
"Eeiitttss tidak semudah itu sayang, ada beberapa makanan yang belum boleh dimakan sampai kamu sembuh"
setelah nyawanya terkumpul Dira ikut bergabung dengan ilham dan Rafa
" asyik banget ngobrol nya, Mas katanya kamu piket kenapa masih disini?"
" Kita akan pulang bareng"
"loh kok bareng? Rafa nanti disini sama siapa?"
" mama dan Bu Nining yang akan menginap disini, kamu pulang istirahat temani sherly dirumah kasian anak itu beberapa hari ini kalian cuekin " timpal mama lia.
"tapi kami gak bermaksud cuekin sherly ma"
"iya iya sudah sana pulang, terlalu malam di jalan juga gak baik buat kesehatan kamu dan bayimu, Dira."
" Baiklah,, baiklah.. Kak, Bunda pulang dulu. Nurut ya sama oma" Rafa mengangguk dan memberikan senyuman termanis nya kepada Dira.
Dirumah..
mobil yang dikendarai ilham masuk ke halaman rumah, dimana di teras depan sudah ada pak kurniawan dan kakek yang sedang asyik mengobrol. keduanya pun menghampiri mereka.
" Assalamu'alaikum"
"waalaikum salam, Kok pulang? Rafa sama siapa dira?"
"mama sama ibu katanya yang mau jaga Rafa, yah. Dira disuruh pulang tuh sama mama"
" tapi mamamu bener juga, Dira. kamu jangan terlalu capek, istirahat dulu besok baru kesana lagi" sambung kakek Subagio
" iya kek, kalo Dira gak dengerin nasehat-nasehat mama dan mertua aku mungkin aku masih disana hehehe"
" ilham masuk duluan ya kek, ayah" masuklah ilham kedalam rumah untuk bersih-bersih dan bersiap menuju kantor
" mas ilham piket malam yah, kek. jadinya dia juga ikut pulang sekalian nganterin Dira "
" kasian ilham, belum sempat istirahat sudah mau berangkat kerja" ucap pak kurniawan
" aku kira mas ilham mau ambil cuti karena Rafa sakit, mungkin dia gak enak sama rekan-rekannya disana karena sering ijin"
" berarti dia profesional dalam bekerja nak, harusnya kamu bangga punya suami seperti ilham. untung juga ilham pilih kamu secara kamu manjanyaaa MasyaAllah hahahaha"
mendengar candaan pak kurniawan, kakek Subagio ikut tergelak melihat raut wajah Dira yang menahan malu
" Isshhh ayah sama kakek suka banget godain Dira, ahh yasudahlah Dira masuk dulu kek, yah mau nyiapin baju mas ilham "
Dira juga masuk kekamar nya dan menyiapkan segala sesuatu untuk ilham.
"mas bajunya udah aku siapin, mau bawa cemilan enggak?"
" gak usah sayang, kamu langsung istirahat aja" teriak ilham dari kamar mandi
" Oh yaudah aku kekamar sherly dulu ya"
"ya sayang"
POV DIRA
Baru sehari gak ketemu anak itu, aku udah kangen aja. rasanya gak rela kalau anak - anak harus pergi bersama ibunya tapi aku juga gak boleh egois.
Oh ya ampun anak gadisku satu ini, tidur aja bikin gemes bundanya. ku hampiri putriku yang sedang terlelap lalu ku peluk dia lama.
"Semoga tetap seperti ini meskipun nanti ada adik bayi ya sayang" ucapku pelan agar tak mengganggu tidur sherly.
5 menit kemudian ku dengar ada yang sedang berjalan menuju kamar sherly, dia pasti mas ilham yang sedang ingin berpamitan. Ku biarkan dia masuk terlebih dahulu.
aku bangun dan memberi isyarat padanya untuk tidak bersuara. dia menghampiriku kemudian mencium pucuk kepalaku dan berakhir pada kecupan.
" Aku berangkat dulu, kamu istirahat tidurnya jangan terlalu malam"
"iya mas" saat dia ingin beranjak, ku tarik tangannya dan kupeluk tubuhnya yang wangi. "biarkan seperti ini dulu mas, aku pengen dipeluk 10 detik saja"
" apa begini?" dia mempererat pelukannya, semakin erat semakin nyaman ku bersandar didada bidangnya.
setelah kurasa cukup, kulepas pelukanku agar dia bisa berangkat bekerja tanpa beban.
__ADS_1
" Miss you sayang" ucapku sambil ku tatap matanya.
" miss you too, kalau ada apa-apa hubungi mas ya sayang"
ku anggukkan kepalaku tanda mengerti, ia pun pergi. entah kenapa rasanya berat sekali padahal mas ilham hanya pergi ke kantor dan besok dia pasti akan kembali.
semenjak hamil moodku terus berubah-ubah, tapi aku berusaha untuk tidak menuruti semua moodku ini karena aku tidak ingin mas ilham menjadi risih disaat keadaan segenting ini.
"bunda.. " sherly terbangun.
"Ya sayang? bunda berisik ya, maaf maaf" ku peluk dia hingga tertidur kembali dan akupun ikut tenggelam di alam bawah sadarku.
POV AUTHOR
SUASANA PAGI..
Sejak pagi tadi Dira masih setia didalam dapur, jika ia sudah berada di dapur artinya tidak ada yang boleh mengganggunya memasak. sedangkan dua lelaki paruh baya beda generasi itu sedang menikmati kopi mereka sambil berbincang sesekali bercanda.
"sepertinya hari ini mood cucuku itu sedang baik" ucap kakek Subagio
"Bener Pa, tapi sebaiknya kita jangan mengganggunya dulu. biarkan dia merusak isi dapur xixixi" jawab pak kurniawan
" memangnya dia tidak pernah memasak sendiri di dapur?"
"bukan tidak pernah pa, lebih tepatnya saat dia sudah hamil dira jarang sekali ke dapur. boro-boro ke dapur, denger bau bawang putih aja dia langsung muntah"
"Hah! tapi apa kabar hari ini?"
" iya juga ya, apa jangan-jangan Dira memasak tanpa bawang putih? yang benar saja mana enak kalau perbawangan itu ada yang tidak dimasukkan”
"Papa jadi penasaran, ayo kita intip"
Mereka berduapun berjalan mengendap-endap, layaknya seperti anak kecil yang sedang mengintip.
tanpa mereka sadari seseorang tengah mengawasi mereka dari kejauhan.
"Ehem! "
"Astaghfirullahalazim! " mereka berdua terkejut mendengar suara dibelakang mereka. "Ilham! kamu ngagetin ayah aja, kalau ayah jantungan gimana?"
"Tuh, istri kamu dari bangun tidur sampe sekarang belum selesai masaknya makanya ayah sama kakek intipin dia lagi masak apa, penasaran aja"
"Kenapa tidak jujur saja pada ilham, kalau kita berdua curiga sama dira" timpal kakek
"Curiga? kenapa? ada yang anehkah?"
" waktu pertama kali kita tau kalau dira itu hamil, bukannya dia gak bisa denger bau bawang putih ya?"
"Iya yah, biasanya langsung muntah"
"Tapi sekarang? apa iya dira masak tanpa bawang putih?"
"ilham samperin dulu aja deh, mau mastiin"
"eh jangan! Hadehh dasar bocah, daritadi kita disini karena takut dira terganggu, ini malah mau di samperin. udah gak usah kita tunggu aja nanti moodnya rusak"
"Emmm iya juga sih, yaudah ayah sama kakek tunggu sampai dira selesai, ilham mau bersih-bersih dulu ke kamar"
perkumpulan 3 laki-laki beda generasi itupun membubarkan perkumpulan yang unfaedah tersebut.
5 menit kemudian dira menyelesaikan acara memasaknya di dapur dan menata satu persatu sarapan pagi yang sudah ia masak dengan penuh cinta.
" Ayah, kakek makanan sudah siap. dira tinggal kekamar anak-anak ya"
Dira membangunkan putri kecil yang masih setia dibawah selimut.
" Sayang, bangun yuk " bisik Dira ditelinga sherly
"emmmhh" sherly tampak malas untuk bangun
" sayang, ini bunda yuk bangun yuk"
sherly mulai membuka matanya dan tertegun saat melihat Dira "Bunda?"
" iya sayang ini bunda, mandi dulu yuk sherly harus sekolah biar ayah sama bunda yang anterin sherly"
__ADS_1
" beneran bun? yeyyy dianterin ayah sama bunda" dengan tingkah lucunya ia berjalan menuju kamar mandi "sherly mau mandi sendiri aja bunda"
"ok sayang, bunda tunggu dibawah ya"
"siap bunda"
sebelum meninggalkan kamar sherly, Dira menyiapkan baju dan juga buku-buku yang akan dibawa nanti. setelah semuanya beres barulah ia pergi kekamarnya untuk mandi dan juga bersiap. dira belum menyadari kedatangan ilham sedari tadi, hingga ia masuk ke kamar dan terkejut saat melihat ilham keluar dari kamar mandi.
"Astaghfirullah!!! Mas! kamu ngagetin aja, kok pulang gak bilang-bilang sih"
"kamu lagi asyik masak tadi, mas gak mau gangguin. memangnya ayah sama kakek gak bilang?"
"Aku belum ketemu sama ayah dan kakek sih daritadi, sepertinya lagi ngobrol didepan"
"tadi pas aku dateng, ayah sama kakek lagi ngintipin kamu"
"kok bisa? kenapa? ada yang aneh emang?"
"sedikit, mandi dulu aja sayang nanti lanjut ceritanya"
"eh iya, aku siapin bajumu dulu ya"
"iya, makasih sayang"
setelah menyiapkan beberapa keperluan suaminya itu, dia bergegas kebawah untuk sarapan bersama.
"Pagi ayah, pagi kakek"
"Pagi nak"
"Pagi cucu, Mana suami dan anakmu?"
" Mas ilham masih siap-siap kek, kalau sherly... "
Belum sempat Dira melanjutkan perkataannya Sikecil sherly sudah terlihat "Nah itu dia.. pagi sayang"
"Pagi bunda, Kakek, Opa"
Pak kurniawan dan kakek Subagio membalasnya dengan senyum.
"Sherly mau makan apa sayang? Roti apa nasi goreng?"
" Sherly gak bawa bekal Bun?"
"Ada dong sayang, sudah Bunda siapkan bekal sherly, nak"
" Aku mau roti pakai selai nanas aja bun"
" ehem siap tuan putriku"
Dengan telaten Dira mengolesi selai nanas pada roti sang anak, dan tak lama kemudian ilham ikut bergabung di meja makan. semuanya makan dengan lahap, Dira memang mahir dalam hal masak memasak membuat semuanya makan tanpa henti.
" Hemm padahal ini hanya nasi goreng tapi kenapa bisa seenak ini sampai kakek tidak bisa berhenti"
" hihi kakek bisa aja, mama juga sering masak nasi goreng kan. perasaan sama aja kek"
" Kakek gak bohong loh, beneran enak. jadi makin betah kakek disini bisa makan enak tiap hari" sambil menyuap nasi goreng yang sisa sedikit itu.
" Ayah kok diem aja, gimana yah? enak apa enggak masakan aku?"
" Ayah no coment, karena benar kata kakekmu ini enak sayang. kenapa ayah baru menyadari ini ya haha"
" Berarti bukan ilham yang lebay dong Yah, memang masakan Dira itu enak "
" hehe makasih semuanya" merekapun melanjutkan acara sarapan pagi mereka hingga selesai.
"Ayah, kakek apakah hari ini mau ke rumah sakit juga?"
" iya Dira, tapi nanti ayah masih ada pekerjaan mungkin ayah akan anter kakek dulu baru nanti ayah kesana setelah selesai "
" Oh iya yah, Mungkin Dira akan masuk kerja dulu sebentar baru nanti kesana. gapapa kan mas?"
"Ya gapapa dong sayang, nanti mas yang disana jagain Rafa"
Dira dan ilhampun berangkat ke sekolah, dalam perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka hingga sampai disekolah.
__ADS_1
"Mas tunggu!!! " ucapnya sambil memegang tangan ilham.