga dan mencari keberadaan Bu Nining juga Dira.


"Ibu kemana sayang?"


"mungkin Ibu dikamarnya coba kamu cek" ilham pergi menemui ibunya untuk berpamitan. Dira menunggu ilham diteras rumah, ilhampun keluar bersama Bu Nining.


"Iya kak, ini bekal takut nanti disana kakak gabut" Dira memberikan kotak makanan itu pada ilham, ilham menerimanya sambil tersenyum.


"ternyata gak salah pilih calon istri pinter masak, dan perhatian banget kayak gini"


"Aku berangkat ya assalamu'alaikum"


"waalaikum salam" jawab Bu Nining dan Dira bersama-sama.


setelah kepergian ilham, Dira pergi kekamar anak-anak karena dirinya sudah berjanji akan menemani mereka mengerjakan PR.


"Hai sayang, ayo kita kerjakan PR terlebih dahulu setelah selesai nanti kalian boleh istirahat"


"iya Bunda, Bunda malam ini tidur sama kita ya. Serli kangen tidur sambil peluk Bunda kaya dulu"


"hmm tentu sayang, ayo keluarkan bukunya kalau ada yang tidak mengerti bisa tanya sama Bunda ok" merekapun mengerjakan PR mereka ditemani oleh Dira yang sangat telaten dan sabar.


"Bunda ambil minum dulu ya kebawah sebentar" Rafa hanya mengangguk.


saat ia menuruni tangga ia melihat Bu Nining dan Rini sedang menonton TV, dirapun menyapanya.


"Serunya nonton TV bareng kaya gini ya Bu, Dira jadi inget dulu pas Dira suka nginep disini"


"eh Dira, sini nak duduk. iya ya kamu dulu sering banget nginep disini eh sekarang tau-tau udah mau jadi mantu Ibu aja. Ibu seneng banget ternyata jodoh ilham itu bukan orang yang baru kita kenal ya Rin, Ibu khawatir aja kalau sampai dia menemukan pengganti shela namun sifatnya masih sebelas duabelas seperti shela"


"btw kenapa lu mau-mau aja dinikahin kakak gue hahaha, padahal kan lu bisa aja nikah ama orang yang seumuran kamu"

__ADS_1


"hmm Dira juga gak tau Rin, biasanya kan aku takut banget kalo ada cowok yang tiba-tiba mau serius sama aku. kamukan tau banget gimana aku"


"berarti itu memang sudah jalannya, tuhan tidak memperumit jalan kalian untuk saling menemukan satu sama lain" sambung Bu Nining.


" Aku inget banget dulu Dira saking gak maunya dideketin cowok sampe bilang kalo dia udah dijodohin hahaha " merekapun tertawa mendengar cerita Rini tentang Dira. saking asyiknya mengobrol tak terasa sudah hampir tengah malam, mereka dikejutkan oleh suara melengking dari kamar atas


"Bundaaaaaaaa!!!!!" seketika mereka menoleh keasal suara


"astaghfirullah Serli!!.. kenapa teriak-teriak sayang?"


"Katanya bunda cuma mau ambil minum kok lama? Serli ngantuk mau ditemenin tidurnya sama Bunda"


"ya ampun anak itu, perkara mau tidur aja pake teriak-teriak. udah Dir sana temani mereka aku dan Ibu juga mau istirahat"


"iya nak sana temani mereka, sepertinya mereka mulai posesif sama kamu hihi" ucap Bu Nining


"Baiklah Dira keatas dulu ya Bu, Rini. selamat istirahat" merekapun bubar dari ruang keluarga menuju kamar Masing-masing, tak lupa Dira membawa segelas air untuk Rafa karena Rafa harus minum obat rutinitas setiap malam.


30 menit kemudian...


drrt


drrt


Dira yang baru akan tidurpun segera mengambil hpnya diatas nakas, tertera nama ilham disana.


"assalamu'alaikum kak, ada apa?"


"waalaikumsalam, sayang apakah kamu sudah mengantuk?"


"hmm baru akan tidur, kenapa?"


"gapapa cuma kangen suara kamu aja, aku ganggu ya?"


"enggak kok, kalo ganggu pasti gak bakalan aku angkat"


"tega banget sih yang, oiya aku sudah habisin semua bekal yang kamu masak, aku suka banget sama risol mayonya enak"


"alhamdulillah kalo kamu suka, kapan-kapan aku bikinin lagi"


"Beneran ya kalo aku lembur kamu wajib bawaan aku cemilan ini, sayang.. masa kata temenku kalo udah mendekati hari pernikahan harusnya kita dipingit gak boleh ketemu gak boleh video call, gak boleh jalan-jalan"


"katanya sih gitu mungkin takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. aku sih gapapa kalo gak ketemu kamu, soalnya kamu suka jailin aku"


"bukan jail sayang, aku kan cuma minta dikasi vitamin C biar semangat terus hahaha"


"emang dasar kamunya aja yang mesum, sayang kamu besok pulang jam berapa?"


"kenapa? kangen ya?"


"bukan gitu, akukan harus pulang dulu ngambil baju, aku kesini gak bawa baju loh ini aja aku pinjem punya Rini. aku besok harus kerja loh sayang biar dapet cuti nanti"


"hmm... aku usahain pagi udah nyampe rumah sayang, sebaiknya sekarang kamu tidur biar besok gak kesiangan. anak-anak sudah tidurkan?"


" sudah daritadi ini aku lagi tidur sama mereka"


" sekarang mereka masih bisa menguasai kamu, nanti pas kita udah nikah kamu harus tidurnya sama aku gak rela aku berbagi sama mereka"


"ck sama anak sendiri pelitnya minta ampun si bapak, yaudah sayang aku tidur ya, selamat bekerja jangan lupa istirahat bapak" ucap Dira sambil mengulum bibirnya.

__ADS_1


"bapak, bapak. tapi kamu cinta sama bapak-bapak hahaha yasudah selamat istirahat sayang. assalamu'alaikum calon istriku"


"waalaikumsalam calon suamiku" setelah meletakkan HP nya diatas nakas Dira segera menyusul anak-anak ke alam mimpi.


__ADS_2