
Tok... tok.. tok...
" pagi semuanya.. eh Pak Rama, sudah lama disini?"
"oh tidak pak, saya baru sampai disini"
"Ayo yah"
" ayo ke mana ma?"
" Ayah kesini mau jemput mama kan?"
" iya tapi ayah masih mau istirahat dulu kenapa sih, liat cucu ayah dulu"
" Kurniawan benar lia, kamu ini gak kasian apa sama suami kamu" Jawab nenek tami
"Hehe kirain tadi mau langsung pulang gitu loh ma"
mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda. Mulai dari Rama yang menceritakan kehidupannya saat ini dengan shella hingga ia kembali ke indonesia untuk melihat langsung keadaan cucu nya yang jatuh sakit.
disekolah..
15 menit lagi sekolah usai, Dira yang saat itu tengah berada di kantor menyempatkan diri untuk meluruskan badan barang dua detik. Tiba-tiba saja teleponnya berbunyi.
" Ya halo"
"Dir kamu masih di sekolah ya?"
"Iya nih, bentar lagi pulang kenapa rin?"
" mau langsung kerumah sakit kan?"
"iya, Rafa pasti udah bosen nungguin aku disana"
"Aku jemput kamu kesitu ya, bilang sama kak ilham"
" iya iya, emang kamu gak kerja?"
" kerja mulu ntar cepet kaya hahaha, hari ini aku pulang cepet biasa lah kemaren-kemaren habis lembur kan"
" hmm makan gaji buta haha"
"Ishh sembarangan nggak ya, lagian ngapain dikantor kalo gak ada kerjaan ya gak sii"
"iya juga yaudah buruan kesini, nanti kamu lama nyampenya.'
" sabar kakak ipar, detik ini juga aku meluncur, yaudah byee"
"hmm anak ini ada-ada aja"
" Dira.. "
" ya kak?"
" gimana keadaan Rafa? maaf kakak belum sempat kerumah sakit lagi, rencananya nanti malam kakak dan juga kakakmu kesana "
" gapapa kak, tadi malem Rafa dijagain nenek-neneknya"
"oh ya? Wahh yaudah nanti malam kakak kesana ya, tapi anak-anak mungkin gak akan ikut"
" bilang sama kak aris, akunya dibawain sesuatu yang biasanya kak aris beliin gitu"
"apa emang? "
"ada, nanti kak aris pasti langsung ngerti hehe"
" masih aja manja sama kakaknya udah mau punya anak juga"
"hahaha aku masih Dira yang dulu kok kak. aku cari sherly dulu ya kak"
"iya kakak juga mau beres-beres takutnya bentar lagi kakakmu dateng"
" kak aris yang jemput?" Devi mengangguk "yess!" melihat tingkah adik iparnya itu devi hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Dira dan sherly memasuki kantor untuk menunggu jemputan mereka yang belum juga datang.
"Hari ini dijemput siapa dir?"
"Rini kak, dia katanya mau ke rumah sakit jadi sekalian dia mau barengan"
" oh gitu, suamimu kerja?"
"Tadi malem iya kak sekarang ada dirumah sakit"
" kasian ya ilham, gak sempat istirahat pastinya dia"
* iya kak, aku khawatir dia ikutan sakit nantinya. tapi dianya juga gak pernah dengerin omongan aku"
"dia bukan gak mau dengerin kamu, dia hanya ingin menjaga kamu dan calon anak kalian biar gak capek dan gak stres"
tak lama kemudian mobil yang ditumpangi aris dan juga rini datang diwaktu yang bersamaan.
tanpa menunggu sang pengemudi turun, dira sudah berlari menghampiri aris.
"Dira jangan lariii.. " teriak Devi dari kejauhan
" Astaga dira kamu apa-apaan sih, kamu lupa kalau lagi hamil? kenapa lari-lari?"
"hehe maaf kak aku cuma seneng aja ketemu kakak" tanpa permisi dira memeluk sang kakak
" pasti ada maunya nih kalau peluk- peluk"
"enggak kak jangan suudzon gak boleh, kayaknya ini bawaan bayi pengen dipeluk sama uncle nya"
" makanya jangan lari-lari nanti kalau bayimu kenapa-kenapa aku yang digorok sama suamimu nanti. nanti malam aku kesana sama kakakmu "
__ADS_1
"iya aku udah tau, kak Devi tadi udah bilang"
"yaudah sana kerumah sakit kasian Rafa pasti dia udah nunggu kamu dari tadi malam"
"kok kakak tau kalo aku tadi malam gak dirumah sakit?"
" tadi pagi kakak ketemu ayah sama kakek di restoran depan kantor"
"mereka ngapain?"
"Ayah ketemu kliennya dan sikakek kayaknya kenal juga"
"ooohhh yaudah deh ayo pulang kak"
"iya iya,, nanti malam ya dira"
"iya kak aris, ayo sayang kasian tante rini udah lumutan nunggunya"
setelah bersalaman pada kakak dan juga kakak iparnya, dira bergegas menuju mobil rini yang sejak tadi terparkir.
"Hai rin, aku lama ya hehe maaf ya"
"hmm kayak ke siapa aja, lagian udah biasa kali kalo kamu ketemu sama kak aris pasti laamaa banget, sekarang sih enak nungguinnya didalem mobil, biasanya juga aku neduh dibawah pohon haha"
" haha jadi inget pas SMA ya rin, kita kejar-kejaran sama angkot"
mobil mulai meninggalkan halaman sekolah mereka masih asyik membicarakan masa-masa sekolah mereka, tanpa mereka sadari sikecil sherly sudah tertidur dengan pulas. sebelum ke rumah sakit rini dan dira mampir di sebuah minimarket untuk membelikan makanan untuk Rafa dan juga orang-orang yang ada disana. dira baru menyadari bahwa sherly tertidur saat mereka mau turun di minimarket, tapi ia tidak tega membangunkannya.
sesampainya dirumah sakit dira menelepon suaminya untuk meminta bantuan mengangkat anak perempuannya itu.
"Hai sayang" dira langsung berdiri saat suaminya datang dan bersalaman
"Hati-hati mas jangan sampai sherly bangun, kasian dia kayaknya capek"
"Ini biar aku yang bawa, dir." kata Rini
"gapapa ini gak berat kok, aku masih bisa bawa ini Rini"
"udah deh nurut aja bumil satu ini ngeyelnya masih tetep haha"
" Rini.. inget dia kakak iparmu sekarang bukan temanmu" sambung ilham
" gak boleh gitu mas nanti malah jadi sungkan, gapapa kita tetep berteman. enak gini kali daripada saling sungkan biar makin enak kalo mau cerita-cerita"
" Cerita apa kalian? aku ya?"
"ishh GR, ada deh kak jangan kepo haha"
"Sayang gak boleh ada rahasia loo antara kita ini"
"ya ampun mas, siapa sih yang lagi merahasiakan sesuatu kita aja belum cerita apa-apa ya kan rin"
"tau tuh posesif banget, kita ketemu aja jarang-jarang. akhir-akhir ini dira kan selalu bareng kak ilham, gimana mau curhat akunya"
"isshhhh" dira mencubit lengan ilham karena daritadi ilham tidak berhenti menggoda keduanya
" shh!!awww!!! sakit sayang! "
"biarin! daritadi gak selesai-selesai, ada aja jawabannya"
"haha iya iya enggak sayang"
merekapun sampai didepan ruangan Rafa, dira membukakan pintu untuk ilham yang sedang keberatan menggendong sherly.
" Loh? Om Rama? kirain yang jagain Rafa mama sama ibu" dira dan juga rini menyalami Rama.
" Bu nining sama Bu lia sudah pulang Dira, om yang suruh mereka pulang. kasian kan mereka dari kemaren jagain Rafa pasti mereka tidurnya gak teratur lagian Om ini kan kakeknya Rafa jadi apa salahnya juga ikut menjaga "
Dira tersenyum mendengar jawaban Rama. sedangkan ilham menidurkan putrinya disofa sebelah Dira.
"Gapapa Om, Om udah lama di Indonesia?" tanya Rini
"Baru 2 harian, tapi om tidak bisa lama-lama di Indonesia karena disana pekerjaan om masih banyak"
"mmm mas, kamu istirahat gih. biar aku, om Rama sama Rini yang jaga Rafa kasian kamu dari kemaren gak tidur"
"aku udah tidur sayang dikantor"
"ya tapi kan cuma beberapa menit dan pastinya gak senyenyak tidur di rumah kan"
"Oh ilham belum sempat istirahat juga? pantesan dari tadi papa perhatiin kok kayak gak seger gitu mukanya" sambung Rama
"Iya om dia itu ngeyel banget, padahal dia juga harus jaga kesehatan udah anak sakit masa ayahnya juga ikutan sakit" jawab Dira
"yaudah iya iya aku istirahat tapi kalau ada apa-apa bangunin aku ya sayang"
ilham mencari tempat untuk dia beristirahat, ilham sengaja memilih kamar VVIP karena pastinya akan banyak sanak saudara yang akan datang menjenguk Rafa. seperti sekarang meskipun hanya ada 4 orang disana, ruangan itu masih terasa sepi.
"Bunda... " Rafa yg sedari tadi tidur, terbangun mencari keberadaan Dira.
"ya kak" Dira menghampiri Rafa " ada apa sayang?"
"Bunda kenapa lama, aku nungguin bunda dari pagi"
" emmm Dira, om keluar sebentar ya. Rafa, opa mau cari angin dulu diluar ya Rafa tidur yang nyenyak"
" iya om"
Ramapun keluar karena ia akan bertemu dengan gerry dan swan.
"Bunda belum jawab pertanyaan Rafa, kenapa bunda lama? Rafa bosan kalo gak ada bunda"
"bunda kerja dulu sayang, kan ada ayah yang jagain Rafa ada opa Rama juga Rafa gak sendirian sayang"
" tapi Rafa maunya bunda aja yang disini sama Rafa, gak boleh kemana-mana"
__ADS_1
"Sayang.. dengerin bunda" Dira memegang tangan Rafa.
"Kamu tau? Dari kemarin sampai hari ini Ayah baru bisa istirahat cuma buat jagain Rafa, coba lihat itu" Rafa menoleh ke arah ilham yang tidur telentang disofa bersama adiknya.
"Rafa gak kasian sama ayah? kalau ayah dengar Rafa ngomong kayak tadi pasti ayah sedih dong, nak"
Rafa terdiam, entah apa yang ada di pikirin anak kecil itu.
"coba rafa diposisi ayah, Ayah sakit terus yang jagain Rafa tapi ayah cari sherly, sedih gak Rafa?"
" gak bisa gitu bun, kan aku yang jagain harusnya ayah tanya aku sudah makan apa belum bukan cari sherly duluan"
" nah Kira-kira seperti itu perasaan ayah sayang. Bukan bunda gak sayang sama Rafa, tapi Rafa harus menghargai pengorbanan orang lain sayang"
Tiba-tiba saja rafa meraih tangan Dira dan menciumnya kemudian berkata " Maafin Rafa, bun. Rafa janji gak gitu lagi, Tapi rafa boleh gak bilang sesuatu "
" bilang aja sayang"
" Rafa capek, Rafa bosen disini pengen pulang. Rafa udah sembuh bun, bilang sama dokter ya ya plisss. Liat ini bun, ini sakit huwaaaa tiap hari dikasi obat terus disini sakit kalo di suntikin obat sama susternya " ucapnya sambil memperlihatkan tangannya yang dipasang infus.
Dira tersenyum melihat Rafa yang merengek meminta pulang dan mencopot selang infus tersebut.
" yang mana yang sakit? coba bunda lihat " Rafa mengangkat tangannya lagi, kemudian Dira meraihnya dan mencium serta meniup tangan Rafa.
" masih sakit?" Rafa menggeleng.
" Nanti bunda tanya dokter anggara ya sayang " rafa mengangguk. " sekarang makan dulu terus minum obat setelah itu tidur, ok? nih bunda bawa makanan kesukaan Rafa ayam teriyaki "
" waaahhh Rafa kangen banget sama masakan bunda yang ini, hmm baunya aja enak. mau mau bun aa"
"Baca doa dulu sayang" rafa manut saja sama apa yang dikatakan Dira.
dira menyuapi Rafa dengan telaten dan penuh kasih sayang. sambil bercerita tentang keinginan Rafa setelah ia keluar dari rumah sakit nanti. tanpa terasa makanannya itu sudah habis.
"minum obat dulu, lalu..?”
" lalu tidur, makasih bunda sudah suapin Rafa. ayam teriyaki nya enak besok bikinin lagi ya yang baaanyak"
" iya sayang, tidur ya"
"Bunda tidur disini, Rafa mau dipeluk" Sesuai Permintaan sang anak, dirapun menaiki ranjang rumah sakit. merekapun sama-sama terlelap.
30 menit kemudian ilham terbangun dari tidurnya, ia mencari keberadaan sang istri. saat ia melihat ke ranjang Rafa barulah ia merasa lega karena mendapati istrinya itu sedang tertidur bersama putra sulungnya.
ilham mencuci mukanya Diwastafel kamar mandi. saat ia keluar dari kamar mandi, dokter anggara datang untuk memeriksa Rafa namun saat ia akan membangunkan Dira, dokter anggara mencegahnya.
" Sudah Pak, tidak apa-apa biar nanti saya balik lagi kesini. kasian sepertinya istri dan juga anak anda kelelahan "
"sepertinya begitu dok"
" mereka bukan anak dan ibu kandung, tapi kedekatan mereka mampu membuat orang-orang iri melihatnya. beruntung sekali anda mendapatkan wanita yang benar-benar menyayangi anak-anak anda pak"
" iya dok, saya juga kadang cemburu melihat kedekatan mereka tapi saya tahan"
" ah bapak sama anak sendiri malah cemburu. selama kurang lebih hampir 7 tahun ini baru sekarang Rafa begitu semangat untuk sembuh, bahkan dulu dia sangat pendiam"
"itu karena dia tidak nyaman dengan ibunya sendiri, dok. Anak-anak saya dulu semuanya pendiam entah kenapa saat mereka bertemu dengan Dira mereka seperti menemukan pasangan yang benar-benar cocok, wajah mereka ceria, mereka juga banyak bercerita tentang semua hal yang terjadi pada hari itu"
" bapak juga enakkan jadi ada yang ngurusin bapak, ada yang masakin, tidur ada yang nemenin"
" hahaha alhamdulillah banget dok"
saat mereka sedang asyik bercengkrama, Dira terbangun dari tidurnya dan menyadari kehadiran dokter anggara ia segera turun dari tempat tidur.
" dokter maaf! saya tertidur, dokter mau periksa Rafa ya dok?"
"Iya tidak apa-apa Bu, maaf saya mengganggu istirahat Bu Dira"
"Tadinya saya cuma temenin rafa tidur dok, gak taunya saya juga ikut tertidur hehe"
Dira langsung bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar terlihat fresh.
sedangkan dokter anggara mulak memeriksa keadaan Rafa.
"Dokter, Rafa udah sembuh kan? Rafa pengen pulang dokter"
"Rafa sudah sembuh kok, besok sudah boleh pulang tapi jangan lupa minum obat ya, hari ini habiskan infus yang ini dulu kalau sudah habis nanti malam bisa dicopot"
"beneran dokter? gak disuntik lagikan kalo udah dicopot"
"tentu tidak dong"
"yeeyy. ayah.. "
"ya kak?"
ilham mendekat kearah Rafa, kemudian Rafa memeluknya secara tiba-tiba.
"Maafin Rafa ya ayah"
" maaf kenapa kak?"
" maafin Rafa sudah bikin ayah capek, gara-gara Rafa sakit, Ayah gak bisa istirahat dirumah"
" Kata siapa? enggak kok ayah gak capek, Ayah akan selalu ada disamping anak-anak ayah. do'akan ayah sehat terus biar bisa menemani kalian sampai tua nanti "
Dira terharu melihat ayah dan anak itu sedang berpelukan.
"Ehh apa ini? kok bunda gak diajak" Dira menghampiri keduanya kemudian memeluk dua laki-laki tersebut
"Harusnya begini, kalo mau pelukan bunda harus diajak"
Rafa dan ilham mencium pipi Dira secara bersamaan. " Terima kasih Bunda sudah bersama kami" ucap Rafa.
Dira tersenyum mendengar penuturan sang anak, bahagia? tentu saja dia sangat bahagia. tidak pernah terbayangkan sebelumnya ia akan menikah dengan orang yang pernah menjadi milik orang lain.
__ADS_1