
weekend pun tiba, Dira dan ilham sudah bersiap untuk mengantarkan Serli kerumah shela. mereka berpamitan pada pak kurniawan dan mama lia.
"Sayang ingat pesan bunda?" tanya Dira sambil memasangkan seatbelt pada serli
"ingat bunda, Jangan nakal dan jangan menyusahkan bunda shela"
"Good girl, Jangan lupa sholat juga ya sayang" Serli mengangguk.
ilham menjalankan mobilnya menuju rumah Shela, Dira sengaja tidak memberitahu shela akan kedatangan mereka. menurut Dira ini akan menjadi surprise untuk Shela karena memang sudah lama sekali serli tidak pernah kerumahnya.
1 Jam berlalu..
kini mereka sudah sampai dihalaman rumah Shela, disana hanya ada asisten rumah tangga yang sedang membersihkan kolam.
"Assalamu'alaikum" Dira memberi salam
"Waalaikum salam, eh Pak ilham dan maaf dengan nyonya.. "
"Ah iya Namaku Dira Bi, apa mba Shela ada dirumah?"
"Ada nyonya, silahkan duduk dulu saya panggilkan nyonya Shela"
"Terima kasih bi, bilang padanya jangan lama-lama karena kita masih ada keperluan" ucap ilham, ia sudah jengah dengan rumah yang hampir 10 tahun mereka tempati. memory itu terus melintas diotaknya. kenangan indahkah? Ya hanya sedikit kenangan indah yang ada didalam rumah tangganya bersama Shela, sisanya hanya seperti neraka.
Shela segera turun setelah Bi sari memberitahukan bahwa dibawah ada ilham dan Dira ingin mengantarkan Serli.
"Maaf membuat kalian menunggu"
"tentu, kamu terlalu banyak menyita waktuku hari ini" Dira yang mendengar ucapan suaminya menoleh lalu menggeleng.
"Kalian mengantarkan Serli? oh aku berterima kasih banyak padamu Dira ternyata kamu benar-benar mendengarkanku waktu itu sampai Serli mau kesini menemui bundanya"
"Kamu menemui Dira Diam-diam dibelakangku? keterlaluan!"
"Mas sudah.. tidak terjadi apa-apa dengan kami, kami hanya bicara dari hati ke hati sesama wanita. sebaiknya kita pulang. maaf mba Shela saya dan suami saya pamit undur diri" ucap Dira kemudian ia mensejajarkan tubuhnya dengan Serli
"sayang, bunda pulang dulu ya Baik-baik disini jangan lupa makan yang banyak, sholat dan doakan bunda juga ayah"
" iya bunda, jangan lupa jemput Serli ya ayah, bunda"
"Pasti nak, pasti ayah akan menjemputmu"ucap Ilham sambil mengusap rambut Serli.
"hmm jangan harap kalian bisa menemui Serli setelah ini, aku akan membawanya jauh dari kalian, sudah cukup aku mengalah tapi saat ini tidak akan"
"aku sendiri yang mengantarkan serli kerumah kalian"
"apa tidak merepotkan mba shela?" tanya dira heran pasalnya selama ini shela tidak pernah mau menjemput atau mengantarkan serli kerumah dira.
__ADS_1
"tentu tidak, apapun akan aku lakukan untuk serli"
"cih apapun, kemana saja dia selama ini. apa shela sudah sadar dengan kelakuannya, rasanya tidak mungkin"
"kalau begitu kami pamit mba shela, assalamu'alaikum"
"hmm waalaikum salam"
didalam mobil tampak ilham memikirkan sesuatu, seperti sedang ada yang tidak beres dengan sikap shela yang sepertinya berubah drastis.
"seperti ada yang tidak beres"
"kenapa mas?"
"entahlah sayang, mas curiga saja sama sikap shela hari ini"
"ck itu hanya perasaanmu saja mas, jangan terlalu keras sama mba shela"
"Dia yang selalu memulai sayang"
"hussst sudah mas, aku gak suka ya kalo kita ketemu mba shela kamu nanggepin ucapannya dengan emosi"
"Hmm baiklah sayang terserah kamu saja".
...****************...
tak jauh dari kediaman shela, ada sebuah mobil hitam yang tampaknya sedang mengintai.
"tetap pantau shela, dan kalau bisa kamu pasang alat penyadap dirumah itu, jangan lengah ger"
setelah melaporkan kejadian hari ini Gerry asisten dari ayah shela yang selalu memantau gerak gerik shela, Gerry tampak turun dan menghampiri rumah tersebut untuk dipasangkan alat penyadap disamping kamar shela.
" untuk sementara waktu disini dulu, kalau mereka keluar aku akan mencoba masuk dan memasangnya lagi di beberapa titik " ucap gerry pada dirinya sendiri.
ya gerry selalu bekerja sendiri, ia sangat mahir dalam beberapa hal hingga tak membutuhkan bantuan dari anak buah Rama (ayah shela).
Rama menaruh curiga pada shela sejak ilham menceraikannya, kenapa tidak, ilham tidak pernah mau memberi alasan mengapa ia menceraikan shela. jika ditanya ilham hanya menjawab tidak ada kecocokan, jawaban ilham membuat Rama tidak tinggal diam.
benar saja baru satu minggu Rama mengintai shela melalui gerry, ia melihat sendiri bagaimana kelakuan shela yang bisanya hanya shopping dan nyalon.
"jadi begini kelakuanmu shela, pantas saja ilham menceraikanmu. kamu tidak pernah melayani suamimu dengan baik, tidak usah ditanya lagi sifat siapa yang turun padamu sudah pasti dari mamamu"
.
.
tepat pukul 20.00 shela mengajak serli ke pusat perbelanjaan di kota tersebut. tentu saja serli mengikuti kemauan shela karena ia selalu mengingat pesan dira dikala rasa malas menghampirinya.
__ADS_1
"Serli tunggu dimobil ya, bunda masih mau bicara sama Oma" Serli berlari keluar menuju mobil shela.
"Ma, ikut shela sebentar. shela mau ngomong sesuatu sama mama"
"ikut kemana? kenapa gak disini aja sih shela"
"ck mama gak liat disana ada Bi Sari nanti dia nguping" akhirnya Retno mengikuti shela dan menuju kamar shela.
"Ada apa?"
"Ma, aku akan bawa serli pergi jauh dari sini. Shela mohon mama juga jangan disini tapi bukan berarti mama harus ikut Shela"
"Apa-apaan kamu Shela, kamu mau ninggalin mama sendirian disini? tega kamu!"
"Duhh kalau mama ikut siapa yang mau liat keadaan disini, ini akan menjadi pertunjukan yang sangat meriah ma. mereka akan datang kesini ngemis-ngemis nanya keberadaan serli"
"Kamu lupa ilham siapa?"
"Kalau aku perginya keluar negeri, mas ilham gak bakalan bisa nyariin aku ma. jadi sekarang tugas mama tolong carikan tiket ke London untuk besok atau lusa, secepatnya"
"akan mama coba, tapi kalau kamu tertangkap, mama tidak mau ikut campur"
"emang ada ya pasal penculikan atas anak sendiri? gak ada ma tenang aja"
"Iya tapi hak asuh serli dan Rafa itu jatuh ke tangan ilham, dan itu yang bisa membuat kamu masuk dalam penjara dengan mudah meskipun kamu ibu kandungnya karena apa yang kamu lakukan ini salah shela"
"mama ngebelain mas ilham sama istri barunya itu?"
"bukan begitu sayang, mama hanya gak mau kamu masuk penjara karena rencana bodohmu ini, mama hanya punya kamu shela"
"tidak akan ma, selama mama tidak menampakkan diri mama didepan mas ilham dan keluarganya. aku yakin aman kok. jadi sekarang tugas mama mencarikan aku tiket pesawat secepatnya sementara aku akan menghubungi papa untuk meminta uang tambahan untuk berbelanja setelah ssmpai di London "
"Ok jangan lupa mama juga dikasih uangnya, sudah sana serli sudah menunggumu daritadi nanti yang ada dia mengadu sama ilham"
" Ok ma, aku pergi dulu dah mama"
Rama tampak mengepalkan tangannya saat mendengar percakapan anak dan mantan istrinya tadi melalui earphone yang diberikan oleh gerry.
"Gerry, sadap ponsel Shela dan Retno, jangan sampai ada Informasi yang tertinggal kabari apa saja yang ada di ponsel mareka"
"Baik bos" Gerry tampak mengotak-atik laptop yang ada dipangkuannya, ia harus menunggu sipemilik ponsel tertidur baru dia bisa beraksi. sedangkan untuk ponsel Shela ia juga harus menunggu wanita itu pulang.
"Halo swan, terus ikuti nona Shela jangan lengah" kali ini gerry membutuhkan bantuan swan untuk mengikuti Shela sedangkan dirinya harus tetap mengintai rumah Shela. saat dirasa sepi gerry turun dari mobilnya dan mulai beraksi mulai dari memasang penyadap kemudian mencari keberadaan ponsel Retno.
Gerry menemukan ponsel Retno disamping tempat tidur Retno ia berjalan dengan perlahan agar tidak membangunkan Retno yang tampak tidur pulas. dalam waktu 5 menit gerry sudah berhasil menyadap ponsel Retno, ia segera pergi dari kamar Retno.
"Halo bos, saya sudah berhasil menyadap ponsel nyonya Retno. tinggal ponsel nona Shela saja"
__ADS_1
"baiklah, aku akan mencoba menghubungi Shela agar dia segera pulang untuk memudahkan tugasmu ger"
"Baik bos Terima kasih atas bantuannya"