
Malampun tiba, ilham sudah meminta Ibu Nining dan Rini berkumpul di ruang tengah. Serli dan Rafapun ikut berkumpul.
"Tumben kak ilham ngajak ngumpul di ruang tengah, ada apa kak?" tanya Rini penasaran
" Aku ingin bertanya sesuatu pada Ibu dan juga kamu Rini"
"kok Ibu degdegan sih, ada apa sebenarnya ilham" ilham sengaja memasang wajah dingin.
"Bu, kalau Ilham menikah lagi apa Ibu dan Rini merestui?" wajah tegang dan khawatir merekapun berubah saat mendengar penuturan ilham
"astaga kak ilham! aku kira kakak bakalan ngomongin apa gitu, ternyata cuma minta restu, kalo Rini sih terserah asal jangan yang kaya kemaren-kemaren yang bisanya cuma bikin ulah!"
"iya ilham benar kata Rini, jangan memikirkan kebutuhanmu saja ingat anak-anak kamu juga"
"aku sudah memikirkannya Bu, dan dia tipikal orang yang menyayangi anak-anak"
"Rini penasaran, siapa sih kak? wanita yang rela menikah dengan duda anak 2 kaya kakak?"
"Dira, kakak menyukainya. cara dia menyayangi Serli dan Rafa, santun kepada Ibu dan yang paling penting dia bukan wanita matre sepertinya" Bu Nining dan Rini saling pandang, mereka tak percaya Dira mau dipersunting oleh ilham.
"emangnya Dira mau sama kakak? Jangan-jangan kakak ya yang maksa dia?"
"dia mau malah meski sempat nolak haha"
"tuhkan pasti kakak maksa nih Dira kalau masalah percintaan emang sedikit bego hahaha tapi dia baik banget kak jangan dimainin perasaannya" sambung Rini lagi.
__ADS_1
"kalau kakak berniat mempermainkan Dira mana mungkin kita berada ditempat ini untuk membahasnya. ya kan Bu?"
"Ibu sih setuju-setuju saja kalau kalian sama-sama suka, benar kata Rini jangan maksa-maksa anak orang loh ilham kasian. Ibu suka sekali melihat Dira yang sangat menghargai orangtua dia juga selalu pamit kalau mau masuk ke kamar anak-anak, gak suka bikin keributan juga. aaahh ternyata anak itu yang akan menjadi menantu Ibu rasanya seperti mimpi" Bu Nining masih tidak percaya kalau Dira ternyata mau dilamar oleh ilham.
"ilham gak maksa Bu, tadi dia menolak ilham karena belum yakin saja tapi ilham sudah sangat yakin Bu. Oh iya ilham mau lamar dia besok kepada orangtuanya dan Ibu sama Rini harus ikut"
"hahhh!!" keduanya kompak
"secepat itu? "
"iya Bu, tunangan aja dulu nikahnya nanti kita tunggu jawaban dari om kurniawan sama tante lia, yang penting ilham dan Dira ada pengikat dulu biar diranya juga gak diambil orang" jawab ilham tenang
plak!!
Bu Nining memukul Bahu anak laki-lakinya itu. ilham hanya meringis kesakitan sambil mengelus bahunya yang sedikit sakit.
"Puber kedua kalo kak ilham mah"
"Oma, kok ayah dipukul? ayah nakal ya?" tanya Serli
"iya sayang, ayah kamu nakal sekali makanya oma pukul" Serli dan Rafapun tertawa.
Setelah melaksanakan sholat isya, ilham mengajak Rini ke toko perhiasan, ia akan membeli sebuah cincin untuk melamar Dira besok dan tentu Rini tidak bisa menolak keinginan kakaknya itu. ternyata selera ilham tidak main-main ia membeli cincin yang bentuknya sangat elegant.
"kenapa kakak beli cincin sekarang emangnya udah keterima jadi mantunya tante lia? kan masih besok penentuannya hahaha"
__ADS_1
"kakak sudah yakin diterima dengan baik disana" jawab ilham dengan PDnya
"terserah kakak sajalah, susah emang nasehatin orang yang PDnya minta ampun" selesai memilih cincin merekapun pulang.
keesokan harinya...
seperti biasanya, ilham akan mengantarkan Serli dan Dira sekolah karena Dira tidak diijinkan membawa mobil oleh ilham hari ini. posesif ya say🤣.
"sayang, nanti ayah jemput ya jangan kemana-mana tunggu disekolah sampai ayah datang, bilang sama bunda kamu juga" ucap ilham pada Serli
"ayah gak kerja? kok mau jemput Serli dan bunda?" tanya Serli dengan polosnya
"karena hari ini hari yang Sangat spesial jadi ayah akan antar jemput kalian, ok nak"
"ok yah, Serli sekolah dulu ya ayah. dah ayah" Saat Dira hendak menyusul serli turun dari mobil, ilham menahannya dan segera mencium pucuk kepala Dira.
" semangat pagi dulu sayang" dan mencium bibir Dira sekilas
cup! Dira hanya merespon dengan senyum manisnya dan mengelus wajah ilham.
"hati-hati di jalan kak, assalamu'alaikum" lalu ia buru-buru turun dari mobil supaya Serli tidak curiga.
"bunda kok lama?"
"mm.. tadi ayah lagi ngomong sama bunda, katanya bunda harus jagain serli gak boleh jajan sembarangan" Serli mengangguk tanda paham. keduanyapun berjalan menuju kelas.
__ADS_1
proses belajar mengajarpun berjalan seperti biasa bedanya sekarang Dira tampak lebih bahagia dari sebelumnya. tanpa terasa jam pulangpun tiba, seperti yang sudah ilham janjikan tadi pagi ia menjemput Dira dan Serli. ilham mengantarkan Dira terlebih dahulu kemudian pulang untuk mengantarkan serli.